Anda di halaman 1dari 13

Pengeluaran Cairan

Pervaginam
pengertian

 Keluar cairan pervagianam bisa dikatakan


keluarnya cairan amnion,sekret berupa
keputihan. Jika cairan yang keluar berupa
cairan amnion disebut sebagai ketuban
pecah dini. Di mana Ketuban
Pecah Dini adalah pecahnya selaput
ketuban sebelum terjadi proses persalinan
yang dapat terjadi pada usia kehamilan
cukup waktu atau kurang waktu.
patofisiologi
 Perdarahan pervagina dapat terjadi disebabkan oleh
gangguan haid iaitu pada siklus berovulasi mahupun
gangguan kehamilan iaitu siklus tidak berovulasi.
Gangguan haid atau disebut juga sebagai
perdarahan uterus disfungsi merupakan perdarahan
tanpa ditemukan keadaan patologi pada panggul
dan penyakit sistemik. Pada siklus berovulasi ini, terjadi
perdarahan teratur dan banyak terutama pada tiga
hari pertama siklus,haid. Penyebab perdarahan
adalah terganggunya mekanisme hemostasi lokal di
endometrium. Adanya siklus tidak berovulasi
menyebabkan efek estrogen tidak terlawan
(unopposed estrogen) terhadap endometrium.
Proliferasi endometrium terjadi secara berlebihan
hingga tidak mendapat aliran darah yang cukup
kemudian mengalami iskemia dan dilepaskan dari
stratum basal.
etiologi

 serviks inkompeten
 ketegangan rahim berlebihan (kehamilan
ganda, hidramnion)
 kelainan bawaan dari selaput ketuban
 infeksi.
Tanda gejala
 Jika keluarnya cairan ibu tidak terasa, berbau
amis, dan berwarna putih keruh, berarti yang
keluar adalah air ketuban.jika kehamilan belum
cukup bulan, hati-hati akan adanya persalinan
preterm dan komplikasi infeksi intrapartum.
 Pada awal kehamilan perdarahan yang tidak
normal adalah perdarahan yang merah,
banyak, atau perdarahan dengan nyeri.
Perdarahan ini dapat berarti abortus,
kehamilan mola atau kehamilan ektopik. Pada
kehamilan lanjut perdarahan yang tidak
normal adalah merah, banyak, kadang-
kadang terjadi disertai dengan rasa nyeri.
Perdarahan semacam ini bisa berarti plasenta
previa atau abrupsio plasenta.
penatalaksanaan
 Deteksi Dini :
1. Deteksi faktor resiko
2. Deteksi infeksi secara dini
3. USG : biometri
* Trimester 1 : deteksi faktor resiko, aktifitas seksual, pH vagina, USG,
darah rutin dan urine
* Trimester 2 dan 3 : hati hati pada keluhan nyeri abdomen,
punggung, keram di daerah pelvis, perdarahan pervaginam,
diare,dan rasa mennekan di pelvis.

 Meminta bantuan, menyiapkan fasilitas tindakan gawat darurat.


 Melakukan pemeriksaan secara cepat keadaan umum ibu,
termasuk tanda vital (nadi, tekanan darah, respirasi dan
temperatur).
 Jika dicurigai adanya syok, segera dilakukan tindakan, meskipun
tanda-tanda syok belum terlihat. Jika terjadi syok, sangat penting
untuk segera dilakukan penanganan syok.
SOAP PENGELUARAN
CAIRAN
PERVAGINAM

Anda mungkin juga menyukai