Anda di halaman 1dari 10

CIAM & TEAM X

SEJARAH DAN TEORI ARSITEKTUR DUNIA

DOSEN : Ir. Rita Walaretina, MSA


KELAS :B
NAMA ANGGOTA :
HAYUDIAN PRAMESIWARA 052 0015 00050
KEMAL PRAWIRAPUTRA 052 0015 00058
M. DHUANA PUTRA 052 0015 00060
MANUEL ROLANDO 052 0015 00063
• Pada akhir abad 19 dan awal abad
20 muncul babak baru dalam arsitek
perkembangan arsitektur.
• Meningkatnya populasi manusia
menimbulkan permasalahan
seperti : kepadatan penduduk
menyebabkan kota menjadi rawan
kriminal, tidak tertata, kumuh Bentuk, ruang dan fungsi 1
(sebagai akibat dari sanitasi yang
tidak tertata), dsb.
• Timbulnya sistem pabrikasi
dimana sebagian besar elemen
bangunan dibuat di pabrik
sehingga dapat menghasilkan Struktur dan konstruksi
2
material dengan jumlah banyak
dalam waktu singkat.
LATAR BELAKANG CIAM
( Congres Internationaux d’Architecture )

• Merupakan kongres yang diadakan antar arsitek di dunia


karena ingin memperbaiki suatu kondisi lingkungan yang
mengalami degradasi akibat perkembangan teknologi dan
perkembangan kehidupan sosial masyarakat.
• Melahirkan konsep-konsep perancangan kota yang menjadi
dasar peremajaan, perbaikan, perluasan, dan
pengembangan kota-kota di seluruh dunia
• CIAM menekankan bahwa kebutuhan dengan ekonomi
yang terencana dan industrialisasi dapat sangat efisien
dalam maksud untuk memaksimalkan keuntungan.
CIAM
( Congres Internationaux d’Architecture )
Terbentuknya Congres Internationaux d’Architecture (CIAM) diawali
dari Deklarasi CIAM yaitu La Sarraz Declaration yang dilakukan pada
tahun 1928 di Switzerland, ditandatangani oleh 24 arsitek yang
terdiri dari beberapa negara seperti :
Perancis,Swiss,Jerman,Belanda,Italia,Spanyol,Austria danBelgia

Isi deklarasi La Sarraz :


1. arsitektur modern adalah jembatan antara fenomena arsitektural dan
sistem ekonomi umum
2. ide “efisiensi ekonomi” berarti kerja seminimal mungkin dalam
berproduksi
3. kebutuhan dari efisiensi ekonomi merupakan hasil yang tidak dapat
dihindarkan dari perbaikan kondisi sistem ekonomi umum
4. metode berproduksi yang paling efisien adalah rasionalisasi dan
standarisasi
5. rasionalisasi dan standarisasi dihasilkan melalui 3 cara : penyederhanaan
cara kerja di lapangan dan di pabrik, pengurangan tenaga kerja, dan
penyesuaian kebutuhan berdasarkan kondisi social yang baru
CIAM MENGALAMI 3 TAHAPAN

TAHAPAN PERTAMA 1928 -1933

Selama 5 tahun tersebut, yang mendominasi kongres-kongres CIAM adalah sekelompok


arsitektur Jerman dipimpin oleh Neue Sachlichkeit.
CIAM l :di Switzerland, 1928, menghasilkan La Sarraz Declaration.
CIAM ll :di Frankfurt, Jerman, 1929, menghasilkan efisiensi penggunaan lahan.
CIAM lll :di Brussels, Belgia, 1930, dengan tema “Cara Membangun yang Rasional”.

Hasil dari thapan pertama adalah : standarisasi mengenai blok dan cluster-cluster serta
ketinggian bangunan maksimum yang dipakai, sehingga menentukan efisiensi
penggunaan lahan dan material.
TAHAPAN KEDUA 1933 -1947

Didominasi oleh Le Corbusier dan pihak Perancis. Pada tahap ini terjadi
penyebaran aliran Fungsionalisme sebagai International Style oleh Le Corbusier.
Selain itu, terjadi pembahasan menyeluruh ke town planning, dimana pada
tahapan ini pembahasan mengenai urbanistik sangat dikedepankan.
CIAM IV : di kapal S.S. Patris di Athena, Yunani ke Marcellas, Perancis, Juli-
Agustus 1933, dengan temafuctional city dan terbentuknya Piagam
Athens.

Hasil pada CIAM ke IV terbentuk The Athens Charter. Pada piagam ini
perbaikan kondisi perkotaan yang cenderung memperburuk terbagi menjadi
lima bagian utama : Tempat tinggal, Rekreasi, Pekerjaan, Transportasi, dan
Historikal.CIAM menyatakan secara tegas tentang :
- Zona fungsionalis pada rencana kota dengan membuat lajur hijau pada area
yang berbeda fungsinya
- Pada kawasan berkepadatan tinggi dibuat suatu tipe perumahan tunggal,
berupa blok-blok apartemen bertingkat banyak, besar, dan luas

CIAM V : di Paris, Perancis, 1937, mempersiapkan CIAM untuk sebuah


perubahan sejarah dan perubahan wilayah yang terlihat pada
situasi saat itu.
TAHAP KETIGA 1947 -1956
Didominasi oleh grup Inggris. Pada saat ini, liberalisme telah menutupi aliran
materialisme.Membahas tentang lingkungan yang akan memuaskan kebutuan
emosional dan material manusia. Pada tahapan ini terjadi pembubaran CIAM.
Visi misi mereka kemudian dilanjutkan oleh Team X.

CIAM VI : di Bridgewater, Inggris, 1947, “Functional City”.


CIAM VII : di Bergamo,Italia
CIAM VIII : di Hoddesdon,Inggris,1951,”The Core” dengan tema “The Heart of The
City” dengan hasil “Belonging is a basic emotional need. From belonging
– identity – comes the enriching sense of neighbourliness” -Frampton,
Modern Architecture : A Critical History, 1992.

CIAM IX : di Aix-en-Provence,1953, terjadinya perpecahan antara kelompok tua dan


muda.
CIAM X : di Dubrovnik,1956, pembubaran CIAM.
LATAR BELAKANG TERBENTUKNYA TEAM X

Terbentuknya Team X pada tahun 1959 yang beranggotakan sepuluh orang dari
kelompok muda yaitu The Smithsons, Van Eyck, Jacob Bakema, Georges Candilis,
Shadrach Woods, John Voelcker, dan William dan Jill Howell yang tidak setuju
dengan kelompok tua yang mereka tidak merasa puas dengan konsep
“Fungsionalism” oleh Le Corbusier, Van Eesteren, Sert, Ernesto Rogers, Alfred Roth,
Kunio Mayekawa dan Gropius, dimana mereka menekankan konsep “Family Cell “
sebagai tempat tinggal yang signifikan.
. Team X berlanjut kepada gaya-gaya yang mereka awalnya sepakati, yaitu
“kepemilikan” namun pada perjalanannya muncul berbagai prinsip dan teori oleh
berbagai tokoh.
Team X

• Kebutuhan identitas sehingga tidak mau rumah yang sama, bangunan yang
sama
• Lebih mementingkan “sense of belongings”
• The Smithsons menentang zoning Le Corbusier dalam penataan fungsi kota
(perumahan, rekreasi, kerja, transportasi, dan bangunan bersejarah) menjadi
kategori yang lebih fenomenal yang terdiri dari rumah, jalan, wilayah, dan
kota.

Gagasan utama yang mereka buat


adalah identitas dan kesatuan. Oleh
Neue Sachichkeit.
Golden Lane, 1952
oleh Alison dan Peter Smithson.
Golden lane merupakan produk pertama
Team X
Konsep dari Golden Lane ini adalah sebuah
proyek rumah susun yang kemudian
dikembangkan menjadi sebuah penerapan
akan prinsip mereka tentang arsitektur kota.

Golden Lane didasarkan pada ide


keanekaragaman

Skema Golden Lane mereka merupakan


pemisahan akan daerah belakang
dengan depan bangunan, di mana
bangunan di bagian depan diberi
penghijauan yang mengurangi
“tekanan” dari sistem linear yang
dipakai.