Anda di halaman 1dari 72

TUMBANG LBM 4

LutfiAulia
012116437
Definisi Gizi buruk
• Malnutrisi Energi Protein (MEP) adalah suatu bentuk
malnutrisi oleh karena defisiensi kalori dan protein dengan
nilai biologik tinggi dalam waktu cukup lama sehingga
menimbulkan keadaan patologik.

• Diagnosis PEM ditegakkan berdasarkan klinik dan


antropometri
Crazy Pavement Dermatosis
Klasifikasi

Marasmus

Kwashiorkor

Marasmus-kwashiorkor
Marasmus

Marasmus adalah suatu


keadaan kekurangan
kalori protein berat.
Namun, lebih
kekurangan kalori
daripada protein.
Gejala Klinis
• Wasting hebat
• Gangguan
pertumbuhan
hebat
• Wajah orang tua
• Kelainan
kulit/rambut
(jarang/ringan)
• Diare berulang

Antropometrik Laboratorium

• BB <60% BB baku • Anemia tidak


menurtu umur (tanpa ada/ringan
edema)
• Perbandingan BB/TB • Albumin serum
sangat menurun normal/subnormal
Kwashiorkor
sindrom klinis yang diakibatkan
dari defisiensi protein berat
dan asupan kalori yang tidak
adekuat.
Penyebab terjadinya adalah
inadekuatnya intake protein
yang berlangsung kronis.
Gejala Klinis
• Edema (ringan
sampai anasarka)
• Gangguan
pertumbuhan
• Wajah moon face
• Hepatomegali
• Gangguan saluran
cerna
• Kelainan kulit
ringan-berat
• Kelainan rambut

Antropometrik Laboratorium

• BB <60% - 80% BB baku • Anemia ringan-berat


menurtu umur (dengan
edema) • Albumin serum rendah
• Perbandingan BB/TB
menurun
Marasmik-kwashiorkor
Gejala Klinis

• Gejala campuran marasmus dan kwashiorkor. Dengan gejala


utama edema dan wasting hebat

Antropometrik
• BB <60% BB baku menurut umur (tanpa edema)
• Perbandingan BB/TB menurun

Laboratorium

• Anemia ringan sampai berat


• Albumin serum menurun
klasifikasi
WELLCOME TRUST PARTY

BERAT EDEMA ADA EDEMA TIDAK ADA


BADAN/UMUR (%)

60 - 80 GIZI KWASHIOK
KURANG OR
< 60 MARASMUS MARASMUS
-
KWASHIOK
OR
klasifikasi
GOMEZ (1956)

KATEGORI DERAJAT KEP BB/U (%)

0 <90

1 89 - 75

2 74 – 60

3 <60
klasifikasi
Antropometri
• Pemeriksaan Laboratorium/radiologi
• Hemoglobin
- Gula darah
- urine rutin
- Albumin, elektrolit (K, Na, cl)
- serum zinc dll
- thorax foto, USG dll
TANDA BAHAYA dan

A TANDA PENTING (A)

PERAWATAN AWAL

L PADA FASE STABILISASI


(B)

U PERAWATAN LANJUTAN
PADA FASE STABILISASI
(C)

R PERAWATAN
PADA FASE TRANSISI (D)

PERAWATAN
PADA FASE
REHABILITASI (E)
4 (EMPAT) FASE PADA PERAWATAN DAN
PENGOBATAN ANAK GIZI BURUK

15
4 (EMPAT) FASE PADA PERAWATAN DAN
PENGOBATAN ANAK GIZI BURUK

• Fase Stabilisasi:
Fase awal  tindakan segera (atasi dan cegah
hipoglikemia, hipotermi dan dehidrasi),
keterlambatan akan berakibat kematian

Pemberian cairan, energi & protein ditingkatkan secara


bertahap untuk menghindari “overload”  gagal
jantung.

Berlangsung 1 – 2 hari dan dapat berlanjut sampai 1


minggu (sesuai kondisi klinis anak) 16
4 (EMPAT) FASE PADA PERAWATAN DAN
PENGOBATAN ANAK GIZI BURUK

• Fase Transisi:
Masa peralihan (dari stabilisasi ke rehabilitasi)
Peningkatan jumlah cairan dan konsistensi formula
dilakukan perlahan-lahan agar sel-sel usus
beradaptasi.

Berlangsung 1 minggu (umumnya)

17
4 (EMPAT) FASE PADA PERAWATAN DAN
PENGOBATAN ANAK GIZI BURUK (Lanjutan ….)

• Fase Rehabilitasi:
Pemberian makanan untuk tumbuh kejar
Energi dan protein ditingkatkan sesuai kemampuan.
Berlangsung 2 – 4 minggu (umumnya)

• Fase Tindak lanjut:


Setelah anak dipulangkan dari RS/Puskesmas/Panti
Pemulihan Gizi
Makanan tumbuh kejar (Makanan keluarga dan
Pemulihan)
Berlangsung sampai 4 - 5 bulan 18
10 (SEPULUH) LANGKAH
TATALAKSANA ANAK GIZI BURUK

25
A. “10 langkah utama” Tatalaksana Gizi buruk (dasar)
No Tindakan Stabilisasi Transisi Rehabilitasi Tindak lanjut
H 1-2 H 3-7 H 8-14 mg 3-6 mg 7-26
1. Mencegah dan
mengatasi hipoglikemia
2. Mencegah dan
mengatasi hipotermia
3. Mencegah dan
mengatasi dehidrasi
4. Memperbaiki gang-
guan keseimbangan
elektrolit
5. Mengobati infeksi

6. Memperbaiki kekurangan tanpa Fe + Fe


zat gizi mikro
7. Memberikan makanan
utk stab & trans

8. Memberikan makanan
utk Tumb.kejar

9. Memberikan stimulasi
utk Tumb.kembang 26

10. mempersiapkan utk tindak


lanjut di rumah
(Buku I : Buku Bagan Tata Laksana Gizi Buruk, tahun 2006, hal. 3)
LANGKAH 1

MENCEGAH DAN MENGATASI


HIPOGLIKEMIA

27
HIPOGLIKEMIA

• Kadar glukosa darah yang sangat rendah (< 3 mmol/liter


atau < 54 mg/dl)

• Biasanya terjadi bersamaan dengan hipotermia

• Tanda lain: letargis, nadi lemah, kehilangan


kesadaran

• Gejala hipoglikemia berupa berkeringat dan pucat


sangat jarang dijumpai pada anak gizi buruk

(Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 3) 28


HIPOGLIKEMIA (lanjutan…)

 Kematian karena hipoglikemia, kadang-kadang hanya


didahului dengan tanda seperti mengantuk

 Bila tidak ada fasilitas pemeriksaan kadar glukosa


darah, setiap anak gizi buruk yang datang harus dianggap
mengalami hipoglikemia  segera rawat/tangani sesuai
tatalaksana hipoglikemia

29

(Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 3)


CARA MENGATASI HIPOGLIKEMIA

TANDA CARA MENGATASI


SADAR  Berikan larutan Glukosa 10% atau larutan
(TIDAK LETARGIS) gula pasir 10%*) secara oral/NGT (bolus)
sebanyak 50 ml
TIDAK SADAR  Berikan Larutan Glukosa 10% iv (bolus)
(LETARGIS) 5 ml/kgBB
 Selanjutnya berikan larutan Glukosa
10% atau larutan gula pasir 10% secara
oral atau NGT (bolus) sebanyak 50 ml
RENJATAN (SYOK)  Berikan cairan iv berupa Ringer Laktat dan
Dekstrosa/Glukosa 10% dengan
perbandingan 1:1 (=RLG 5%) sebanyak 15
ml/KgBB selama 1 jam pertama atau 5 tetes/
menit/KgBB.
 Selanjutnya berikan larutan Glukosa 10% iv
(bolus) sebanyak 5 ml/KgBB. 30
*) 5 gram gula pasir (= 1 sendok teh munjung) + air matang s/d 50 ml

(Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 3)


LANGKAH 2

MENCEGAH DAN MENGATASI


HIPOTERMIA

31
HIPOTERMIA

 Suhu aksiler < 36,5 C (ukur selama 5 menit)


 Biasanya terjadi bersama-sama dgn hipoglikemia
 Hipotermia + hipoglikemia: merupakan tanda dari
adanya infeksi sistemik serius  terapi u/ ketiganya
(hipotermia + hipoglikemia + infeksi)
 Cadangan energi anak gizi buruk sangat terbatas
 tidak mampu memproduksi panas untuk
mempertahankan suhu tubuh 32

(Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 4)


HIPOTERMIA (lanjutan ….)

 Pertahankan suhu tubuh anak gizi buruk


dengan cara menyelimuti tubuhnya dengan
baik.
 Tindakan menghangatkan tubuh = usaha
penghematan penggunaan cadangan
energi.
33

(Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 4)


Cara mempertahankan dan memulihkan suhu tubuh
anak agar tidak hipotermia

Suhu tubuh 36,5 – 37,0 ºC


Mudah terjadi hipotermia  pertahankan suhu :

1. Tutuplah tubuh anak termasuk kepala


2. Hindari hembusan angin
3. Pertahankan suhu ruangan 25–30C
4. Tetap selimuti pada malam hari
5. Jangan biarkan tanpa baju terlalu lama saat pemeriksaan
& penimbangan
6. Tangan yg merawat harus hangat
7. Segera ganti baju atau peralatan tidur yang basah
8. Segera keringkan badan setelah mandi
9. Jangan gunakan botol air panas utk menghangati anak
 kulit terbakar 34

(Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 4)


Cara mempertahankan dan memulihkan suhu
tubuh anak agar tidak hipotermia (lanjutan….)

Suhu tubuh < 36,5 ºC (hipotermia)


Tindakan  hangatkan tubuh :
1. Cara “kanguru”: kontak langsung kulit ibu
dan kulit anak
2. Lampu: diletakkan 50 cm dari tubuh anak
3. Monitor suhu setiap 30 menit
- suhu sdh normal?
- suhu tdk terlalu tinggi?
4. Hentikan pemanasan bila suhu tubuh sudah
mencapai 37C 35

(Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 4)


LANGKAH 3

MENCEGAH DAN MENGATASI


DEHIDRASI

36
TANDA DEHIDRASI
No TANDA CARA MELIHAT DAN MENENTUKAN

1 Letargis lemas, tidak waspada, tidak tertarik


terhadap kejadian sekitar
2 Anak gelisah terutama bila disentuh/dilakukan
dan rewel tindakan
3 Tidak ada air Tidak ada air mata saat anak menangis
mata
4 Mata cekung Mata cekung tsb memang spt biasanya
ataukah baru beberapa saat timbulnya

5 Mulut dan Raba dengan jari yang kering dan


lidah kering bersih untuk menentukan apakah lidah
37
dan mulutnya kering

(Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 5)


TANDA DEHIDRASI (lanjutan…)
No TANDA CARA MELIHAT DAN MENENTUKAN
6 Haus Apakah anak ingin meraih cangkir saat
diberi ReSoMal. Saat cangkir itu
disingkirkan, apakah anak masih ingin
minum lagi?
7 Kembalinya Tarik lapisan kulit dan jaringan bawah
cubitan/tur kulit pelan-pelan. Cubit selama 1 detik
gor kulit dan lepaskan. Jika kulit masih terlipat
lambat (belum balik rata selama > 2 detik) 
kulit/turgor kulit lambat. (catatan:
cubitan kulit biasanya lambat pada anak
“wasting”)
8 Kencing Bila lebih dari 6 jam dicurigai ada 38
terakhir dehidrasi

(Petunjuk Teknis Tata Laksana Gizi Buruk, Buku II, hal. 5)


LANGKAH 4

MEMPERBAIKI GANGGUAN
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT

39
Memperbaiki gangguan
keseimbangan elektrolit

 Pada anak gizi buruk terjadi


ketidakseimbangan elektrolit di dalam tubuh
 Perlu diberikan mineral mix/larutan elektrolit
dalam bentuk ReSoMal (bila diare) dan
Formula WHO sesuai dengan fasenya

40
Memperbaiki gangguan keseimbangan
elektrolit (lanjutan …..)

ReSoMal : Rehidration Solution for


Malnutrition
 Oralit:
diencerkan 2 x untuk menurunkan kadar Na  agar
tidak terjadi hipervolemia, edema paru, gagal jantung

 Gula:
menambah energi dan mencegah hipoglikemia

 Mineral Mix/larutan elektrolit:


41
menambah kekurangan elektrolit (K. Mg, Cu, zinc)
LANGKAH 5

MENGOBATI INFEKSI

42
PETUNJUK PEMBERIAN ANTIBIOTIKA

 Tidak ada komplikasi/infeksi yang jelas


 kotrimoksasol/oral/12 jam selama 5 hari

 Ada komplikasi
 gentamisin iv atau im selama 7 hari,
ditambah ampisilin iv atau im/6 jam selama
2 hari, diikuti amoksisilin/8 jam selama 5 hari
43
PETUNJUK PEMBERIAN ANTIBIOTIKA
(lanjutan…..)

 Dalam 48 jam tidak membaik


 kloramfenikol iv atau im/8 jam selama 5 hari

 Bila ada infeksi khusus


 antibiotika khusus sesuai dengan
penyakitnya

Dosis dan jenis obat pada Bagan Tata Laksana Gizi Buruk, Buku I, hal.
44
14 - 15)
LANGKAH 6

MEMPERBAIKI KEKURANGAN
ZAT GIZI MIKRO

45
DOSIS TABLET BESI DAN SIRUP BESI
UNTUK ANAK UMUR 6 BULAN SAMPAI 5 TAHUN

BENTUK FORMULA Fe DOSIS

TABLET BESI/FOLAT Bayi usia 6 – < 12 bln  1 x sehari ¼ tab


(sulfas ferosus 200 mg atau
60 mg besi elemental + Anak usia 1–5thn 1 x sehari ½ tablet
0,25 mg as folat)

SIRUP BESI Bayi 6 – < 12 bulan  1 x sehari 2 ,5 ml


(sulfas ferosus 150 ml), (½ sendok teh)
setiap 5 ml mengandung 30
mg besi elemental Anak usia 1–5 thn  1 x sehari 5 ml
10 mg ferosulfat setara (1 sendok teh)
dengan 3 mg besi elemental

Catatan: Fe diberikan setelah minggu ke2 (pada fase rehabilitasi)


46
(Bagan Tata Laksana Gizi Buruk, Buku I, hal. 15)
DOSIS KAPSUL VITAMIN A DOSIS TINGGI
UNTUK ANAK UMUR 6 BULAN SAMPAI 5 TAHUN

Umur Dosis

< 6 bulan 50.000 SI ( ½ kapsul biru )

6 – 11 bulan 100.000 SI ( 1 kapsul biru )

1 – 5 tahun 200.000 SI ( 1 kapsul merah )

47
DOSIS VITAMIN DAN MINERAL
UNTUK ANAK UMUR 6 BULAN SAMPAI 5 TAHUN

Dosis

Vitamin C BB < 5 kg: 50 mg/hari (1 tablet)


BB > 5 kg: 100 mg/hari (2 tablet)
Asam Folat Hari I: 5 mg/hari,
selanjutnya 1 mg/hari
Vitamin B 1 tablet/hari
compleks
Mineral Mix Zn, K, Mg, Cu (dalam Mineral
Mix/larutan elektrolit)

48
LANGKAH 7

MEMBERIKAN MAKANAN UNTUK


STABILISASI DAN TRANSISI

49
KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN
PADA ANAK GIZI BURUK

A. Fase Stabilisasi
 Energi : 80 – 100 Kkal/kgBB/hari
 Protein : 1 – 1,5 g/kgBB/hari
 Cairan : 130 ml/kgBB/hari atau
100 ml/kgBB/hari (bila edema berat +++)
 Formula 75/modifikasi/modisco ½

Jumlah dan frekwensi cairan yang diberikan sesuai dengan:


-Tabel Pedoman F-75 (buku I, hal.19 – 20) dan
- Jadwal pemberian makanan anak gizi buruk sesuai fase (buku II, hal 12) 50
KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN
PADA ANAK GIZI BURUK (Lanjutan ….)

A. Fase Transisi
 Energi: 100 – 150 Kkal/kgBB/hari
 Protein: 2 – 3 g/kgBB/hari
 Cairan: 150 ml/kgBB/hari
 Formula 100/modifikasi/modisco I/II

Jumlah dan frekwensi cairan yang diberikan sesuai dengan:


-Tabel Pedoman F-75 (buku I, hal.21) dan
- Jadwal pemberian makanan anak gizi buruk sesuai fase (buku II, hal 12) 51
LANGKAH 8

MEMBERIKAN MAKANAN
UNTUK TUMBUH KEJAR

52
KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN
PADA ANAK GIZI BURUK (Lanjutan ….)

A. Fase Rehabiltasi
 Energi : 200 – 220 Kkal/kgBB/hari
 Protein : 3 – 4 g/kgBB/hari
 Cairan : 150 – 200 ml/kgBB/hari
 Formula 100/135/modifikasi/modisco III
 Ditambah makanan:
- BB < 7 kg  makanan bayi/lembek
- BB ≥ 7 kg  makanan anak/lunak
53
Jumlah dan frekwensi cairan yang diberikan sesuai dengan:
- Jadwal pemberian makanan anak gizi buruk sesuai fase (buku II, hal 12)
KEBUTUHAN GIZI MENURUT FASE PEMBERIAN MAKAN
PADA ANAK GIZI BURUK (Lanjutan ….)

A. Fase Tindak lanjut

Kebutuhan energi dan protein sesuai dengan BB dan umur


anak.

 PMT- Pemulihan: Energi 350 Kkal/hr & prot. 15 g/hr


 Ditambah makanan keluarga

54
Jumlah dan cara pemberian makanan sesuai dengan:
- Jadwal pemberian makanan anak gizi buruk sesuai fase (buku II, hal 14)
LANGKAH 9

Memberikan stimulasi untuk


tumbuh kembang

55
Memberikan stimulasi untuk
tumbuh kembang

Anak gizi buruk:


keterlambatan perkembangan mental dan perilaku
 berikan:

• Kasih sayang
• Lingkungan yang ceria
• Terapi bermain terstruktur selama 15 – 30 menit/
hari (Misalnya: permainan ci luk ba atau
menggunakan Alat Permainan Edukatif)
• Aktifitas fisik segera setelah sembuh
• Keterlibatan ibu (memberi makan, memandikan, 56
bermain dan sebagainya)
HAL-HAL PENTING
YANG HARUS DIPERHATIKAN

1. Jangan berikan Fe sebelum minggu ke 2


(Fe diberikan pada fase rehabilitasi)

2. Jangan berikan cairan intra vena, kecuali syok


atau dehidrasi berat

3. Jangan berikan protein terlalu tinggi

4. Jangan berikan diuretik pada penderita


kwashiorkor
57
LANGKAH 10

Mempersiapkan untuk
tindak lanjut dirumah

58
MEMPERSIAPKAN TINDAK LANJUT
DI RUMAH
Bila gejala klinis sudah tidak ada dan BB/TB-PB
> - 2 SD  ”anak sembuh”

Pola pemberian makan yang baik dan stimulasi


harus tetap dilanjutkan di rumah

Berikan contoh kepada Orang Tua:


a. menu dan cara membuat makanan dengan
kandungan tinggi energi dan padat gizi sesuai
umur dan berat badan anak.
(lihat buku II, lampiran 4, hal. 53)
59

b. Terapi bermain terstruktur


MEMPERSIAPKAN TINDAK LANJUT DI RUMAH
(lanjutan….)

Sarankan :
• makanan dengan porsi kecil dan sering sesuai
dengan umur anak
• kontrol secara teratur:
Bulan I : 1 x/ minggu
Bulan II : 1 x/ 2 minggu
Bulan III - VI : 1 x/ bulan
• Suntikan/imunisasi dasar BCG, Polio, DPT,
Campak, Hepatitis B dan ulangan (booster)
(Anak gizi buruk tidak dianjurkan imunisasi campak,
tetapi pada semua anak gizi buruk harus diberikan
imunisasi campak sebelum anak pulang, setelah fase
60
rehabilitasi)
• Vit.A dosis tinggi setiap 6 bulan (dosis sesuai umur)
KRITERIA PEMULANGAN ANAK GIZI BURUK

Anak :

1. Selera makan baik, makanan yang diberikan dihabiskan


2. Ada perbaikan kondisi mental
3. Sudah tersenyum, duduk, merangkak, berdiri, berjalan, sesuai umurnya
4. Suhu tubuh berkisar antara 36,5 – 37,5 C
5. Tidak ada muntah atau diare
6. Tidak ada edema
7. Kenaikan berat badan > 5 g/kgBB/hari, 3 hari berturut-turut
atau kenaikan 50 g/kgBB/minggu, 2 minggu berturut-turut
8. Sudah berada di kondisi BB/TB-PB > - 3 SD (dan sudah tidak
ada tanda dan gejala klinis gizi buruk) 61
KRITERIA PEMULANGAN
ANAK GIZI BURUK (lanjutan…..)

Ibu/pengasuh:

1. Sudah dapat membuat makanan yang diperlukan


untuk tumbuh kejar di rumah

2. sudah mampu merawat serta memberikan


makan dengan benar kepada anaknya

Institusi lapangan:

Puskesmas/Pos Pemulihan Gizi/Posyandu telah siap 62


menerima rujukan paska perawatan
B. Pengobatan penyakit penyerta
• Defisiensi vitamin A
• Dermatosis
• Parasit/cacing
• Tuberkulosis

C. Kegagalan pengobatan
Kegagalan pengobatan tercermin pada angka kematian dan
kenaikan berat badan tidak adekuat pada fase rehabilitasi
D. Penderita pulang sebelum rehabilitasi tuntas
• Dirumah harus diberi makanan tinggi energi (150
Kkal/kgBB/hari) dan tinggi protein (4-6 gr/KgBB/hari).
• Beri anak makanan yang sesuai (energi atau protein) dengan
porsi paling sedikit 5 kali sehari
• Makanan selingan diantara makanan utama
• Suplementasi vitamin dan mineral/elektrolit
• Teruskan ASI.
E. Tindakan pada kegawatan
Syok  cairan intravena

Cairan intravena : Dekstrosa 5 % : NaCl 0,9 % (1:1) atau larutan


Ringer dengan kadar dekstrose 5 % sebanyak 15 ml/KgBB
dalam satu jam pertama. Evaluasi setelah 1 jam.
Komplikasi
Pada anak dengan gizi buruk dapat ditemukan penyakit
penyerta antara lain :
• Masalah pada mata
• Anemia berat
• Lesi kulit pada kwashiorkor
• Diare persisten (giardiasis dan kerusakan mukosa usus,
intoleransi laktosa, diare osmotik)
Prognosis
• Malnutrisi yang hebat mempunyai angka kematian yang tinggi,
kematian sering disebabkan oleh karena infeksi, sering tidak
dapat dibedakan antara kematian karena infeksi atau karena
malnutrisi sendiri.

• Prognosis tergantung dari stadium saat pengobatan mulai


dilaksanakan.

• Dalam beberapa hal walaupun kelihatannya pengobatan adekuat,


bila penyakitnya progesif kematian tidak dapat dihindari,
mungkin disebabkan perubahan yang irreversibel dari set-sel
tubuh akibat under nutrition
haturnuhun