Anda di halaman 1dari 9

Latar belakang

perlunya bk di sekolah

Oleh:
Nama: Deny Yulvawita
Nim: 14029057
Prodi: Pendidikan matematika
Dosen : Prof. Dr. Firman, M.S, Kons
Latar Belakang perlunya BK di
sekolah

• Latar belakang dari segi psikologis menyangkut masalah


Latar belakang psikologis perkembangan individu, perbedaan individu, kebutuhan individu,
penyesuaian diri serta masalah belajar.

• Setiap anak sejak lahir tidak hanya memenuhi tuntutan


Latar belakang sosial budaya biologisnya, tetapi juga tuntutan budaya di mana individu itu
tinggal, sehingga diperlukan bimbingan untuk penyesuaian ini.

Latar belakang pendidikan • Bimbingan dan konseling diperlukan untuk mengembangkan


pendidikan yang bersifat meninggi, meluas dan mendalam

• Di era ini ilmu pengetahuan, informasi dan teknologi berkembang


Latar belakang IPTEK dan sangat pesat, oleh karena itu diperlukannya Bimbingan dan
globalisasi Konseling, agar individu dapat mengetahui dampak positif dan
negatifnya dari perkembangan tersebut
Latar belakang psikologis dalam BK memberikan
pemahaman tentang tingkah laku individu yang menjadi
sasaran (klien). Hal ini sangat penting karena bidang
garapan bimbingan dan konseling adalah tingkah laku
klien, yaitu tingkah laku yang perlu diubah atau
dikembangkan untuk mengatasi masalah yang dihadapi.

Latar belakang dari segi psikologis


menyangkut masalah perkembangan
individu, perbedaan individu, kebutuhan
individu, penyesuaian diri serta masalah
belajar.
Masalah perkembangan individu

Hasil proses belajar tergantung pada tingkat


kematangan yang telah dicapai
Tempo perkembangan berlangsung cepat pada
tahun- tahun permulaan
Setiap individu memiliki tempo perkembangan
masing-masing
Perkembangan individu mengikuti pola umum Faktor Perbedaan Individu
Faktor pembawaan dan lingkungan sama Di sekolah seringkali tampak masalah perbedaan
pengaruhnya terhadap proses perkembangan individu ini, misalnya ada siswa yang sangat cepat
individu dan ada yang lambat belajar, ada yang cerdas, dan
Masalah perbedaan individu di sekolah siswa ada yang berbakat dalam bidang tertentu, dan
dibentuk oleh lingkungan guru dan materi sebagainya.
pelajaran yang yang sama, akan tetapi hasilnya perbedaan perbedaan ini seringkali banyak
berbeda, ada siswa yang cepat, lambat, ada menimbulkan masalah-masalah baik bagi siswa itu
yang cerdas, dan malas dalam belajar. sendiri maupun bagi lingkungan. Siswa akan
menghadapi kesulitan dalam penyesuaian diri antara
keunikan dirinya dengan tuntutan dalam
lingkungannya
Masalah Kebutuhan Individu

Dengan berpegang kepada prinsip bahwa


tingkah laku individu merupakan cara
dalam memenuhi kebutuhannya, maka
kegiatan belajar pada hakikatnya
merupakan perwujudan usaha pemenuhan
kebutuhan tersebut. Masalah penyesuaian diri dan kelainan
tingkah laku
Sekolah hendaknya menyadari hal Proses penyesuaian diri ini banyak sekali
tersebut, baik dalam mengenal kebutuhan- menimbulkan berbagai masalah terutama bagi
kebutuhan pada diri siswa, maupun dalam diri individu sendiri.
memberikan bantuan yang sebaik-baiknya sekolah hendaknya memberikan bantuan agar
dalam usaha memenuhi kebutuhan setiap siswa dapat menyesuaikan diri dengan
tersebut. baik dan terhindar dan timbulnya gejala
gejala tidak sesuai

Masalah belajar
Dalam proses belajar dapat timbul berbagai masalah baik bagi pelajar itu sendiri maupun bagi
pengajar
Individu merupakan biopsikososiospiritual, yang artinya
bahwa individu makhluk biologis, psikologis, sosial dan
spiritual. Setiap anak sejak lahir tidak hanya mampu
memenuhi tuntutan biologisnya, tetapi juga tuntutan budaya
di mana individu itu tinggal.
Untuk mengembangkan semua kemampuan penyesuaian
tersebut, sangat diperlukan sebuah bimbingan.
.
Ada tiga hal pokok yang menjadi latar belakang perlunya bimbingan dilihat dan
segi pendidikan.
• Pertama, dilihat dan hakikat pendidikan sebagai suatu usaha sadar dalam
mengembangkan kepribadian. Hal ini mengandung implikasi bahwa proses
pendidikan menuntut adanya pendekatan yang lebih luas dari pada sekedar
pengajaran. Pendekatan yang dimaksud adalah pendekatan pribadi melalui layanan
bimbingan dan konseling.
• Kedua, pendidikan senantiasa berkembang secara dinamis dan karenanya selalu
terjadi perubahan perubahan dan penyesuaian dalam komponen-komponennya.
Menghadapi perkembangan ini para siswa sebagai subjek didik memerlukan
bantuan dalam penyesuaian diri melalui layanan bimbingan.
• Ketiga, pada hakikatnya guru mempunyai peranan yang tidak hanya sebagai
pengajar,tetapi lebih luas dari itu, yaitu sebagai pendidik. Sebagai pendidik, maka
guru harus dapat menggunakan pendekatan pribadi dalam mendidik para siswanya.
Pendekatan pribadi ini diwujudkan melalui layanan bimbingan.
Di era ini ilmu pengetahuan, informasi dan teknologi
berkembang sangat pesat, oleh karena itu
diperlukannya Bimbingan dan Konseling, agar individu
dapat mengetahui dampak positif dan negatifnya dari
perkembangan tersebut. Lewat Bimbingan dan
Konseling, individu diarahkan kepada dampak positif
dari IPTEK yang lebih ditujukan pada penerapan
teknologi yang harus dimilliki dan dikuasai karena
semakin kompleksnya jenis-jenis dan syarat pekerjaan
serta persaingan antar individu.