Anda di halaman 1dari 28

ASUHAN KEPERAWATAN

KETIDAKEFEKTIFAN PERFUSI
JARINGAN SEREBRAL DENGAN
TERAPI MUSIK PADA TN.M
DENGAN DIAGNOSA STROKE
NON HEMORAGIK DI UNIT
STROKE RSUD BANYUMAS

Oleh:
Viara Emilda Nilam Sari
P17420213075
Stroke Stroke Non Suplai oksigen didalam darah
Hemoragik

Stroke
Hemoragik ketidakefektifan
Kesadaran menurun,
gangguan bicara dan perfusi jaringan otak
Memposisikan kepala gangguan penglihatan
pasien 30 derajat, alih
baring 2 jam sekali,
memberikan oksigen,
monitor TTV dan
kesadaran
Terapi Musik

Perubahan
herniasi otak dan
tekanan
iskemik serebral
intrakranial,
Tujuan
Penulisa
n

Tujuan Tujuan
Umum Khusus
Manfaat Penulisan

Institusi
Penulisan
Rumah Pasien
Sakit /keluarga
TINJAUAN PUSTAKA

Stroke Non hemoragik adalah


suatu penyakit yang ditandai
Junaidi dengan perubahan dalam otak
(2011) yang terserang, akibat suplai
darah ke otak terhambat atau
terhenti
Etiologi

Faktor yang tidak Faktor yang bisa Faktor yang terakhir


dapat dirubah antara dirubah diantaranya yaitu faktor kebiasaan
lain yaitu jenis yaitu hipertensi, hidup seperti
kelamin, usia, adanya penyakit jantung, merokok, minum-
riwayat keluarga yang kolesterol yang tinggi, minuman alkohol,
menderita stroke. obesitas, diabetes menggunakan obat-
mellitus, polisetemia, obatan terlarang dan
stress emosional. aktifitas kurang sehat
seperti kurang
olahraga.
Ketidakefektifan Perfusi Jaringan
Serebral pada Stroke Non
Hemoragik
Herdman dan
Kamitsuru (2015)

Ketidakefektifan perfusi jaringan


otak adalah resiko penurunan
sirkulasi jaringan otak yang
mengganggu kesehatan
Patofisiologi
Penimbunan
lemak/kolester
Etiologi Thrombus
ol yang
meningkat
dalam darah

Stroke Non Infark pada Aterosklero


Hemoragik cerebral sis

Proses
metabolisme Suplai darah ketidakefekti
dalam otak dan oksigen ke fan perfusi
terganggu otak menurun jaringan otak
Pengelolaan
Frekuensi 40 Hz
Intervensi
Terapi musik Volume 40-60 dB
keperawatan ± 20-60 menit
Sehari dua kali

hormon endofrin nervus auditori Ditransmisikan


ossicles ditelinga
tengah dan
melalui cairan
Efek terapeutik rileks cochlear

Peningkatan Hemodinamika
kesadaran stabil
PENGKAJIA
N

EVALUA DIAGNOSI
SI S
Asuhan
Keperawat
an

IMPLEMENTA INTERVEN
SI SI
Resiko
Diagnosis yang Ketidakefektifan
muncul Perfusi jaringan
Otak
PENGKAJIAN

Pemeriksaan Pemeriksaan
Anamnesa
Fisik Penunjang
Circulation
Status
NOC
Tissue
Perencanaan Prefusion :
Keperawatan Cerebral

Manajemen
NIC
sensasi perifer
• rencana tindakan
keperawatan ditentukan
untuk memenuhi kebutuhan
Implementas klien secara optimal
i

• tekanan darah dalam rentang


yang diharapkan
• tidak ada tanda-tanda
Evaluasi peningkatan intrakranial
• tingkat kesadaran membaik
• kemampuan kognitif meningkat
Metoda Penelitian

Sampel

Lokasi

Teknik Pengumpulan Data

Analisa
LAPORAN KASUS
Pengkajian
Riwayat
PERUMUSAN MASALAH
Penatalaksanaan
NIC : Pemantauan neurologis : kesadaran
• Pantau tingkat kesadaran
• Pantau dan catat skor GCS
NIC : Monitoring vital sign
• Monitor tekanan darah, respirasi, nadi dan suhu
• Catat hasil monitoring vital sign
NIC : Promosi perfusi serebral
• Berikan terapi musik
• Baringkan klien (bed rest) total dengan posisi tidur
terlentang tanpa bantal.
NIC : Manajemen obat
• Berikan obat untuk memulihkan kerja otak : Citicolin 2x500
mg/hari, Piracetam 2x3 gram/hari.
• Berikan obat untuk mengurangi thrombus : CPG 1x75
gram/hari.
Pembahasan
Perumusan
pemantauan

Intervensi
Implementasi
• Pasien saat itu bed rest total dengan posisi tidur
terlentang tanpa bantal untuk mencegah
terjadinya herniasi otak.
• Memberikan terapi musik sehari sekali dengan
lama terapi 20 menit dan volume 40-60 dB untuk
memberikan efek relaksasi.
• Memberikan terapi farmakologi : injeksi citicolin
500 mg via IV diberikan dua kali sehari untuk
mencegah dan menurunkan tekanan intrakranial
dan injeksi piracetam 3 gram via IV dengan
frekuensi pemberian dua kali sehari yang
berfungsi memperbaiki neurotransmisi
Faktor
TERIMA KASIH