Anda di halaman 1dari 14

IKA AYU LISTIANI A 221 15 007

ELVIRA SHEILA MONICA A 221 15 102


HIJRA T. A 221 15 070
NULFAYANA A 221 14 001

“SISTEM PENCERNAAN MAKANAN”


Sistem Pencernaan Makanan yang Terjadi
pada Kompartemen Khusus

Pencernaan adalah sebuah proses metabolisme di mana suatu


makhluk hidup memproses sebuah zat, dalam rangka untuk
mengubah secara kimia atau mekanik sesuatu zat menjadi
nutrisi.
Sistem pencernaan makanan
intraseluler

Hewan harus mencernanya dengan baik agarsari-sarinya dapat diserap oleh sel-sel tubuh.
Pada protozoa, proses pencernaannya terjadi dalam vakuola. Mula-mula, lisosom menyekresikan
enzim pencernaan kedalam vakuola makanan. Enzim tersebut menyebabkan suasana vakuola berubah
menjadi asam sehingga bahan makanan tercerna. Selanjutnya, terjadi pemisahan berbagai garam
kalsium. Hal ini akan menciptakan suasana lingkungan dengan pH yang tepat bagi berbagai enzim
untuk berfungsi secara optimal. Dalam keadaan seperti itu, bahan makanan akan disederhanakan
sehingga dapat diserap oleh sitoplasma. Berakhirnya proses pencernaan ditandai dengan adanya
perubahan keadaan lingkungan dalam vakuola menjadi netral. Bahan makanan yang tidak tercerna
dikeluarkan melalui proses eksositosis.
Pada spons berbeda dari hewan-hewan lain karena pencernaan makanannya secara
keseluruhan berlangsung melalui mekanisme intraseluler. Menurut Isnaeni (2006) invertebrata tingkat
rendah tidak mempunyai organ pencernaan khusus. Pencernaan makanan terjadi secara intraseluler,
yakni di dalam sel khusus. Porifera tidak mempunyai rongga pencernaan tetapi mempunyai sel
khusus yang disebut koanosit.
Sistem pencernaan makanan
ekstraseluler

Pencernaan ekstra seluler terjadi di dalam kompartemen yang


bersambungan melalui saluran – saluran, dengan bagian luar tubuh
hewan. Banyak hewan dengan bangun tubuh yang relatif sederhana
memiliki kantung pencernaan dengan pembukaan tunggal. Kantung
ini disebut sebagai rongga gastrovaskuler, berfungsi dalam
pencernaan dan distribusi nutrien keseluruh tubuh. Hidra yang
termasuk hewan Cnidaria merupakan contoh yang baik mengenai
bagaimana suatu rongga gastrovaskuler bekerja. Hidra adalah
karnivora yang menyengat mangsa dengan organel khusus yang
disebut nematosit dan kemudian menggunakan tentakel untuk
memasukkan makanan dari mulut kedalam rongga gastrovaskuler.
Macam – Macam Sistem Pencernaan Makanan pada
Hewan

Pencernaan mekanik

Pencernaan kimiawi
Pencernan mekanik dan kimiawi
Pada sistem pencernaan mekanik, pencernaan ini paling banyak
terjadi di dalam rongga mulut dan beberapa bagian/organ tubuh juga
melakukan suatu mekanika yang disebut gerakan peristaltik.

Pada sistem pencernaan kimiawi yaitu proses pencernaan yang


membutuhkan zat-zat kimia untuk menghancurkan makanan maupun
mengurai zat-zat penting yang ada dalam makanan (enzim).
Sistem pencernaan makanan pada
serangga

Sistem pencernaan makanan pada serangga yakni


dimulai dari makanan yang masuk ke tembolok dialirkan ke
dalam empedal atau lambung pengunyah. Dari empedal,
makanan yang telah hancur disalurkan ke lambung. Proses
penyerapan sari makanan berlangsung di dalam lambung.
Sisa-sisa pencernaan ditampung di usus kemudian dibuang
melalui anus.
Sistem pencernaan makanan pada ikan

Sistem pencernaan makanan pada ikan yakni dimulai dari


rongga mulut (cavum oris). Dari rongga mulut makanan masuk
ke esophagus melalui faring yang terdapat di daerah sekitar
insang. Dari kerongkongan makanan di dorong masuk ke
lambung, dari lambung, makanan masuk ke usus yang berupa
pipa panjang berkelok-kelok dan sama besarnya. Usus bermuara
pada anus.
Sistem pencernaan makanan pada
amphibi

Sistem pencernaan makanan pada amphibi yakni makanan masuk ke


dalam mulut. Di dalam rongga mulut terdapat kelenjar ludah yang
menghasilkan ludah untuk membantu menelan mangsa. Lalu dilanjutkan
pada lambung dan terjadi proses penghancuran dan kemudian diteruskan ke
usus halus agar terjadi proses penyerapan. Dibagian dinding usus halus
terdapat pembuluh-pembuluh darah yang berfungsi untuk menyerap sari-
sari makanan. Sisa makanan dikeluarkan melalui lubang kloaka.
Sistem pencernaan makanan pada reptil yakni, pada ular
berbisa, terdapat gigi bisa yang tumbuh pada langit-langit
mulutnya. Setelah makanan masuk kedalam rongga mulut
yang dikunyah oleh gigi yang berbentuk kerucut, menuju ke
esofagus lalu menuju ke ventrikulus. Kemudian menuju
intestinum lalu bermuara ke anus.

Sistem pencernaan makanan


pada reptil
Sistem pencernaan makanan pada aves yakni pada
Sistem burung Finch pemakan biji, mempunyai paruh kuat
pencernaan disesuaikan secara khusus untuk memecah biji. Pada
makanan waktu makan, biji mula-mula masuk ke dalam lambung
pada aves tetapi setelah lambung itu penuh, tembolok itu
menyalurkan biji ke dalam lambung. Permukaan dalam
bersifat seratin dan mempunyai relung-relung. Butir
mineral yang tertelan terdapat diantara relung-relung
tersebut dan membantu dalam menggiling makanan. Lalu
diteruskan ke dalam usus.
Sistem pencernaan makanan pada ruminansia yakni dari makanan masuk
dari kerongkongan akan masuk rumen, dari rumen, makanan akan
diteruskan ke retikulum dan di tempat ini makanan akan dibentuk menjadi
gumpalan-gumpalan yang masih kasar (disebut bolus). Bolus akan
dimuntahkan kembali ke mulut untuk dimamah kedua kali. Dari mulut
makanan akan ditelan kembali untuk diteruskan ke ornasum. Pada omasum
terdapat kelenjar yang memproduksi enzim yang akan bercampur dengan
bolus. Akhirnya bolus akan diteruskan ke abomasum, yaitu perut yang
sebenarnya dan di tempat ini masih terjadi proses pencernaan bolus secara
kimiawi oleh enzim.

Sistem pencernaan
makanan pada
ruminansia
Tahapan melakukan pencernaan
makanan

menyalurkan dan
menerima menyimpan

mencerna dan
mengabsorbsi zat menyerap air
makanan dan defekasi.
THANK YOU
• TERIMA KASIH