Anda di halaman 1dari 14

TUJUAN, MAKNA DAN

MANFAAT SENI KEAGAMAAN


NAMA ANGGOTA KELOMPOK :
1. MADE ADI DARMA PRAWIRA (01)
2. ARINDA AGUNG KATRITAMA (06)
3. IDA AYU EKAPUTRI MAHARINI (11)
4. NI KETUT NINDY TRI APRIYANI (19)
5. IDA AYU PUTU SURYA DEWI (26)
TUJUAN dan MAKNA SENI
KEAGAMAAN
Pementasan seni keagamaan dipergunakan
sebagai media persembahan dan pemujaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa, dengan tujuan Tuhan
berkenan memberikan perlindungan, keselamatan,
kekuatan kesejahteraan dan kebahagiaan hidup pada
umatnya. Jenis dan bentuk seni yang dimaksud salah
satunya adalah Seni Tari. Seni Sakral adalah tari-
tarian yang ada di pulau Bali yang dikenal dengan
Tari Wali.
Secara umum tari keagamaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Ungkapan tariannya meniru ritmis gerak alam.
2. Ritmis gerak dilakukan dengan spontanitas pencurahan
jiwa penarinya.
3. Dalam penampilannya dirasakan adanya suasana mistik,
magis, dan religius.
4. Ekspresi tarian erat kaitannya dengan peristiwa yang
menjadi tujuan yang ingin dicapai.
5. Biasanya tari keagamaan dilakukan oleh orang banyak.
Instrument musik lokal sangat sederhana tetapi dapat
menggugah alam rasa yang sangat dalam.
6. Biasanya sering terjadi pengulangan gerak dan musik
dengan tujuan untuk mempercepat terciptanya mistik dan
magis.
Beberapa bentuk dan sikap seni tari yang harus dipentaskan
dalam mengiringi pelaksanaan yadnya antara lain:
1. Tari Keagamaan dalam Dewa Yadnya
Tari Wali yang dipentaskan dalam upacara Dewa Yadnya
adalah Tari Pendet, Tari Rejang, Tari Baris, dan sebagainya.
Sedangkan Tari Bebalinya adalah Topeng Sidhakarya, Tari
Gambuh dan Wayang Lemah. Dalam pelaksanaan Dewa
Yadnya, bila salah satu tari keagamaan itu dipentaskan
dalam upacara keagamaan, hal itu sudah dipandang baik.
2. Tari Keagamaan dalam Rsi Yadnya
Dalam tingkat upacara besar, seperti Mapodgala atau
Mediksa, tari keagamaan yang sesuai dengan upacara
tersebut adalah Wayang Lemah dan Topeng Sidhakarya.
3. Tari Keagamaan dalam Pitra Yadnya
Dalam pelaksanaan upacara Pitra Yadnya tari
keagamaan yang dipentaskan adalah Tari Baris Katekok
Jago, pakaiannya bewarna hitam dan putih serta membawa
senjatatombak. Tari Baris ini dipentaskan berkaitan
dengan upacara Ngaben. Selain itu, ada pula Baris Dapdap,
penarinya berjumlah 24 orang pria yang berpasangan dan
pada saat menari membawa kayu dapdap yang disebut
kayu sakti. Pementasan tarian ini dilaksanakan pada waktu
upacara Ngaben. Sedangkan pada waktu upacara Atma
Wedana dipentaskan Wayang Lemah dengan mengambil
cerita Bhima Swarga dan Tari Gambuh.
4. Tari Keagamaan dalam Manusa Yadnya
Tari keagamaan yang dipentaskan dalam Manusa
Yadnya adalah untuk penyucian diri lahir dan batin atau
sebagai upacara ruwat bagi mereka yang lahir pada wuku
wayang. Tarian yang sesuai untuk upacara tersebut, yaitu
Wayang Sudhamala, Wayang Mpu Leger, dan Wayang
Sapuh Leger.
5.Tari Keagamaan dalam Bhuta Yadnya
Dalam pelaksanaan upacara Bhuta Yadnya tari
keagamaan yang dipentaskan adalah Tari Sang Hyang yang
berfungsi sebagai penolak bala. Pada saat upacara Bhuta
Yadnya tarian utama yang dipentaskan adalah Wayang
Lemah, mengambil lakon disesuaikan dengan upacara
Bhuta Yadnya itu.
MANFAAT SENI KEAGAMAAN HINDU DALAM
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN

a. Tari wali
Tari Wali adalah sejenis tari yang berfungsi untuk
mengikuti proses pelaksanaan upacara keagamaan. Seni
tari Wali termasuk kelompok seni yang bersifat sakral.
Salah satu ciri dari seni ini adalah dipentaskan
bersamaan dengan berlangsungnya pelaksanaan
upacara di pura. Seni tari Wali tidak mengungkapkan
atau mengandung cerita, namun bersifat simbolis dan
bernilai religious.
TARI BARIS
 Tari Baris
Tari Baris melambangkan kepahlawanan, tarian ini
dilaksanakan pada upacara Maprani, upacara Makincang-
kincangan, atau Mabiasa. Senjata yang dibawa penari
baris adalah tombak, tamiyang, atau perisai, cabang kayu
dabdab, yang semuanya mengagungkan kepahlawanan.
Dengan mempelajari tarian ini, penari akan
mengetahui sedikit banyaknya tentang bagaimana
kepahlawanan tersebut. Dari hal tersebut, penari akan
mampu untuk membentuk kepribadiannya.
b. Tari Bebali
Tari Bebali yaitu suatu tarian yang
pementasannya sebagai penunjang jalannya
upacara keagamaan. Sifat tarian ini sebagai
pengiring, yakni sebagai pengiring upacara
Yadnya yang sedang berlangsung. Identitas
tari Bebali menampilkan suatu cerita yang
judulnya disesuaikan dengan upacara yang
sedang diselenggarakan pada saat itu.
Wayang
Lemah
 Wayang Lemah
Wayang Lemah dipentaskan dengan menggunakan
kelir dari benang putih yang disebut Benang Tukelan yang
dimasing-masing ujungnya diikatkan pada cabang kayu
dapdap (taru sakti) dan dilengkapkan pula dengan uang
kepeng dan tidak memakai lampu seperti wayang biasa.
Makna yang terkandung dalam pementasan Wayang
Lemah adalah sebagai sarana penghubung antara alam
kekal (nyata) dengan alam Niskala (tidak nyata), yakni
alam manusia dengan alam para Dewa. Dalam hubungan
ini diharapkan para dewa dengan para leluhur berkenan
melimpahkan waranugraha-Nya kepada umat manusia di
dunia ini. Semua ini ada hubungannya dengan
pembentukan pribadi yang mulia untuk meningkatkan rasa
bhakti kepada Tuhan dan manifestasinya.
OM SANTIH, SANTIH,
SANTIH OM
• 30 = apa maksud ciri-ciri tariannya meniru ritmis gerak alam?
• 17 = kenapa yang lahir di wuku wayang harus dibuatkan upacara?
• 24 = wayang sapuh leger termasuk upacara atau tarian?
• 9 = pada saat ngaben ketika tidak ada tarian, apakah maknanya akan
berkurang?
• 10 = apa maksud upacara maprani atau makincang-kincangan?
• 25 = topeng sidhakarya terdapat unsur lelucon, apakah maknanya akan
berkurang?
• 14= upacara atma wedana itu bagaimana?
• 28 = apakah wayang pada saat upacara otonan gede hanya merupakan hiburan
atau mempunyai makna tersendiri?
• 23 = dimanakah pengaruh tarian dengan penyucian diri tersebut?
• 21 = di jaman sekarang jika ada seseorang yang membuat tarian baru apakah
tarian tersebut bisa termasuk tari wali bukan hanya tari bebali?
• 7 = apa Contoh mitologi-mitologi pada tarian?
• 29 = tarian sakral diperagakan secara kolektif, apakah yang dimaksud
dengan kolektif?
• 27 = penari tari sang hyang apakah diambil dari seseorang yang khusus?
Apakah seseorang tersebut laki-laki atau perempuan?