Anda di halaman 1dari 17

Al Hasyr Sarmin

K1A2 09 011

Pembimbing :
dr. Lianawati, M.Kes, Sp.OG

BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2018
• Kelainan tiroid merupakan kelainan endokrin tersering
kedua yang ditemukan selama kehamilan. Berbagai
perubahan hormonal dan metabolik terjadi selama
kehamilan, menyebabkan perubahan kompleks pada
fungsi tiroid maternal
• Hipertiroid = kelebihan hormon tiroid dalam sirkulasi
karena kelenjar tiroid yang hiperaktif
• Contoh : Grave’s disease
Kedua hormon ini tidak berbeda dalam fungsi namun berbeda
dalam intensitas dan cepatnya reaksi

T3 T4
Intensitas reaksi lebih cepat dan
lebih kuat
Waktu paruh waktunya lebih
singkat dalam
darah
Jumlah dalam lebih sedikit
darah
Konversi dapat diubah
menjadi T3
Fungsi hormon-hormon tiroid antara adalah :
• Mengatur laju metabolisme tubuh
• Memegang peranan penting dalam pertumbuhan
fetus khususnya pertumbuhan saraf dan tulang
• Mempertahankan sekresi GH dan gonadotropin
• Efek kronotropik dan Inotropik terhadap jantung
• Merangsang pembentukan sel darah merah
• Mempengaruhi kekuatan dan ritme pernapasan
sebagai kompensasi tubuh terhadap kebutuhan
oksigen akibat metabolisme
• Bereaksi sebagai antagonis insulin
1. Waktu paruh tiroksin yang terikat globulin bertambah dari
15 menit menjadi 3 hari dan konsentrasinya menjadi 3 kali
lipat saat usia gestasi 20 minggu akibat glikosilasi estrogen.
2. Hormon hCG dan TSH memiliki reseptor dan subunit alpha
yang sama. Pada trimester pertama, sindrom kelebihan
hormon bisa muncul, hCG menstimulasi reseptor TSH dan
memberi gambaran hipertiroid.
3. Peningkatan laju filtrasi glomerulus dan peningkatan
uptake iodin ke dalam kelenjar tiroid yang dikendalikan oleh
peningkatan konsentrasi tiroksin total dapat menyebabkan
atau memperburuk keadaan defisiensi iodin.
• Penyebab tersering dari tirotoksikosis yaitu penyakit
Grave (hingga mencapai 95%).
• Penyebab lainnya adalah toxic goiter noduler, mola
hidatidosa, hiperemesis gravidarum, dan asupan
hormon tiroid yang berlebih.
Anamnesis
Labilitas emosi

Intoleransi terhadap
panas Riwayat
Riwayat keluarga
Sering hipertiroid menderita
mengalami / terapi penyakit
tremor antitiroid tiroid 
autoimun
Berdebar-debar

Kenaikan berat badan


yang rendah selama
hamil dengan nafsu
makan baik
Pemeriksaan Fisik Tanda vital:
takikardi,
↑ TD
Kulit terasa
hangat

Struma(+/-
)

Tremor Grave :
oftalmopati

Grave :
pretibial
myxedema
Pemeriksaan penunjang : pemeriksaan fungsi tiroid (TSH, FT4, FT3)
• Penatalaksanaan :
• Medikamentosa
• Pembedahan
• Terapi radioiodin  kontraindikasi!
• Propiltiourasil (PTU) dan metimazol adalah dua agen
thioamide yang bisa digunakan (100 mg PTU ≈ 10 mg
metimazol).
Medikamentosa Dosis Keterangan
PTU 100-150 mg, 3 x sehari Pilihan pertama
Metimazol Dapat menyebabkan
embriopati metimazol
(atresia esofagus/koanal
dan aplasia kutis)

β-blocker (Propanolol) 10-40 mg, 3-4x sehari untuk mengontrol gejala


autonomik dari
hipertiroidisme, hanya untuk
waktu singkat
• Pada pasien yang tidak responsif dengan
pengobatan antitiroid dan alergi terhadap obat-
obat, pembedahan merupakan alternatif yang dapat
diterima.
• Pembedahan sering ditunda hingga trimester pertama
 mengurangi resiko abortus spontan
Komplikasi Maternal Komplikasi Fetal
• Preeklampsia • Kelahiran preterm
• Gagal jantung • Pertumbuhan janin
• badai tiroid terhambat
• Kelahiran mati (still
birth)
• Tirotoksikosis
• Hipotiroidism
Bayi cukup bulan oleh wanita yang menderita tirotoksikosis selama 3
tahun. Ibunya diberikan metimazol 30 mg per hari dan eutiroid saat
persalinan. Laboratorium menunjukkan bayinya hipotiroid.