Anda di halaman 1dari 32

Murniati, S. Pd., M.

Sc
Titrasi Pembentukan Kompleks
• Titrasi ini berdasarkan pembentukan senyawa kompleks
atau senyawa koordinasi yang stabil

• Senyawa kompleks adalah senyawa yang terbentuk akibat


ikatan koordinasi antara ion logam yang berperan sebagai
penerima pasangan elektron (akseptor) dan anion
pengkompleks yang berperan sebagai pemberi pasangan
elektron (donor) atau ligand (mis. Air, NH3 , CN- dll).
• Ligand yang memberikan 1 pasangan elektron: monodentat, dua: bidentat,
tiga: tridentat, atau polidentat
• Jumlah ikatan/ligand yang dapat diikat oleh ion logam disebut bilangan
koordinasi.
• Bilangan koordinasi biasanya berjumlah 2, 4 atau 6, misal Cu(NH3)42+: bil
koordinasinya 4
 Contoh suatu ion kompleks Ag(CN)2-
Ag+ + 2CN- ↔ Ag(CN)2-
 Perak (Ag) merupakan atom pusat dengan bilangan koordinasi 2 dan sianida
(CN-) adalah ligannya
 Ion logam = asam Lewis (akseptor pasangan elektron)
 ligan = basa Lewis (donor pasangan elektron).
• Ligand polidentat yang biasa digunakan untuk titrasi kompleksometri
adalah EDTA (etilen diamin tetra asetat)
Jenis senyawa kompleks
Senyawa bidentat dan polidentat
TITRASI SIANIDA DENGAN ION PERAK (LIEBIG)
•Metoda ini digunakan untuk titrasi sianida dengan larutan standar perak
nitrat
•Ion perak akan bereaksi dengan ion sianida membentuk kompleks
disianoargentat
Ag+ + 2CN- ↔ Ag(CN)2-
• Reaksi berjalan terus sampai ion CN- habis atau sampai TE tercapai
•Penambahan ion Ag+ berlebih lewat TE dapat bereaksi dengan Ag(CN)2-
membentuk endapan berwarna putih (perak disiano argentat)
Ag+ + Ag(CN)2- ↔ Ag[ Ag(CN)2- (S)

• Kelemahan: Endapan perak sianida sulit teramati dengan baik


MODIFIKASI METODA LIEBIEG (METODA LIEBIEG-
DENIGES)
• Titrasi dilakukan dalam suasana basa NH3 dan menggunakan
KI sebagai indikator
• Endapan perak Iodida lebih mudah teramati dan kurang larut.
•NH3 berfungsi untuk mencegah pembentukan Ag[ Ag(CN)2- ,
sesuai dengan reaksi:

Ag[ Ag(CN)2- + 4NH3 ↔ 2Ag(NH3 ) 2+ + 2CN-

•Titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya endapan


AgI (kuning pucat)
2Ag(NH3 ) 2+ + I- → AgI(S) + 2 NH3
TITRASI ION KLORIDA DENGAN ION MERKURI
•Titrasi ini didasarkan atas terjadinya kompleks antara anion-anion seperti klorida,
bromida, sianida dan tiosianat dalam asam nitrat encer dengan ion merkuri(II)
Contoh: reaksi ion klorida dan ion merkuri(II)
Cl- + Hg2+ ↔ HgCl+ K1 = 5,5 x 106

Cl- + Hg Cl+ ↔ HgCl2 K2 = 3,0 x 106

Cl- + HgCl2 ↔ HgCl3- K3 = 7,1 x 10

Cl- + HgCl3- ↔ HgCl4 2- K4 = 1,0 x 10

•Kelebihan ion merkuri lewat TE akan bereaksi dengan indikator Natrium nitro prusida

Na2 Fe(CN)5 NO
Hg2+ + Na2 Fe(CN)5NO ↔ HgFe(CN)5 NO (endapan putih)

•Indikator lain: diphenyicarbarida atau diphenilcarbazon, membentuk kompleks warna


ungu biru dengan Hg(II)
Titrasi dengan EDTA
 EDTA (Asam etilen diamina tetra asetat) memiliki 6 pasang
elektron yang belum berikatan (PEB) (masing-masing pada 2
N dan 4 gugus karboksil) sehingga mampu membentuk
kompleks dengan ion logam yang kuat.
 EDTA merupakan asam tetraprotik, biasa disingkat H4Y.
Bentuk terionisasinya, Y4-
 EDTA biasanya digunakan dalam bentuk garam dinatrium
(Na2H2Y) karena kelarutannya dalam air.
Struktur dan reaksi EDTA
Reaksi EDTA dan persamaan ionisasi
Penentuan titik akhir : indikator
 Indikator logam ialah zat yang dapat membentuk
kompleks dengan logam yang akan dititrasi
 Syarat Indikator logam;
1. Memberikan perubahan warna yang jelas pada titik
akhir titrasi
2. Perubahan bersifat spesifik
3. Dapat membentuk kompleks yang stabil dengan
logam
4. Warna indikator dalam bentuk kompleks berbeda
dengan warna indikator dalam bentuk bebas
5. Peka terhadap perubahan konsentrasi ion logam.
6. harus memepunyai K kestabilan besar tapi harus
lebih kecil dari K kestabilan logam dengan EDTA
Penentuan titik akhir : indikator
1. eriochrome black T (EBT)
 Molekulnya biasa diwakili dengan H3In, merupakan ion
H2In- setelah gugus asam sulfonat terdisosiasi dalam air

Struktur EBT
 kelemahan indikator ini, tak stabil dalam larutan sehingga
larutan tidak dapat disimpan lama.
2. Kalmagit

 Kalmagit stabil dalam larutan air. Juga merupakan


asam triprotik
Penerapan titrasi EDTA
 Titrasi EDTA biasa digunakan untuk mengukur
kesadahan total air (water hardness), yaitu adanya ion
Ca2+ dan Mg2+.
 Larutan standar EDTA disiapkan dengan mengeringkan
(tidak lebih dari 80oC) Na2H2Y.2H2O.
 Apabila analit tidak mengandung Mg, maka Mg-EDTA
perlu ditambahkan agar indikator eriochrome black T
menghasilkan titik akhir lebih tajam, karena Ca tidak
membentuk kelat yang kuat dengan eriochrome black T.
• Titrasi ini dilakukan pada pH 10

• Kesadahan total dinyatakan dalam ppm: 1 mL EDTA 0,01


M = 1 mg CaCO3
Reaksi yang terjadi:
Kesetimbangan yang terlibat dalam
titrasi EDTA
 Kesetimbangan kompleks EDTA
Jika jumlah konsentrasi anion EDTA yang bebas atau yag tidak dikomplekskan
dinyatakan dengan CY maka:

Jika yang terdapat dalam tanda kurung di atas dinyatakan dengan α. Maka diperoleh:

• α adalah bentuk fraksi Y4-


•[Y4- ] bergantung pada α , sedangkan α merupakan fungsi dari [H+ ]
•Makin besar [H+ ] makin sedikit [Y4- ] yang tersedia
Nilai α untuk EDTA
Kurva Titrasi 50 mL ion Ca 0,01 M (pada pH 10)
 Sebelum titik ekivalen
1. Sebelum titrasi
pCa = -log [Ca2+] = -log 0,01 = 2
2. Penambahan 10 mL EDTA
Ca2+ + Y4-  CaY2-
Jumlah Ca awal adalah 50 ml x 0,01 M = 0,5 mmol
Jumlah EDTA adalah 10 ml x 0,01 M = 0,1 mmol
mmol Ca = (0,5 – 0,1) mmol = 0,4 mmol
[Ca2+] = 0,4 mmol/60 ml = 0,0067 M
pCa = - log 0,0067 = 2,17
 Titik ekivalen (penambahan 50 ml EDTA 0,01 M)
Jumlah Ca awal adalah 50 ml x 0,01 M = 0,5 mmol
Jumlah EDTA adalah 50 ml x 0,01 M = 0,5 mmol
Kabs Ca-EDTA = 5 x 1010. α pada pH 10 adalah 0,35. jadi Kef
= 5 x 1010 x 0,35 = 1,8 x 1010
• Setelah titik ekivalen (penambahan 60 ml EDTA 0,01 M.
kelebihan EDTA = 0,100 mmol)
Soal
 Suatu larutan sebanyak 50 ml mengandung M2+ 0,01 M
dan dibuffer pada pH 9 dititrasi dengan EDTA 0,01 M.
Nilai Kabs MY2- = 16,40. Hitunglah nilai pM bila volume
titran (ml) berikut ini ditambahkan: 0,0; 25; 49,9; 50;
50,1 dan 55.
Jenis titrasi polidentat
 Titrasi Langsung
 Titrasi Balik
 Titrasi Penggantian
 Titrasi Tidak Langsung
 Titrasi Alkalimetri
Titrasi Langsung
 Kompleks EDTA digunakan untuk titrasi langsung ion
logam.
 Ditambahkan Sitrat dan Tartrat  mencegah
pengendapan hidroksida logam
 Larutan penyangga NH3-NH4Cl (pH 9-10)  logam
yang membentuk kompleks dengan amonia
 Indikator EBT : logam Mg, Zn, Ca dan Cd
 Indikator murexide : Co, Ni dan Cu
 Ex: penentuan kesadahan air
Titrasi balik
 Digunakan ketika reaksi antara kation dan EDTA
berjalan lambat atau tidak ada indikator yang sesuai.
 Mekanismenya; Larutan analit + EDTA tertentu atau
berlebih + larutan penyangga. Sejumlah EDTA yang
tidak bereaksi dengan larutan analit dititrasi dengan
larutan standar seperti ZnCl2 dan ZnSO4. atau MgCl2
dan MgSO4
 Ex: penentuan logam2 dalam pengendapan (Pb dalam
PbSO4 dan Ca dalam Ca-oksalat.
Titrasi penggantian
 Digunakan ketika reaksi antara kation dan EDTA tidak
ada indikator yang sesuai.
 Mekanismenya: kompleks EDTA-Mg ditambahkan ke
dalam larutan analit yang mengandung ion logam. Ion
logam (Mn+) menggantikan magnesium dari kompleks
EDTA.
 Jumlah Mg2+ yang dibebaskan sebanding dengan
jumlah ion logam tsb
 Ion Mg2+ dititrasi dengan EDTA kembali.
Titrasi tidak langsung
 Digunakan untuk penentuan anion yang mengendap
dengan kation logam tertentu.
 Misal: sulfat ditentukan dengan menambahkan ion
barium untuk mengendapkan BaSO4 pada pH 1.
 Endapan disaring dan dicuci.
 Ion barium yang tersisa dititrasi dengan lautan EDTA
 Ex; penentuan ion kromat, karbonat dan sulfida
Titrasi alkalimetri
 Mekanisme: menambahkan larutan standar Na2H2Y
kedalam larutan yang mengandung ion logam 
kompleks + 2H+
 Ion H dititrasi dengan larutan standar basa.
Contoh soal
 Sebanyak 0,5 gram analit perunggu mengandung Zn
dialarutkan dalam 100 ml asam. Setiap 25 ml larutan ini
memerlukan 10,25 ml EDTA 0,01 M untuk mencapai titik
akhir titrasi. Berapa % Zn dalam analit (Ar Zn = 65,37
gr/mol) ?
 Zn dalam 0,7556 gram analit makanan dititrasi dengan
21,27 mL EDTA 0,0165 M. Hitunglahlah % Zn dalam
analit
 Sebanyak 50 ml analit air sumur dititrasi dengan
EDTA 0,0102 M. titik akhir tercapai pada 29,85 ml.
berapa kesadahan air dalam ppm CaCO3?