Anda di halaman 1dari 13

Asisten Pengampu

By:

FINA FAUZIAH
Nim: 24030113120013

ADSORPSI PADA LARUTAN KELOMPOK 6 • FIKRIAN KASALJI (24030115140080) • KHRISNA PANGERAN (24030115140081) • NUR ESTI DARMASTUTI` (24030115130082) • SAZZA AIZAH (24030115140083) • KHOLID RISTANTO (24030115130084) • MOKH. MUHYIDIN (24030115130085) • MOCHAMMAD NOVAN ARDISTA (24030115130110) .

TUJUAN Mengamati peristiwa adsorbsi suatu larutan pada suhu tetap oleh padatan .

Titrasi menarik antar molekul 3. METODE DAN PRINSIP Prinsip Metode Gaya van der waals yang 1. 2.Pengenceran merupakan gaya tarik. Adsorbsi .

(Robert. Partikel koloid sol memiliki kemampuan untuk mengadsorpsi partikel pendispersi pada permukaannya. Partikel sol padat ditempatkan dalam zat cair atau gas. terkait dengan penyerapan partikel pada permukaan zat. 1981)  Persamaan Langmuir Isoterm Langmuir maupun Isotherm Frendish dapat diterapkan pada jenis adsorpsi . maka partikel zat cair atau gas akan terakumulasi. dimana fluida terserap oleh fluida lainnya dengan membran suatu larutan. Bentuk kedua persamaan itu adalah sebagai berikut : . TINJAUAN PUSTAKA  Adsorpsi Adsorpsi merupakan suatu proses yang terjadi ketika suatu fluida (cairan maupun gas) terikat pada padatan dan akhirnya membentuk suatu lapisan tipis pada permukaan tersebut. fenomena tersebut merupakan adsorpsi. Jadi. Berbeda dengan absorpsi.

METODE PERCOBAAN  Bahan .

.

LANGKAH KERJA .

.

dan 0. Pemanasan Karbon Aktif. Konsentrasi CH3COOH 0. langsung dititrasi Volume titrasi : 6.09 N. Suhu 110 0C.2 mL dengan NaOH 4.09 N. Larutan CH3COOH 0. Diperoleh volume CH3COOH kurang dari 50 mL 0. 0. dan 0.4 mL pembanding) + indikator pp. karbon aktif terbebas dari kandungan air Pendiaman 2. DATA PENGAMATAN NO PERLAKUAN HASIL 1. 0.12 N. Pengenceran CH3COOH 1 N menjadi 50 mL Larutan CH3COOH 0. 0. 0.06 N. 0. dan 0.12 N. langsung dititrasi dengan NaOH (duplo) . 0. 0.15 N. 0.06 N. 0.015 N dengan 1 g karbon aktif Pengocokan selama 30 menit Pendiaman selama 1 jam Penyaringan 5. Pengadsorbsian 50 mL CH3COOH 0.06 N.12 N.03 N.15 N.015 N 3.15 N.09 N.03 N (sebagai Voume titrasi 1 : 6.015 N yang telah teradsorbsi + indikator pp.

2 mL 34.6 mL 6. 2 Data Pengamatan No [ ] As Asetat Volume Titrasi V.2 mL 3 0.15 N 15.1 mL 6.015 N 11.25 mL 20 mL 8 mL 28 mL .6 mL 20 mL 15 mL 35 mL 2 0.7 mL 9.Tabel.8 mL 20 mL 16.03 N 6. Titrasi Volume As ASetat V As Rata2 Asetat I II I II 1 0.7 mL 11 mL 13.2 mL 16 mL 15.4 mL 5 0.5 mL 20 mL 15 mL 35 mL 4 0.12 N 15.4 mL 6.5 mL 6.2 mL 6.3 mL 25 mL 25 mL 50 mL 6 0.06 N 7.4 mL 36.3 mL 10.9 mL 0.35 mL 20 mL 14.09 N 11.

adsorbsi yang terjadi juga semakin besar  Adsorbsi akan cepat terjadi apabila ada pengaruh yang kuat dari adsorbsinya seperti konsentrasi. . temperature. luas permukaan dan adsorben. KESIMPULAN  Semakin besar konsentrasi maka volume yang dibutuhkan untuk titrasi semakin banyak  Semakin besar konsentrasi.

GRAFIK Grafik vs c/(x/m) 25. 20.021048 0.001512 0.00000 Berdasarkan grafik disamping.00000 semakin besar 10.151194 .00000 5.0432 0.015708 0.00000 0.00000 0.10998 0.00000 konsentrasinya semakin naik karena adsorpsinya juga 15.