Anda di halaman 1dari 23

KONSEP DASAR

KESELAMATAN DAN KEAMANAN

Ria Anggara Hamba, S. Kep, Ns


Konsep keselamatan dan keamanan terkait dengan
kemampuan seseorang dalam menghindari bahaya, yang
ditentukan oleh pengetahuan dan kesadaran serta
motivasi orang tersebut untuk melakukan tindakan
pencegahan. Ada tiga faktor penting yang terkait dengan
keselamatan dan keamanan yaitu tingkat pengetahuan
dan kesadaran individu, kemampuan fisik dan mental
dalam mempraktikannya upaya pencegahan, serta
lingkungan fisik yang membahayakan atau berpotensi
menimbulkan bahaya (Nancy Roper, 2002).
Pemenuhan kebutuhan keamanan dan
keselamatan bertujuan melindungi tubuh agar
terbebas dari bahaya kecelakaan, baik pada
klien, petugas kesehatan atau individu yang
terlibat dalam upaya memenuhi kebutuhan
tersebut.
1. Definisi
Keselamatan (safety) adalah suatu keadaan
seseorang atau lebih yang terhindar dari
ancaman bahaya atau kecelakaan. Kecelakaan
merupakan kejadian yang tidak dapat diduga
dan tidak diharapkan yang dapat
menimbulkan kerugian. Sedangkan keamanan
(security) adalah kondisi aman dan tentram,
bebas dari ancaman atau penyakit.
2. Faktor yang mempengaruhi keselamatan dan keamanan
a. Usia
Anak-anak biasanya belum mengetahui tingkat
kebahayaan dari suatu lingkungan yang dapat
menyebabkan cedera pada mereka. Sedangkan
padaorang tua atau lansia umumnya akan mengalami
penurunan sejumlah fungsi organ yang dapat
menghambat kemampuan mereka untuk melindungi
diri misalnya lansia akan mudah sekali terjatuh atau
kerapuhan tulang.
b. Gangguan kesadaran
Segala bentuk gangguan kesadaran misalnya pengaruh
narkotik, obat penenang, alkohol, tidak sadar/coma, kurang
tidur dapat membahayakan keselamatan dan keamanan
seseorang.
c. Keadaan emosi
Emosi yang tidak stabil akan mengubah kemampuan
seseorang dalam mempersepsikan bahaya lingkungan
seperti kecemasan, depresi, dan marah akan mudah sekali
terjadi dan berpengaruh terhadap masalah keselamatan
dan keamanan.
d. Status mobilisasi
Klien dengan gangguan ektremitas misal keterbatasan
aktivitas, paralisis, kelemahan otot, kesadaran menurun
memudahkan terjadinya resiko tinggi mengalami cedera.
e. Perubahan persepsi – sensori
Persepsi-sensori yang akurat terhadap stimulus
lingkungan merupakan hal yang vital bagi keselamatan
individu. Individu yang mengalami gangguan persepsi-
sensori (pendengaran, penglihatan, penciuman) beresiko
tinggi mengalami cedera.
f. Kemampuan berkomunikasi
Klien dengan gangguan bicara atau afasia, tidak
dapatmembaca atau buta huruf beresiko mengalami
cedera.
G.Pengetahuan tentang keamanan
Informasi tentang keamanan sangat penting guna
menurunkan tingkat kebahayaan lingkungan. Dalam
hal ini perawat bertanggung jawab memberikan
informasi yang akurat kepada klien yang berada di
rumahsakit.
h. Lingkungan
kondisi lingkungan yang tidak aman dapat
mengancam keselamatan dan keamanan
individu antara lain lingkungan kerja yang
tidak aman, lingkungan perumahan didaerah
rawan (misal sungai, lereng pegunungan, jalan
raya, tingkat sosial ekonomi yang rendah.
3. Macam-macam bahaya berdasarkan kelompok usia
- Bayi dan anak prasekolah : kecelakaan dalam rumah tangga
yang dapat mengancam jiwa (misal tenggelam dikolam
renang).
- Usia sekolah :
 lingkungan sekolah, saranan tranfortasi, teman, aktivitas
setelah sekolah dapat menjadi ancaman bagi keselamatan
anak.
 cedera seperti jatuh, menyeberang.
 orang asing merupakan risiko ancaman tertinggi bagi anak,
ajarkan untuk tidak menerima ajakan dari orang asing.
 Olah raga misalnya bersepeda (90% penyebab kecelakaan atau kematian).
 Tenggelam
- Remaja
 Kecelakaan lalu lintas
 Praktik seksual remaja beresiko tinggi terkena PMS (pentakit menular seksual)
- Dewasa
 Gaya hidup, mengkonsumsi alkohol berlebihan, kecelakaan sepeda motor,
merokok
- Lansia
 Penyakit yang sering muncul antara lain sakit kepala
 Jatuh menjadi penyabab kematian pada 70 % lansia di atas 65 tahun
 Perubahan fisik dan gangguan sensori pada lansia
4. Pencegahan terhadap bahaya cedera
1. Bayi
Upaya melindungi keselamatan bayi dengan
menyediakan alat permainan yang lunak, tidak
berujung tajam, tidak meninggalkan botol bayi
yang masih penuh saat bayi masih menyusu,
menjauhkan benda-benda yang kecil, tajam,
beracun dari jangkauan bayi, menutup stop
kontak dan kabel dengan pembungkus khusus.
2. Anak-anak
Upaya perlindungan bagi anak antara lain
dengan menggunakan pengaman pada sisi
tempat tidur, tidak meninggalkan anak sendiri
saat duduk, berjalan, mandi dll, memasang
pengaman pintu yang kokoh dan aman,
mengajari anak sedini mungkin berenang
tetapi tetap dalam pengawasan.
3. Prasekolah
Ajarkan pada anak untuk tidak berbicara atau menerima
apapun dari orang asing, ajarkan anak untuk selalu berjalan
dipinggir dan meminta bantuan bila hendak menyeberang.
4. Usia sekolah
Ajarkan anak cara menggunakan alat bermain/beraktivitas,
ajarkan anak cara bersepeda yang aman dan ingatkan
mereka untuk selalu menggunakan helm dan pelindung kaki
dan tangan, tekankan rasa tanggung jawab pada anak
selama bermain atau berpergian.
5. Remaja
Ajarkan cara mengendarai mobil/sepeda
motor, ingatkan untuk mengendarai mobil
dalam batas kecepatan selalu menggunakan
sabuk keselamatan dan tidak mengendarai
mobil dalam keadaan mabuk, tekankan
bahaya penggunaan obat-obatan dan alkohol.
6. Dewasa
Ajarkan langkah-langkah penanganan stress dan
promosi kesehatan seperti rajin berolahraga,
berhenti merokok, tidak makan secara berlebihan,
tidak mengkonsumsi alkohol.
7. Lansia
Pasang pengaman pada tangga. Berikan penerangan
yang terang, pasang alas karet di bawah kamar
mandi, letakan karpet/keset pada lantai.
5. Macam-macam bahaya atau kecelakaan
a. Dirumah
• Tersedak
• Jatuh dari jendela atau tangga
• Tersiram air panas
• Luka tusuk atau gores
• Luka bakar
• Tenggelam
• Terkena pecahan kaca
• Jatuh dari sepeda
• Keracunan
• Terkunci dalam kamar
b. Dirumah sakit
• Mikroorganisme
• Kebisingan
• Temperatur
• Cedera atau jatuh
• Kesalahan prosedur
• Keracunan ijeksi
• Asfiksia
• kebakaran
c. Pencegahan kecelakaan di rumah sakit
• Mengkaji pasien kemampuan pasien untuk melindungi
diri sendiri dari kecelakaan
• Menjaga keselamatan pasien yang gelisah selama
berada di tempat tidur
• Menjaga keselamatan klien dari infeksi dengan
mempertahankan teknik aseptik, menggunakan alat
kesehatan sesuai tujuan.
• Menjaga keselamatan klien yang dibawa dengan kursi
roda
• Menghindari kecelakaan :
- Mengunci roda kereta dorong saat berhenti
- Tempat tidur dalam keadaan rendah dan ada
penghalang pada pasien yang gelisah
- Bel berada pada tempat yang mudah
dijangkau
- Kereta dorong ada penghalanya
• Mencegah kecelakaan pada pasien yang menggunakan
alat listrik misalnya suction, kipas angin.
• Mencegah kecelakaan pada klien yang menggunakan
alat yang mudah meledak seperti tabung oksigen
• Memasang label pada obat, botol, yang mudah terbakar
• Melindungi semaksimal mungkin klien dari infeksi
nosokomial seperti penempatan klien terpisah antara
infeksi dan non infeksi
• Mencegah terjadinya kebakaran akibat pemasangan alat
bantu penerangan
• Mempertahankan kebersihan lantai ruangan
dan kamar mandi
• Menyiapkan alat pemadam kebakaran dalam
keadaan siap pakai dan mampu
menggunakannya
• Mencegah kesalahan prosedur, identitas klien
harus jelas
Terima kasih
Wassalam