Anda di halaman 1dari 28

PEMELIHARAAN PIPA

NASOGASTRIK DAN
GASTROINTESTINAL
HEINZ FRICK
NUTRISI ENTERAL
DEFINISI:
•SEMUA MAKANAN YANG LEWAT SALURAN CERNA
•SEMUA MAKANAN CAIR YANG DIMASUKKAN KEDALAM TUBUH LEWAT
SALURAN CERNA : BAIK MELALUI MULUT ( ORAL), SELANG
NASOGASTRIK, MAUPUN SELANG MELALUI LUBANG STOMA GASTER
(GASTROTOMI) ATAU LUBANG STOMA JEJUNUM (JEJUNUSTOMI)
•MAKANAN CAIR YANG DIBERIKAN MELALUI SONDE (TUBE FEEDING)
TUJUAN PEMBERIAN NUTRISI
ENTERAL
TAMBAHAN (SUPLEMENTASI)
DIGUNAKAN PADA PASIEN YANG MASIH DAPAT MAKAN/MINUM TETAPI
TIDAK DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN ENERGI DAN PROTEIN
PENGOBATAN
DIGUNAKAN UNTUK MENCUKUPI PEMENUHAN GIZI BILA PASIEN TIDAK
DAPAT MAKAN SAMA SEKALI.
INDIKASI NUTRISI ENTERAL
•Ketidakmampuan makan secara normal
•Obstruksi dari saloran gastrointestinal
•Physiological detterents to food intake
•Protein energi malnutrisi
•Gangguan kejiwaan
KONTRAINDIKASI NUTRISI ENTERAL

Severe acute pancreatitis


Obstruksi GI
Tidak dapat mendapat akses
Intractable vomiting or diarrhea
Perdarahan GI

ASPEN. The science and practice of nutrition support. A case-based core curriculum. 2001; 143
Nasogastric Tubes
Nasogastric Tubes
DefiniSI
Suatu tube yang dimasukkan melalui jalur nasal ke dalam lambung
Indikasi:
Pemberian makan jangka waktu singkat
Pada pasien dengan gag reflex intak
Tidak ada gangguan fungsi Gastric
French Units—Ukuran Tube
Diameter dari feeding tube diukur dengan
French unit
1F = 33 mm diameter
Feeding tube sizes differ for formula types and
administration techniques
Umumnya tube ukuran kecil lebih nyaman dan
sesuai untuk NG atau NJ feeding
Mudah tersumbat dengan viscous formula atau
formula mixtures
Nasogastric Tubes
Keuntungan :
Pemasangan tube yang mudah
Tidak memerlukan pembedahan
Mudah untuk memeriksa gastric residuals
Nasogastric Tubes
Kerugian :
Resiko aspirasi meningkat
Tidak cocok untuk pasien dengan fungsi gastrik
compromised
Dapat menyebabkan nekrosis nasal dan
esophagitis
Berpengaruh pada kualitas hidup pasien
Nasoduodenal/Jejunal
Definisi
Suatu tube yang dimasukkan melalui jalur nasal ke
gaster berlanjut ke duodenum atau jejunum

Indikasi:
resiko aspirasi tinggi
Terdapat gangguan fungsi Gastrik
Nasoduodenal/Jejunal
Keuntungan :
Untuk inisiasi “enteral feeding” dini
Dapat mengurangi resiko aspirasi
Tidak memerlukan operasi
Nasoduodenal/Jejunal
Kerugian:
Sulit untuk pemasangan tube Transpyloric
Terbatas pada continuous infusion
Dapat menyebabkan nekrosis nasal dan
esophagitis
Berpengaruh pada kualitas hidup patien
Perawatan Nasogastrik Tube
•Monitoring Pasien :pencacatan cairan drainase yang keluar dan nilai
fungsi saluran cerna
•Evaluasi peralatan: posisi penempatan pipa/tube sudah sesuai.
•Lalukan irigasi untuk memastikan patensi pipa , mencegah kerusakan
pada mukosa lambung
Cara irigasi Nasogastrik Tube:
•Pastikan jadwal irigasi sesuai instruksi dokter
•Masukkan 10 cc udara kemudian lakukan auskultasi di daerah
epigastrium dengan stetoskop dan aspirasi kembali isi lambung
•Catat jumlah cairan yang didapat pada siring atau kateter siring 60 cc
untuk mengevaluasi intake serta output yang akurat.
•Secara perlahan masukkan irigan kedalam NGT
•Aspirasi cairan menggunakan siring atau siring kateter 60 cc.
Gastrostomy-
Jejunosotomy
Enterostomy Placement
Gastrostomy
Jejunostomy
Gastrostomy
Definisi
Suatu feeding tube yang masuk ke lambung melalui
dinding abdomen. Dapat dipasang dengan operasi
atau endoskopi
Indications:
Untuk support nutrisi jangka waktu lama
Fungsi gastrik tidak ada gangguan
Gag refleks intak
Gastrostomy
Kerugian:
Memerlukan operasi untuk pemasangannya
Memerlukan Stoma care
Terdapat potensi untuk kebocoran atau tube
terlepas.
Gastrostomi
Perawatan gastrostomi
Stoma Care: selalu menerapkan cuci tangan untuk kontrol infeksi
sebelum feeding dan pemberian obat dan menggunakan sarung tangan
non steril.
•Perawatan imidiate setelah pemasangan(14 hari):
◦ > Perlakukan entry site sebagai luka operasi untuk 48 jam I
◦ > Pertahankan tetap bersih dan kering
◦ > Laporkan bila ada disharge dan periksalah untuk penyebabnya: infeksi
fungal atau bakteri, benda asing.
◦ > pemberian dressing sterildan ganti setiap hari
◦ > Setelah 48 jam tubes non sutured perlu dirotasi 360 derajat per 24 jam.
Tubes perlu didorong masuk 5 mm , rotasi 360 derajat, dan perlahan ditarik
kembali untuk mencegah “ burried bumper syndrom”
◦ Tubes yang disuture perlu di rotasi segera setelah jahitan dilepas
Perawatan Jangka panjang
 Jagalah kulit disekitar gastrotomi tetap kering dan bersih
Tube harus didorong 5 mm dan dirotasi dan perlahan ditarik kembali
setiap hari (bila tidak dijahit)
Tidak dianjurkan menggunakan preparat topikal kecuali diresepkan
dokter
Pemeriksaan pengembangan ballon gastrotomi di periksa setiap minggu
Bila gastrotomi tube terlepas harus segera dipasang kembali,
disarankan dalam 1-2 jam untuk mencegahpenutupan stoma
Jejunostomi
Definisi
Suatu feeding tube yang masuk ke jejunum melalui
dinding abdominal. Dapat dipasang dengan
endoscopik atau pembedahan
Indikasi:
Opsi feeding Long-term untuk patients dengan
resiko aspirasi tinggi atau dengan fungsi gastrik
compromised
Jejunostomy
Kelebihan:
Post-op feedings dapat segera diinisiasi
Menurunkan resiko aspirasi
Sesuai untuk patien dengan compromised gastric
function
Pada patien stabil dapat mentoleransi intermittent
feedings
Perawatan Jejunustomi tube
Pada awal pemasangan:
•Amati adanya perdarahan atau pembengkakan pada tempat
pemasangan
•Jangan merotasi tube
•Suture eksternal harus dilepas setelah 7 hari pemasangan
•Untuk minggu pertama setelah pemasangan lakukan pembersihan
dengan teknik aseptik. Berikan dressing steril
•Hindari mandi berendam selama 14 hari
Perawatan stoma care
 Bersihkan lokasi tempat pemasangan dengan kain bersih dan sabun,
cuci dan keringkan
Hindari penggunaan dressing kecuali terdapat exudat
Reposisi fiksator eksternal setelah pembersihan stoma
Jangan merotasi tube
TERIMAKASIH