Anda di halaman 1dari 35

REFERAT

GONITIS TUBERKULOSA
Nurul Hidayati Syarah
1210070100189

Pembimbing :
dr. Eko Perdana Putra, SpOT M.Kes
DEFINISI
 Gonitis tuberkulosis merupakan penyakit
infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium
tuberculosis yang mengenai sendi lutut.
 Pada tingkat awal ditemukan efusi
cairan/abses dalam sendi dan pada tingkat
lanjut mungkin ditemukan fistel pada kulit.
ANATOMI
EPIDEMIOLOGI
 Diperkirakan 20-30% dari penduduk dunia terinfeksi oleh
Mycobacterium tuberculosis.

 Indonesia adalah penyumbang terbesar ketiga setelah India dan China


dengan penemuan kasus baru 583.000 orang per tahun.

 TB ekstrapulmoner diperkirakan terjadi pada ± 20% pasien dengan TB.


TB yang menyerang muskuloskeletal diperkirakan 1-3% dari infeksi
tuberkulosis.
Etiologi
Gonitis TB disebabkan oleh bakteri:

• Mycobacterium tuberculosis
• Mycobacterium bovis
• Mycobacterium africanum
• Non-tuberculous mycobacteria
Patogenesis Tuberculosis
M.Tb masuk->
makrofag alveolus
fagosit TB.
Bila makrofag tidak
dpt menghancurkan
Tb-> Tb bereplikasi di
makrofag-> makrofag
lisis-> fokus primer
Ghon.
Imunitas seluler
terbentuk-> Tuberkel
Bagian tengah tuberkel mengalami perkejuan (caseous center).
Di dalam koloni yang sempat terbentuk dan kemudian dibatasi
pertumbuhannya oleh imunitas seluler, kuman tetap hidup dalam
bentuk dorman -> fokus Simon.
Imun ↓-> reaktivasi.
Tampak lesi nekrotik ditengah (perkejuan) dan
dikelilingi oleh epiteloid dan Giant cell.
Patogenesis
Inhalasi basil Alveolus Fagositosis oleh makrofag
TB
Basil TB berkembang biak

Destruksi makrofag

Pembentukan tuberkel Kelenjar Limfe

Perkejuan Penyebaran hematogen

Pecah
Lesi di hepar, lien ,
Lesi sekunder paru ginjal,TULANG,
otak, dll
Manifestasi Klinis
 Pembengkakan pada sendi lutut
 Nyeri pada sendi lutut
 Gerakan sendi terbatas disertai atrofi otot
 Gejala umum
‐ Demam,
‐ Keringat malam,
‐ Penurunan berat badan,
‐ Lemah,
‐ Cepat lelah
PEMERIKSAAN FISIK

• Look
Inspeksi pada pasien akan terlihat pembengkakan di daerah
lutut, anak sulit berdiri dan berjalan, dan kadang ditemukan
atrofi otot paha dan betis.

• Feel
Lutut terasa hangat dan adanya penebalan sinovial.
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• LABORATORIUM
1. Laju Endap Darah (LED)
2. Tuberculin skin test / Mantoux test
3. Pewarnaan Ziehl-Nielsen
4. PCR (Polymerase Chain Reaction)
Gold Standard
Biopsi sinovial merupakan
modalitas gold standar untuk diagnosis
histopatologis awal dari gonitis TB.

Pada biopsi sinovial bisa terlihat


granuloma dengan perkejuan, limfosit,
sel raksasa dengan perkejuan, yang
mana sangat khas pada TB sendi.
Gambar 1. Biopsi sinovial memperlihatkan
granuloma epitloid dengan Langhan’s
Giant Cell yang terletak pada sentral.
Radiologi

 Foto polos : osteoporosis periartrikuler, erosi perifer


tulang dan penyempitan bertahap dari celah sendi.
 CT scan : lesi pada tulang, pembentukan
sequestrum, perluasan ke jaringan lunak didekatnya
dan kalsifikasi yang biasa terjadi pada tahap lanjut.
 MRI untuk menilai abnormalitas intraartrikuler yang
mencakup penipisan sinovial.
X Ray

 X-rays menunjukkan adanya osteoporosis dan pada


anak-anak tampak pembesaran tulang epifisis.
 Tidak seperti artritis piogenik, penyempitan ruang
sendi merupakan tanda terlambat. Ini terjadi karena
lisis kartilago dicegah dengan adanya inhibitor
plasmin dalam eksudat sinovial.
Gambar 2. Tuberkulosis pada sinovial lutut kiri—infeksi
sinovial, osteoporosis, blurring of trabeculae dan percepatan
maturasi tulang (lutut kanan normal sebagai pembanding).
Gambar 4. Tuberkulosis dengan 3 deformitas.
Soft tissue swelling, deformitas fleksi dan
Gambar 3. Erosi Tuberkulosis dari tepi
subluksasi posterior, celah sendi menyempit,
kondilus medial tibia dan kondilus lateral
tepi sendi tidak jelas, cloudy appearance pada
femur.
tulang dan area litik pada patella.
CT-Scan

CT-scan menunjukkan adanya kerusakan pada


tulang, penyerapan tulang dan perluasaan penyakit ke
jaringan lunak sekitarnya.
Gambar 5. Artritis TB dengan pembentukan fistula dan
osteomielitis kronik patella. Radiografi genu anteroposterior
setelah sinogram (A) menunjukan pembentukan traktus sinus. CT-
Scan setelah sinogram (B) menunjukan kontras pengisian koleksi
paraartikular dan sebuah sekuestrum dalam lesi osteolitik di patella
(panah hitam).
Gambar 6. CT-Scan lutut : Koronal (a), aksial (b), sagital (c)
menunjukan pinching of joint space (panah berwarna biru), geodes
epiphyseal (panah berwarna orange), gambar sekuestrasi tulang
pada tingkat femur dan tibia (panah berwarna kuning).
Gambar 7. CT-Scan lutut : Koronal (a), aksial (b) menunjukkan: jarak lebar metafisis
yang dikelilingi oleh batas osteokondensasi (panah berwarna orange), gambar
sekuester pada lisis tulang (panah berwarna kuning), goedes dibawah kondral,
penebalan sinovial (panah berwarna biru), septa dari koleksi cairan (panah
berwarna merah)
MRI

 MRI memberikan gambaran proliferasi sinovial.


 Pada pasien yang diberikan kontras, hipertrofik sinovium dapat
terlihat.
 Osteomyelitis, erosi kortikal, myositis, selulitis, abses, dan
ulserasi kulit terlihat pada tulang dan sendi.
Gambar 8. M. tuberculosis. A. T1-weighted sagital B. T2-weighted
sagital. Gambaran MRI memperlihatkan erosi tulang dan abses
inhomogen posterior yang besar.
Gambar 9. Gambar potongan Axial T2-weighted. A. Gambar sendi
lutut memperlihatkan proliferasi sinovial ekstensif. Penipisan
sinovium menandakan intensitas sinyal lemah. B. Gambar sendi
lutut memperlihatkan efusi cairan hiperintens dengan cairan pada
bursa suprapatellar.
Gambar 10. Sendi lutut potongan koronal. A. Gambar sendi lutut
memperlihatkan proliferasi ekstensif sinovial dengan intensitas
sinyal intermediet. B. Gambar sendi lutut memperlihatkan patchy,
edema hiperintens subkondral marrow pada distal femur dan
proximal tibia.
DIAGNOSA BANDING
 Osteoartritis
 Artritis reumatoid
 Piogenik artritis
PENATALAKSANAAN
1. Terapi konservatif
a. Tirah baring (bed rest).
b. Memperbaiki keadaan umum penderita.
c. Pengobatan antituberkulosa.
Terapi OAT
Gonitis tuberkulosa  kategori 1
1. Fase terapi intensif/ inisial kombinasi OAT: 2RHEZ
2. Fase terapi lanjutan kombinasi OAT: 6-12RH
Jenis Obat Tiap Tiap 3xseminggu Dosis per
hari/mg hari/mg mg Kg BB
BB<50 kg BB>50 kg
R-Rifampicin 450 600 600 10 (8-12)
H-INH 300 400 600 5 (4-6)
E-Ethambutol 1000 1500 1500 15 (15-20)
Z-Pyrazinamide 1500 2000 2000 25 (20-30)
S-Streptomycin 750 1000 - 15 (12-18)
T-Thiazetazone - - 100 2.5
2. Terapi operatif
1. Sinovektomi
Tidak semua sendi dapat dilakukan tindakan
sinovektomi. Keterbatasannya terutama berkaitan
dengan aksesabilitas dari sinovium sendi. Sendi lutut,
sikut, pergelangan tangan dan metakarpofalangeal
merupakan lokasi yang tepat untuk dilakukan
sinovektomi.
2. Arthrodesis
Arthrodesis adalah ablasi bedah terhadap sendi yang
dilakukan dengan memfusikan permukaan sendi. Teknik
ini sangat berguna pada kerusakan sendi yang sangat
parah, dimana diperlukan guna mengurangi rasa nyeri
yang sangat.
Prognosis
 Diagnosis cepat dari gonitis TB di pertaruhkan dan
rata-rata keterlambatan diagnosis sekitar 16 sampai
18 bulan.
 Apabila dilakukan diagnosis pada tahap awal, sekitar
90-95% pasien dapat sembuh dengan fungsi yang
mendekati normal.
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai