Anda di halaman 1dari 17

“KELAINAN SIRKULASI, CAIRAN

TUBUH DAN ASAM BASA “

PATOFISIOLOGI
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 5

Mita Oktaviyani (1614401059)


Hanifatul Ata Hiroh (1614401074)
Ni Gd Eka Saputri (1614401084)
Shintia Widyastuti (1614401094)

TINGKAT II REGULER II
PENGERTIAN SISTEM
SIRKULASI

Sistem sirkulasi darah adalah suatu sistem organ


yang berfungsi memindahkan zat ke dalam dari
sel. Sistem ini juga menolong stabilisasi suhu dan
pH tubuh (bagian dari homeostasis).

Kelainan pada Sistem Peredaran Darah Manusia


adalah kelainan atau penyakit yang terjadi pada
sistem peredaran atau sirkulasi darah manusia
baik yang disebabkan oleh faktor internal maupun
faktor eksternal
KELAINAN SIRKULASI, CAIRAN
TUBUH DAN ASAM BASA

• Edema

• Hyperaemia / Congestion /
Pembendungan

• Perdarahan

• Trombosis

• Emboli
EDEMA

Edema adalah penimbunan cairan secara


berlebihan diantara sel-sel tubuh atau di dalam
berbagai rongga tubuh.
• Patogenesis Edema:
1) kenaikan permeabilitas pembuluh darah.
2) obstruksi saluran limfe

• Etiologi edema ada beberapa, yaitu:


1) Tekanan hidrostatik
2) Obstruksi saluran limfe
3) Kenaikan permeabilitas dinding pembuluh
4) Penurunan konsentrasi protein.
LANJUTAN ...

Dalam edema, cairan yang tertimbun digolongkan


menjadi 2, yaitu :
• Transudat
• Eksudat

Macam-macam oedema: Oedema ada yang


setempat dan ada juga yang menyeluruh atau
umum disebut oedema anasarka.
Jenis oedema:
• Pitting oedema
• Non pitting oedema
HYPERAEMIA / CONGESTION /
PEMBENDUNGAN

Kongesti/ hiperemia merupakan suatu keadaan


dimana terdapat darah secara berlebihan di
dalam pembuluh darah pada daerah tertentu.
Daerah dimana terjadi kongesti biasanya
berwarna merah atau ungu, hal ini terjadi karena
bertambahnya darah di dalam jaringan.

Pada dasarnya terdapat dua mekanisme dimana


kongesti dapat timbul:
• Kenaikan jumlah darah yang mengalir ke
daerah
• Penurunan jumlah darah yang mengalir dari
daerah
JENIS KONGESTI

Kongesti Akti
Disebut kongesti aktif jika aliran darah bertambah dan
menimbulkan kongesti. Hal ini artinya ada lebih banyak
darah yang mengalir ke daerah itu dari biasanya.
Kongesti Pasif
Kongesti pasif tidak menyangkut kenaikan jumlah darah
yang mengalir ke suatu daerah, tetapi lebih merupakan
suatu gangguan aliran darah dari daerah itu.
Berdasarkan waktu serangannya, kongesti pasif dibagi 2,
yaitu :
• Kongesti pasif akut : berlangsung singkat, tidak ada
pengaruh pada jaringan yang terkena.
• Kongesti pasif kronis : berlangsung lama, dapat terjadi
perubahan- perubahan yang permanen pada jaringan,
terjadi dilatasi vena.
PERDARAHAN

Perdperdarahan adalah keluarnya darah dari sistem


kardiovaskuler, disertai penimbunan dalam jaringan atau
ruang tubuh atau disertai keluarnya darah dari tubuh.han

Tempat terjadinya Etiologi perdarahan :


perdarahan :  Kerusakan pembuluh darah
 Kulit  Trauma
 Proses patoloogik
 Mukosa
 Penyakit yang
 Serosa berhubungan dengan
 Selaput rongga sendi gangguan pembekuan
darah.
 Kelainan pembuluh darah.
Perdarahan dapat bersifat local atau sistemik
Perdarahan local
Tergantung lokasi perdarahan, bila lokasinya
tidak vital maka tidak tampak gejala (tidak
penting), sedangkan bila lokasinya vital, seperti
pada: Medulla oblongata, akan timbul kematian.
-Otak, mengganggu fungsi otak sehingga dapat
terjadi kelumpuhan.
-Rongga pleura, mengakibatkan volume paru
mengecil
Perdarahan sistemik
Tergantung dari cepat dan banyaknya
perdarahan. Bila akut dan banyak maka dapat
TROMBOSIS

Trombosis adalah proses proses pembentukan


bekuan darah atau koagulum dalam sistemVaskuler
(pembuluh darah atau jantung) pada manusia.
Trombosis ini memiliki nilai penting dalam kasus
perdarahan. Koagulum darah (thrombus) adalah
suatu massa yang tersusun dari unsur-unsur darah
didalam pembuluh darah. Thrombus dapat
merupakan sumbatan hemostatis yang efektif yang
terbukti membahayakan.
Etiologi Trombus

1) Kelainan dinding dan lapisan


pembuluh darah/ perubahan pada
permukaan endotel pembuluh darah.
2) Kelainan aliran darah/perubahan
pada aliran darah.
3) Peningkatan daya koagulasi darah/
perubahan pada konstitusi darah
EMBOLI

Emboli yaitu suatu benda asing yang tersangkut pada


suatu tempat dalam sirkulasi darah. Prosesnya disebut
Embolisme. Emboli dapat berasal dari trombus
(tromboemboli) dalam jantung, Trombus dalam vena dan
trombus dalam arteri.
Embolus dapat berupa :
 Benda padat yang berasal dari trombus, sel kanker
ataupun dari kelompok bakteri dan jaringan.
 Benda cair yang berasal dari zat lemak maupun cairan
amnion ataupun benda asing yang disuntikkan ke
dalam sistim kardiovaskular.
 Benda gas, dapat berasal dari udara, nitrogen dan
CO2.
Gangguan
keseimbangan asam
basa
1. Keseimbangan Asam Basa
Derajat keasaman merupakan suatu sifat kimia yang
penting dari darah dan cairan tubuh lainnya. Satuan
derajat keasaman adalah pH. Klasifikasi pH
 pH 7,0 adalah netral
 pH diatas 7,0 adalah basa (alkali)
 pH dibawah 7,0 adalah asam
Faktor-faktor yang berpengaruh dalam keseimbangan
asam basa yaitu :
a. Konsentrasi ion hidrogen [H+]
b. Konsentrasi ion bikarbonat [HCO3-]
c. pCO2
2. Definisi Keseimbangan Asam Basa
Asam adalah setiap senyawa kimia yang melepas
ion hidrogen kesuatu larutan atau kesenyawa biasa.
Contoh asam klorida ( HCl), hidrogen ( H+) dan ion
klorida ( Cl-). Contoh, ion bikarbonat HCO3-, adalah
suatu basa karena dapat menerima ion H+ untuk
membentuk asam karbonat (H2CO3).
Keseimbangan asam-basa adalah mekanisme
yang digunakan tubuh untuk menjaga cairan ke
tingkat netral (tidak asam atau basa) sehingga
tubuh dapat berfungsi dengan baik.
3. Gangguan Metabolic
Gangguan metabolic salah satunya yaitu asidosis
metabolik yakni keasaman darah yang berlebihan,
yang ditandai dengan rendahnya kadar bikarbonat
dalam darah. Bila peningkatan keasaman melampaui
sistem penyangga pH, darah akan benar-benar
menjadi asam.
Penyebab asidosis metabolik dapat dikelompokkan
kedalam 3 kelompok utama:
1) Jumlah asam dalam tubuh dapat meningkat jika
mengkonsumsi suatu asam atau suatu bahan yang
diubah menjadi asam.
2) Tubuh dapat menghasilkan asam yang lebih
banyak melalui metabolisme.
TERIMAKASIH
THANK YOU