Anda di halaman 1dari 12

ETIKA DAN ESTETIKA

GURU PROFESIONAL
Dr. Mally Maeliah, M.Pd
Pengertian Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani, “Ethos” yang berarti


karakter, watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Aristoteles
menggunakan etika untuk menunjukan filsafat moral, yaitu
yang berkaitan dengan studi tentang tindakan manusia.
Tindakan manusia meliputi tentang kualitas baik atau buruk
atau nilai-nilai tindakan manusia untuk mencapai
kebahagiaan serta tentang kearifannya dalam bertindak.
Etika dalam Profesi Keguruan
Guru dituntut untuk selalu mengembangkan diri sejalan dengan kemajuan IPTEKS, untuk itu
dalam melaksanakan tugasnya guru harus memiliki etika. Sasaran etika Profesi Keguruan
adalah:
1. Etika terhadap Peraturan Perundang-undangan
Pada butir sembilan Kode Etik Guru Indonesia disebutkan bahwa “Guru melaksanakan segala
kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan” (PGRI,1973). Kebijaksanaan pendidikan
di Indonesia dipegang oleh pemerintah, dalam hal ini Departemen Pendidikan
danKebudayaan.Dalam rangka pembangunan di bidang pendidikan di Indonesia, Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang
merupakan kebijaksanaan yang akan dilaksanakan oleh aparatnya, yang meliputi antara lain :
pembangunan gedung, pemerataan kesempatan belajar melalui kewajiban belajar, peningkatan
mutu pendidikan.

2. Etika terhadap Organisasi Profesi


Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai
sarana perjuangan dan pengabdian.
Etika dalam Profesi Keguruan
Lanjutan…

3. Etika terhadap teman sejawat


Dalam ayat 7 Kode Etik Guru disebutkan bahwa Guru memelihara hubungan seprofesi,
semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial” Ini berarti bahwa :
 Guru hendaknya menciptakan dan memelihara hubungan sesama guru dan lingkungan
kerjanya
 Guru hendaknya menciptakan dan memelihara semangat kekeluargaan dan
kesetiakawanan sosial di dalam dan di luar lingkungan kerjanya.

4. Etika Terhadap Anak Didik


Dalam Kode Etik Guru Indonesia dengan jelas dituliskan bahwa guru berbakti membimbing
peserta didik untuk membentuk manusia seutuhnya yang berjiwa pancasila.

5. Etika Terhadap Pemimpin


Sebagai salah seorang anggota organisasi, baik organisasi guru maupun organisasi yang lebih
besar (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) guru akan selalu berada dalam bimbingan
dan pengawasan pihak atasan.
Kode Etik Guru Indonesia
Di Indonesia guru dan organisasi profesi guru bertanggung jawab atas
pelaksanaan Kode Etik Guru diIndonesia (KEGI). KEGI dapat dirumuskan
sebagai himpunan nilai-nilai dan norma-norma profesi guru yang tersusun
dengan baik, sistematik dalam suatu sistem yang utuh.
Fungsi KEGI adalah:
 Guru memiliki pedoman dan arah yang jelas dalam melaksanakan
tugasnya, sehingga terhindar dari penyimpangan profesi
 Guru bertanggung jawab atas profesinya

 Profesi guru terhindar dari perpecahan dan pertentangan internal

 Guru dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan

 Profesi ini membantu memecahkan masalah dan mengembangkan diri

 Profesi ini terhindar dari campur tangan profesi lain dan pemerintah
Penetapan Kode Etik

Kode etik hanya dapat ditetapkan oleh suatu organisasi


profesi yang berlaku dan mengikat para anggotanya,
lazimnya dilakukan dalam suatu kongres organisasi
profesi. Dengan demikian, penetapan kode etik tidak
boleh dilakukan secara perorangan, tetapi harus
dilakukan oleh organisasi, sehingga orang-orang yang
tidak menjadi anggota profesi, tidak dapat dikenankan.
Sanksi Pelanggaran Kode Etik
1. Sanksi moral
berupa celaan dari rekan-rekannya, karena pada umumnya kode etik
merupakan landasan moral, pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan.

2. Sanksi yang dikeluarkan dari organisasi


Sanksi ini merupakan sanksi yang dianggap terberat. Negara sering kali
mencampuri urusan profesi, sehingga hal-hal yang semula hanya merupakan
kode etik suatu profesi tertentu dapat meningkat menjadi peraturan hukum
atau undang-undang. Dengan demikian, maka aturan yang mulanya sebagai
landasan moral dan pedoman tingkah laku meningkat menjadi aturan yang
memberikan sanksi -sanksi yang sifatnya memaksa, baik berupa aksi perdata
maupun pidana. Sebagai contoh dalam hal ini jika seseorang anggota profesi
bersaing secara tidak jujur atau curang dengan sesama anggota profesinya,
dan jika dianggap kecurangan itu serius, maka dituntut di muka pengadilan.
Pengertian Estetika

Estetika adalah salah satu cabang filsafat yang membahas


keindahan. Estetika merupakan ilmu membahas
bagaimana keindahan bisa terbentuk, dan bagaimana
supaya dapat merasakannya. Estetika merupakan studi
nilai dalam realitas keindahan. Nilai estetika biasanya
sukar untuk dinilai, karena nilai-nilai ini menjadi nilai milik
personal dan sangat subjektif.
Estetika Pendidikan
Dalam dunia pendidikan hendaknya nilai estetika
menjadi patokan penting dalam proses
pengembangan pendidikan, yakni dengan
menggunakan estetika moral, dimana setiap
persoalan pendidikan dilihat dari perspektif yang
mengikutsertakan kepentingan masing-masing pinak,
baik itu siswa, guru, pemerintah, pendidik serta
masyarakat luas. Ini berarti pendidikan diorientasikan
pada upaya menciptakan suatu kepribadian yang
kreatif dan berseni.
Estetika Pendidikan
Ilmu pengetahuan akan mudah didapat apabila pendidik menerapkan estetika dalam
pembelajaran.
1. Seni sebagai penembusan terhadap realitas
Merupakan suatu kenyataan (fakta) seringkali seni ditampilkan sesuai dengan
keadaan setempat. Contoh : pendidik memperagakan cara membersihkan lantai
dengan benar, karena pada kenyataannya lantai memang harus selalu dibersihkan.
2. Seni sebagai alat kesenangan
Seni dikatakan sebagai alat untuk menyalurkan sebuah kesenangan manusia tatkala
manusia sedang jenuh / bosan pada suatu hal, ataupun pada kehidupannya.
Pengekspresian seni ini bisa dicontohkan dengan bernyanyi ataupun yang lainnya.
3. Seni sebagai ekspresi yang sebenarnya tentang pengalaman
Ekspresi seni dapat pula ditampilkan oleh seorang pendidik ketika pembelajaran
berlangsung sesuai dengan pengalaman yang dimiliki oleh pendidik tersebut.
Profesionalisme Guru

Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan


dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran,
melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian
dan pengabidaian kepada mayarakat, terutama bagi pendidikan pada
perguruan tinggi (Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Bab IX
pasal 39 ayat 2). Guru profesional merupakan syarat mutlak untuk
menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas.
Profesionalisme Guru
Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang memerlukan prinsip-
prinsip profesional, yaitu:
1. Bakat, minat, panggilan jiwa, idealisme
2. Kualifikasi pendidikan dan latar belakang yang sesuai dengan bidang
tugasnya
3. Kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya
4. Mematuhi kode etik profesi
5. Hak dan kewajiban dalam melaksanakan tugas
6. Penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerjanya
7. Kesempatan untuk mengembangkan profesinya secara berkelanjutan
8. Perlindungan hukum dalam melaksanakan tgas profesionalnya
9. Organisasi profesi yang berbadan hukum
(Sumber-sumber UU tentang guru dan Dosen)