Anda di halaman 1dari 50

Rock Mass Classifications

 PENDAHULUAN
 Apa itu Klasifikasi Massa Batuan??
Merupakan suatu proses klasifikasi pada massa batuan yang
membagi suatu massa batuan kedalam suatu kelompok yang
memiliki sifat atau perilaku yang sama, yaitu kedalam kelas
massa batuan dengan berbagai kualitas

 Tujuan Klasifikasi Massa Batuan??


1. membagi massa batuan dalam kelas yang sama.
2. mengetahui komposisi dan karakteristik massa batuan
3. mengidentifikasi parameter yang terpenting yang
mempengaruhi perilaku massa batuan.
4. sebagai data kuntitatif didalam perkiraan awal penentuan
support pada struktur bawah tanah
5. perkiraan kekuatan dan sifat deformasi massa batuan
 PENDAHULUAN

 Klasifikasi massa batuan menguntungkan pada


tahap studi kelayakan dan desain awal dimana
sangat sedikit informasi yang tersedia mengenai
massa batuan, tegangan, dan hidrogeologi.

 Secara sederhana, klasifikasi massa batuan


digunakan sebagai sebuah check-list untuk
meyakinkan bahwa semua informasi penting
telah dipertimbangkan.
 Rock Mass Classifikations
 Klasifikasi Massa Batuan telah dikembangkan lebih dari
100 tahun yang lalu, sampai saat ini telah banyak dikenal
bermacam-macam sistem klasifikasi massa batuan.
 Akan dibahas 6 sisitem klasifikasi massa batuan yang
paling umum dan banyak dikenal, yaitu :
No Name of Classification Originator & date Country of Origin Applications

1 Rock Load Terzaghi, 1946 USA Tunnels with steel support

2 Stand-up time Lauffer, 1958 Austria Tunneling

3 Rock Quality Designation Deere, 1964 USA Core Logging, Tunneling

4 RSR Concept Wickham, et al. 1972 USA Tunneling

5 RMR System Bieniawski, 1973 South Africa Tunnels, mines, slopes

6 Q-system Barton, 1974 Norway Tunneling, chambers


1. Terzaghi's Rock Mass Classification (1946)
 Terzaghi(1946) memformulasikan penggunaan
metode klasifikasi massa batuan secara rasional
yang pertama
 Metode ini mengevaluasi beban batuan yang harus
ditahan oleh steel sets.
 Klasifikasi massa batuan ini ( Rock Load) menitik
beratkan pada karakteristik perilaku (behavior) dari
massa batuan, dan adanya gaya grafitasi merupakan
faktor utama dari gaya-gaya luar yang bekerja pada
terowongan.

 Gambaran utama dari klasifikasi Terzaghi adalah


sebagai berikut :
TERZAGHI'S Classification
Original Terzaghi’s Classification

Rock conditions Rock load, Hp (ft)


1. Hard and intact Zero
2. Hard stratified or schistose 0 – 0.5B
3. Massive, moderately jointed 0 – 0.25B
4. Moderately blocky and seamy 0.25B – 0.35 (B+Ht)
5. Very blocky and seamy (0.35 – 1.10) (B+Ht)
6. Completely crushed 1.10 (B+Ht)
7. Squeezing rock, moderate depth (1.10 – 2.10) (B+Ht)
8. Squeezing rock, great depth (2.10 – 4.50) (B+Ht)
9. Swelling rock Up to 250 ft
B = Tunnel width (ft), Ht = Tunnel height (ft)
Generalised Terzaghi’s Classification

Rock conditions Rock load, Hp (ft)


1. Hard and intact Zero
2. Hard stratified or schistose 0 – 0.5B
3. Massive, moderately jointed 0 – 0.25B
4. Moderately blocky and seamy 0.25B – 0.20 (B+Ht)
5. Very blocky and seamy (0.20 – 0.60) (B+Ht)
6. Completely crushed but chemically intact (0.60 – 1.10) (B+Ht)
6a. Sand and gravel (1.10 – 1.40) (B+Ht)
7. Squeezing rock, moderate depth (1.10 – 2.10) (B+Ht)
8. Squeezing rock, great depth (2.10 – 4.50) (B+Ht)
9. Swelling rock Up to 250 ft
B = Tunnel width (ft), Ht = Tunnel height (ft)
2. Classifications Involving Stand-Up Time
Lauffer (1958)
 Lauffer (1958) mengusulkan bahwa stand-up time
untuk span tidak disangga berhubungan dengan
kualitas massa batuan,
 Active unsupported span adalah lebar terowongan
atau jarak dari face ke penyangga, jika ini lebih
besar dari lebar terowongan.
 Stand- up time adalah jangka waktu dimana
terowongan dapat stabil tanpa penyangga sesudah
penggalian
Classifications Involving stand-up time
Classifications involving stand-up time

 Klasifikasi Lauffer telah dimodifikasi oleh banyak


pihak, yang terpenting adalah modifikasi yang
dilakukan oleh Pacher et al. (1974).

 Klasifikasi Pacher et al. ini sekarang menjadi bagian


dari New Austrian Tunnelling Method (NATM).

 Hal utama yang penting dari klasifikasi Lauffer-


Pacher ini adalah penambahan span terowongan akan
mengurangi langsung stand-up time
Classifications involving stand-up time

 Semakin besar span terowongan, semakin


singkat waktu yang harus digunakan untuk
pemasangan penyangga.
 Sebagai contoh, pilot tunnel kecil mungkin saja
dikonstruksi dengan penyangga minimal,
sedangkan terowongan dengan span yang lebih
besar pada massa batuan yang sama mungkin
tidak mantap jika penyangga tidak seketika
dipasang.
3. Rock Quality Designation (RQD)
(Deere, 1964)

 Deere adalah orang pertama yang menggunakan


parameter Rock Quality Designation (RQD) dalam
klasifikasi massa batuan, yang dihitung dari
contoh batuan yang di dapatkan dari pemboran inti

 RQD adalah modifikasi dari persentase perolehan


inti yang utuh dengan panjang 10 cm atau lebih

 Ukuran inti paling kecil berdiameter 54,7 mm


yang di bor menggunakan double tube core barrels
Rock Quality Designation Index (RQD)
Rock Quality Designation Index (RQD)

RQD (%) Kualitas Batuan

< 25 Sangat jelek (very poor)


25 - 50 Jelek (poor)
50 - 75 Sedang (fair)
75 - 90 Baik (good)
90 - 100 Sangat Baik (excellent)

Klasifikasi Massa batuan (Deere,1964)


Rock Quality Designation Index (RQD)

 Cording and Deere (1972), Merritt (1972), and


Deere and Deere (1988) telah mencoba
menghubungkan faktor rock load Terzaghi dengan
RQD didalam memperkirakan kebutuhan
penyangga untuk terowongan batauan.

 Palmstrom (1982) mengusulkan jika inti tidak


tersedia, RQD dapat diperkirakan dari jumlah
kekar-kekar (joints) per unit volume. Konversi
untuk massa batuan yang bebas lempung adalah :
RQD = 115 - 3.3 Jv

Jv : jumlah total kekar per m3


Rock Structure Rating (RSR)
 Konsep RSR dikembangkan oleh Wickham dan
kawan-kawan pada tahun 1972 di Amerika
Serikat.
 Konsepnya adalah metode kuantitatif untuk
mendiskripsikan kualitas massa batuan dan
untuk memilih penyangga yang tepat.
 Merupakan sistem klasifikasi massa batuan yang
relatif lebih lengkap dibanding dari ke tiga
klasifikasi sebelumnya
 Sistem pertama yang merekomendasikan
shotcrete
 Memperkenalkan konsep rating dari setiap
komponen
Rock Structure Rating (RSR)

RSR = A + B + C
Dimana :
- Parameter A : Penilaian umum dari struktur batuan
- Parameter B : Efek pola diskontinuitas terhadap arah
penggalian terowongan
- Parameter C : Efek aliran air tanah
PARAMETER A
GEOLOGI DAERAH UMUM

Basic Rock Type


Geological Structure
Hard Medium Soft Decomposed

Igneous 1 2 3 4
Slightly Moderately Intensively
Metamorphic 1 2 3 4 Massive Folded or Folded or Folded or
Faulted Faulted Faulted
Sedimentary 2 3 4 4

Type 1 30 22 15 9

Type 2 27 20 13 8

Type 3 24 18 12 7

Type 4 19 15 10 6
PARAMETER B
POLA KEKAR, ARAH PENGGALIAN
Strike  to Axis Strike  to Axis

Direction of Drive Direction of Drive

Average joint spacing Both With Dip Against Dip Either Direction

Dip of Prominent Jointsa) Dip of Prominent Jointsa)

Flat Dipping Vertical Dipping Vertical Flat Dipping Vertical

1. Very closely jointed, < 2 in 9 11 13 10 12 9 9 7

2. Closely jointed, 2-6 in 13 16 19 15 17 14 14 11

3. Moderately jointed, 6-12 in 23 24 28 19 22 23 23 19

4. Moderate to blocky, 1-2 ft 30 32 36 25 28 30 28 24

5. Blocky to massive, 2-4 ft 36 38 40 33 35 36 34 28

6. Massive, > 4 ft 40 43 45 37 40 40 38 34
a) Flat = 0-20O, Dipping = 20-50O, Vertical = 50-90O
PARAMETER C
AIR TANAH, KONDISI KEKAR

Sum of Parameters A + B

Anticipated water inflow 13 - 44 45 - 75


gpm/1000 ft of tunnel Joint Conditionb)

Good Fair Poor Good Fair Poor

None 23 24 28 19 22 23

Slight, < 200 gpm 30 32 36 25 28 30

Moderate, 200-1000 gpm 36 38 40 33 35 36

Heavy, > 1000 gpm 40 43 45 37 40 40


b) Good = tight or cemented
Fair = slightly weathered or altered
Poor = severely weathered, altered or open
RSR SUPPORT ESTIMATES:
24 FT. (7.3 M) DIAMETER CIRCULAR TUNNEL
GEOMECHANICS CLASSIFICATION(RMR SYSTEM)
BIENIAWSKI
 Bieniawski (1973) untuk pertama kali
mempublikasikan sebuah klasifikasi massa batuan
yang disebut Geomechanics Classification atau Rock
Mass Rating (RMR) system.
 Selama bertahun-tahun, sistem ini telah diperbaiki
dengan semakin banyaknya studi kasus yang
dikumpulkan.
 Pembahasan RMR kali ini berdasarkan dari versi
klasifikasi tahun 1989
Rock Mass Rating (RMR) System

 Enamparameter yang digunakan untuk


mengklasifikasikan massa batuan
menggunakan RMR system:
 kuat tekan uniaksial contoh batuan,
 Rock Quality Designation (RQD),
 spasi bidang diskontinu,
 kondisi bidang diskontinu,
 kondisi air tanah,
 orientasi bidang diskontinu.
Rock Mass Rating (RMR) System

 Dalam menerapkan sistem ini, massa


batuan dibagi menjadi seksi-seksi menurut
struktur geologi dan masing-masing seksi
diklasifikasikan secara terpisah.
 Batas-batas seksi umumnya struktur
geologi mayor seperti patahan atau
perubahan jenis batuan.
 Perubahan signifikan dalam spasi atau
karakteristik bidang diskontinu mungkin
menyebabkan jenis massa batuan yang
sama dibagi juga menjadi seksi-seksi.
Rock Mass Rating (RMR) System

Parameter Range of Values


For this low range -
PLI > 10 MPa 4 – 10 MPa 2 – 4 MPa 1 – 2 MPa
Strength of intact UCS test is preferred
1 rock material 5 – 25 1–5 <1
UCS > 250 MPa 100 - 250 MPa 50 - 100 MPa 25 – 50 MPa
MPa MPa MPa
Rating 15 12 7 4 2 1 0
Drill core quality RQD 90% - 100% 75% - 90% 50% - 75% 25% - 50% < 25%
2
Rating 20 17 13 8 3
Spacing of discontinuities >2m 0.6 – 2 m 200 – 600 mm 60 – 200 mm < 60 mm
3
Rating 20 15 10 8 5
Slickensided surfaces
Slightly rough Slightly rough Soft gouge >5 mm
Very rough surfaces or
surfaces surfaces thick
Not continuous Gouge < 5 mm thick
Condition of discontinuities Separation < 1 mm Separation < 1 mm or
4 No separation or
Slightly weathered Highly weathered Separation > 5 mm
Unweathered wall Separation 1-5 mm
walls walls Continuous
Continuous
Rating 30 25 20 10 0
Inflow per 10 m
None < 10 10 - 25 25 - 125 125
tunnel length (l/m)
Ground
(Joint water press)/
5 water 0 < 0.1 0.1 – 0.2 0.2 – 0.5 > 0.5
(Major principal σ)
General conditions Completely dry Damp Wet Dripping Flowing
Rating 15 10 7 4 0
Rock Mass Rating (RMR) System

<1m 1–3m 3 – 10 m 10 – 20 m > 20 m


Discontinuity length (persistence)
6 4 2 1 0
None < 0.1 mm 0.1 – 1.0 mm 1 – 5 mm > 5 mm
Separation (aperture)
6 5 4 1 0
Very rough Rough Slightly rough Smooth Slickensided
Roughness
6 5 3 1 0
None Hard filling < 5 mm Hard filling > 5 mm Soft filling < 5 mm Soft filling > 5 mm
Infilling (gouge)
6 4 2 2 0
Unweathered Slightly weathered Moderately weathered Highly weathered Decomposed
Weathering
6 5 3 1 0
Rock Mass Rating (RMR) System

Ratings
81 – 100 61 – 80 41 – 60 21 – 40 < 21
Class number I II III IV V
Description Very good rock Good rock Moderate rock Poor rock Very poor rock
Average stand-up time 20 yrs for 15 m span 1 year for 10 m span 1 week for 5 m span 10 hrs for 2.5 m span 30 min for 1 m span
Cohesion of rock mass (kPa) > 400 300 – 400 200 – 300 100 – 200 < 100
Friction angle of rock mass (deg) > 45 35 – 45 25 – 35 15 – 25 < 15
Rock Mass Rating (RMR) System
Rock Tunnelling Quality Index
(Barton et al, 1974)
 Berdasarkan sejumlah besar kasus penggalian
bawah tanah, Barton et al. (1974) dari
Norwegian Geotechnical Institute mengusulkan
Tunnelling Quality Index (Q) untuk penentuan
karakteristik massa batuan dan kebutuhan
penyangga.
 Nilai numerik indeks Q bervariasi secara
logaritmik dari 0.001 sampai 1000.
Rock Tunnelling Quality Index – Q

RQD Jr Jw
Q x x
Jn Ja SRF

 RQD = Rock Quality Designation


 Jn = Joint set number

 Jr = Joint roughness Number

 Ja = Joint alteration number

 Jw = Joint water reduction number

 SRF = Stress reduction factor


Rock Tunnelling Quality Index : RQD/Jn
 Menunjukkan struktur massa batuan.
 Perkiraan kasar ukuran blok atau partikel.
 Dua nilai ekstrim (100/0.5 and10/20) berbeda
sampai 400 kali.
 Jika diinterpretasi dengan satuan cm, ukuran
partikel adalah 200 sampai to 0.5 cm  kasar tapi
cukup realistik.
 Blok terbesar mungkin beberapa kali ukuran ini
dan partikel terkecil kurang dari setengah kali
nilai minimum di atas (partikel lempung tentu
saja tidak termasuk).
Rock Tunnelling Quality Index :Jr/Ja
 Menunjukkan kekasaran dan karakteristik geser
dinding kekar atau material pengisi.
 Pembobotan didasarkan pada kekar kasar dan tak
teralterasi pada kontak langsung.
 Permukaan demikian akan mendekati kekuatan
puncak yang akan sangat berubah jika mengalami
penggeseran.
 Jika kekar terisi mineral lempung, kekuatan akan
sangat berkurang.
Rock Tunnelling Quality Index: Jw/SRF
 SRF merupakan ukuran:
 pengurangan beban pada penggalian melalui
zona geseran dan lempung,
 tegangan batuan pada batuan keras,
 beban squeezing pada batuan plastik lemah.
 SRF dapat dianggap sebagai parameter
tegangan total.
Rock Tunnelling Quality Index: Jw/SRF
 Jw merupakan ukuran tekanan air yang dapat
memberikan pengaruh merugikan pada kekuatan
geser kekar karena pengurangan tegangan normal
efektif.
 Selain itu, air dapat melemahkan dan mungkin
menghilangkan material pengisi pada kekar yang
terisi lempung.
 Merupakan faktor empiris yang rumit untuk
menggambarkan “tegangan aktif”.
Rock Tunnelling Quality Index – Q

 Jadi,
indeks Q dapat dianggap sebagai
fungsi dari tiga parameter, yang
merupakan perkiraan kasar dari:
 Ukuran blok (RQD/Jn)
 Kekuatan geser antar blok (Jr/Ja)
 Tegangan aktif (Jw/SRF)
Rock Tunnelling Quality Index : RQD

Description Value Notes


A Very poor 0 – 25
1. Where RQD is reported or measured as ≤ 10 (including 0),
B Poor 25 – 50
a nominal value of 10 is used to evaluate Q.
C Fair 50 – 75
2. RQD intervals of 5, i.e. 100, 95, 90 etc. are sufficiently
D Good 75 – 90
accurate.
E Excellent 90 – 100
Rock Tunnelling Quality Index : Jn

Description Value Notes


A Massive, no or few joints 0.5 – 1.0
B One joint set 2
C One joint set plus random 3
D Two joint sets 4
1. For intersections use (3.0 × Jn)
E Two joint sets plus random 6
F Three joint sets 9 2. For portals use (2.0 × Jn)
G Three joint sets plus random 12
Four or more joint sets, random,
H 15
heavily jointed, 'sugar cube', etc.
J Crushed rock, earthlike 20
Rock Tunnelling Quality Index : Jr

Description Value Notes


a. Rock wall contact
b. Rock wall contact before 10 cm shear
A Discontinuous joints 4
B Rough and irregular, undulating 3
1. Add 1.0 if the mean spacing of
C Smooth undulating 2 the relevant joint set is greater
D Slickensided undulating 1.5 than 3 m.
E Rough or irregular, planar 1.5
2. Jr = 0.5 can be used for planar,
F Smooth, planar 1.0 slickensided joints having
G Slickensided, planar 0.5 lineations, provided that the
lineations are oriented for
c. No rock wall contact when sheared minimum strength.
Zones containing clay minerals thick 1.0
H
enough to prevent rock wall contact (nominal)
Sandy, gravely or crushed zone thick 1.0
J
enough to prevent rock wall contact (nominal)
Rock Tunnelling Quality Index :Ja

fr (deg)
Description Value Notes
(approx.)
a. Rock wall contact
Tightly healed, hard, non-softening,
A 0.75
impermeable filling
B Unaltered joint walls, surface staining only 1.0 25 – 35
Slightly altered joint walls, non-softening Values of fr, the residual friction
C mineral coatings, sandy particles, clay-free 2.0 25 – 30 angle, are intended as an
disintegrated rock, etc. approximate guide to the
mineralogical properties of the
Silty-, or sandy-clay coatings, small clay- alteration products, if present.
D 3.0 20 – 25
fraction (non-softening)
Softening or low-friction clay mineral coatings,
i.e. kaolinite, mica. Also chlorite, talc, gypsum
E 4.0 8 – 16
and graphite etc., and small quantities of swelling
clays. (Discontinuous coatings, 1 - 2 mm or less)
Rock Tunnelling Quality Index : Ja

fr (deg)
Description Value Notes
(approx.)
b. Rock wall contact before 10 cm shear
F Sandy particles, clay-free, disintegrating rock etc. 4.0 25 – 30
Strongly over-consolidated, non-softening
G 6.0 16 – 24 Values of fr, the residual friction
clay mineral fillings (continuous < 5 mm thick)
angle, are intended as an
Medium or low over-consolidation, softening approximate guide to the
H 8.0 12 – 16
clay mineral fillings (continuous < 5 mm thick) mineralogical properties of the
Swelling clay fillings, i.e. montmorillonite, alteration products, if present.
(continuous < 5 mm thick). Values of Ja
J 8.0 – 12.0 6 – 12
depend on percent of swelling clay-size
particles, and access to water.
Rock Tunnelling Quality Index : Ja

fr (deg)
Description Value Notes
(approx.)
c. No rock wall contact when sheared
K Zones or bands of disintegrated or crushed. 6.0
L rock and clay (see G, H and J for clay 8.0 Values of fr, the residual friction
angle, are intended as an
M conditions). 8.0 – 12.0
approximate guide to the
Zones or bands of silty- or sandy-clay, small 6 – 24 mineralogical properties of the
N 5.0
clay fraction, non-softening. alteration products, if present.
O Thick continuous zones or bands of clay. 10.0 – 13.0
P & R. (see G.H and J for clay conditions). 6.0 – 24.0
Rock Tunnelling Quality Index : Jw

Approx.
Water
Description Value Notes
Press.
(kgf/cm2)
Dry excavation or minor inflow
A 1.0 < 1.0
i.e. < 5 l/m locally
Medium inflow or pressure, occasional 1. Factors C to F are crude
B 0.66 1.0 – 2.5
outwash of joint fillings estimates; increase Jw if
Large inflow or high pressure in competent drainage is installed.
C 0.5 2.5 – 10.0
Rock with unfilled joints
2. Special problems caused by
D Large inflow or high pressure 0.33 2.5 – 10.0 ice formation are not
Exceptionally high inflow or pressure considered.
E 0.2 – 0.1 > 10
at blasting, decaying with time
F Exceptionally high inflow or pressure 0.1 – 0.05 > 10
Rock Tunnelling Quality Index : Jw

Description SRF Notes


a. Weakness zones intersecting excavation, which may
cause loosening of rock mass when tunnel is excavated
Multiple occurrences of weakness zones containing clay or
A chemically disintegrated rock, very loose surrounding rock 10.0
(any depth)
Single weakness zones containing clay, or chemically
B 5.0
disintegrated rock (excavation depth < 50 m)
Reduce these values of SRF by 25 -
Single weakness zones containing clay, or chemically 50% but only if the relevant shear
C 2.5
disintegrated rock (excavation depth > 50 m) zones influence do not intersect
Multiple shear zones in competent rock (clay free), loose the excavation
D 7.5
surrounding rock (any depth)
Single shear zone in competent rock (clay free) (depth of
E 5.0
excavation < 50 m)
Single shear zone in competent rock (clay free) (depth of
F 2.5
excavation > 50 m)
G Loose open joints, heavily jointed or 'sugar cube' (any depth) 5.0
Rock Tunnelling Quality Index : Jw

Description SRF Notes


b. Competent rock, rock stress problems sc/s1 st/s1
H Low stress, near surface > 10 > 10 2.5 1. For strongly anisotropic
J Medium stress 200 – 10 13 – 0.66 1.0 virgin stress field (if
measured): when
High stress, very tight structure
5≤σ1/σ3≤10, reduce σc to
K (usually favourable to stability, may 10 – 5 0.66 – 0.33 0.5 – 2
0.8σc and σt to 0.8σt.
be unfavourable to wall stability)
When σ1/σ3 > 10, reduce
L Mild rockburst (massive rock) 5 – 2.5 0.33 – 0.16 5 – 10 σc to 0.6σc and σt to
0.6σt.
M Heavy rockburst (massive rock) < 2.5 < 0.16 10 – 20
c. Squeezing rock, plastic flow of incompetent rock under influence 2. Few case records
of high rock pressure available where depth of
N Mild squeezing rock pressure 5 – 10 crown below surface is
less than span width.
O Heavy squeezing rock pressure 10 – 20 Suggest SRF increase
d. Swelling rock, chemical swelling activity depending on presence of water from 2.5 to 5 for such
cases (see H).
P Mild swelling rock pressure 5 – 10
R Heavy swelling rock pressure 10 – 15
Rock Tunnelling Quality Index:
Classification of SRF (Grimstad & Barton, 1993)

(Barton et al, 1974)


Description SRF
b. Competent rock, rock stress problems sc/s1
L Mild rockburst (massive rock) 5 – 2.5 5 – 10
M Heavy rockburst (massive rock) < 2.5 10 – 20

(Grimstad & Barton, 1993)


Description SRF
b. Competent rock, rock stress problems sc/s1
Moderate slabbing after >1 hour in
5–3 5 – 50
massive rock
L
Slabbing and rockburst after a few
3–2 50 – 200
minutes in massive rock
M Heavy rockburst (massive rock) <2 200 – 400
Rock Tunnelling Quality Index:
ESR and De
 Untuk menghubungkan nilai Q dengan
kebutuhan penyangga, Barton et al. (1974)
mendefinisikan parameter tambahan Dimensi
Ekivalen (Equivalent Dimension), De, dari
lubang bukaan.
 Dimensi ini diperoleh dengan membagi span
(lebar atau tinggi) lubang bukaan dengan
Excavation Support Ratio, ESR:
Rock Tunnelling Quality Index:
ESR and De

Excavationspan, diameteror height(m)


De 
ExcavationSupportRatio,ESR

 Nilai ESR berhubungan dengan tujuan


penggunaan lubang bukaan dan tingkat
keamanan yang dipersyaratkan bagi sistem
penyangga untuk menjamin kemantapan lubang
bukaan
Rock Tunnelling Quality Index:
ESR and De

Excavation category ESR


A Temporary mine openings. 3–5
B Permanent mine openings, water tunnels for hydro power 1.6
(excluding high pressure penstocks), pilot tunnels, drifts and
headings for large excavations.
C Storage rooms, water treatment plants, minor road and 1.3
railway tunnels, surge chambers, access tunnels.
D Power stations, major road and railway tunnels, civil defence 1.0
chambers, portal intersections.
E Underground nuclear power stations, railway stations, 0.5
sports and public facilities, factories.
Rock Tunnelling Quality Index:
Estimated Support Categories

Anda mungkin juga menyukai