Anda di halaman 1dari 23

LAPORAN PRAKTEK KERJA PROFESI APOTEKER (PKPA)

PEMERINTAH
DI DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA, INSTALASI FARMASI
KOTA SURAKARTA DAN PUSKESMAS NUSUKAN

DISUSUN OLEH :

IRMAWATI, S.Farm 1720343767


ISTI AGNIA LUTFIA, S.Farm 1720343768
ITA ARIATI, S.Farm 1720343769
JENNIDA, S.Farm 1720343770
ARINTYA KUMALA S, S.Farm 1720343842
AYUNDA EKA Z, S.Farm 1720343843
BAGAS ADI W, S.Farm 1720343844
BRILIAN WIDIANTO, S.Farm 1720343845
DINAS KESEHATAN
DEFINISI
Dinas Kesehatan merupakan unsur pelaksanaan
yag dilakukan oleh pemerintah daerah khususnya
di bidang kesehatan yang dipimpin oleh seorang
Kepala Dinas, yang berada di bawah dan
tanggung jawab kepada Gubernur melalui
sekretaris daerah.
DINAS KESEHATAN KOTA SURAKARTA

VISI • Terwujudnya Masyarakat Surakarta Yang


Sehat, Mandiri, dan Berbudaya.

• Mengoptimalkan pelayanan kesehatan


yang paripurna
• Meningkatkan kualitas sumber daya
kesehatan.
• Meningkatkan sistem kewaspadaan dini

MISI
penanggulangan penyakit.
• Memantapkan manajemen kesehatan
yang efektif, efisien, dan akuntibel.
• Meningkatkan upaya promotif preservatif
untuk mewujudkan budaya hidup bersih
dan sehat, serta kemandirian masyarakat.
• Menggerakan kemitraan dan peran serta
masyarakat di bidang kesehatan.
Tugas Pokok Dinas Kesehatan
 Melaksanakan kewenangan desentralisasi di bidang
kesehatan yang diserahkan kepada pemerintah daerah.
 Melaksanakan kewenangan di bidang kesehatan yang
bersifat lintas
 Melaksanakan kewenangan di bidang kesehatan yang
dikerjasamakan dengan atau diserahkan kepada provinsi
yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku.
 Melaksanakan kewenangan dekonsentrasi yang dilimpahkan
kepada gubernur dan tugas pembantuan di bidang
kesehatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku.
STRUKTUR ORGANISASI
FUNGSI :

1. Menyelenggarakan kesekretariatan 9. Penyelenggaraan registrasi,


dinas akreditasi dan ijin praktek
2. Penyusunan rencana program, 10. Peningkatan kesehatan
pengendalian, evaluasi dan masyarakat dan lingkungan
pelaporan. 11. Pencegahan dan
3. Penyelenggaraan promosi pemberantasan penyakit
kesehatan
12. Peningkatan kesehatan ibu
4. Pengendalian penyakit dan dan anak
penyehatan lingkungan
13. Pembinaan kesehatan
5. Penyelenggaraan upaya kesehatan remaja dan usia lanjut
6. Penyelenggaraan bina kesehatan 14. Penyelenggaraan sosialisasi
7. Penyelenggaraan dan pembinaan 15. Pembinaan jabatan
teknis rumah sakit dan kesehatan fungsional
khusus
16. Pengelolaan unit pelaksana
8. Pengawasan dan pengendalian
teknis
kefarmasian, makanan, minuman
dan obat tradisional
INSTALASI FARMASI
DEFINISI
Suatu departemen/unit atau bagian dibawah
pimpinan seorang apoteker dan dibantubeberapa
apoteker yg memenuhi persyaratan perundang2an
yg berlaku & kompeten secara profesional, tempat,
fasilitas dan bertanggung jawab atas seluruh
pelayanan kefarmasian.
UPT INSTALASI FARMASI SURAKARTA
UPT Instalasi Farmasi Kota Surakarta bertempat di Jl.Tentara Pelajar
Kandangsapi RT 1 RW 35, Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota
Suirakarta.

• Kecukupan Sediaan Farmasi dalam


VISI pengobatan rasional untuk mencapai
Solo sehat.

• Memberikan pelayanan prima dengan


tersedianya SDM yang berkualitas
didukung informasi data sediaan
MISI farmasi yang akurat sehingga
kebutuhan obat, alkes dan reagensia
terpenuhi dalam mencapai
pengobatan rasional
STRUKTUR ORGANISASI
MANAGEMEN PENGELOLAAN DI INSTALASI FARMASI

PERENCANAAN
Obat-obat yang diterima oleh Instalasi Farmasi adalah hasil
perencanaan yang dikerjakan oleh tim perencana obat Dinas
Kesehatan Kota Surakarta yg tdd : tim perencana tingkat puskesmas &
tim perencana tingkat kota

Penerimaan & Pemeriksaan


Pemeriksaan obat disesuaikan dengan adanya dokumen
yang jelas dan kelengkapannya. Kelengkapan dokumen meliputi
nama pabrik, penandaan, waktu kadaluwarsa, no. batch, bentuk
sediaan dan jumlah. Obat yang tidak sesuai dengan persyaratan
akan dikembalikan untuk diganti dengan yang memenuhi syarat.
PENYIMPANAN
Obat di Instalasi Farmasi dikelompokkan berdasarkan sumber
dana yaitu dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kota, serta disusun secara
alfabetis mengikuti sistem FIFO (first in first out) dan FEFO (first expired
first out).
Pada kondisi cukup sinar, cukup sirkulasi udara, tidak lembab
dan aman. Obat tersebut ditempatkan di rak dan/atau palet dengan
jarak tembok dan rak ± 0,2 meter, kulkas untuk vaksin dan reagen,
almari narkotika untuk codein. Setiap item obat dilengkapi kartu
stok/steling untuk mencatat setiap mutasi

DISTRIBUSI
Pendistribusian obat untuk 17 Puskesmas dilaksanakan satu
bulan sekali. Apabila dalam keadaan KLB (kejadian luar biasa),
puskesmas dapat mengajukan permintaan tambahan
PENCATATAN & PELAPORAN
Jumlah item obat dan mutasi dicatat, dilaporkan
kemudian di evaluasi dan pada akhimya digunakan
untuk perencanaan yang akan datang. Laporan
ketersediaan obat dilakukan tiap bulan dan akhir tahun.
Pencatatan dan pelaporan di Instalasi Farmasi Kota
Surakarta antara lain: catatan penerimaan, catatan
pengeluaran, catatan ED, neraca obat, kartu steling.
PUSKESMAS
Suatu tempat yang digunakan untuk
menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan,
baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif
yang dilakukan oleh pemerintah, pemerintah daerah
dan atau masyarakat (PERMENKES RI NO.75 Tahun
2014)
Visi & Misi Puskesmas Nusukan
Visi
 Terwujudnya pelayanan prima dan kemandirian masyarakat
dibidang kesehatan.
Misi
 Pelayanan prima sebagai standar kerja pelayanan kesehatan
pada masyarakat.
 Membangun kemandirian masyarakat di dalam
pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.
 Meningkatkan pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya
peningkatan kualitas lingkungan
 Meningkatkan kerja sama lintas sektoral sebagai upaya
bersama di dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
 Menjalin kerjasama dengan pihak swasta untuk ikut
berpartisipasi didalam pembangunan kesehatan.
 Meningkatkan profesionalisme Sumber Daya Manusia di
bidang kesehatan.
PENGELOLAAN OBAT & PERBEKALAN
FARMASI DI PUSK. NUSUKAN
• Menggunakan metode konsumsi dan
epidemiologi.
Perencanaan • Setiap tahun, memasukkan perencanaan obat
ke Dinkes dan Instalasi Farmasi Kota Surakarta
mengenai laporan penggunaan obat selama 12
bulan dan rencana tahun selanjutnya.

• Berdasarkan Laporan Pemakaian dan Lembar


Pengadaan Permintaan Obat (LPLPO) yang diserahkan setiap
akhir bulan ke Instalasi Farmasi

• Obat dan perbekalan farmasi diambil langsung


Penerimaan oleh petugas farmasi (apoteker maupun asisten
apoteker) ke instalasi farmasi
• Distribusi obat, alat kesehatan, vaksin dan reagensia ke
tempat pelayanan lain seperti : Poli KIA/KB,
Laboratorium, Puskesmas Pembantu Manipadi,
Pendistribusian Puskesmas Pembantu Cengklik dan Puskesmas Keliling
(PusLing)
• Pendistribusian berdasarkan FIFO dan FEFO

• Digudang obat dengan suhu sesuai stabilitas masing –


masing obat
Penyimpanan • obat disusun sesuai dengan urutan alfabetis
• Pengecekan suhu ruangan dilakukan setiap
minggunya dan dicatat pada lembar pengecekan
suhu ruangan untuk memastikan suhu tetap stabil

•Setiap obat yang keluar dicatat dan dilaporkan untuk


mengendalikan persediaan agar tidak terjadi keosongan
Pencatatan & •setiap hari direkap dan diklasifikasi berdasarkan jenis pasien
Pelaporan yaitu Jamkesmas Non PBI, Jamkesmas PBI, Pasien Gratis dan
Pasien Umum
•Laporan pemakaian obat di Puskesmas Nusukan meliputi
laporan harian, bulanan dan tahunan.
PELAYANAN FARMASI DI PUSKESMAS
NUSUKAN
Meliputi Pengkajian resep, penyerahan obat, dan pemberian
informasi obat.
 Kegiatan pengkajian resep meliputi screening administrasi,
kesesuaian farmasetik dan pertimbangan klinis.
 Kegiatan penyerahan obat beserta Informasi meliputi dosis, bentuk
sediaan, rute dan metode pemberian

 Kegiatan pelayanan informasi obat meliputi menjawab


pertanyaan baik lisan maupun tulisan, membuat dan
menyebarkan buletin atau brosur atau leaflet, pemberdayaan
masyarakat, penyuluhan, memberikan informasi dan edukasi
kepada pasien, memberikan pengetahuan dan ketrampilan
kepada mahasiswa farmasi yang sedang praktik profesi,
melakukan penelitian penggunaan obat, membuat atau
menyampaikan makalah dalam forum ilmiah, melakukan program
jaminan mutu.
 Pemeriksaan di puskesmas Nusukan meliputi pelayanan umum, gigi,
KIA, KB, Laborat, imunisasi, konsultan gizi, klinik berhenti merokok.
 Selain pelayanan umum puskesmas Nusukan juga melakukan
Program Pelayanan lain yang menunjang kesehatan masyarakat
yaitu:

Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang


diadakan setiap hari selasa bertempat yang di puskesmas
Nusukan

Pelayanan Unit Kesehatan Kerja (UKK) setiap bulan


pada hari jumat minggu ke-2 bertempat di Pasar Nusukan dan
Puskesmas keliling yang diadakan setiap minggu pada hari
sabtu di RW.23 Bibis Baru.
Skema Alur Pelayanan Di Puskesmas Nusukaan
FASILITAS PENUNJANG
PUSKESMAS PEMBANTU
berfungsi menunjang serta membantu melaksanakan
kegiatan-kegiatan yang dilakukan Puskesmas dalam ruang
lingkup wilayah yang lebih kecil.

PUSKESMAS KELILING
berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan
kegiatan Puskesmas dalam wilayah kerjanya yang belum
terjangkau oleh pelayanan kesehatan.
PROMKES

“DAGUSIBU “

“CARA PEMAKAIAN OBAT


YANG BAIK DAN BENAR &
PENTINGNYA KOTAK P3K
DIRUMAH”
TERIMA KASIH