Anda di halaman 1dari 15

V.

Kebutuhan dan Keseimbangan Energi

Terdapat 3 kompoenen untuk menghitung


kebutuhan energi yaitu:
1. Angka metabolisme basal (AMB)
Angka metabolisme basal (AMB) atau Basal
Metabolism rate(BMR) adlah kebutuhan minimal
energi untuk melakukan proses tubuh yang
vital.Proses tubuh vital meliputi mempertahankan
tonus otot, sistem peredaran darah,dll. AMB
dipengeruhi oleh beberapa faktor antara lain: jenis
kelamin, umur, ukuran tubuh, dll.
Cara menghitung AMB atau BMR dapat dilakukan
dengan beberapa rumus, yaitu:

a. Menghitung AMB berdasarkan berat badan


AMB laki-laki : BB kg x 1,0 kkal x 24 jam
AMB wanita : BB kg x 0,9 kkal x 24 jam
b. Menghitung Amb dengan memperhatikan umur, jenis
kelamin, dan berat badan, menurut FAO, WHO, dan
UNU

(Perhatikan tabel 6.8 hal: 260)


Contoh:
Seorang perempuan berusia 27 tahun, memiliki badan 45
kg.
AMB = 14,7 BB + 496 = (14,7 x 45) + 496
= 661,5 + 496 = 1.157,5 kkal

C. Menghitung AMB dengan rumus Harris-Benedic (1918)


atau REE (resting energy expenditure) yang menunjukkan
jumlah energi untuk proses tubuh vital(AMB) ditambah
sejumlah energi untuk aktivitas ringan dan pencernaan
makanan. REE berlaku dari 10 tahun pada laki-laki dan
semua umur pada wanita
d. Menghitung AMB dengan rumus Harris-Benedict yang telah
direvisi oleh Roza dan Shizgal (1984)

2. Energi Total
Total energi yang diperlukan dapat dihitung dari REE
dikalikan dengan faktor pembeda berdasarkan aktivitas dan jenis
kelamin

B. Keseimbangan Energi

Keseimbangan energi dapat ditentukan oleh berat badan ideal dan


indeks masa tubuh (IMT).

1. Penentuan Berat badan ideal


Dengan menggunakan rumus :
BB ideal (kg) = (TB) (cm) – 100 ) – 10 % (TB - 100)
2. Penentuan Indeks Massa Tubuh (IMT)
Ditentukan dengan rumus :
Berat badan :

(lihat tabel 6.10)


VI. Menyusun Menu Makanan Seimbang
Pola menu seimbang yang diperkenalkan kepada
masyarakat adalah 4 sehat 5 sempurna oleh Prof. dr. Dr.
Poorwo Soedarmo (1950), dengan susunan berikut:
• Makanan pokok
• Lauk
• Sayur
• Buah
• Susu
1. Porsi makanan sehari-hariuntuk orang dewasa:
• Makanan Pokok : 300-500 gr beras atau 3 -5 piring
nasi
• porsi lauk:
a. hewani: 100 gr (2 potong)
b. Nabati : 100-150 gr (4-6 potong)
• Sayurandalam bentuk tercampur :150-200 gr (1,5 – 2
mangkok)
• Porsi Buah : 200-300 gr (2-3 potong)
• Porsi susu atau olahan susu 1-2 gelas
• Gula yang dikonsumsi rata-rata 25-35 gr, minyak 25-50
gr, garam rata-rata 5 gr
Organ-organ pencernaan
•Sistem pencernaan b erfungsi memecah bahan-bahan makanan
menjadi sari-sari makanan yg siap diserap dalam tubuh.
•Adapun proses pencernaan makanan meliputi :
Ingesti:pemasukan makan kedalam tubuh melalui mulut
Mastikasi:proses mengunyah makanan oleh gigi
Deglutisi :proses menelan makanan di kerongkongan
Digesti:mengubah makanan menjadi molekul lebih sederhana
dengan bantuan enzim,terdapat enzim
Absorpsi:proses penyerapan ,terjadi usus halus
Defekasi:pengeluaran sisa makanan yg sudah tidak berguna untuk
tubuh melalui anus
Proses pencernaan
Kelainan dan gangguan pada sistem
pencernaan
a.Diare terjadi karena adanya iritasi pada selaput lendir
dinding kolon oleh bakteri disentri,selain itu diare ini juga
dapat disebabkan diet yg salah,zat-zat beracun atau
makanan yg dikonsumsi dapat menimbulkan iritasi pada
dinding lambung.
b.sembelit(konstipasi) terjadi karena keterlambatan
defekasi.keterlambatan defekasi ini akibat absorpsi atau
penyerapan air pada feses di usus besar berlebihan.hal
ini menyebabkan feses menjadi kering dan keras
sehingga sulit dikeluarkan.sembelit juga dapat
disebabkan oleh pola makan ya kurang sehat,kebiasaan
menahan buang air besar pada saat normal,atau karena
emosi seperti rasa gelisah,takut,cemas dan stres.
c.Gastritis merupakan gangguan sistem
pencernaan akibat lapisan mukosa lambung
mengalami peradangan atau iritasi. Peradangan
atau iritasi dinding mukosa lambung ini dapat
disebabkan oleh makanan yang kotor atau
kelebihan asam dan lambung
d. Appendisitis merupakan gangguan sistem
pencernaan yang disebabkan oleh peradangan
pada umbai cacing (appendiks). Peradangan ini
ditandai dengan adanya nanah dan
pembengkakan pada umbai cacing
e. Hemoroid merupakan pembengkakan vena di
daerah anus, atau biasa disebut wasir.
Hemoroid dapat terjadi pada orang yang
sering menderita sembelit. Gejala hemoroid
ini meliputi rasa gatal-gatal, nyeri, dan
pendarahan di anus.
Peralatan untuk memeriksa dan menangani gangguan sistem
pencernaan makanan, yaitu :
1. feeding tube
2. Stomach tube
3. Rectal tube
4. Endoskop
 Gas troscope
 Sigmoidoscope
 Duodenoscope
 Colonoscope
 Anoscope
 Protoscope
Hewan Ruminansia (subordo Ruminantia) adalah hewan herbivora .
Sistem pencernaan pada hewan Ruminansia berbeda dengan
sistem percernaan manusia, terutama pada rumus sususan gigi,
lambung, dan jenis mikroorganisme yang membantu proses
pencernaannya.

A. Alat pencernaan makanan pada hewan Ruminansia


Sistem pencernaan hewan Ruminansia terdiri atas mulut, esofagus,
lambung tipe poligastrik (rumen, retikulum, omasum, dan
abomasum), usus halus, usus besar(kolon),rektum dan anus.
B.Proses Pencernaan Makanan pada Hewan
Ruminansia
Mekanisme proses pencernaan ruminansia secara berurutan
sebagai berikut:

 Makanan(rumput/daun) – mulut – esofagus – rumen – retikulum


– mulut – omasum – abomasum – usus halus – sekum (usus buntu) –
usus besar – rektum – anus.