Anda di halaman 1dari 9

Astika Adzansari S.

232015275
ANALYZING FINANCING ACTIVITIES Meliana Lintin
Theresia Gracia A.
232015278
232015279
Ari Wicaksono 232015280
KEWAJIBAN
Kewajiban Lancar (jangka pendek) - kewajiban yang pelunasannya menggunakan aktiva lancar atau munculnya kewajiban
lancar lainnya, periode pelunasan 1 tahun.
1. Aktivitas operasi : utang pajak, pendapatan diterima di muka, uang muka, piutang usaha, dan beban operasi akrual lainnya.
2. Aktivitas pendanaan :pinjaman jangka pendek, utang bunga, dan bagian utnag jangka panjang jatuh tempo, dan beban operasi akrual
lainnya.

Kewajiban tak lancar (jangka panjang) - kewajiban yang tidak jatuh tempo dalam jangka waktu satu tahun atau satu siklus
operasi mana yang lebih panjang, meliputi pinjaman, obligasi, utang dan wesel bayar.

Analisis kewajiban, memiliki beberapa fitur penting yaitu :


1. Ketentuan utang (tanggal jatuh tempo, tingkat bunga pola pembayaran dan jumlah)
2. Pembatasan pemakaian sumber daya dan pelaksanaan aktiitas bisnis
3. Kemampuan dan fleksibilitas untuk memperoleh pendanaan selanjutnya
4. Kewajiban untuk modal kerja perbandingan utang terhadap ekuitas (debt equity) dan ukuran keuangan lain
5. Fitur konversi kewajiban yang bersifat difusi
6. Larangan atas pembayaran-pembayaran seperti dividen
SEWA
Sewa (lease) merupakan perjanjian kontraktual antara pemilik (lessor) dan penyewa (lessee).
 Akuntansi dan Pelaporan sewa
1. Capital lease - Lessor mencatat sewa sebagai penjualan dan transaksi pendanaan dan lessemencatatnya (baik aset maupun kewajiban)
sejumlah nilai sekarang MLP (Minimum Lease Paymen) selama masa sewa.
2. Operating Lease - Lesse mencatat sewa sebagai beban saat terjadinya dan tidak ada aset atau kewajiban yang diakui di neraca.

Akuntansi Sewa-Sebuah Ilustrasi


Membandingkan dampak akuntansi sewa sebagai kapital lease, secara khusus kita dapat melihat dampaknya pada laporan laba
rugi maupun neraca lease. Kapital lease lebih unggul dari operating lease meskipun operating lease lebih mudah.

Pengungkapan Sewa
Melaporkan aset maupun kewajiban sewa ke dalam neraca, mengungkapkan komitmen sewa di masa depan untuk kapital lease dan
operator lease di tingkat pembatalan.
 Analisis Sewa
Melihat dampak operating lease dan kapital lease terhadap laporan keuangan dan bagaimana menyesuaikan.
 Dampak Operating lease
1. Operating lease menyajikan aset lebih rendah dari seharusnya
2. Operating lease menunda pengakuan bebandi bandingkan dengan capital lease
3. Operator lease memasukkan bunga dalam beban sewa

Konversi Operating Lease


1. Menilai apakah klasifikasi operating lease dapat diterima
2. Untuk mengkonversi operating lease kita memerlukan estimasi nilai sekarang kewajiban operating lease
3. Menghitung nilai aset sewa
4. Mengestimasi dampakreklasifikasi sewapada laba yang di laporkan
KONTIJENSI DAN KOMITMEN
Kontijensi - keuntungan dan kerugian pontensial yang penyelesaiannya bergantung pada satu atau
lebih peristiwa dimasa depan. kerugian kontijensi disebut kewajiban kontijen yang timbul dari
perkara hukum, penagihan piutang, ancaman pengalihan.
Analisis kewajiban kontijensi : Keakuratan analisis kita atas kewajiban tergantung pada keakuratan estimasi
berupa garansi jasa dan jaminan ,yang sering kali didasarkan pada
pengalaman masa lalu perusahaan atau harapan dimasa depan.
Pengungkapan kontijensi:
1. Deskripsi kewajiban kontijen dan tingkat resiko
2. Jumlah kontijensi pontesial dan bagaimana partisipasi pihak lain di perlakukan dalam penentuan resiko.
3. Pembebanan estimasi kerugian kontijen ,jika ada

Komitmen - merupakan klaim potensial atas sumber daya perusahaan berdasarkan kinerja dimasa depan
sesuai kontrak. Komitmen tidak diakui dalam laporan keuangan karena peristiwa seperti
penandatanganan kontrak atau penerbitan pesanan pembelian bukan merupakan transaksi
yang lengkap.
PENDANAAN DILUAR NERACA
Pendanan diluar neraca(of-balence-sheet fianancing) - tidak tercatatnya kewajiban pendanaan tertentu.
Contoh: salah satu cara mendanai properti pabrik dan peralatan adalah meminta pihak luar untuk
mendapatkannya dan perusahaan sepakat untuk menggunakan aktiva tersebut serta menyediakan dana
yang cukup untuk melunasi utang.
Special Purpose Entity (SPE) :
1. SPE dibentuk oleh perusahaan sponsor dan dikapitalisasi dengan investasi ekuitas, beberapa di antaranya harus berasal dari pihak
ketiga yang independen.
2. SPE meningkatkan investasi ekuitas ini dengan meminjam dari pasar kredit dan membeli aktiva dari atau untuk perusahaan sponsor.
3. Arus kas dari aktiva digunakan untuk mem bayar utang dan menyediakan pengembalian bagi investor ekuitas.

Ada dua alasan kepopuleran SPE yaitu:


1. SPE dapat menyediakan alternatif pendanaan berbiaya rendah daripada meminjam langsung dari pasar kredit.
2. Dalam GAAP sekarang selama SPE distrukturkan dengan benar, SPE diperlakukan sebagai entitas terpisah tidak dikonsolidasikan
dengan perusahaan sponsor.
EKUITAS PEMEGANG SAHAM
Ekuitas mengacu pada pendanaan oleh pemilik (pemegang saham) perusahaan. Analisis atas ekuitas harus
dipertimbangkan pengukuran dan pelaporan standar ekuitas pemegang saham, yaitu :
1. Mengklasifikasi dan memisahkan sumber utama pendanaan ekuitas.

2. Mempelajari hak untuk kelompok-kelompok pemegang saham dan prioritas mereka pada likuidasi.

3. Mengevaluasi pembatasan hukum untuk distribusi ekuitas.

4. Menelaah kontrak ketentuan hukum dan pembatasan-pembatasan lainnya atas distribusi laba ditahan.

5. Menilai ketentuan dan provisi efek yang dapat dikonversi (convertible securities), opsi saham dan kesepakatan lainnya yang berpotensi
menerbitkan saham.

Modal saham - Akun-akun dalam ekuitas pemengang saham umunya tidak mempengaruhi penentuan laba, sehingga
tidak banyak mempengaruhi analisis laba. Informasi yang lebih relevan bagi analisis adalah komposisi
pos modal dan pembatasan- pembatsaan yang berlaku. Komposisi ekuitas penting karena dapat
mempengaruhi hak sisa atas saham biasa, serta hak dan resiko atas pengembalian bagi investor ekuitas.

Laba ditahan - Saldo laba(retained earning) merupakan modal yang dihasilkan sebuah perusahaan. Akun saldo laba mencerminakan
akumulasi laba atau rugi yang tidak dibagikan sejak berdirinya perusahaan.
1. Cash Deviden : distribusi kas kepada pemegang saham, di umumkan menjadi kewajiban bagi perusahaan.
2. Stock Deviden : distribusi saham perusahaan itu sendiri kepada pemegang saham secara proposional, pemegang saham menerima saldo laba
ke akun modal.
3. Spin-off : distribusi saham anak perusahaan kepada pemegang saham sebagai deviden aset(investasi dalam anak perusahaan ) dikurangi
sebagai saldo laba
4. Split-off :pertukaran saham anak perusahaan yang dimiliki oleh para pemegang saham, aset(investasi anak perusahaan) dikurangi dan
saham yang diterima dari pemegang saham di perlakukan sebagai saham yang di tarik kembali.
5. Penyesuaian Periode Lalu - merupakan koreksi kesalahan di periode laporan keuangan lalu. Perusahaan tidak melaporkan dalam laporan
laba rugi, melainkan melaporkan sebagai penyesuaian (setelah pajak) atas saldo awal saldo laba.

Nilai buku per lembar saham


1. Perhitungan nilai buku per lembar saham : angka per lembar yang berasal dari likuidasi perusahaan pada jumlah yang dilaporkan dalam
neraca. mengacu pada nilai aktiva bersih yaitu total aktiva dikurangi dengan klaim
terhadapnya.
2. Relevansi nilai buku per lembar saham : nilai buku memiliki peranan penting dalam analisis keuangan seperti nilai buku yang digunakan dalam
kesepakatam merger, menganalisis perusahaan dengan aktiva likuid, menganalisis obligasi kualitas utama
dan saham preferen.

Kewajiban pada “ujung” ekuitas


1. Saham preferen yang dapat ditarik kembali – Analisis harus mewaspadai efek ekuitas (umumnya saham preferen) yang memiliki provisi
1. penarikan kembali wajib yang membuatnya lebih mirip hutang daripada ekuitas

2. Hak minoritas - kepemilikan proporsional pemegang saham minoritas atas anak perusahaan yang dikonsolidasikan tersebut.
IMBALAN PASCA PENSIUN
Manfaat pasca pensiun : pemberi kerja menjanjikan manfaat moneter kepada pekerja pascapensiun, pemeliharaan
kesehatan dan asuransi jiwa

Sifat kewajiban pensiun : Program pensiun merupakan janji pembeli kerja untuk menyediakan imbalan pensiun bagi pekerja
dan perjanjian tersebut melibatkan tiga pihak :pembri kerja, yang memberikan kontribusi pada
program pensiun, pekerja yangmenerima imbalan dan dana pensiun.

Ekonomi akuntansi pensiun : Biaya pensiun ekonomi atau beban merupakan biaya bersih selama periode bersangkutan.
Biaya pensiun ekonomi meliputi komponen yang berulang. Pengembalian atas aktiva
program pensiun digunakan untuk menutupbiaya-biayatersebut untuk menghitung biaya
pensiun ekonomi bersih .

Persyaratan Akuntansi Pensiun : Kerangka akuntansi pensiun diatur dalam SFAS 87 yang berfokus pada tercapainya
ukuran biaya pensiun yang stabil dan permanen.

Pelaporan Manfaat Pascapensiun : Ketentuan pelaporan pasca pensiun (manfaat pensiun dan OPEB) diatur dalam
SFAS 132 yang mengharuskan format pengungkapan yang sama bagi OPEB dan
manfaat pensiun.

Analisis manfaat pasca pensiun : 1) Menentukan dan merekonsiliasi biaya dan kewajiban (atau aset) manfaat ekonomis
dan yang dilaporkan,
2) Membuat penyesuaian yang diperlukan atas laporan keuangan,
3) Mengevaluasi asumsi aktuaria dan dampaknya pada laporan keuangan,
4) Memeriksa paparan risiko pensiun, dan
5) Mempertimbangkan implikasi arus kas program manfaat pascapensiun.