Anda di halaman 1dari 27

Dr. Winny N. Leiwakabessy, M.

Kes, SpPA
LIMFADENOPATI
ANATOMI/HISTOLOGI NORMAL DARI KELENJAR
LIMFE
 Kelenjar limfe merupakan salah satu dari organ limfoid
yang tersebar diseluruh tubuh.
 Organ limfoid terdiri dari
(1) Organ limfoid primer adalah sumsum tulang dan timus.
(2) Organ limfoid sekunder adalah organ dimana sel-sel B dan
T berproliferasi sebagai respons terhadap antigen yang
dating dari luar. Organ limfoid sekunder lain adalah limpa
dan Peyer’s patches.
(3) Organ limfoid tertier adalah jaringan yang mengandung
hanya sedikit limfosit. Organ ini lebih bersifat mengrekruit
limfosit bila terjadi peradangan
ANATOMI/HISTOLOGI NORMAL DARI KELENJAR
LIMFE
 Fungsi utama:
 sebagai penyaring (filtrasi) dari berbagai mikro-
organisme asing dan partikel-partikel akibat hasil
dari degradasi sel-sel atau metabolisme.
 diorganisasi untuk mengenal dan menginaktifasi
antigen asing yang terdapat didalam cairan limfe
yang mengaliri kulit, saluran cerna dan saluran
nafas, yaitu organ-organ utama yang berhubungan
(contact) dengan lingkungan.
ANATOMI/HISTOLOGI NORMAL DARI KELENJAR
LIMFE
 Bagian-bagian kelenjar limfe
o Pembuluh limfe afferen menembus kapsul, memasuki
marginal sinus, berhubungan dengan intranodal sinuses,
kemudian menjadi pembuluh efferen yang endotelnya
sangat sedikit. Pembuluh-pembuluh intranodal mengandung
sel-sel littoral atau histiosit dengan sifat-sifat fagositik.
o Simpai (capsul) adalah connective tissue tipis yang
melingkupi kelenjar limfe; pada hilus lebih tebal;
berhubungan dengan trabekulae fibrous yang menembus
kelenjar; kapsul dapat mengandung sel-sel otot polos.
o Korteks (cortex) adalah bagian subkapsular dari kelenjar
limfe. Sebagian besar dari follicles yang dijumpai pada
kelenjar limfe dijumpai pada bagian ini
ANATOMI/HISTOLOGI NORMAL DARI KELENJAR
LIMFE
o Pusat Germinal (Pusat germinal) mengandung
sentroblas dan sentrosit; juga makrofag dan sel-sel
dendritik follikular; dikelilingi oleh zone mantel yang
terdiri dari small B limfosit (yang menyerupai follikel
primer).
o Mantle zone adalah daerah yang ditempati sel-sel small
B yang mengelilingi pusat germinal yang berwarna
pucat.
o Marginal zone adalah daerah terang diluar mantle
zone; mengandung sel-sel B memory post-follikular
yang terjadi setelah rangssangan sel-sel resirkulasi dari
antigen tergantung sel T (T cell dependent antigen).
ANATOMI/HISTOLOGI NORMAL DARI KELENJAR
LIMFE
o Medulla adalah bagian dari kelenjar limfe yang paling
dekat ke hilum; mengandung pembuluh darah dan
sinus dan sel-sel mast tapi follicles sangat sedikit
o Medullary cords adalah jaringan pada daerah hilus
antara sinus-sinus, terutama terdiri dari sel-sel small B
dan Limfosit T
o Parakorteks adalah jaringan antara cortical follicles dan
medulla; umumnya berwarna gelap; mengandng post-
capillary venules (dilapisi oleh sel-sel endotelial dengan
limfosit intraendotelial), sel-sel dendritik dan T cells;
berkembang pada waktu terjadi reaksi imunologis yang
diperantarai sel, mengandung anyaman serabut
retikulin.
ANATOMI/HISTOLOGI NORMAL DARI KELENJAR
LIMFE
o Primary follicle
o mengelilingi kelompokan limfosit kecil,
o berwarna gelap,
o biasanya dekat dengan kapsul, didalam anyaman
tonjolan-tonjolan sel dendritik follikular.
o tidak dijumpai pusat germinal.
ANATOMI/HISTOLOGI NORMAL DARI KELENJAR
LIMFE
o Secondary follicle
o berasal dari primary follicles yang membentuk
pusat germinal akibat rangsang antigenic terhadap
sel-sel Sel-sel B dan terbentuknya antibodies.
o mengandung pusat germinal yang berwarna pucat
yang terpolarisasi kearah tempat masuknya
antigen;
o mengandung sel-sel, sel-sel dendritik follikular
(CD21+, CD35+) dan makrofag badan tingible.
ANATOMI/HISTOLOGI NORMAL DARI KELENJAR
LIMFE
 Sinuses
 membawa cairan limfe dari pembuluh limfe afferen
ke pembuluh limfe efferen;
 sinus subcapsular terletak dibawah kapsul dan
sebagian dilapisi oleh endotelium; becomes
“medullary” pada waktu ia mencapai hilum dan
dilapisi oleh makrofag
 Vessels, pembuluh darah memasuki dan
meninggalkan kelenjar limfe pada hilus.
POPULASI SEL NORMAL
 Sentroblas (follicular center cells)
 merupakan sel besar, non-cleaved (sel-sel B),
 banyak sitoplasma moderat, basofilik, nuclei bulat besar, open
khromatin, nukleoli diperifer multipel; sering mitosis.
 Sentrosit adalah
 sel pusat follikular besar dan kecil, cleaved (sel-sel B) dengan
sitoplasma sedikit dan nukleoli tidak jelas.
 Sel-sel Plasma
 mempunyai sitoplasm banyak, bersifat basofilk (oleh karena tingginya
kandungan rough endoplasma retikulum) dengan hof paranuklear yang
terang (lebih jelas dengan pewarnaan Giemsa, oleh karena Golgi
apparatus);
 mempunyai inti yang terletak eksentrik dengan khromatin mirip roda
pedati (permukaan jam) akibat dari pemadatan-pemadatan kecil
khromatin pada membrane inti didalam inti yang bulat dan relative
jernih;
 dapat mengandung badan-badan Russell (globul intrasitoplasma PAS+)
POPULASI SEL NORMAL
 Sel-sel B
 berasal dari sel-sel stem dari yolk sac, hati fetal, limpa dan
sumsum tulang.
 Fungsi: menjembatani reaksi-reaksi terhadap lipopolisakharida
dan makromolekul lain. Terutama dijumpai pada pusat follikel
primer dan sekunder.
 Sel-sel T
 berasal dari sumsum tulang, menjadi protimosit, kemudian
migrasi kekelenjar timus, dimana self-recognizing T cells
dieliminasi.
 Se-sel T menjembatani reaksi terhadap antigen terlarut dan
antigen partikel.
 Mikroskopik: terutama dijumpai pada parakorteks, sitoplasma
sedikit, inti kecil bulat/tidak teratur dengan khromatin
terkondensasi dan gelap, dapat berbentuk blast dengan
sitoplasma moderat, inti irregular dan nukleoli dipinggir (marginal)
POPULASI SEL NORMAL
 Sel-sel NK (Natural Killer cells)
 Kelompok tersendiri dari non-T, non-B limfosit.
 Mampu melisiskan sel target tertentu tanpa lebih dahulu
pengaktifan MHC.
 Berperan dalam pertahanan terhadap infeksi virus dan
bakteri dan sel-sel tumor.
 Juga sebagai imomodulasi dan pengaturan hematopoiesis.
 Granul-granul mengandung perforin (membentuk pori-pori
pada membrana sel dari sel target melalui mana granzim
memasuki dan menimbulkan apoptosis)
 Sel-sel NK diaktifkan oleh interferon atau sitokin.
 5-20% dari limfosit darah perifer adalah sel NK.
 Mikroskopik: limfosit bergranul besar (large granular
lymphocytes)
POPULASI SEL NORMAL

 Sel-sel Mast
 Dijumpai pada daerah sel T, namun sukar, batas
sel jelas, sitoplasma bergranula pucat, inti besar
pucat; beberapa sel elongasi dan menyerupai
fibroblast.
SISTEM IMUN TAMBAHAN (ACCESSORY IMMUNE
SYSTEM)
 Sel-sel retikulum fibroblastik
 Mikroskopik: sel-sel spindel didalam parafollikular
dan kortes bagian dalam.
 Sel-sel dendritik follikular
 Berhubungan dengan pusat germinal.
 Mempunyai tonjolon-tonjolan sel yang kompleks,
namun tidak mempunyai granul Birbeck. Fungsinya
mengatur pematangan sel B.
SISTEM IMUN TAMBAHAN (ACCESSORY IMMUNE
SYSTEM)
 Sel-sel dendritik interdigitating
 Berhubungan dengan daerah interfollikular (T cell)
didalam jaringan limfoid.
 Dapat menyebabkan parakorteks terlihat mottled;
menyerupai sel-sel Langerhans. Sitoplasma kaya,
jernih dan pucat, dengan batas sel kabur. Inti besar
atau bizarre dengan celah-celah dan lipatan-
lipaatan yang dalam, khromatin halus hampir
transparan, nukleoli tidak jelas.
SISTEM IMUN TAMBAHAN (ACCESSORY IMMUNE
SYSTEM)
 Sel-sel indeterminate
 Menyerupai sel-sel Langerhans tapi tidak
mempunyai granul Birbeck
 Berasal dari sel-sel Langerhans atau sel-sel
dendritik interstitial, berlokasi pada kulit dan
mukosa.
 Bermigrasi kedalam jaringan limfoid local setelah
masuknya antigen.
SISTEM IMUN TAMBAHAN (ACCESSORY IMMUNE
SYSTEM)
 Sel-sel Interstitial dendritik
 Konterpartdari sel Langerhans pada organ
parenkim (diluar kornea dan otak)
 Sel- sel Langerhans
 Berhubungan dengan sel-sel dendritik
interdigitating dan dendrosit dermal.
 Sel-sel pelapis sinus (Sinus lining cells)
 Juga
disebut sel-sel littoral , terutama pada limpa,
mempunyai sifat-sifat seperti endotel dan makrofag
SISTEM IMUN TAMBAHAN (ACCESSORY IMMUNE
SYSTEM)
 Makrofag
 Memproses antigen melalui fagositosis,
berhubungan dengan monosit sirkulasi.
 Dijumpai pada seluruh kelenjar limfe. Kaya
sitoplasm, inti besar atau medium,
 khromatin vesikular.
 Makrofag tingible body adalah makrofag yang
mempunyai sitoplasm jernih dan mengandung
badan-badan apoptotik yang membuat kelenjar
limfe gambaran starry sky.
PEMBAGIAN PENYAKIT KELENJAR LIMFE
Pada dasarnya penyakit-penyakit pada kelenjar limfe dapat
dibagi atas.
1. Limfadenopati benigna dengan berbagai etiologi antara
lain toksoplasmosis, sifilis,mononukleosis infeksiosa,
limfadenitis dermatopatik, hiperplasia angiofolikuler,
sarkoidosis, tuberkulosis, penyakit cat-scratch, AIDS, dan
adenopati imunoblastik.
2. Penyakit histiosit (Sistem monosit /fagosit).
3. Limfoma maligna, yang terbagi atas limfoma non-Hodgkin
dan limfoma Hodgkin
4. Diskrasia sel plasma dan gangguan yang berhubungan
5. Leukemia dan penyakit mieloproliferatif
6. Metastase tumor ganas.
PEMBAGIAN PENYAKIT KELENJAR LIMFE

 Limfadenitis nonspesifik
 Limfadenitis nonspesifikakut
 Piogenik
 Campak
 Limfogranuloma venereum
 Cat-scratch
Limfadenitis nonspesifik khronik
• Hiperplasia folikuler
Limfadenopati imunoblastik
Toksoplasmosis
AIDS
Hiperplasia angiofolikuler
Sifilis sekunder
Artritis reumatoid
• Hiperplasia limfoid parakortikal
Mononukleosis
Vaksinasi cacar dan obat-obat tertentu
• Sinus histisitoses
Sinus histiositosis
Sinus histiositosis dengan limfadenopati masif
• Lain-lain
Histiositosis sel Langerhans
Limfadenitis dermatopatik
Limfadenitis akibat limfangiografi
• Limfadenitis spesifik
• Limfadenitis tuberkulosa
• Sarkoidosis
LIMFADENITIS NON SPESIFIK AKUT
 disebabkan oleh

 infeksi virus misalnya mononukleosis infeksiosa, measles atau

 organisme piogenik misalnya limfogranuloma venereum, penyakit cat-scratch.

 Kelenjar yang terinfeksi piogenik akut akan membengkak, berwarna merah

abu-abu. Secara histologi pusat germinal membesar, mengandung banyak

mitosis. Bila penyebabnya organisme pyogenik, maka terlihat infiltrat

netrofil pada follikel dan didalam sinus limfoid. Pusat follikel menjadi

nekrotik, dan terbentuk abses.


LIMFADENITIS NON SPESIFIK AKUT
 Nyeri (+) dan bila abses luas akan terjadi fluktuasi. Kulit diatasnya menjadi

merah dan infeksi dapat meluas kekulit sehingga terbentuknya sinus.

 Limfadenitis virus

 dijumpai follikel reaktif, tapi kelainan utama terdapat pada daerah parakortikal:

dimana dijumpai proliferasi limfosit transformasi, banyak mitosis, bersama

dengan histiosit, dan venul post kapiler menonjol.

 Follikel berbatas jelas, tapi tidak sampai sebesar yang dijumpai pada infeksi

bakteri, dan juga lebih terpisah jauh. Tepi follikel kabur


LIMFADENITIS NON SPESIFIK AKUT
 CAMPAK
 penyakit menular yang ditandai dengan demam, batuk, pilek,
konjuntivitis, dan erupsi eritema pada kulit. Meskipun
penyakitnya sendiri ringan tapi ia dapat melemahkan daya tahan
terhadap penyakit infeksi lain.
 Ruam kulit berupa makulopapula kecil merah, mula-mula timbul
dimuka dan dengan cepat menjalar ke perut dan anggota.
 Bercak Koplik (Koplik’s spot yang merupakan tanda diagnostik
penting merupakan manifestasi pertama dari erupsi, biasanya
timbul pada tempat yang bertentangan dengan gigi molar, dan
sesewaktu membesar dan meliputi mukosa bukal lateral. Bercak-
bercak ini berwarna putih, terbentuk akibat sel epitel mengalami
nekrosis, dan dikelilingi oleh areola merah. Bercak-bercak ini
biasanya timbul 2-3 hari sebelum timbulnya ruam kulit, dan pada
kasus-kasus fatal bisa terlihat pada mukosa intestinal.
LIMFADENITIS NON SPESIFIK AKUT
 Komplikasi measles adalah bronkhopnemoni,
ensefalitis, dan endokarditis.
 Gambaran patologi measles adalah terlihatnya sel
datia berinti banyak (Warthin-Finkeldy) pada
daerah parakorteks jaringan limfoid, dan kadang-
kadang juga dijumpai pada kelenjar limfe
abdominal pada anak-anak yang menderita
sindroma ‘pseudo apendisitis’. Dalam hal ini pakar
patologi dapat menegakkan diagnosa sebelum
timbul ruam pada kulit
LIMFADENITIS NON SPESIFIK AKUT

 LIMFOGRANULOMA VENEREUM
 Limfogranuloma venereum (limfogranuloma
inguinale) akibat infeksi organisme chlamidia, yang
diagnosanya harus dikonfirmasi dengan uji Frei
atau uji fiksasi komplemen.
 Gambaran histologinya hampir sama dengan
penyakit cat-scratch