Anda di halaman 1dari 14

ASUHAN KEPERAWATAN JUVENIL DIABETES

ASKEP JUVENILA
NAMA KELOMPOK :
DIABETES

1. Nur Chasan Efendi (010115a086)


2. Rizky Agus Mustakim (010115a106)
3. Siti Waddah Mukarromah (010115a123)
4. Putu Novi Ernawati (010115a141)
DEFINISI JUVENIL DIABETES…
Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme
yang secara genetis dan klinis termasuk heterogen
dengan manifetasi berupa hilangnya toleransi
karbohidrat. (Syivia A. prince & lorrain M. Wilson 2005).
Juvenile Diabetes / Diabetes Tipe 1 saat ini
didefinisikan teruma berdasarkan kerentanan untuk
menderita ketosis dan sifat dependen insulin : bentuk
diabetes ini sering disebut sebagai diabetes mellitus
dependen-insulin, atau DMDI. (Abraham M.rudolph,
MD, 2006).
Diabetes mellitus tipe 1 (Diabetes
Juvenile), disebut insulin-dependent diabetes (IDDM,
diabetes yang bergantung pada insulin), dicirikan
KLASIFIKASI DIABETES MELITUS

Klasifikasi diabetes mellitus sebagai berikut


menurut (Bunner & Suddarth 2001).

1. Tipe I : Diabetes mellitus tergantung insulin (IDDM)

2. Tipe II : Diabetes mellitus tidak tergantung insulin


(NIDDM)

3. Diabetes mellitus yang berhubungan dengan


keadaan atau sindrom lainnya

4. Diabetes mellitus gestasional (GDM)


ETIOLOGI

1. Faktor Genetik

2. Faktor-faktor Imunologi

3. Faktor lingkungan
PATOFISIOLOGI
MANIFESTASI KLINIS…

1. Poliuria
2. Polipagia
3. Polidipsi
4. Berat badan menurun, lemas, lekas lelah, tenaga
kurang.
5. Mata kabur
6. Ketoasidosis.
7. Hiperglikemia
8. Ketonemia dan ketonuria
KOMPLIKASI
1. Komlikasi Metabolik Akut
a. Ketoasidosis diabetic (DAK)
b. Hipoglikemia (syok atau reaksi insulin)
c. HHNK (juga disebut koma hiperglikemia hiperosmoler nonketotik atau
HONK [hiperosmoler nonketotik]
2. Komplikasi-Komplikasi Vaskuler Jangka Panjang
a. Makrovaskuler
b. Mikrovaskuler
c. Neuropati
3. Komplikasi Yang Lain
a. Katarak
b. Perubahan lensa
c. Hipoglikemia
d. Kelumpuhan otot ekstraokuler
e. Glaukoma
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Glukosa plasma puasa dianggap normal bila kadar glukosa darah


plasma <126 mg/dL (7 mmol/L). Glukosuria saja tidak sfesifik
untuk DM sehingga perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan
glukosa darah. (Ukk endokrinologi anak dan remaja, IDAI-Word
diabetes foundation 2015) :
1. Kadar glukosa plasma >200 mg/dL (11.1 mmol/L) atau
2. Kadar glukosa plasma puasa > 126 mg/dL ( 7 mmol/L) atau
3. Kadar glikosa plasma > 200 mg/dL (11.1 mmol/L) pada jam
ke-2 TTGO (tes toleransi glukosa oral) atau
4. HbA1c . 6.5% ( dengan standar NGSP dan DCCT)

Penilain glukosa plasma puasa


Penilaian tes toleransi glukosa oral
PENATALAKSANAAN

1. Diet (penatalaksanaan gizi dan perencanaan


makanan)
Hal ini dapat dilakukan mengguanakan beragam
pendekatan :
 Diet bebas dengan berpantang makanan yang
manis
 Diet pertukaran
 Siatem angka
 Perhitungan karbohidrat
 Glukosa total yang tersedia (TAG)
2. Pemberian insulin
Diabetes tipe 1 mutlak membutuhkan insulin karena
pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin. Maka
seumur hidupnya pasien harus mendapatkan terapi insulin
untuk mengatasi glukosa darah yang tinggi. Dalam
pemberian insulin beberapa hal yang diperhatikan :

a. jenis insulin

b. dosis insulin

c. regimen yang digunakan

d. cara menyuntik

e. penyesuaian dosis yang diperlukan.


3. Terapi Pompa Insulin pada pasien Diabetes Melitus
Tipe 1
Terapi pompa insulin atau yang dikenal dengan
sebutan Continuous Subcutaneous Insulin Infusion (CSII) ini
merupakan suatu alat yang tampak seperti pager yang digunakan
untuk mengelola masuknya insulin ke dalam tubuh pasien
diabetes. Sebuah pompa insulin terdiri dari sebuah tabung kecil
(Syringe) yang berisikan insulin dan microcomputer yang
membantu pasien untuk menentukan berapa banyak insulin yang
diperlukan.
4. Aktivitas / Latihan
5. Pendidikan/ Edukasi
6. Pemantauan
Dengan melakukan pemantauan kadar glukosa darah secara
mendiri (SMBG : self-monitoring of blood glukosa) penderita
diabetes kini dapat mengatur untuk mengatur kadar glukosa
darah secara optimal
PENDEKATAN ASUHAN KEPERAWATAN
JUVENIL DIABETES

A. PENGKAJIAN
1. Identitas
2. Riwayat Keperawatan
a. Keluhan Utama
b. Riwayat kesehatan sekarang
c. Riwayat kesehatan terdahulu
d. Riwayat keluarga
4. Pemriksaan Fisik
• Kepala Leher
• Sistem integument
• Sistem pernafasan
• Sistem kardiovaskuler
• Sistem urinary
• Sistem musculoskeletal
• Sistem neurologis
Terimakasih

Anda mungkin juga menyukai