Anda di halaman 1dari 20

INSTALASI RUANG

KHUSUS
KELOMPOK 1
BAB 1 PENDAHULUAN

• Kita ketahui bahwa di tempat kerja terdapat berbagai macam


jenis ruang kerja sesuai jenis usaha. Masing-masing jenis ruang
kerja memiliki sumber bahaya yang berbeda-beda dan sangat
dipengaruhi oleh proses kerja masing-masing. Ruang kerja
tersebut bisa saja memiliki temperatur normal, panas atau dingin,
atau bisa juga proses kegiatan yang dapat merusak instalasi
serta peralatan listrik, misalnya pengaruh bahan kimia, pengaruh
kerusakan mekanis dan lain sebagainya.
• Mengingat kondisi yang beragam tersebut maka akan terdapat
pengaruh terhadap kondisi dari instalasi beserta
perlengkapannya. Oleh karena itu instalasi listrik mulai dari kabel
sampai dengan peralatan listrik serta cara pemasangannya
disesuaikan dengan jenis ruang kerja. Pemasangan instalasi listrik
yang salah karena tidak sesuai dengan jenis ruangan kerja, akan
mengakibatkan kerusakan serta dapat membahayakan baik
bagi tenaga kerja maupun instalasi sendiri. Agar semua dalam
kondisi yang aman sebelum memasang instalasi listrik beserta
perlengkapannya harus diketahui terlebih dahulu jenis ruang
kerja tersebut agar terjamin keselamatannya.
BAB II PEMBAHASAN

A. Jenis Ruang Khusus dan Potensi Bahayanya


Ruang Khusus adalah ruang dengan sifat dan keadaan
tertentu misalnya: ruang lembab, ruang berdebu, ruang
kerja listrik dan lain sebagainya memerlukan pengaturan
lebih khusus untuk instalasinya.
• Dalam PUIL 2000, SNI – 225 – 2000 telah ditentukan
berbagai jenis ruang khusus sebagai berikut :
• Ruang kering.
• Ruang kerja listrik.
• Ruang kerja listrik terkunci.
• Ruang berdebu.
• Ruang dengan bahaya kebakaran dan ledakan gas.
• Ruang dengan bahaya kebakaran dan ledakan debu.
• Ruang dengan bahaya kebakaran serat.
• Ruang dengan gas, uap atau debu.
• Ruang lembab dan basah.
• Ruang sangat panas.
• Ruang kerja kasar.
• Ruang radiasi.
• Potensi bahaya pada beberapa jenis ruang khusus
adalah sebagai berikut:
1. Ruang kerja listrik
Potensi bahaya yang ada adalah :
• Memiliki tegangan rendah sampai tegangan tinggi.
• Banyak peralatan aktif tidak dilindungi.
• Dapat terjadi sentuh langsung.
• Kemungkinan dapat terjadi kebakaran maupun
ledakan.
• Sangat berbahaya bila terletak di tempat terbuka.
2. Ruang dengan bahaya kebakaran dan ledakan
Potensi bahaya yang ada adalah :
• Kemungkinan di dalam atmosfir udara terdapat
debu misalnya dari kapuk, penggergajian kayu,
pengering tepung dan sebagainya.
• Kemungkinan di dalam atmosfir udara terdapat
jenis-jenis gas / bahan kimia misalnya : aseton,
ammonia, methan. acetylen, propan dan
sebagainya.
• Suhu penyalaan bahan yang rendah.
• Adanya pengaruh external dan suhu sekitarnya.
• Pemasangan instalasi, armatur, radar yang tidak
tepat.
3. Ruang lembab termasuk ruang pendingin
Potensi bahaya yang ada adalah :
• Dalam kondisi lembab / basah, peralatan yang
tidak sesuai akan mudah korosif.
• Ruang lembab / basah akan sangat mudah
mengalirkan aliran listrik.
• Pemakaian armatur yangslah akan dapat
menimbulkan kecelakaan.
• Pemilihan radar (aparat) yang salah dapat
menimbulkan kecelakaan.
4. Ruang sangat panas
Potensi bahaya yang ada adalah :
• Kondisi atmosfir yang panas, akan dapat merusak
instalasi, armatur yang terpasang.
• Kondisi pemasangan instalasi dan perlengkapan
listrik yang salah atau tidak tepat akan
membahayakan baik instalasi maupun tenaga
kerja.
• Mute isolasi yang tidak sesuai akan cepat rusak /
kemampuan isolasinya berkurang.
5. Ruang berdebu
Potensi bahaya yang ada adalah :
• Debu pada kondisi tertentu yang dapat terbakar.
• Debu yang bersifat konduktif.
• Pemakaian armatur, instalasi maupun radar yang salah
atau dapat menimbulkan kecelakaan / kebakaran.
6. Ruang radiasi
• Potensi bahaya yang ada adalah :
• Pengaruh radiasi terhadap petugas.
• Penggunaan tegangan tinggi yang membahayakan.
• Adanya kemungkinan kegagalan isolasi.
• Penggunaan penghantar yang tidak tepat.
• Adanya kebocoran radiasi.
B. SYARAT-SYARAT INSTALASI RUANG KHUSUS
Persyaratan ruang khusus yang harus diperhatikan adalah
sebagai berikut :
1. Ruang Kerja Listrik
• Ruang kerja listrik (l) maupun ruang kerja listrik terkunci (lk)
harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
• Harus diawasi oleh pengawas ahli, terkecuali ruang kerja listrik terkunci
dan tidak ada orang di dalamnya.
• Ruangan harus berukuran cukup besar sehingga instalasi listrik yang
akan dipasang di dalamnya dapat diatur cukup leluasa dan mudah
diperiksa.
• Bangunan gedung dari ruang kerja listrik yang di dalamnya terdapat
instalasi tegangan menengah dan tegangan tinggi harus dibuat dari
bahan yang tidak mudah terbakar.
• Ruang kerja listrik yang terletak di ruang terbuka, seluruhnya harus
dipagar yang baik setinggi minimum 2 meter di atas tanah.
• Ruang kerja listrik harus kering dan berventilasi baik serta
berpenerangan cukup sesuai standar.
• Pada pintu masuk harus dipasang tanda peringatan
larangan masuk dan simbol bahaya yang sudah standar.
• Gang, bordes, lorong dan sebagainya tidak boleh licin dan
tidak boleh terhalang oleh barang-barang.
• Sediakan alat pemadam api khusus untuk listrik dengan
jumlah yang sesuai.
• Perlengkapan listrik seperti, lampu, fitting, kotak kontak,
sakelar dan sebagainya harus dipasang sedemikian rupa
sehingga mudah dilayani.
• Untuk ruang kerja listrik terkunci, pintu harus membuka
keluar dan dapat dibuka dari dalam tanpa kunci dan
apabila dibuka dari luar harus menggunakan kunci.
2. Ruang dengan bahaya kebakaran dan ledakan
Ruang dengan bahaya ledakan diklasifikasikan dalam
zona berdasarkan frekuensi terjadinya dan lamanya
keberadaan gas ledak dalam atmosfir sebagai berikut :

• Zone 0 : Suatu ruangan dimana terdapat atmosfir


gas ledak secara terus menerus atau dalam waktu yang
lama.
• Zone 1 : Suatu ruang
dimana mungkin terdapat atmosfir gas ledak dalam
operasi normal.
• Zone 2 : Suatu ruang dimana mungkin tidak
terdapat atmosfir gas ledak dalam operasi normal dan
jika hal ini terjadi, kemungkinannya tidak sering dan
hanya akan berlangsung dalam waktu singkat.
Sedangkan kelompok perlengkapan untuk instalasi listrik dalam
Zone 0, 1 dan 2 dikelompokkan sebagai berikut :
• Kelompok I
:Perlengkapan untuk digunakan dalam penambangan (g
as methan).
• Catatan : Kelompok satu tidak termasuk dalam PUIL.
• Kelompok II : Perlengkapan untuk digunakan dalam industri
lainnya.
• Untuk penggunaan gas dalam kelompok II, maka kelompok II
dibagi menjadi :
• Kelompok II A : Atmosfer yang mengandung aseton,
ammonia, etylen, alkohol, bensin, methan, propan dan atau uap
dengan bahaya yang ekivalen.
• Kelompok II B : Atmosfer yang mengandung acetaldehid,
etylen, dan gas atau uap dengan bahaya yang ekivalen.
• Kelompok II C : Atmosfer yang mengandung acetylen,
hidrogen, dan gas atau uap dengan bahaya yang ekivalen.
• Untuk penggunaan perlengkapan listrik dalam
ruang dimana terdapat gas ledak, perlu
diperhatikan hal-hal berikut :
• Klasifikasi ruang berbahaya (ZONE).
• Suhu nyala gas atau uap yang terdapat di dalam ruang
(IEC 79 – 12).
• Selungkup perlengkapan yang sesuai dengan gas atau
uap yang terdapat di dalam ruang.
• Pengaruh external dan suhu sekitarnya.
3. Ruang lembab termasuk ruang pendingin
• Sesuai dengan penjelasan pada Bab II, persyaratan dalam ruang
lembab antara lain :
• Armatur penerangan harus terbuat dari bahan yang memenuhi
syarat bagi pemasangan di tempat itu dan harus dipasang
sedemikian rupa sehingga air tidak dapat masuk atau berkumpul
dalam jalur penghantar, fitting lampu atau bagian listrik lainnya.
• Seluruh bagian luar fitting lampu yang dipasang dalam ruang
lembab (termasuk juga ruang berdebu, sangat panas, berisi
bahan mudah terbakar, atau mengandung bahan korosi / harus
terbuat dari porselin atau bahan isolasi lain yang sederajat.
• Bagian instalasi yang dipasang dalam ruang lembab harus
dapat diputuskan dari bagian instalasi lainnya dengan suatu
sakelar yang dipasang setempat.
• Mesin dan pesawat harus disusun dan dipasang sedemikian rupa
sehingga air tidak dapat terkumpul di dalamnya.
• PHB harus berbentuk lemari atau kotak yang tertutup dan
terbuat dari bahan yang mutunya memadai.
• Tidak boleh menggunakan fitting lampu yang di dalamnya
dilengkapi dengan sakelar.
• Tempat masuk penghantar baik ke fitting lampu, sakelar atau
ke alat listrik lainnya harus ditutup rapat dengan kompon.
• Penghantar suplai yang dipasang ke dalam ataupun di
dalam ruang pendingin hanyalah penghantar yang
diperlukan untuk menyalurkan aliran listrik untuk ruang
tersebut.
• Bentuk fitting lampu harus sedemikian rupa sehingga uap air
tidak dapat masuk dari atas dan terdapat saluran ke luar bagi
uap air.
• Motor yang digunakan harus cocok untuk kondisi ruang jika di
dalam
• ruangan motor mungkin langsung kena air, motor tersebut
harus tertutup seluruhnya. Tempat masuk dan keluarnya
kawat penghantar ke kotak terminal harus diberi pengedap.
4. Ruang sangat panas
• Untuk instalasi listrik dalam ruang sangat panas (p) persyaratannya
sama dengan ruang lembab, terkecuali pada tempat kerja yang
bersuhu sangat tinggi sehingga ada kemungkinan bahan isolasi dan
pelindung penghantar pasangan normal akan terbakar, meleleh /
lumer harus diperhatikan ketentuan berikut:
• Hanya armatur penerangan, pesawat pemanas dan alat
perlengkapan lainnya beserta penghantar yang bersangkutan itu
saja yang boleh dipasang di tempat itu.
• Sebagai penghantar dapat dipakai penghantar regang pada
isolator dengan jarak titik tumpu maksimum 1 meter, atau kabel
jenis tahan panas yang sesuai untuk suhu ruang itu.
• Pada tempat dengan bahaya kerusakan mekanis, penghantar
telanjang harus seluruhnya dilindungi dengan selungkup logam yang
kuat atau dengan alat yang sama mutunya untuk mencegah
bahaya sentuhan.
5. Ruang berdebu
• Seperti telah dinyatakan dalam Bab II tentang potensi bahaya di
ruang berdebu maka persyaratan ruang berdebu antara lain :
• Mesin dan pesawat harus dipasang, diatur dan dilindungi
demikian rupa sehingga perlengkapan tersebut tidak akan
mengalami kerusakan akibat debu yang ada di sekitarnya.
• PHB harus dari jenis tertutup dan kedap debu.
• Dalam ruang berdebu, kabel yang tidak berselubung hanya
boleh dipasang di dalam pipa instalasi dari logam yang berulir
atau harus ditempuh cara lain yang sederajat untuk
mencegah masuknya debu.
• Penghantar untuk perlengkapan randah (potabel) harus
digunakan kabel berselubung yang fleksibel.
• Penggunaan fitting lampu pijar dalam ruang berdebu, harus
terbuat dari bahan porselin atau bahan isolasi lain yang
sederajat.
6. Ruang radiasi
• Ruang radiasi sebagai contoh sinar X atau sinar Rontgen memiliki
potensi bahaya terutama bagi operator.
• Persyaratan ruang radiasi yang harus dipenuhi adalah sebagai
berikut :
• Seluruh permukaan lantai tempat perlengkapan sinar X berdiri
harus dilapisi bahan isolasi.
• Pada seluruh bagian logam yang tidak bertegangan dari
perlengkapan sinar X harus dipasang penghantar proteksi
yang baik.
• Sakelar harus mudah dicapai dan dikenal dengan jelas.
• Kabel flexibel yang digunakan harus dari jenis pemakaian
kasar dan berat atau dari jenis berselubung logam flexibel.
• Khusus untuk ruang radiasi tinggi semua instalasi perlengkapan
panel pengatur harus dipasang di luar ruang beradiasi.

BAB III PENUTUP