Anda di halaman 1dari 44

SISTEM

KARDIOVASKULER
Oleh :
Simon Bagas Adi Brillianto
Dessy Yuvita Rosalina
Vinsensius Ruben Fereri
Christoforus Herlangga
SISTEM KARDIOVASKULER
Kardiovaskuler terdiri dari dua suku kata yaitu cardiac dan vaskuler. Cardiac
berarti jantung dan vaskuler yang berarti pembuluh darah.
• Tugas sistem kardiovaskuler:
Mengedarkan darah yang mengandung oksigen dan nutrisi yang diperlukan
untuk metabolisme ke seluruh tubuh serta membawa sisa metabolisme
untuk dibuang melalui organ organ ekskresi.
SISTEM KARDIOVASKULER
• Sistem kardiovaskular terdiri dari :
• Jantung yang berfungsi sebagai pemompa yang melakukan tekanan
terhadap darah agar dapat mengalir ke jaringan
• Pembuluh darah yang berfungsi sebagai saluran yang digunakan agar
darah dapat didistribusikan ke seluruh tubuh
• Darah yang berfungsi sebagai media transportasi segala material yang
akan didistribusikam ke seluruh tubuh
JANTUNG
• Letak :
Di dalam rongga mediastinum dari rongga dada(toraks), diatas paru paru.
• Fungsi :
Memompa alairan darah keseluruh bagian tubuh, tidak pernah berhenti sesaat pun
dalam kegiatan yang tidak berkesudahan.
• Lapisan jantung :
1. Epikardium
2. Miokardium
3. Endokardium
Sifat –sifat jantung
• Automasi
Jantung masih dapat melakukan fungsinya tanpa di pengaruhi saraf. Dibuktikan dengan
cara merusak otak ataupun sumsum punggung. Jantung tetap normal melakukan fungsinya
untuk beberapa saat.
• Termolabil
Jantung dapat berubah denyut nadinya karena pengaruh suhu lingkungan. Sebagai
contoh kita berpindah dari daerah suhu panas kedaerah bersuhu dingin, maka denyut jantung
menurun. Jadi pada suhu yang lebih panas frekuensi denyut jantung menjadi naik dan
sebaliknya.
• Sinsitium
Merupakan organ berupa serabut yang bekerja sebagai satu unit.
Mekanisme Sistole dan Diastole
• Sistole terjadi saat ventrikel berkontraksi sedangkan atrium relaksasi,
sehingga tekanan interventrikularis meninggi. Hal ini menyebabkan valvula
atrioventriculare menutup, di samping itu darah akan terpompa menuju aorta
dan arteri pulmonalis, karena valvula semilunaris aorta dan valvula
semilunaris pulmonalis terbuka.
• Diastole terjadi saat ventrikel berelaksasi sedangkan atrium kontraksi,
sehingga tekanan intraatrial meninggi. Hal ini menyebabkan valvula
atrioventricularis terbuka dan darah dari atrium masuk ke ventrikel,
sedangkan valvula semilunaris aorta dan pulmonalis tertutup.
Daya Pompa Jantung
• Daya pompa jantung pada orang yang sedang istirahat jantungnya berdebar
sekitar 70 kali semenit dan memompa 70 ml setiap denyut ( volume denyutan
adalah 70 ml ). Jumlah darah yang setiap menit di pompa dengan demikian
adalah 70 x 70 ml atau sekitar 5 liter.
• Sewaktu banyak bergerak kecepatan jantung dapat menjadi 150 setiap menit
dan volume denyut lebih dari 150 ml, yang membuat daya pompa jantung 20
sampai 25 liter setiap menit.
Tekanan Darah
• Tekanan darah ialah daya dorong ke semua arah pada seluruh permukaan
yang tertutup pada dinding bagian dalam jantung dan pembuluh darah.
• Cara mengukur tekanan darah adalah dengan menggunakan alat yang disebut
spygmomanometer.
• Tekanan darah normal biasanya 120/80 sampai 140/85mm Hg, jika tekanan
darah dibawah angkat tersebut berarti dia mengalami darah rendah
sedangakan untuk orang yang memiliki tekanan darah melebihi batas tersebut
dia bisa dikatakan memiliki tekanan darah yang tinggi.
Faktor yang mempengaruhi frekuensi denyut
jantung
• Jenis kelamin
• Jenis aktifitas
• Usia
• Berat badan
• Keadaan emosi atau psikis
PEMBULUH DARAH
• Pembuluh darah merupakan jaringan elastis membawa darah dari jantung ke
seluruh tubuh, kemudian mengembalikannya lagi kedalam jantung.
• Fungsi utama :
Menyalurkan darah yang mengandung oksigen ke sel dan jaringan dan
mengembalika darah vena ke paru-paru untuk pertukaran gas oksigen (O2)
dengan karbon dioksida (CO2).
Jenis pembuluh darah
• Pembuluh vena, yaitu pembuluh balik yang membawa darah ke jantung. Vena
memiliki katup yang berfungsi menghentikan darah agar tidak mengalir menjauhi
jantung.
• Pembuluh venula, merupakan kumpulan pembuluh kapiler yang bersatu. Venula
mengumpulkan darah dari pembuluh kapiler dan mengalirkannya ke pembuluh
vena.
• Pembuluh kapiler, merupakan pembuluh kecil dengan dinding sangat tipis yang
menghubungkan arteriol dengan venula. Pembuluh kapiler disebut juga dengan
pembuluh pertukaran. Ini karena pembuluh ini bisa dilewati darah bersih yang
membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan tubuh dan bisa juga menerima zat
sisa dari jaringan tubuh.
Jenis pembuluh darah
• Arteriol, merupakan pembuluh arteri dengan ukuran terkecil. Tugasnya
mengirimkan darah ke pembuluh kapiler. Selain itu, arteriol mampu
berkontraksi dan berelaksasi untuk mengendalikan jumlah darah yang masuk
ke pembuluh kapiler.
• Arteri, bertugas membawa darah dari jantung menuju organ-organ lainnya.
Arteri merespons sinyal dari sistem saraf untuk kontraksi maupun relaksasi.
Ukuran arteri sendiri bervariasi. Arteri-arteri dengan ukuran terbesar
memiliki serat elastis tersendiri pada dindingnya untuk membantu kinerja
jantung.
STRUKTUR PEMBULUH DARAH
• Pembuluh darah terbagi dua, yaitu arteri dan vena.
1. Arteri
Arteri membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh.
2. Vena
Vena berfungsi membawa darah dari perifer (ujung) kembali ke jantung
dan paru-paru.
Lapisan – lapisan arteri
• Tunika intima
Lapisan terdalam dari pembuluh darah yang terdiri atas selapis sel endotel yang membatasi
permukaan dalam pembuluh. Di bawah lapisan endotel adalah lapisan subendotel, terdiri
atas jaringan penyambung jarang halus yang kadang-kadang mengandung sel otot polos
yang berperan untuk kontraksi pembuluh darah.
• Tunika media
Lapisan tengah yang terdiri dari serat otot polos yang tersusun melingkar. Pada arteri yang
lebih besar, tunika media dipisahkan dari tunika intima oleh suatu lamina elastik interna.
Membran ini terdiri atas serat elastik, biasanya berlubang-lubang sehingga zat-zat dapat
masuk melalui lubang-lubang yang terdapat dalam membran dan memberikan supply O2
dan makanan lainnya kepada sel-sel yang terletak jauh di dalam dinding pembuluh. Pada
pembuluh besar, sering ditemukan lamina elastika eksterna yang lebih tipis yang memisahkan
tunika media dari tunika adventitia yang terletak di luar.
Lapisan – lapisan arteri
• Tunika adventitia
Lapisan terluar terdiri atas dengan jaringan ikat kolagen dan elastik, terutama kolagen tipe I.
Pada pembuluh yang lebih besar, terdapat vasa vasorum bercabang-cabang luas dalam
adventitia.
• Anastomosis Arteriovenosa
hubungan langsung antara sirkulasi arteri dan vena. Anastomosis arteriovenosa ini tersebar di
seluruh tubuh dan umumnya terdapat pada pembuluh-pembuluh kecil berfungsi mengatur
sirkulasi pada daerah tertentu, terutama pada jari, kuku, dan telinga. Sistem ini mempunyai
peranan pengaturan sirkulasi pada berbagai organ dan berperanan pada beberapa fenomena
fisiologi seperti menstruasi, perlindungan terhadap suhu yang rendah, dan ereksi. Anastomosis
arteriovenosa banyak dipersarafi oleh sistem saraf simpatis dan parasimpatis (sistem saraf
otonom). Selain mengatur aliran darah pada berbagai organ, anastomosis ini mempunyai fungsi
termoregulator atau pengatur suhu yang khususnya terbukti pada kulit anggota gerak
(ekstremitas).
Lapisan – lapisan vena
• Tunica intima
Terdiri dari lapisan endothelium yang mengandung sel pipih selapis, dan
lapisan subendothelium yang berisi jaringan ikat tipis langsung
berhubungan dengan tunica adventitia.
• Tunica media
Lapisan ini tipis, otot polosnya bercampur dengan jaringan ikat.
Lapisan – lapisan vena
• Tunica adventitia
Lapisan paling tebal pada vena, lapisan ini juga lapisan yang paling
berkembang. Jaringan ikat longgar dengan serabut kolagen yang
membentuk berkas-berkas longitudinal, sel fibroblas tampak diantaranya.
Sel-sel otot polos juga sering tampak pula.
• Vasa vasorum
Pembuluh darah kecil yang memberikan pasokan metabolit-metabolit untuk
sel-sel di tunika adventitia dan tunika media pembuluh-pembuluh darah
besar, apakah itu vena besar maupun arteri besar, karena lapisan-lapisannya
terlalu tebal untuk diberi makanan oleh difusi langsung dari aliran darah.
Jenis-jenis arteri
• Arteri elastik : adalah pembuluh terbesar di tubuh, contoh arteri ini adalah aorta
(pembuluh darah terbesar yang menyambut darah setelah baru dikeluarkan dari ventrikel
kiri jantung), trunkus pulmonalis (pembuluh darah yang menyambut darah yang keluar
dari pompaan ventrikel kanan jantung), dan juga cabang-cabang utamanya. Dinding
pembuluh darah jenis ini terutama terdiri dari jaringan ikat elastik, memperlihatkan daya
tahan dan kelenturan ketika darah mengalir. Dinding pembuluh ini sangat melebar selama
sistol (kontraksi jantung atau pompa jantung). Sewaktu diastol (relaksasi jantung),
dinding kembali mengerut (recoil) dan mendorong darah maju.
• Arteri muskular: dinding mengandung banyak otot polos, juga mengontrol aliran
darah melalui vasokontriksi (menguncup) dan vasodilatasi (mengembang), mekanisme
ini diatur oleh sistem saraf otonom.
• Arteriol: arteri kecil dengan satu sampai lima lapisan otot polos, arteriol terminal akan
mengalirkan darah ke pembuluh darah paling kecil, yaitu kapiler.
Jenis-jenis kapiler
• Vas capillare continuum: adalah jenis yang paling banyak, endotel
membentuk lapisan utuh.
• Vas capillare fenestratum: mengandung fenestra ataupun pori-pori pada
endotelnya. Terdapat di kelenjar endokrin, usus halus, dan glomerulus ginjal
• Vas capillare sinusoideum: memperlihatkan diameter lebar dengan celah di
antara sel-sel endotel. Membrana basalisnya tidak terbentuk sempurna.
Kapiler ini terdapat di hati, limpa, dan sumsum tulang.
Jenis-jenis vena
• Vena cava: vena ini adalah pembuluh darah yang menyambut darah dari seluruh tubuh yang
mengandung CO2 ketika hendak masuk kedalam jantung, vena ini merupakan vena terbesar,
vena cava ada dua yaitu vena cava superior yang letaknya diatas jantung, dan vena cava
superior yang terletak dibawah vena cava inferior.
• Vena pulmonalis: vena ini membawa darah dari paru atau sirkulasi pulmoner ke dalam
jantung, vena ini mengandung darah yang berisi O2. Vena pulmonalis juga terbagi dua yaitu
vena pulmonalis dextra yang membawa darah dari paru-paru kanan, dan vena pulmonalis
sinistra yang membawa darah dari paru-paru kiri.
Jenis-jenis vena
• Vena cutanea: adalah vena yang tampak di bawah kulit, yang biasa ditusuk
saat seseorang di infus.
• Deep vein: adalah vena yang terletak lebih dalam dan berdekatan dengan
arteri, vena ini tidak tampak dari luar kulit.
• Venula: ini adalah vena dengan ukuran terkecil, dan berhubungan langsung
dengan kapiler.
Darah
• Jaringan yang memegang peranan sebagai media transpor nutrisi dan oksigen kepada semua
jaringan tubuh agar dapat melakukan metabolisme.
• Fungsi darah :
• Transportasi nutrisi dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh agar dapat melakukan metabolisme untuk
menghasilkan ATP.
• Membawa karbon dioksida dan sisa metabolisme untuk diekskresi.
• Membawa hormon dari tempat produksinya ke organ target.
• Menjaga/mempertahankan suhu tubuh karena darah yang berada dalam arteri memiliki panas.
• Sel darah putih sebagai pertahanan tubuh dari infeksi mikroorganisme.
• Mengatur keseimbangan asam basa untuk menghindari kerusakan jaringan dengan menggunakan
hemoglobin, oksihemoglobin, bikarbonat, fosfat, dan protein plasma.
Sel-sel darah
• SEL DARAH MERAH
Berbentuk seperti cakram kecil bikonkaf, cekung pada kedua sisinya, berdiameter
8µm, sel darah merah tidak berinti. Sel darah merah dibuat di dalam sumsung tulang ,
terutama dari tulang pendek yang pipih dan tidak beraturan, dari ujung tulang pipa, dari
sumsunm dalam batang iga iga dan dari sternum.
Perkembangan sel darah merah dalam sumsum tulang dari sel induk pluripoten
menjadi retikulosit. Retikulosit kehilangan organel seperti mitokondria, aparatus golgi,
ribosom, RE, dan terbentuklah eritrosit yang selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi
darah.Melalui berbagai tahap mula mula besar dan berisi inti , tidak mengandung
hemoglobin, kemudian dimuati hemoglobin dan akhirnya kehilangan intinya barulah
diedarkan dalam peredaran darah.
Fungsi sel darah merah
• Penghantar oksigen ke seluruh tubuh
• Penentu golongan darah
• Menjaga kestabilan tubuh
• Membantu pelebaran pembuluh darah
Sel-sel darah
• SEL DARAH PUTIH
Berbentuk lebih besar daripada sel darah merah, tetapi jumlahnya lebih
sedikit, berwarna bening . Proses keluarnya lekosit disebut diapedisis. Lekosit
berperan melawan penyakit yang masuk ke dalam tubuh manusia yang disebut
antibodi
Fungsi sel darah putih :
• Memakan bakteri bakteri hidup yang masuk ke dalam peredaran darah(fagosit)
• Granulosit mempunyai enzim yang dapat memecah protein yang memungkinkan merusak
Jaringan hidup, memecah dan membuangnya. Dengan cara ini penyembuhan dapat terjadi
Sel-sel darah
• SEL DARAH PEMBEKU/ KEPING DARAH
Sel sel yang besarnya hanya 1/3 dari sel darah merah, bentuknya tidak teratur, dengan
duameter 2-4µm, mudah pecah dan tidak mempunyai inti
Fungsi platelet terutama adalah pada proses pembekuan darah(haemostatis)
Proses pembekuan darah, didalam sel darah terdapat enzim trombokinase, bila kulit
terluka, darah akan keluar dan sel pembeku ikut keluar karena bersentuhan dengan permukaan
permukaan kasar, kecuali dinding pembuluh darah sendiri, maka sel sel pembeku akan pecah
dan keluar dari dalamnya suatu zat, yakni protombin. zat zat ini karena pengaruh garam
kalsium tromboplastin akan berubah menjadi trombin, trombin adalah suatu enzim yang dapat
mengubah fibrinogen menjadi fibrin. Fibrinogen adalah protein yang larut dalam plasma darah,
sedangkan fibrin berupa benang benang halus yang menutup luka dan menjarin sel sel darah
lainnya.
PENYAKIT SISTEM
KARDIOVASKULER
• Penyakit kardiovaskuler adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh
darah, dalam hal ini adalah jantung dan urat-urat darah.
• Penyakit kardiovaskuler sendiri biasanya terjadi akibat gaya hidup, pola
makan, dan aktivitas sehari-hari yang dijalani si pelaku yang tidak
memperhatikan kesehatan.
Penyakit Jantung Koroner
• Penyakit yang menyerang pembuluh darah dan bisa menyebabkan serangan
jantung. Hal ini diakibatkan oleh pembuluh arteri yang tersumbat sehingga
menghambat penyaluran oksigen dan nutrisi ke jantung.
• Ditandai dengan adanya endapan lemak yang berkumpul di dalam sel yang
melapisi dinding suatu arteri koroner dan menyumbat aliran darah.
Stroke
• Terjadi akibat kurangnya aliran darah yang mengalir ke otak. Kemungkinan
karena terjadi pendarahan diotak.
• Stroke termasuk penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai
dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi karena
berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Berkurangnya aliran darah
dan oksigen ini bisa dikarenakan adanya sumbatan, penyempitan atau
pecahnya pembuluh darah. Apabila oksigen sudah tidak bisa mensuplai
jaringan otak maka ini akan berakibat pada kematian.
Tekanan Darah Tinggi (Irama Jantung
Abnormal)
• Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di
dalam arteri.
• Hipertensi sistolik terisolasi, tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau
lebih, tetapi tekanan diastolik kurang dari 90 mmHg dan tekanan diastolik
masih dalam kisaran normal. Hipertensi ini sering ditemukan pada usia lanjut.
• Hipertensi maligna adalah hipertensi yang sangat parah, yang bila tidak
diobati, akan menimbulkan kematian dalam waktu 3-6 bulan.
Hipertensi ini jarang terjadi, hanya 1 dari setiap 200 penderita hipertensi.
Serangan Jantung
• Suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi pembatasan atau pemutusan aliran darah ke
jantung, yang menyebabkan otot jantung (miokardium) mati karena kekurangan oksigen.
• Serangan jantung biasanya terjadi jika suatu sumbatan pada arteri koroner menyebabkan
terbatasnya atau terputusnya aliran darah ke suatu bagian dari jantung. Jika terputusnya atau
berkurangnya aliran darah ini berlangsung lebih dari beberapa menit, maka jaringan jantung
akan mati. Kemampuan memompa jantung setelah suatu serangan jantung secara langsung
berhubungan dengan luas dan lokasi kerusakan jaringan (infark). Jika lebih dari separuh
jaringan jantung mengalami kerusakan, biasanya jantung tidak dapat berfungsi dan
kemungkinan terjadi kematian. Bahkan walaupun kerusakannya tidak luas, jantung tidak
mampu memompa dengan baik, sehingga terjadi gagal jantung atau syok.
Gagal Jantung (Heart Valve Disease)
• Jantung penderita berdetak tidak normal atau tidak berdetak sebagaimana
mestinya. Penyakit ini diakibatkan rusaknya katup jantung. Katup jantung ini
berfungsi sebagai pengatur aliran darah yang masuk searah menuju jantung,
biasanya terjadi setelah adanya serangan jantung.
Nyeri Jantung (Angina)
• Angina (angina pektoris) merupakan nyeri dada sementara atau suatu perasaan
tertekan, yang terjadi jika otot jantung mengalami kekurangan oksigen.
• Biasanya penderita merasakan angina sebagai rasa tertekan atau rasa sakit di bawah
tulang dada (sternum).
• Angina biasanya dipicu oleh aktivitas fisik, berlangsung tidak lebih dari beberapa
menit, dan akan menghilang jika penderita beristirahat.
• Ciri angina pada seorang penderita biasanya tetap, oleh karena itu setiap perubahan
merupakan masalah yang serius (misalnya nyeri menjadi lebih hebat, serangan
menjadi lebih sering terjadi atau nyeri timbul ketika sedang beristirahat).
Penyakit Jantung Rematik.
• Kerusakan pada katup jantung karena demam rematik, yang disebabkan oleh bakteri
streptokokus.
• Demam Rematik adalah suatu peradangan pada persendian (artritis) dan jantung (karditis).
• Demam rematik biasanya terjadi akibat infeksi streptokokus pada tenggorokan.
• Gejala utamanya adalah:
– nyeri persendian (artritis)
– nyeri dada atau palpitasi (jantung berdebar) karena karditis
– renjatan/kedutan diluar kesadaran (corea Sydenham)
– ruam kulit (eritema marginatum)
– benjolan kecil dibawah kulit (nodul).

Beri Nilai