Anda di halaman 1dari 17

Presentasi Referat Hipertrofi

Adenoid
Tressy A. Padahana
11.2016.213
• Adenoid  jaringan limfoepitelial berbentuk segitiga yang
terletak pada dinding posterior nasofaring dan merupakan
salah satu jaringan yang membentuk cincin Waldeyer.
• Secara fisiologis, ukuran adenoid dapat berubah sesuai
dengan perkembangan usia.
• Adenoid membesar secara cepat setelah lahir dan mencapai
ukuran maksimum pada saat usia 3 – 7 tahun, kemudian
menetap sampai usia 8 – 9 tahun.
• Setelah usia 14 tahun, adenoid secara bertahap mengalami
involusi.
• Adenoid merupakan bagian dari sistem imun sekunder.

• Adenoid duduk di traktus respiratorius dan traktus gastrointestinalis,


menempati posisi yang dapat diekspos oleh antigen dari udara maupun
makanan.

• Adenoid cenderung menyumbat tuba eustachii dan juga bertindak


sebagai fokus infeksi dari mana organisme tersebut akan berjalan ke
tuba.
• Adenoid yang besar dapat menyebabkan obstruksi nasal parsial maupun
total dan menyebabkan dengkuran, hyponasal speech, dan memaksa
anak-anak untuk bernapas melalui mulut.

• Pembesaran adenoid juga berhubungan dengan infeksi, menyebabkan


peningkatan insidensi otitis media akut dan otitis media non supuratif
(glue ear).

• Secara mekanik, adenoid dapat menyumbat muara tuba eustachii.


Definisi
• Pembesaran jaringan limfoid nasofaring (adenoid) yang cenderung paralel
dengan gangguan tonsil di kerongkongan.
• Hipertrofi dan infeksi dapat terjadi secara terpisah tetapi sering terjadi
bersama.
• Struktur adenoid yang lunak dan normalnya tersebar dalam nasofaring,
terutama pada dinding posterior dan atapnya mengalami hipertrofi dan
terbentuk massa dengan berbagai ukuran.
• Massa ini dapat hampir mengisi ruang nasofaring, mengganggu saluran udara
yang melalui hidung, mengobstruksi tuba eustachii, dan memblokade
pembersihan mukosa hidung.
• Etiologi hipertrofi adenoid yaitu secara fisiologis dan faktor infeksi.
• Secara fisiologis, adenoid akan mengalami hipertrofi pada masa puncaknya
yaitu 3 – 7 tahun dan kemudian mengecil dan menghilang sama sekali pada
usia 14 tahun.
• Hipertrofi adenoid biasanya asimptomatik, namun jika cukup besar akan
menimbulkan gejala.
• Hipertrofi adenoid juga didapatkan pada anak yang mengalami infeksi kronik
atau rekuren pada saluran pernapasan atas atau ISPA.
Diagnosis
• Anamnesis
• Umumnya datang dengan keluhan:
• kualitas suara yang berkurang (hiponasal), dan
• obstruksi nasal berupa pernapasan lewat mulut yang
kronis (chronic mouth breathing),
• mendengkur,
• bisa terjadi gangguan tidur (obstructive sleep apnea),
• tuli konduktif (merupakan penyakit sekunder otitis
media rekuren atau efusi telinga tengah yang
persisten) dan
• facies adenoid.
• apabila sering terjadi infeksi pada saluran napas
bagian atas, maka dapat terjadi hipertrofi adenoid
yang akan mengakibatkan sumbatan pada koana,
sumbatan tuba eustachius serta gejala umum.
• Pemeriksaan Fisik
• Langsung
• Melihat secara transoral langsung ke dalam nasofaring.
• Rhinoskopi anterior
• Tidak langsung
• Rhinoskopi posterior
• Nasofaringoskopi
• Pemeriksaan Penunjang
• Foto polos
• Ct Scan
• Endoskopi
• Grade I
• Grade II
• Grade III
• Grade IV
Patofisiologi
karena tonsil dan adenoid (pharyngeal tonsil)
merupakan organ limfoid pertama di dalam tubuh yang
menfagosit kuman-kuman patogen.

Aktivitas Hipertrofi
imun Adenoid

Jaringan tonsil dan adenoid mempunyai peranan penting sebagai


organ yang khusus dalam respon imun humoral maupun selular, respons terhadap kolonisasi dari
seperti pada bagian epithelium kripte, folikel limfoid dan bagian flora normal itu sendiri dan
ekstrafolikuler. mikroorganisme patogen.
Tata laksana
• Secara simptomatik
• Antibiotik
• Antipiretik – analgetik
• Jika ditemukan indikasi operasi  lakukan adenoidektomi
• Sumbatan
• Infeksi berulang
• Curiga keganasan
Komplikasi
• Jika pengerokan adenoid kurang bersih  perdarahan.
• Jika pengerokan adenoid terlalu dalam  merusak dinding faring
bagian posterior.
• Jika pengerokan adenoid terlalu ke arah lateral  oklusi tuba & tuli
konduktif.
Prognosis
• Bonam
Kesimpulan
• Hipertrofi adenoid adalah pembesaran jaringan limfoid nasofaring
akibat adanya infeksi saluran nafas berulang sehingga menimbulkan
gejala klinis.
• Gejala klinis yang dapat ditemukan adalah bernapas melalui mulut,
sleep apnea, fasies adenoid, mendengkur, dan infeksi berulang pada
telinga tengah.
• Ditangani dengan melihat indikasi operatif, yaitu adanya sumbatan,
infeksi berulang, dan curiga keganasan.
• Umumnya memiliki prognosis baik jika ditangani dengan cepat dan
tepat.