Anda di halaman 1dari 15

Rencana Asuhan Keperawatan Paliatif

Care Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik


KELOMPOK 9

 SA’ADAH

 DINDA INSANI R

 LISA SINTIA
DEFINISI

Gagal ginjal kronis adalah kegagalan fungsi ginjal


untuk mempertahankan metabolisme serta
keseimbangan cairan dan elektrolit akibat destruksi
struktur ginjal yang progresif dengan manifestasi
penumpukan sisa metabolit ( toksik uremik ) di
dalam darah. (Arif Muttaqin,2011; 166)
Perawatan Paliatif adalah perawatan kesehatan
terpadu yang bersifat aktif dan menyeluruh, dengan
pendekatan multidisiplin yang
terintegrasi.Perawatan paliatif untuk mencegah,
memperbaiki, mengurangi gejala-gejala suatu
penyakit, namun bukan berupaya penyembuhan.
ETIOLOGI

1. Penyakit dari ginjal


 Penyakit pada saringan (glomerulus) yaitu glomerulonefritis,
 infeksi kuman adalah pyelonefritis atau ureteritis
 batu ginjal yaitu nefrolitiasis
 kista di ginjal yaitu polcystis kidney

2. Penyakit umum di luar ginjal


 Penyakit sistemik yaitu diabetes mellitus, hipertensi,
kolesterol tinggi,dyslipidemi.
 infeksi di badan yaitu tuberculosis paru, sifilis, malaria,
hepatitis,preeklamsi
 kehilangan banyak cairan yang mendadak ( luka bakar )
Patofisiologi

Pada waktu terjadi kegagalan ginjal sebagian nefron


(termasuk glomerulus dan tubulus) diduga utuh
sedangkan yang lain rusak (hipotesa nefron utuh).
Beban bahan yang harus dilarut menjadi lebih besar
daripada yang bisa direabsorpsi berakibat diuresis
osmotik disertai poliuri dan haus.
Manifestasi klinis

Karena pada gagal ginjal kronis setiap sisem tubuh


dipengaruhi oleh kondisi uremia, maka pasien akan
memperhatikan sejumlah tanda dan gejala.
Keparahan tanda dan gejala bergantung pada bagian
dan tingkat kerusakan ginjal, kondisi lain yang
mendasari, dan usia pasien.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
a. Laju Endap Darah : Meninggi yang diperberat oleh adanya anemia, dan

hipoalbuminemia. Anemia normositer normokrom, dan jumlah retikulosit

yang rendah.

b. Ureum dan kreatini : Meninggi, biasanya perbandingan antara ureum dan

kreatinin kurang lebih 20 : 1. Perbandingat meninggi akibat pendarahan

saluran cerna, demam, luka bakar luas, pengobatan steroid, dan obstruksi

saluran kemih. Perbandingan ini berkurang ketika ureum lebih kecil dari

kreatinin, pada diet rendah protein, dan tes Klirens Kreatinin yang

menurun.

c. Hiponatremi : Umumnya karena kelebihan cairan. Hiperkalemia : biasanya

terjadi pada gagal ginjal lanjut bersama dengan menurunya dieresis

d. Hipokalemia dan hiperfosfatemia: terjadi karena berkurangnya sintesis


Prinsip Perawatan Paliatif Pada pasien
gagal ginjak kronis

 Menghilangkan nyeri & gejala-gejala yang menyiksa lain


 Menghargai kehidupan & menghormati kematian
sebagai suatu proses normal
 Tidak bermaksud mempercepat atau menunda kematian
 Perawatan yang mengintegrasikan aspek psikologis dan
spiritual, sosial, budaya dari pasien dan keluarganya,
termasuk dukungan saat berkabung.
 Memberi sistim dukungan untuk mengusahakan pasien
sedapat mungkin tetap aktif sampai kematiannya.
 Memberi sistim dukungan untuk menolong keluarga
pasien melalui masa sakit pasien, dan sewaktu masa
perkabungan
Karakteristik Perawatan Paliatif Pada
Pasien Gagal Ginjal Kronis

 Menggunakan pendekatan tim untuk mengetahui


kebutuhan pasien dan keluarganya, termasuk
konseling kedukaan bila diperlukan.
 Meningkatkan kwalitas hidup, dan juga secara
positif mempengaruhi perjalanan penyakit.
 Perawaatan aktif, total bagi pasien yang menderita
penyakit yang tidak dapat disembuhkan
 Pendekatan holistik : fisik, mental, spiritual, sosial
 Pendekatan multi-disipliner: medis, non-medis,
keluarga
Manfaat Perawatan Paliatif Pada Pasien
Gagal Ginjal Kronis

1. Meningkatkan kualitas hidup Pasien Gagal ginjal


kronik dan keluarganya
2. Mengurangi penderitaan pasien
3. Mengurangi frekuensi kunjungan ke rumah sakit
4. Meningkatkan kepatuhan pengobatan
Syarat Perawatan Paliatif Yang Baik
Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis

1. Menghargai otonomi dan pilihan pasien


2. Memberi akses sumber informasi yang adekuat
3. Ciptakan hubungan saling menghargai dan
mempercayai antara pasien dengan pemberi
perawatan
4. Berikan dukungan bagi keluarga, anak, petugas
sosial yang memberikan perawatan.
5. Hormati dan terapkan nilai-nilai budaya setempat,
kepercayaan atau agama, dan adat istiadat.
Jenis Perawatan Paliatif Pada Pasien
Gagal Ginjal Kronis

1. Pengobatan medika terutama penatalaksanaan


nyeri dan gejala-gejala lain
2. Perawatan psikososial berupa : psikologis, sosial,
spiritual, kedukaanatau berkabung
PENATALAKSANAAN

Adapun penatalaksanaannya yaitu :


 Penatalaksanaan konservatif : pengaturan diet,
cairan dan garam, memperbaiki ketidakseimbangan
elektrolit dan asam basa, mengendalikan hiperensi,
penanggulangan asidosis, pengobatan neuropati,
deteksi dan mengatasi komplikasi.
 Dan penatalaksanaan pengganti diantaranya dialysis
(hemodialisis, peritoneal dialysis) transplantasi
ginjal.
TERIMA KASIH