Anda di halaman 1dari 26

NUR AHMAD TABRI

Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUH


Sub Bagian Pulmonologi
Makassar
• Asma adalah gangguan infl Kronik sal. Nafas
yg melibatkan sel dan elemennya. infl kronik
 pningktan hiperesponsif jln nafas yg
menimbulkan gjl episodik berulang berupa
mengi, sesak nafas , dada terasa berat dan
batuk-batuk terutama malam dan atau dini
hari . Episodik tersebut berhubungan dgn
obst. Jln nafas yg luas dan sering kali
reversibel dgn atau tanpa pengobatn
MENURUT BERATNYA PENY ASMA
DIKLASIFIKASIKAN BERDASARKAN BEBERAPA
KRITERIA ANTARA LAIN :
- Frekwensi serangan
- Serangan asma malam
- Gangguan aktiviti
- Pemakaian obat-obatan
- Nilai faal paru
• KLASIFIKASI DERAJAT BERAT ASMA
BERDASARKAN GAMBARAN KLINIK :
1 ASMA INTERMITTEN
2 ASMA PERSISTEN RINGAN
3 ASMA PERSISTEN SEDANG
4 ASMA PERSISTEN BERAT
• ASMA INTERMITTEN  GEJALA BULANAN :
- GEJALA < 1 KALI SEMINGGU
- EKSASERBASI SINGKAT, FAAL PARU
NORMAL DILUAR SERANGAN
- FEV 1 PREDIKSI > 80 %
- APE > 80 % NILAI TERBAIK
- VARIABILITI APE < 20 %
- GEJALA MALAM < 2 KALI SEBULAN
• ASMA PERSISTEN RINGAN  MINGGU
- GEJALA > 1 KALI SEMINGGU TETAPI < 1 X /
HARI , EKSASERBASI MUNGKIN MENGGANGU
AKTIVITAS DAN TIDUR
- GEJALA MALAM > 2 KALI SEBULAN
- FEV 1 PREDIKSI > 80 %
- APE > 80 % NILAI TERBAIK
- VARIABILITI APE 20 -30 %
• PERSISTEN SEDANG  HARIAN
- GEJALA SETIAP HARI , EKSASERBASI MENGGANGU
AKTIVITAS DAN TIDUR
- MEMBUTUHKAN BRONKODILATOR SETIAP HARI
- ASMA MALAM > 1 KALI SEMINGGU
- FEV 1 PREDIKSI 60% – 80 %
- APE 60 % - 80 %
- VARIABILITI APE > 30%
• PERSISTEN BERAT 
- GEJALA TERUS MENERUS , EKSASERBASI
SERING, AKTIVITAS FISIK TERBATAS
- ASMA MALAM SERING
- FEV 1 PREDIKSI < 60 %
- APE < 60%
- VARIABILITI < 30 %
1. Etiologi
• Ekstrinsik
- Atopi
- Non Atopi
•Intrinsik
- Infeksi sal napas - Fisis - Obat2an
- Latihan - Kimia - Psikogen
GEJALA-GEJALA
(MANIFESTASI KLINIK)
An : - Sesak napas
- Mengi
- Batuk- batuk dahak kental
- Dada terjepit
Fisis : - Otot napas bantu menonjol .
Wheezing (+)
LAB : - Dahak warna keputihan -
lengket
Mikr : - Eosinofil
Dahak : - Histosit
- Spiral kurs - mann
- Kristal Charcot Leyden
Darah : Eos meningkat
: IGE meningkat atau N
KLINIK ASMA

1. SUBCLINIC 5. INTRACTABLE
2. MILD EPISODIC 6. IRREVERSIBLE
3. CONTINUING 7. ST. ASMATIKUS
4. CHRONIK
TIPE SERANGAN

SUBKLINIC ( INTERMITTEN ) JARANG  1 THN

MILD EPISODIC (INTERMITTEN ) JARANG  1-3 THN

CONTINUING ( PERSISTEN RINGAN ) SERING  4-6 THN

CRONIC ( PERSISTEN SEDANG ) SERING  7-12THN

INTRACTABLE ( PERSISTEN SEDANG) SERING  TIAP MGG

IRREVERSIBLE ( PERSISTEN BERAT ) SERING  TIAP HARI

ST ASMATIKUS ( EKSASERBASI AKUT ) TIAP JAM


GEJALA-GEJALA :
1. Sesak napas Mengik.
2. Batuk-batuk
3. Otot - otot napas bantu menonjol
4. Wheezing (+)
5. Nadi meningkat  Pulsus
peradoksus (+) prog jelek.
PARAMETER SKOR 0 SKOR 1
FREK NADI < 120 > 120
FREK NAPAS < 30 > 30
PULS PARADOKSUS < 25 > 25
APE > 80% < 80 %
SESAK NAPAS (-) RINGAN SEDANG- BERAT

PENGGUNAAN OTOT NAPAS (-) RINGAN SEDANG – BERAT


BANTU

BISING ( MENGI) AKHIR EKSPIRASI INSPIRASI DAN


EKSPIRASI
SKOR 4 ATAU LEBIH MRS
PENGOBATAN :
1. Serangan

2. Pencegahan
• PENATALAKSANA EKSASERBASI AKUT
TUJUAN :
- MENGHILANGKAN OBSTRUKSI SECEPAT
MUNGKIN
- MENGHILANGKAN HIPOKSEMI
- MENGEMBALIKAN FAAL PARU KE NORMAL
SECEPAT MUNGKIN
- MENCEGAH KEKAMBUHAN
PENGOBATAN EKSASERBASI
AKUT (St Asmatikus )
1. Posisi setengah duduk
2. O2 : 3 - 4 L/menit dg kanula
hidung
3. Cairan : 2 - 4 L / hari
4. Nebulaiser
5. Kortikosteroid : metilprednisolon 40-
125mgIV tiap 6 jam dpt dipertahankan 5-
10 hari bila gejala sudah teratasi, dpt
diberi metilprednisolon oral dosis 3 X 4 mg
tapering Off .
6. Aminofilin infus : 5-6 mg/kg BB bolus
perlahan IV dilanjutkan dg dosis
pemeliharaan = 0,2 - 0,8 mg/BB/jam
Obat lain : Antikolinergik
PENCEGAHAN AB
1. Disodium Chromoglycate (DSCG)
2. Ketotifen
3. Kortikosteroid.
Komplikasi
1. Bronkhitis
2. Pneumoni
3. Emfisema
4. Kor Pulmonalis
Berat dapat berupa :
- Pnemotoraks Spon
- Respiratory Acidosis