Anda di halaman 1dari 8

Layanan Orientasi

Layanan Orientasi adalah suatu kegiatan yang


memungkinkan peserta didik dapat memahami dan
menyesuaikan diri dengan lingkungan baru
terutama lingkungan sekolah
Tujuan Layanan Orientasi

1. Tujuan Umum
Melalui layanan ini individu mempraktikkan berbagai
kesempatan untuk memahami dan mampu melakukan
kontak secara konstruktif dengan berbagai elemen
suasana baru tersebut.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus layanan ORIN dikaitkan dengan
fungsi-fungsi konseling.
Komponen Layanan Orientasi

1. Konselor 3. Materi Layanan

2. Peserta Layanan
Asas dan Dinamika Kegiatan

1. Asas Kegiatan
(a) Asas kegiatan
(b) kesukarelaan dan
(c) Keterbukaan
(d) kerahasiaan
2. Dinamika Kegiatan: BMB3
Dengan dinamika BMB3, bahan-bahan yang
menjadi materi atau objek ORIN dibahas,
didalami, dipahami dan dimaknai sehingga dapat
dengan sungguh-sungguh dikuasai oleh para
peserta.
Data, Diagnosis, Prognosis, dan PERPOSTUR

1. Data dan Permasalahannya


2. Diagnosis dan Prognosis
a. Kajian diagnosis, yaitu analisis tentang latar
belakang dan sebab-sebab terjadinya/timbulnya
masalah atau hal-hal yang dipermasalahkan sehingga
menjadi masalah layanan yang perlu ditangani.
b. Kajian prognosis, yaitu analisis tentang (perkiraan)
apa yang dapat terjadi kalau masalah yang didiagnosis
itu tidak mendapatkan penanganan melalui layanan
(dalam hal ini layanan ORIN) yang tepat.
3. PERPOSTUR
PERPOSTUR, yang berarti: perilaku positif terstruktur
dengan unsur-unsur AKURS-nya sebagaimana telah
dikemukakan terdahulu, Terkait dengan PERPUSTUR itu
konselor perlu menyadari perilaku apa yang perlu
diperkuat pada diri sasaran layanan dalam rangka
mencapai kondisi KES dan atau mengatasi kondisi KES-T
Pendekatan dan Unsur Kegiatan Layanan

1. Pendekatan
2. Format dan Penahanan
3. Teknik
4. Waktu dan Tempat
5. Keterkaitan
Operasionalisasi Layanan

1. Perencanaan
2. Pengorganisasian Unsur-unsur dan Sasaran
Layanan
3. Pelaksanaan Layanan
4. Penilaian
5. Tindak Lanjut dan Laporan