Anda di halaman 1dari 25

MANFAAT BIOREMIDIASI DI BIDANG

LINGKUNGAN TERESTRIAL
Oleh : Kelompok 1

1. Resa Pahlawan (153081410)


2. Emma Maulida (153081410)
3. Riska Wahyu Kurniasih (15308144001)
4. Ein Dwi Sari Maharrani (15308144004)
5. M. Luqmanul Hakim (1530814400)
Bioremediasi

Bioremediasi adalah suatu teknik rehabilitasi lahan


dengan menggunakan mikroorganisme (bakteri,
fungi, tanaman atau enzim) untuk mendegradasi
bahan atau zat-zat pencemar pada lahan, misalnya :
limbah racun, pestisida, sampah, senyawa organik
(minyak) dan logam-logam berat (Sufardi, 2007).
Bioremediasi Senyawa Organik

Proses mengubah senyawa pencemar organik yang berbahaya menjadi senyawa


lain yang lebih aman dengan memanfaatkan organisme.

Melibatkan proses degradasi molekular melalui aktifitas biologis.

Campur tangan manusia untuk mempercepat degradasi senyawa pencemar yang


berbahaya agar turun konsentrasinya atau menjadi senyawa lain yang lebih tidak
berbahaya melalui rekayasa proses alami atau proses mikrobiologis dalam tanah,
air dan udara.
Keunggulan Bioremediasi Senyawa
Organik

Proses alami

Mengubah molekul senyawa pencemar organik, bukan hanya memindahkan.

Biaya paling murah dibandingkan cara yang lain.

Hasil akhir degradasi adalah gas karbon dioksida, air, dan senyawa-senyawa sederhana
yang ramah lingkungan.
Lingkungan Terestrial
• Lingkungan terestrial adalah
segala sesuatu yang ada
disekitar manusia yang
• Lingkungan adalah segala
mempengaruhi perkembangan
sesuatu yang ada disekitar
kehidupan manusia , baik
manusia yang mempengaruhi
langsung maupun tidak
perkembangan kehidupan
langsung dimana semua ini
manusia , baik langsung
berlangsung di tanah atau
maupun tidak langsung.
permukaan tanah. Dalam kata
• Pengertian lingkungan Terestrial lain segala kegiatan/aktivitas
menurut Otto Soemarwoto
dari komponen biotik dan
adalah jumlah seluruh benda • Terestrial (terrestrial) abiotik di tanah atau diatas
dan keadaan yang terdapat berarti terkait permukaan tanah
didalam ruang yang ditempat dengan tanah atau
dimana mempengaruhi permukaan tanah Lingkungan
kehidupan kita. (terra, tanah). Terestrial
Lingkungan
Senyawa-senyawa Pencemar Lingkungan

Senyawa – senyawa yang secara alami ditemukan di alam


tetapi jumlahnya (konsentrasinya) sangat tinggi. Contoh : minyak
mentah, minyak hasil penyulingan, fosfat, dan logam berat

Senyawa xenobiotik, senyawa kimia hasil rekayasa manusia


yang sebelumnya tidak pernah ditemukan di alam. Contoh :
pestisida, herbisida, plastik, serat sintesis.
Macam Senyawa Pencemar Organik

BBM, minyak tanah, ket


on, & alkohol, aromatik Mudah
monosiklik, aromatik bis didegradasi
iklik (naftalena)

Tars batu bara, pentakoro


- fenol (PCP)
Senyawa pencemar
Umumnya
organik yang secara Sedikit
tidah
potensial dapat terdegradasi
terdegradasi
Dioxins, bifenil dibioremediasi
terporiklorinasi
(PCB)

Sulit Pelarut terkorinasi (TCE),


terdegradasi beberapa pestisida dan
herbisida
Tekhnik Dasar Dalam Bioremediasi

1. Stimulasi aktivitas mikroorganisme asli (di


lokasi tercemar) dengan penambahan
3. Penerapan immobilized enzymes
nutrien, pengaturan kondisi redoks,
optimasi pH, dsb populasi (biostimulasi)

2. Inokulasi (penanaman) mikroorganisme 4. Penggunaan tanaman (phytoremediation)


di lokasi tercemar, yaitu mikroorganisme
yang memiliki kemampuan biotransformasi untuk menghilangkan atau mengubah

khusus (bioaugmentasi) pencemar.


Pengolahan Biologis Lahan Tercemar Senyawa
Organik

Pengolahan lahan tercemar senyawa organik dapat dikelompokkan ke dalam:

Ex situ : Pengolahan dilakukan di tempat lain sehingga perlu pemindahan

In situ : Pengolahan dilakukan di tempat pencemaran tanpa pemindahan.


Bioremediasi Tanah In-situ

In-situ : perlu waktu bervariasi antara 1 -6 tahun


Contoh Teknik Pengolahan Tanah Tercemar
Senyawa Organik secara In-situ

Air Sparging : Pemompaan udara


Bio-venting : Pemompaan udara dan
untuk meningkatkan aktifitas
nutrisi melalui sumur
degradasi oleh mikroba

Sumur Ekstraksi : Untuk


mengeluarkan air tanah yang
Injeksi Hidrogen Peroksida :
kemudian ditambah nutrisi dan
Menggunakan sprinkler atau
oksigen dan dimasukkan kembali ke
pemipaan.
dalam tanah melalui sumur injeksi.
Bioremediasi Tanah Ex-situ

Ex-situ : memerlukan waktu antara 1-7 bulan. Tanah terkontaminasi diangkat ke dan diperlakukan di permukaan
Contoh Teknik Pengolahan Tanah Tercemar
Senyawa Organik secara Ex-situ

Slurry Phase : Bejana besar


Composting : Limbah dicampur
digunakan sebagai “bio-reactor” yang
dengan jerami atau bahan lain untuk
mengandung tanah, air, nutrisi dan
mempermudah masuknya air, lain
mengandung tanah, air, nutrisi dan
untuk mempermudah masuknya
udara untuk membuat mikroba aktif
air,udara, dan nutrisi
mendegradasi senyawa pencemar

Landfarming : Tanah terkontaminasi


Biopile : Tanah tercemar tidak dipindahkan dan disebar di
dipindahkan namun diangkat ke permukaan lapangan kemudian
permukaan, ditumpuk, dan diberi diperlakukan dengan lapangan
perlakuan penambahan air, dan diberi kemudian diperlakukan dengan
perlakuan penambahan air, udara, dan penambahan bakteri, air, udara, dan
nutrien. nutrisi. Cara ini yang paling sering
digunakan
CONTOH PENERAPAN
BIOREMIDIASI DAERAH
TERESTRIAL
PENGGUNAAN BAKTERI Pseudomonas fluorescens DALAM
BIOREMEDIASI INCEPTISOL TERCEMAR HIDROKARBON

Permasalahan
• Akibat dari seluruh lapisan tanah di atas deposit batubara disingkirkan pada penambangan batubara, maka kondisi
tanah berubah.
• Permasalahan yang paling berat akibat penambangan terbuka adalah terjadinya fenomena acid mine drainage
(AMD) akibat teroksidasinya mineral bersulfur dengan ditandai berubahnya warna air menjadi merah jingga
(Untung, 1993)

Dampak
• AMD akan memberikan serangkaian dampak yang saling berkaitan, yaitu menurunnya pH, ketersediaan dan
keseimbangan unsur hara dalam tanah terganggu, serta kelarutan unsur-unsur mikro yang umumnya merupakan
unsur logam meningkat (Marschner, 1995; Havlin et al., 1999).
PENGGUNAAN BAKTERI Pseudomonas fluorescens DALAM
BIOREMEDIASI INCEPTISOL TERCEMAR HIDROKARBON

Cara Mengatasi
• Melakukan bioremidiasi yang melibatkan bakteri pereduksi sulfat (BPS). Aktivitas metabolisme BPS dapat mereduksi
sulfat menjadi H2S. Gas ini akan segera berikatan dengan logam-logam yang banyak terdapat pada lahan bekas
tambang dan dipresipitasikan dalam bentuk logam sulfida yang reduktif (Hards and Higgins, 2004).
TEKNOLOGI BIOREMEDIASI DALAM MENGATASI
TANAH TERCEMAR HIDROKARBON

Permasalahan
• Lumpur limbah minyak bumi merupakan produk yang tidak mungkin dihindari oleh setiap
perusahaan pertambangan minyak bumi.

Dampak
• Limbah minyak bumi menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan tanah, karena lumpur limbah
minyak bumi mempunyai komponen hidrokarbon atau TPH yaitu senyawa organik yang terdiri atas
hidrogen dan karbon contohnya benzene, toluene, ethylbenzena dan isomer xylema (Nugroho,
2006).
TEKNOLOGI BIOREMEDIASI DALAM MENGATASI
TANAH TERCEMAR HIDROKARBON

Cara Mengatasi
• Bioremediasi menggunakan pendekatan biostimulasi, di mana pertumbuhan pengurai hidrokarbon
asli dirangsang dengan cara menambahkan nutrien (Venosa dan Zhu, 2003 dalam munawar dkk,
2005). Biostimulasi yang dilakukan adalah dengan menambahkan nutrien dari kompos kacang
tanah (Arachis hypogaea L.)
• Penambahan nutrien pada tanah tercemar minyak bumi akan menambah konsentrasi kadar hara
pada tanah khususnya N, P, dan K, sehingga kadar hara pada tanah menjadi tercukupi.
Meningkatnya konsentrasi kadar hara tanah dapat menstimulasi pertumbuhan dan
perkembangbiakan mikroba, salah satunya yaitu bakteri hidrokarbonoklastik (Udiharto, 2005 dan
Setyowati, 2008).
TEKNOLOGI BIOREMEDIASI DALAM MENGATASI
TANAH TERCEMAR HIDROKARBON

Cara Mengatasi
• Tercukupinya kebutuhan nutrisi untuk perkembangbiakan bakteri hidrokarbonoklastik akan
menambahah jumlah bakteri tersebut. Pertambahan jumlah dari bakteri ini akan memaksimalkan
proses degradasi hidrokarbon minyak bumi, dengan demikian penurunan konsentrasi hidrokarbon
lebih optimal (Suharni, 2008).
• Metode biostimulasi kompos kacang tanah (Arachis hypogaea L.) pada tanah tercemar minyak
bumi berpengaruh terhadap penurunkan kadar TPH tanah tercemar minyak bumi, dan konsentrasi
kompos kacang tanah (Arachis hypogaea L) berpengaruh terhadap kenaikan kadar N tanah
tercemar minyak bumi.
BIOREMEDIASI LOGAM TIMBAL (Pb) DALAM TANAH TERKONTAMINASI
LIMBAH SLUDGE INDUSTRI KERTAS PROSES DEINKING

Permasalahan
• Industri Kertas dengan proses deinking adalah salah satu industri yang menghasilkan limbah padat yang
diklasifikasikan sebagai limbah B3 dari sumber yang spesifik (Peraturan Pemerintah No18/1999 dan 85/1999
tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun).
• Pada umumnya limbah padat tersebut mengandung logam Pb, Cr, Cu, Ni, Zn, Cd dan Hg yang berasal dari tinta
yang larut dalam air limbah (Gottsching et. al, 2000). Masalah yang seringkali muncul pada saat ini adalah
tercemarnya tanah oleh bahan berbahaya dan beracun (B3).

Dampak
• Kontaminasi logam berat di lingkungan merupakan masalah, karena akumulasinya sampai pada rantai makanan dan
keberadaannya di alam tidak mengalami transformasi (persistent), sehingga menyimpan potensi keracunan yang
laten (Notodarmojo, 2005).
BIOREMEDIASI LOGAM TIMBAL (Pb) DALAM TANAH TERKONTAMINASI
LIMBAH SLUDGE INDUSTRI KERTAS PROSES DEINKING

Cara Mengatasi
• Proses bioremediasi yang dilakukan untuk mengatasi limbah tersebut adalah dengan menambahkan inokulum 4
jenis bakteri yaitu PG 65-06 (A), PG 97-02 (B), MP 1.12-05 (C) dan A1 (D). Keempat bakteri tersebut digunakan
dalam penelitian ini karena diketahui mampu mengakumulasi logam Pb dalam tubuhnya (Erny et al., 2003)
• Keberhasilan proses bioremediasi ditunjukkan dengan adanya penurunan logam Pb pada fase tertukarkan seiring
dengan meningkatnya logam Pb pada fase residu oleh adanya aktifitas mikroba, artinya mengubah sifat logam
yang semula aktif menjadi tidak aktif.
PENGGUNAAN BIOKOMPOS DALAM BIOREMEDIASI LAHAN
TERCEMAR LIMBAH MINYAK BUMI

Permasalahan
• Limbah minyak bumi dapat terjadi di semua lini aktivitas perminyakan mulai dari eksplorasi sampai
ke proses pengilangan dan berpotensi menghasilkan limbah berupa lumpur minyak bumi
(Oily Sludge).

Dampak
• Terganggunya siklus air dan ekosistem, karena pada minyak bumi terapat banyak hidrocarbon
sehingga air menjadi suit meresap kedalam tanah
PENGGUNAAN BIOKOMPOS DALAM BIOREMEDIASI LAHAN
TERCEMAR LIMBAH MINYAK BUMI

Cara Mengatasi
• Dengan menggunakan biokompos dari rumput gajah (Pennisetum purpureum Schumacher)
sebagai bahan bioremediasi hasil degradasi Total Petroleum Hidrokarbon (TPH) lebih besar.
• Teknik bioremediasi limbah lumpur minyak bumi dengan biokompos menggunakan teknik
landfarming. Salah satu alasan penggunaan rumput gajah dikarenakan rumput gajah dapat tumbuh
dengan kondisi minimal nutrisi.
• Teknik landfarming adalah teknik bioremediasi ex situ yang memanfaatkan tanah sebagai media
dan menanami tanaman.
• Keberadaan mikroba ini dapat mendegradasi minyak dalam tanah, karena minyak tersebut dapat
difungsikan sebagai sumber energi mikroba. Bahan utama minyak bumi adalah hidrokarbon alifatik
dan aromatik, yaitu senyawa-senyawa organik di mana setiap molekulnya hanya mempunyai unsur
karbon dan hidrogen saja. Teknik ini akan menambah kadar air tanah dan kemampuan tanah
menahan air