Anda di halaman 1dari 29

TINJAUAN PUSTAKA

PENDAHULUAN

Neoplasma sistem endokrin yang


TUMOR terbanyak dijumpai (urutan ke
sembilan
TIROID di Indonesia)

National Cancer Institute (NCI), insidensi


pada pria sekitar 2,5 per 100.000 populasi
dan wanita sekitar 6,7 per 100.000
populasi

Mengenai seluruh kelompok usia


dan frekuensinya meningkat setelah
usia diatas 50 tahun
ANATOMI
Kelenjar tiroid terletak di leher(antara fascia colli
dan fascia vertebralis) setinggi vertebra cervicalis
V sampai vertebra thoracic I

Terdiri dari dua lobus yaitu


lobus dextra dan sinistra , dan
dihubungkan dengan isthmus

Melekat pada trakea dan fascia


pretrakealis (melingkari trakea
2/3 – 3/3 lingkaran)
VASKULARISASI TIROID

Vaskularisasi kelenjar tiroid dari


arteria thyroidea superior dan
arteria thyroidea inferior

 Arteria thyroidea superior :


cabang pertama artery carotis
externa, mendarahi jaringan
connective dan capsule

 Arteria thyroidea inferior :


cabang truncus thyrocervicalis,
mendarahi jaringan parenkin
dan propia kelenjar
SISTEM VENA

 Tigapasang vena thyroidea


menyalurkan darah dari pleksus
vena pada permukaan anterior
kelenjar tiroid dan trakea

 Venathyroidea superior dan


media yang berakhir di v.
jugularis interna

Vena thyroidea inferior yang


berakhir pada v. brachioceohalika
sinistra
Penyaluran Limfe

Pembuluh limfe kelenjar tiroid melintas di dalam


jaringan ikat antar lobus, seringkali mengitari arteri,
berhubungan dengan anyaman pembuluh limfe
kapsular.
Kelenjar Tiroid
Fisiologi Kelenjar Tiroid

Terdapat mekanisme umpan


balik spesifik yang bekerja
melalui hipotalamus dan
kelenjar hipofisis anterior
Histologi Kelenjar Tiroid

 Jaringan tiroid terdiri atas folikel


yang berisi koloid.

 Kelenjar dibungkus oleh jaringan


ikat longgar yang menjulurkan
septa ke dalam parenkim
DEFINISI NODUL TIROID
● Kelainan glandula thyroidea dapat berupa gangguan fungsi,
seperti tirotoksikosis, atau perubahan susunan kelenjar dan
morfologinya, seperti penyakit noduler. Berdasarkan
patologinya, pembesaran tiroid umumnya disebut struma.

● Nodul Tiroid → Pembesaran dari kelenjar tiroid yang


berbatas jelas/ massa yang terdapat pada kelenjar tiriod.
● Konsistensi : Nodul Koloid (padat) dan Nodul Kistik (cairan)
● Tipe : Jinak dan Ganas
● Nodusa : Uninodular dan Multinodular
● Pembesaran kelenjar tiroid atau struma
diklasifikasikan menjadi:

● Struma Toksik, yaitu struma yang menimbulkan


gejala klinis pada tubuh, berdasarkan perubahan
bentuknya dapat dibagi lagi menjadi:
● Diffusa, yaitu jika pembesaran kelenjar tiroid meliputi
seluruh lobus, seperti yang ditemukan pada Grave’s
disease.
● Nodosa, yaitu jika pembesaran kelenjar tiroid hanya
mengenai salah satu lobus, seperti yang ditemukan pada
Plummer’s disease.
● Struma Nontoksik, yaitu struma yang tidak
menimbulkan gejala klinis pada tubuh, berdasarkan
perubahan bentuknya dapat dibagi lagi menjadi:
● Diffusa, seperti yang ditemukan pada endemik goiter.
● Nodosa, seperti yang ditemukan pada keganasan tiroid.
ETIOLOGI
● Kekurangan Iodium
● < 50 mcg/hari → defisiensi sedang.
● < 25 mcg/hari → defisiensi berat.
● Kelebihan Iodium  jarang, biasanya didahului
penyakit tiroid autoimun.
● Goitrogen  obat (PTU, Litium, fenilbutazon),
agen lingkungan (phenolic, derivat phtalate ester
dan resorcinol dari batu tambang dan batubara),
makanan (sayur jenis Brassica).
● Dishormonogenesis
● Riwayat radiasi kepala dan leher
PATOFISIOLOGI
DIAGNOSIS
● Anamnesis
● Keadaan umum → benjolan pada leher.
● Gejala kompresif (dispnea, disfagia), rasa tercekik, sulit
dalam menemukan posisi tidur yang nyaman, hilangnya
suara (jarang)
● Pemeriksaan Fisik
● Inspeksi:
● Simetris atau tidak.
● Ikut bergerak saat menelan atau tidak.
● Palpasi:
● Lokasi, ukuran, jumlah nodul, konsistensi.
● Nyeri atau tidak.
● Mobilitas.
● KGB sekitar membesar atau tidak.
● Karakteristik nodul tiroid ganas:
● Konsistensi keras.

● Sukar digerakkan.

● Infiltrasi nodul ke jaringan sekitar.

● Nodul soliter (20% bersifat ganas).

● Disertai pembesaran KGB regional.

● Suara serak.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
● Laboratorium → tes fungsi
tiroid dengan kadar serum
TSH
● Ultrasound Scan → ukuran,
kistik atau nodul, lokasi,
karakteristik nodul.
● Skintigrafi/ Tyroscan →
Iodium-123, Iodium-131,
Technetium-99m
● CT scan
● MRI → lebih unggul dari CT
scan.
● FNAB → sensitivitas 65-98%,
spesifisitas 72-100% (GOLD
standard untuk
membuktikan keganasan
tanpa pembedahan
patologi).
DIAGNOSIS BANDING

❑ Tirioditis:
a) Tirioditis Hashimoto.
b) Tiroiditis De QuerVain.
c) Tiroiditis Riedel.
❑ Grave's Disease
❑ Karsinoma Tiroid:
❑ Karsinoma tiroid berdiferensiasi baik.
❑ Karsinoma tiroid berdiferensiasi buruk/ anaplastik.
PENATALAKSANAAN

● Ditentukan terlebih dahulu  suspek maligna atau


suspek benigna
● Jika suspek maligna, apakah operable atau inoperable
● Inoperable  biopsi insisi untuk keperluan
pemeriksaan histopatologis, dilanjutkan dengan
tindakan debulking & radiasi eksterna (kemoterapi
● Jika operable atau suspek benigna 
isthmolobektomi atau lobektomi
● Jika setelah hasil PA membuktikan bahwa lesi tersebut
jinak maka operasi selesai, tetapi jika ganas maka
harus ditentukan terlebih dahulu jenis karsinoma yang
terjadi.
● Operasi / Pembedahan
● Jenis pembedahan tiroid adalah:
● Biopsi insisi: Struma difus pradiagnosis.
● Biopsi eksisi: Tumor (nodul) terbatas pra-diagnosis.
● Tiroidektomi: Hipertiroid (Graves).
● Subtotal: Struma nodusa benigna.
● Hemitiroidektomi (ismolobektomi): Kelainan
unilateral (adenoma).
● Tiroidektomi total: Keganasan terbatas tanpa
kelainan kelenjar limfe.
● Tiroidektomi radikal: Keganasan tiroid dengan
kemungkinan metastasis ke kelenjar limfe regional.
➢ Indikasi operasi pada struma:
○ Struma difus toksik yang gagal dengan terapi
medikamentosa.
○ Struma uni atau multinodosa dengan kemungkinan
keganasan.
○ Struma dengan gangguan kompresi.

○ Kosmetik.

➢ Terapi iodium radioaktif.


➢ Terapi supresif Levothyroxine.
● Indikasi tindak bedah struma nontoksik:
● Kosmetik (tiroidektomi subtotal).
● Eksisi nodulus tunggal (yang mungkin ganas).
● Struma multinoduler yang berat .
● Struma yang menyebabkan kompresi laring atau struktur
leher lain.
● Struma retrosternal yang menyebabkan kompresi trakea
atau struktur lain.
PROSEDUR TINDAKAN PEMBEDAHAN PADA
STRUMA
TATALAKSANA
KOMPLIKASI
Komplikasi yang dapat terjadi dari nodul tiroid
nontoksik  obstruksi jalan nafas akibat deviasi
trakea yang terjadi karena pembesaran nodul tiroid dan
biasanya diindikasikan untuk melakukan tindakan
operatif
KOMPLIKASI
● Komplikasi pembedahan tiroid:
● Perdarahan dari A. Tiroidea superior

● Dispneu

● Paralisis N. Rekurens Laryngeus. Akibatnya otot-


otot laring terjadi kelemahan
● Paralisis N. Laryngeus Superior. Akibatnya suara
penderita menjadi lenih lemah dan sukar
mengontrol suara nada tinggi karena terjadi
pemendekan pita suara oleh karena relaksasi M.
Krikotiroid. Kemungkinan nervus terligasi saat
operasi
PROGNOSIS
● Prognosis untuk struma nontoksik cukup baik,
biasanya struma nontoksik tumbuh dengan sangat
lambat sampai bertahun-tahun. Bila terdapat
pertumbuhan struma dengan cepat atau terjadi
degenerasi atau pendarahan pada nodul, harus
dievaluasi untuk kecurigaan tumbuhnya neoplasma.