Anda di halaman 1dari 24

AKUMULASI MINYAK DAN

GAS BUMI
KELOMPOK 6 :
• SACHA PUTRA E. 111.160.096
• HANIF IQBAL 111.160.136
• GILANG PAMUNGKAS 111.160.136
OUTLINE
• Sejarah Singkat
• Syarat Minyak dan Gas Terakumulasi
• Teori Akumulasi Migas
• Proses Akumulasi
• Mekanisme Migrasi dan Akumulasi Minyak dan Gas
• Waktu Penjebakan Minyak dan Gas
SEJARAH SINGKAT
 Kegiatan eksplorasi dan penelitian tentang
akumulasi minyak bumi dimulai pada akhir abad
ke-19 yang diawali dengan diterimanya teori
antiklinal, yaitu teori tentang pergerakan vertikal
minyak bumi di dalam medium yang statis.

 Selanjutnya, pengkajian tentang sistem aliran fase


ganda terhadap gas, minyak dan air menghasilkan
teori hidrodinamika. Teori-teori tersebut
dikembangkan untuk pendeteksian struktur bawah
tanah yang mungkin dapat menampung akumulasi
minyak dan gas bumi.
SYARAT MIGAS
TERAKUMULASI
Batuan induk
 Batuan tempat mengendapnya zat-zat organisme yang membentuk minyak.
Umumnya berupa serpihan uang diendapkan dalam keadaan reduksi pada
dasar laut dalam

Lapisan Porous dan Permeable


 Lapisan tempat mengalirnya (migrasi) minyak untuk berkumpul. Biasanya
berupa batu pasir, batuan karbonat dan kadang- kadang vulkanik tuf

Trap
 Suatu reservoir tempat terkumpulnya minyak yang dibatasi oleh lapisan
penutup (cap rock), batuan yang bersifat kedap (tidak dapat mengalirkan
minyak/gas ke atas), misalnya lepung (clay), serpih (shale)
TEORI AKUMULASI MIGAS
• Teori Gussow
• Teori King Hubbert
TEORI GUSSOW (1951)
Gumpalan – gumpalan atau tetes – tetes
miyak dan gas akan bergerak sepanjang
bagian atas lapisan penyalur keatas,
terutama disebabkan pelampungan. Begitu
sampai diperangkap ( dalam hal ini
perangkap struktur ), minyak dan gas bumi
akan menambah kolom gas dan mendesak
minyak kebawah dan juga bertambah
tinggi kolomnya dan gilirannya mendesak
air kebawah. Hal ini akan terus terjadi
sampai batas minyak – air mencapai spill-
point.
Mekanisme ini menyebabkan penyebaran akumulasi minyak dan gas pada
sejumlah perangkap yang berderetan dan pada ketinggian strukturil yang
berbeda.
TEORI KING HUBBERT (1953)
Minyak dan gas bumi yang berupa tetes-tetes atau fase
dalam lingkungan air, selalu mencari bagian reservoir yang
terisolir dan mempunyai potensial rendah. Medan potensial
dalam reservoir yang terisi air merupakan resultan dari gaya
pelampungan dan gaya karena gradien hidrodinamik.
Akumulasi migas terjadi jika bidang ekuipotensial yang tegak
lurus terhadap garis gaya resultan kedua gaya tersebut
menutup seluruh daerah potensial rendah dengan lokasi
yang terisolir.
Konsepsi Hubbert menyatakan bahwa suatu akumulasi
dapat terjadi serta hilang dengan terdapatnya suatu gradien
hidrodinamik yang arah serta besarnya dapat berubah setiap
saat. Pada keadaan tersebut batas air – minyak atau air – gas
membentuk bidang miring. Akumulasi migas merupakan
suatu kesetimbangan dinamis.
Gradien hidrodinamik diperoleh apabila lapisan reservoir
tersingkap ke permukaan dan menerima air, selanjutnya
mengalirkannya ke arah titik yang lebih rendah, sehingga
menimbulkan perbedaan potensial.
PROSES AKUMULASI
• Minyak dan gas bumi hasil dari proses
yang terdapat pada geologi batuan
lunak (Geologi batuan yaitu bidang
yang mempelajari batuan sedimen,
terutama untuk mencari minyak dan
batu bara yang erat hubungannya
dengan batuan sedimen. Geologi
Batuan Lunak juga disebut sebagai
Geologi Bahan Bakar). Minyak dan gas
bumi sendiri berakumilasi pada suatu
perangkap yang merupakan bagian
tertinggi dari lapisan reservoir.
Pada proses awalnya, minyak dan gas bumi akan bermigrasi dari sourcerock
melalui porositasnya. Migrasi ini terjadi akibat :
1. Pengkuburan
Minyak dan gas bumi terbentuk pada batuan yang sudah berada dalam
kedalaman jauh didalam bumi. Akibat dari tekanan lapisan diatasnya maka
kandungan di dalam lapisan tersebut seperti air, minyak, dan gas akan terperas
keluar dari sourcerock.
2. Penaikan Volume
Minyak dan gas akan keluar dari rekahan yang terdapat di sourcerock.
Rekahan ini terbentuk akibat proses dari pematangan kandungan dalam
sourcerocknya sehingga mengakibatkan munculnya rekahan pada lapisan.
3. Pemadatan
Akibat dari pemadatan dari lapisan diatasnya maka air, minyak bumi,
dan gas akan mencari jalan keluar keatas melalui media yang ada.
4. Pemisahan
Pada proses ini, peran gravitasi akan bekerja. Gravitasi akan memisahkan
air, minyak, dan gas. Minyak dan gas akan terpisah dan mencoba mencari
jalan keluar sampai batas pergerakannya (sebagian ada yang lolos sampai
ke permukaan bumi atau yang disebut juga rembesan minyak).
Perlu diketahui bahwa proses migrasi minyak dan gas bumi berjalan secara
lama dengan kisaran waktu jutaaan tahun untuk bebebrapa kilometer.

Keadaan pori pada lapisan batuan juga mempengaruhi lamanya proses


migrasi karea ada pori yang tidak menekan dan ada juga yang menekan.
MEKANISME MIGRASI DAN AKUMULASI
MIGAS
1. Migrasi Primer
Saat ini, ada tiga mekanisme migrasi
primer yang membawa perhatian serius
bagi kebanyakan ahli geokimia petroleum
yaitu difusi, ekspulsi fasa minyak, dan
pelarutan dalam gas.
Difusi sebagai mekanisme aktif dalam
migrasi hidrokarbon, terjadi secara terbatas
pada sourcerock yang tipis atau pada
tepian unit batuan sumber yang tebal.
Ekspulsi hidrokarbon dalam kaitannya dengan migrasi primer terjadi dalam
fasa hidrofobik. Ini terjadi pada umumnya sebagai hasil perekahan mikro selama
pergerakan hidrokarbon. Ketika tekanan dalam batuan sudah melebihi
kekuatannya menahan tekanan, perekahan mikro terjadi, terutama pada bidang
lemah dari batuan tersebut.
Mills (1923) dan Sokolov (1964) dalam Koesoemadinata (1980) sehubungan
dengan pelarutan minyakbumi dalam gas dan ekspansi gas, menyatakan bahwa
minyak dapat larut dalam gas, terutama pada temperatur dan tekanan tinggi.
Gas diketahui dapat bermigrasi dengan lebih leluasa melalui batuan berhubung
tegangan permukaannya yang kecil. Karena suatu pembebasan tekanan, maka
gas berekspansi dan membawa minyakbumi terlarut. Mekanisme pelarutan ini
hanya terjadi bergantung pada keberadaan gas yang dipengaruhi oleh tingkat
katagenesis dan kapabilitas batuan sumber untuk menghasilkan gas.
• 2. Migrasi Sekunder
Ketika hidrokarbon berhasil keluar dari
sourcerock dan mengalami migrasi
sekunder, pergerakan dari hidrokarbon
akan dipengaruhi oleh gaya
pelampungan (bouyancy). Teori
pelampungan (dalam Koesoemadinata,
1980) menerangkan mekanisme
pergerakan minyak bumi karena adanya
perbedaan berat jenis minyakbumi dan
air. Suatu gumpalan minyak dalam air
akan selalu melambung mencari tempat
yang lebih tinggi. Gumpalan ini kemudian
bergerak ke atas mengikuti kemiringan
penyekat batuan reservoir.
Berlawanan dari gaya pelampungan adalah tekanan kapilaritas.
Semakin besar pori dari suatu batuan, semakin kecil tekanan
kapilaritasnya, dan semakin kecil pori dari suatu batuan, semakin besar
tekanan kapilaritasnya. Gaya pelampungan bekerja untuk menggerakan
hidrokarbon, tetapi tekanan kapilaritas melawan gaya pelampungan
tersebut. Sehingga apabila gaya pelampungan yang bekerja lebih kecil dari
pada tekanan kapilaritas, maka migrasi dari hidrokarbon tidak akan terjadi.
Aliran hidrodinamik yang merupakan gaya ketiga yang menggerakan
hidrokarbon dapat mengubah pergerakan dari hidrokarbon, tetapi hal ini
kurang mempengaruhi dasar bahwa gaya pelampungan dan tekanan
kapilaritas / merupakan faktor utama yang menentukan pergerakan dari
hidrokarbon.
WAKTU PENJEBAKAN
• Suatu perangkap dapat terisi atau kosong tergantung
dari waktu pembentukannya ataupun kapan minyak itu
terbentuk berada dalam keadaan dapat dijebak oleh
perangkap.  Ada beberapa bukti yang menerangkan
bahwa minyak bumi terjebak pada permulaan sejarah
pembentukan perangkap misalkan dalam hal lensa-lensa
pasir tetapi dapat pula difahami bahwa minyak bumi
dapat bermigrasi ke perangkap yang terbentuk
kemudian. Perangkap dapat terbentuk lama setelah
minyak tidak dapat bermigrasi lagi, sehingga perangkap
tersebut akan kosong. Macam-macam perangkap
antara lain:
1. Perangkap Stratigraf

Prinsip dalam perangkap stratigrafi


adalah minyak dan gas bumi
terperangkap dalam perjalanan ke
atas kemudian terhalang dari segala
arah terutama dari bagian atas dan
pinggir, hal ini dikarenakan batuan
reservoar telah menghilang atau
berubah fasies menjadi batu lain
sehingga merupakan penghalang
permeabilitas (Koesoemadinata,
1980, dengan modifikasinya). Dan
jebakan stratigrafi tidak berasosiasi
dengan ketidakselarasan seperti
Channels, Barrier Bar, dan Reef.
2. Perangkap Patahan

Perangkap patahan merupakan patahan yang


terhenti pada lapisan batuan. Jebakan ini terjadi
bersama dalam sebuah formasi dalam bagian
patahan yang bergerak, kemudian gerakan pada
formasi ini berhenti dan pada saat yang
bersamaan minyak bumi mengalami migrasi
dan terjebak pada daerah patahan tersebut, lalu
sering kali pada formasi yang impermeabel yang
pada satu sisinya berhadapan dengan
pergerakan patahan yang bersifat sarang dan
formasi yang permeabel pada sisi yang lain.
Kemudian, minyak bumi bermigrasi pada
formasi yang sarang dan permeabel. Minyak
dan gas disini sudah terperangkap karena
lapisan tidak dapat ditembus pada daerah
jebakan patahan ini.
3. Perangkap Antiklin

Jebakan antiklin yang antiklinnya


melipat ke atas pada lapisan batuan,
yang memiliki bentuk menyerupai
kubah pada bangunan. Minyak dan
gas bumi bermigrasi pada lipatan
yang sarang dan pada lapisan yang
permeabel, serta naik pada puncak
lipatan. Disini, minyak dan gas sudah
terjebak karena lapisan yang
diatasnya merupakan batuan
impermeabel.
4. Perangkap Hidrodinamik

Perangkap hidrodinamik sangat jarang karena


dipengaruhi oleh pergerakan air. Pergerakan air
ini yang mampu merubah ukuran pada akumulasi
minyak bumi atau dimana jebakan minyak bumi
yang pada lokasi tersebut dapat menyebabkan
perpindahan. Kemudian perangkap ini
digambarkan pergerakan air yang biasanya dari
air hujan, masuk kedalam reservoar formasi, dan
minyak bumi bermigrasi ke reservoar dan
bertemu untuk migrasi ke atas menuju
permukaan melalui permukaan air. Kemudian
tergantung pada keseimbangan berat jenis
minyak, dan dapat menemukan sendiri, dan tidak
dapat bergerak ke reservoar permukaan karena
tidak ada jebakan minyak yang konvensional.
FAKTOR WAKTU PENJEBAKAN

• Waktu Pembentukan Perangkap


• Perangkap Yang Terisi dan Kosong
• Ekspansi Gas
• Minyak dibawah Penjenuhan
• Topi Gas yang Berkelalaian
• Difusi Gas Dalam Reservoir Yang Sebagian Terpisah dan Tak Jenuh
• Mineral Diagenesa
• Sementasi Organik
TERIMA KASIH