Anda di halaman 1dari 15

MODUL 1 DAN 2

LANDASAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN KARAKTERISTIK


PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR

DI SUSUN OLEH :

DANANG NUGROHO PRASETYO (NIM: 837412042)


KUSTIONO (NIM: 837406934)
LULUK KUSUMAHATI (NIM: 837404425)
NURUL IZA RATNAWATI (NIM: 837406776)
A. Landasan filosofis, dan Psikologis-
Pedagogis Pendidikan Sekolah Dasar
 Filosofis adalah cara melihat pendidikan dasar dari hakikat
pendidikan dalam kehidupan manusia.
 Psikologis-Pedagogis adalah cara melihat pendidikan dasar
dari fungsi proses pendidikan dasar dalam pengembangan
potensi individu sesuai dengan karakteristik psikologis
peserta didik.
 Sosiologis-Antropologis adalah cara melihat pendidikan
dasar dari fungsi proses pendidikan dasar dalam sosialisasi
atau pendewasaan peserta didik dalam konteks kehidupan
bermasyarakat.
1.Landasan Filosofis dan Psikologis-Pedagogis
Beberapa argumen tentang keniscayaan
pendidikan untuk usia sekolah 6-13 tahun.
a. Pelembagaan proses pendidikan untuk usia
dalam sistem pendidikan persekolahan.
b. Proses pendewasaan yang sistematik lebih
memberikan hasil yang baik dan
menguntungkan.
c. Berbagai teori psikologi khususnya teori
belajar yang menjadi landasan konseptual
teori pembelajaran.
Teori –teori belajar:
 Teori Kognitifisme
Menurut Piaget, pengetahuan merupakan konstruksi
pikiran yang terbentuk, karena secara biologis
adanya interaksi antara organisme dan lingkungan,
dan secara kognitif adanya interaksi pikiran dengan
objek.
 Teori Historis Kultural (Cultural Historical Theories)
Teori ini memusatkan perhatian pada penggunaan
simbol sebagai alat dengan dasar pemikiran bahwa
manusia menemukan alat yang telah mengantarkan
kemajuan bagi umat manusia.
 Teori Humanistik
Pendidikan humanistik adalah pendidikan
manusia secara utuh dan menyeluruh, yang
memusatkan perhatian pada proses
pendidikan yang memungkinkan peserta didik
melakukan belajar menikmati kehidupan atau
mencapai kebutuhan lebih tinggi dalm
pengertian kebutuhan akan kehidupan yang
optimal atau kemungkinan pertumbuhan yang
positif.
B. Landasan Sosiologis-Antropologis
Pendidikan Sekolah Dasar
Cara pandang Sosiologis-Antropologis
adalah cara melihat pendidikan dasar dari
fungsi proses pendidikan dasar dalam
proses sosialisasi atau pendewasaan
peserta didik dalam konteks kehidupan
bermasyarakat,
dan proses enkulturasi atau pewarisan nilai
dari generasi tua kepada peserta didik
yang sedang mendewasa dalam konteks
pembudayaan.
LANDASAN HISTORIS, IDEOLOGIS, DAN
YURIDIS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
A. Landasan Historis, dan Ideologis Pendidikan
Sekolah Dasar
Perkembangan pendidikan sekolah dasar pada jaman
penjajahan belanda
1. Sekolah Batavia (1622-1632)
2. Sekolah Dasar Kelas Pertama dan berkembang
menjadi HIS (Hollandsch Inlandsche School)
3. Sekolah Belanda untuk anak keturunan Eropa disebut
Sekolah Rendah Eropa (Europesche Lager School atau
ELS)
Sedangkan sekolah untuk anak keturunan pribumi
disebut Sekolah Rendah Bumi Putera (Inlandsche
School)
4. Sekolah Taman Muda dengan masa pendidikan
empat tahun (pada masa perjuangan kemerdekaan)

Pada zaman Hindia Belanda sekolah pendidikan dasar


terjadi segregasi sosial dan diskriminasi secara
sengaja dilakukan terhadap anak penduduk Bumi
Putera
LANDASAN HISTORIS, IDEOLOGIS, DAN
YURIDIS PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR
B. Landasan Historis-Ideologis dan Yuridis
Pendidikan Sekolah Dasar
1. Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945
2. Pancasila dan UUD 1945
3. Komitmen politik Negara Republik
Indonesia
4. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional
5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
2005
Secara ideologis dan yuridis Pancasila dan UUD 1945
merupakan dasar atau fondasi pendidikan nasional
yang bermakna bahwa pendidikan nasional termasuk di
dalamnya pendidikan di SD/MI harus sepenuhnya
didasarkan pada cita-cita, nilai, konsep dan moral yang
terkandung dalam alinea keempat pembukaan UUD
1945, yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa
yang berdasarkan
Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusian yang adil dan
beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, serta dengan
mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia
A. Fungsi, Tujuan , Dan Ciri-ciri Pendidikan
Sekolah Dasar
Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan watak
serta beradapan bangsa yang bermartaabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk berkembangnya
peserta didik agar menjadi manusia beriman,
bertakwa pada Tuhan, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga Negara yang demokratis serta
bertanggung jawab
Tujuan pendidikan di SD dapat dipilah
menjadi tiga kelompok yaitu :
•Menanamkan kemampuan dasar baca-
tulis-hitung.
•Menanamkan pengetahuan dan
keterampilan dasar yang bermanfaat bagi
siswa sesuai dengan tingkat
perkembangannya.
•Mempersiapkan siswa untuk mengikuti
pendidikan di SMP.
Karakteristik Umum di SD memiliki ciri-ciri :
1. Literasi (Kemelekwacanaan)
2. Kemampuan berkomunikasi
3. Kemampuan memecahakan masalah
4. Kemampuan Bernalar

Karakteristik khusus pendidikan SD meliputi :


1. Siswa SD
2. Guru SD
3. Kurikulum SD
4. Pembelajaran SD
5. Gedung dan Sarpras SD
Tatanan Organisasi Sekolah Dasar
Dalam UU No.20/2003 tentang sistem Pendidikan Nasional secara lengkap
sebagai berikut :
1. Pengelolaan sistem pendidikan nasional merupakan tanggung jawab
Menteri.
2. Pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standart nasional
pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan Nasional.
3. Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurang
kurangnya satu satuan pendidikan untuk semua jenjang pendidikan untuk
dikembangkan menjadi satuan pendidikan yang bertaraf internasional.
4. Pemerintah Daerah Propinsi melakukan koordinasi penyelenggaraan
pendidikan, pengembangan tenaga kependidikan, dan penyediaan fasilitas
penyelenggaraan pendidikan lintas daerah Kabupaten/Kota untuk tingkat
pendidikan dasar dan menengah.
5. Pemerintah Kabupaten/Kota mengelola pendidikan Dasar dan pendidikan
menengah, serta satuan pendidikan yang berbasis keunggulan lokal.
Bentuk-bentuk Penyelenggaraan Pendidikan SD
•SD-MI
Merupakan jenjang pendidikan dasar yang menyelenggakan pendidikan
umum bagi anak usia 6-12 tahun.
•SD unggulan atau SNP
Merupakan sekolah yang menyelenggarakan pendidikan umum dengan
keunggulan yang merupakan kelebihan dari SD biasa.
•SDLB
Merupakan sekolah untuk anak anak berkebutuhan khusus atau yang
mempunyai kelainan.
•Sekolah Dasar Inklusi
Merupakan sekolah yang mana anak normal berbaur dengam anak anak
berkebutuhan khusus/ luar biasa.
•Program Paket A Merupakan paket pendidikan nonformal setara SD/MI yang
diperuntukkan untuk anak usian 15-44 tahun.
•Sekolah Rumah
Merupakan sekolah yang diselenggarakan dirumah.