Anda di halaman 1dari 51

PENILAIAN CEPAT &

MANAJEMEN SEGERA
BAYI BARU LAHIR
Dr. Irene K.L.A. Davidz, SpA, M.Kes
PENILAIAN CEPAT & MANAJEMEN
SEGERA
• Bayi dgn TANDA BAHAYA
Tidak ditangani
MENINGGAL
• Nilai secepat mungkin setiap BBL dan bayi dgn
kegawatan
• Nilai ulang setelah pemberian terapi atau bila
memburuk
PENILAIAN SEGERA
• Letakkan bayi pd permukaan yang hangat
• Periksa TANDA BAHAYA
 Megap-megap/apnea/RR < 20 x/m
 Perdarahan dari tali pusat
 Syok (pucat, dingin, HR > 180x/m, tidak
sadar atau kesadaran menurun
MANAJEMEN SEGERA
• Pasang IVFD, infus RL/NaCl 0,9% dgn 10
ml/kgBB dalam 1 jam
• Lakukan manajemen segera
MANAJEMEN SEGERA
PADA TANDA BAHAYA
TANDA BAHAYA MANAJEMEN SEGERA
Megap-megap, apnea atau • Resusitasi
RR < 20x/m • Beri Oksigen
• Bila perlu : berikan Antibiotika

Perdarahan tali pusat • Hentikan perdarahan segera


• Vit K (K1) 1 mg IM
• Lakukan penilaian ulang  RUJUK
TANDA BAHAYA MANAJEMEN SEGERA

Syok Bila penyebabnya PERDARAHAN :


• IVFD RL/NaCl 0,9% 10 cc/kgBB selama 10
menit
• Setelah 20 menit  Syok (+) : ulangi dosis
yang sama
• Hangatkan
• Oksigen
• Rujuk

Bila penyebabnya BUKAN PERDARAHAN :


• IVFD s/ 20 cc/kgBB/jam selama 1 jam pertama
• Hangatkan
• Cari tanda sepsis  ANTIBIOTIKA
• Rujuk
TANDA BAHAYA MANAJEMEN SEGERA

Kejang (spasme, jettirines) • Atasi kejang dgn FENOBARBITAL


20 mg/kgBB IV selama 5 menit
• Jika kejang tidak berhenti : ulangi dosis 10
mg/kgBB sebanyak 2 kali, dgn interval waktu
30 menit
• Jika jalur IV belum terpasang  jalur IM
• Jaga patensi jalan napas
• Oksigen
• Rujuk

Hipoglikemi (keringat • Bolus Dext 10% : 2 cc/kgBB IV selama 5 menit


dingin, jettirines, apnea dll) • Lanjutkan dengan IVFD D10% rumatan
 HATI-HATI • Jika jalur IV tdk tersedia berikan lewat OGT
ASIMTOMATIK
TANDA BAHAYA MANAJEMEN SEGERA

Hipotermi (teraba dingin, • HANGATKAN


bayi tampak pasif, suhu < • Ganti pakaian yang basah
36,50C • Observasi ketat
• Teruskan ASI
• Cari penyebab
• Rujuk
Gangguan Minum • Coba berikan asupan per oral
• Jika oral tdk bisa  OGT
• Jika sesak (+)  IVFD, puasakan

Tidak sadar • Pasang jalur IV dgn dosis rumatan


• Jaga patensi jalan napas
• Oksigen
• Rujuk
PEMERIKSAAN LANJUT
Setelah manajemen segera :
• Periksa bayi di bawah pemancar panas
• Minta ibu/keluarga mendampingi
• Perhatikan bayi :
 Warna kulit
 Frekuensi napas
 Postur
 Gerakan
 Reaksi terhadap rangsangan
 Abnormalitas yang jelas
PEMERIKSAAN LANJUT .....
• Hitung frekuensi napas selama 1 menit penuh
• Timbang bayi
• Informed consent (selama pemeriksaan)
• Bisa ada lebih dari satu masalah
• Terapi cepat : lakukan sesegera mungkin
PEMERIKSAAN BAYI BARU LAHIR
AREA/ FUNGSI HAL YANG DIPERHATIKAN MANAJEMEN SEGERA &
RUJUKAN
FREKUENSI NAPAS • RR > 60x/m atau < Lakukan segera :
30x/m beri oksigen dgn kecepatan
• Expiratory grunting aliran sedang
• Retraksi dada Manajemen kesulitan
bernapas
• Apnea Lakukan segera :
Rangsang bayi dgn
menggosok punggung/dada
atau lakukan RESUSITASI
Manajemen apnea
PEMERIKSAAN BAYI BARU LAHIR ....
AREA/ FUNGSI HAL YANG DIPERHATIKAN MANAJEMEN SEGERA &
RUJUKAN
WARNA • Sianosis Lakukan segera :
beri oksigen dgn kecepatan
maksimum
Rujuk

DENYUT • HR > 160 x/m atau < Perhatikan adakah gangguan


JANTUNG 100 x/m yg menyebabkan denyut
(Dengan jantung abnormal (suhu
stetoskop) tubuh, perdarahan, gangguan
napas)
Perbaikan awal
Evaluasi
Rujuk
PEMERIKSAAN BAYI BARU LAHIR ....
AREA/ FUNGSI HAL YANG DIPERHATIKAN MANAJEMEN SEGERA &
RUJUKAN

SUHU AKSILER • < 36,50C Lakukan segera :


Hangatkan bayi
Evaluasi
Rujuk

• > 37,50C Atasi sementara, evaluasi


penyebab atau rujuk
PEMERIKSAAN BAYI BARU LAHIR ....
AREA/ FUNGSI HAL YANG DIPERHATIKAN MANAJEMEN SEGERA &
RUJUKAN
POSTUR DAN • Opistotonus Coba cari penyebab (tetanus,
GERAKAN meningitis, asfiksia saat lahir,
kern ikterus)
Lakukan segera :
penanganan awal, rujuk
sesuai penyebab

TALI PUSAT • Keluar darah dari tali pusat Lakukan segera : menjepit
atau mengikat ulang tali
pusat

• Merah, bengkak Atasi infeksi


RESUSITASI NEONATUS
Lahir

Perkiraan
waktu Ketuban bersih tdk ada mekoneum ? Perawatan
Bernafas/Menangis ? Rutin:
Tonus otot baik? ya - hangatkan
Masa Gestasi cukup? -Bersihkan
jalan nafas
- Keringkan
- nilai warna
Tidak
Hangatkan bayi
Atur Posisikan, -Bernafas
Isap lendir -FJ > 100 Perawatan
Keringkan, rangsang taktil, -Kemerahan Observasi
Reposisi

Cek respirasi,denyut jantung dan warna kulit

Apnu Atau D J < 100

Beri Ventilasi tekanan positip DJ> 100 & Kemerahan


D J < 60 D J > 60

Beri ventilasi tekanan positip


Lakukan kompresi dada

D J < 60 D J < 60

Berikan
epinefrin *

Uji kembali efektifitas :


Ventilasi
Kompresi dada
Intubasi Endotrakeal
Pemberian epinefrin

Pertimbangkan kemungkinan :
Hipovolemia
Asidosis metabolik berat
Isap Lendir

• Air Ketuban bersih :


– Dari mulut ----- hidung
– kateter masuk orofaring:maksimal 5 cm
naso faring maksimal 3 cm
• Air Ketuban bercampur mekonium :
– Setelah seluruh badan bayi lahir
– Penilaian cepat :
• Bugar : lanjutkan langkah awal
• Tidak bugar : (BUI) Buka , Usap, Isap  Lanjutkan
langkah awal
Ventilasi Tekanan Positip
• Bila bayi tidak bernapas lakukan ventilasi tekanan positip (VTP)
dengan memakai balon dan sungkup selama 30 detik dengan
kecepatan 40 -60 kali per menit
• Nilai bayi: usaha napas, warna kulit dan denyut jantung
• Bila belum bernapas dan denyut jantung¸< 60 x/menit
lanjutkan VTP dengan kompresi dada secara terkoordinasi
selama 30 detik
• Nilai bayi: usaha napas, warna kulit dan denyut jantung
– Bila denyut jantung < 60 x/menit, beri epinefrin dan
lanjutkan VTP dan kompresi dada
– Bila denyut jantung > 60 x/menit kompresi dada
dihentikan, VTP dilanjutkan
Kecepatan Melakukan Ventilasi
• 40-60 kali/menit

remas lepas remas lepas


(pompa) (dua…tiga) (pompa) (dua…tiga)

20
Kompresi dada
- Indikasi : Dj < 60 x/mnt setelah VTP 30 dtk
- Dilakukan bersama VTP & terkoordinasi
- KD : VTP = 3: 1 ( 90 KD, 30VTP / mnt)
- Dilakukan selama 30 detik

Nilai bayi
usaha napas , warna kulit & denyut jantung
Lokasi u/ kompresi dada
Cara :
 Garis imajiner di antara 2
puting susu, 1 ruas jari di
bawahnya
 Gerakkan jari-jari sepanjang
tepi bawah iga sampai
mendapatkan sifoid. Lalu
letakkan ibu jari atau jari-jari
pada tulang dada 1 ruas jari di
atasnya, tepat di atas sifoid.

22
23
Frekuensi
90 kompresi + 30 ventilasi dalam 1 menit
 Rasio 3 : 1
11/2 detik 3 kompresi dada, 1/2 detik 1 ventilasi  2
detik (1 siklus)

“Satu” “Dua” “Tiga” “Pompa”

24
Terapi medikamentosa
Epinefrin :
• Indikasi:
– Denyut jantung bayi <60x/m setelah paling tidak
30 detik dilakukan ventilasi adekuat dan kompresi
dada belum ada respons.
– Asistolik.
– Dosis: 0.1-0.3 ml/kg BB dalam larutan 1:10.000
(0.01 mg-0.03 mg/kg BB)
– Cara: IV atau endotrakeal. Dapat diulang setiap 3-
5 menit bila perlu.
Cairan pengganti volume darah
• Indikasi:
– Bayi hipovolemia dan tidak ada respon dengan resusitasi.

– Hipovolemia : akibat perdarahan atau syok

– Jenis cairan :
• NaCl 0.9%, Ringer Laktat
• Transfusi darah gol.O negatif jika diduga kehilangan darah
• Dosis: Dosis awal 10 ml/kg BB IV, selama 5-10 menit.
KAPAN HARUS MERUJUK ?
.
• Puskesmas fasilitas lengkap
– Rujuk ----- respnos (-) stlh 2 – 3 mnit resustasi

• Puskesmas fasilitas lengkap :


– Rujuk -----resusitasi secara lengkap, bayi tidak memberi respons

• Bila sampai dengan 10 menit bayi tidak dapat dirujuk :


– jelaskan kepada orang tua tentang prognosis bayi
KAPAN RESUSITASI DIHENTIKAN
Resusitasi dinilai tidak berhasil jika:
• Bayi tidak bernapas spontan
• Tidak terdengar denyut jantung
• Setelah dilakukan resusitasi secara efektif
selama 10 menit.
BAYI DENGAN INFEKSI BERAT
DIAGNOSIS
Anamnesis :
Riwayat ibu:
• infeksi, KPD, persalinan tindakan, penolong/ lingk persalinan
< higienis.

Riwayat bayi:
• asfiksia, BKB, BBLR,
• malas minum, klinis cepat memburuk.

Riwayat air ketuban:


• keruh, purulen / mekonium +
• Keadaan bayi: lunglai, mengantuk, aktivitas -, iritabel /rewel,
malas minum, Hiper/ hipotermi, gg napas, ikterus,
sklerema/ skleredema, kejang.
PEMERIKSAAN FISIK

• Keadaan umum: gangguan suhu, perfusi, kesadaran,


nafas, minum.

• Gastrointestinal: Muntah, diare, perut kembung,


hepatomegali

• Kulit: pucat, sianosis, ruam, ikterik, sklerem

• Kardiopulmuner: takipnu, gangguan nafas, takikardi, hipotensi

• Neurologis: iritabilitas, penurunan kesadaran, kejang, ubun-


ubun membonjol, kaku kuduk.
KATEGORI A KATEGORI B
• Persalinan di lingkungan
kurang higienis. • Tremor,
• Gangguan nafas: apnea, • Letargi/ lunglai,
napas  60 kali/ menit, • Iritabel/ rewel
retraksi dinding dada, • Kurang aktif
merintih, sianosis sentral)
• Gangguan kesadaran, • Gangguan minum, muntah,
• Kejang. • Kembung.
• Hipo/hipertermi. • Tanda-tanda mulai muncul
sesudah hari ke empat
• Kondisi memburuk secara
cepat dan dramatis
Dugaan sepsis:

• Jika tidak ditemukan riwayat


infeksi intra uteri, ditemukan satu
kategori A dan satu atau dua
kategori B maka kelola untuk
tanda khususnya ( misalnya Kecurigaan besar sepsis.
kejang). Lakukan pemantauan.
• Pada bayi umur sampai dengan 3
• Jika ditemukan tambahan tanda hari
sepsis maka dikelola sebagai
kecurigaan besar sepsis. • Bila ada riwayat ibu dengan infeksi
rahim, demam dengan kecurigaan
infeksi berat atau (ketuban pecah
dini) atau bayi mempunyai 2 atau
lebih Kategori A ,atau 3 atau lebih
Kategori B
• Pada bayi umur lebih dari tiga hari
• Bila bayi mempunyai dua atau
lebih temuan Kategori A atau tiga
atau lebih temuan Kategori B.
Manajemen

Manajemen Umum Manajemen Khusus


• Patensi jalan nafas, • Penyakit penyerta
oksigenisasi • Komplikasi
• Perbaiki sirkulasi
• Antibiotik

Stabilisasi → Rujukan

Pemantauan Tumbuh Kembang


DOSIS ANTIBIOTIKA UNTUK SEPSIS
Antibiotik Cara Pemberian Dosis dlm mg
Hari 1-7 Hari 8+

Ampisilin IV, IM 50 mg/kg setiap 12 jam 50mg/kg setiap 8jam


Ampisilin utk IV 100mg/kg setiap 12 jam 100 mg/kg setiap 8jam
meningitis
Sefotaksim IV, IM 50mg/kg setiap 12 jam 50 mg/kg setiap 8 jam
Sefotaksim utk IV 50mg/kg setiap 6 jam 50 mg/kg setiap 6 jam
meningitis
Gentamisin IV, IM < 2 kg
4mg/kg sekali sehari 3,5mg/kg setiap 12 jam

 2 kg

5mg/kg sekali sehari 3,5mg/kg setiap 12 jam


GANGGUAN NAPAS
Gangguan napas pada bayi baru lahir
• Bayi normal / asfiksia yg berhasil dg resusitasi ---
mengalami gangguan napas :
• Frekuensi napas bayi lebih 60 kali/menit, mungkin
menunjukkan satu atau lebih tanda tambahan
gangguan napas.
• Frekuensi napas bayi kurang 40 kali/menit.
• Bayi dengan sianosis sentral (biru pada lidah dan
bibir).
• Bayi apnea (napas berhenti lebih 20 detik).
Klasifikasi gangguan napas
Frekuensi napas Gejala tambahan gangguan napas Klasifikasi
> 60 kali/menit DENGAN Sianosis sentral DAN tarikan dinding dada atau merintih Gangguan napas berat
saat ekspirasi.

ATAU > 90 kali/ menit DENGAN Sianosis sentral ATAU tarikan dinding dada ATAU merintih
saat ekspirasi.

ATAU < 40 kali/ menit DENGAN Gejala lain dari gangguan napas.
atau TANPA

60-90 kali/menit DENGAN Tarikan dinding dada ATAU merintih saat ekspirasi Gangguan napas sedang

tetapi Sianosis sentral


TANPA

ATAU > 90 kali/ menit TANPA Tarikan dinding dada atau merintih saat ekspirasi atau
sianosis sentral.

60-90 kali/menit TANPA Tarikan dinding dada atau merintih saat ekspirasi atau Gangguan napas ringan
sianosis sentral.

60-90 kali/menit DENGAN Sianosis sentral Kelainan jantung kongenital

tetapi Tarikan dinding dada atau merintih.


TANPA
Evaluasi gawat napas dengan
Skor Down
0 1 2
Frekuensi < 60x/menit 60-80 x/menit >80x/menit
Napas
Retraksi Tidak ada Retraksi ringan Retraksi berat
retraksi
Sianosis Tidak sianosis Sianosis hilang Sianosis menetap
dengan O2 walaupun diberi
O2
Air Entry Udara masuk Penurunan ringan Tidak ada udara
udara masuk masuk
Merintih Tidak merintih Dapat didengar Dapat didengar
dengan stetoskop tanpa alat bantu
Evaluasi gawat napas dengan
Skor Down

• Skor < 4 : tidak ada gawat napas


• Skor 4 – 7 : gawat napas
• Skor > 7 : ancaman gagal napas (pemeriksaan gas
darah harus dilakukan)
MANAJEMEN UMUM
• Pasang jalur infus intravena ,
• Bila bayi tidak dalam keadaan dehidrasi
berikan infuse Dekstrosa 5 %
• Pantau selalu tanda vital
• Jaga patensi jalan napas
• Berikan Oksigen ( 2-3 liter/menit dengan
kateter nasal )
MANAJEMEN UMUM
• Jika bayi mengalami apnea:
– Lakukan tindakan resusitasi sesuai tahap
yang diperlukan
– Lakukan penilaian lanjut
• Bila terjadi kejang potong kejang
• Segera periksa kadar glukosa darah ( bila
fasilitas tersedia )
• Pemberian nutrisi adekuat
MANAJEMEN SPESIFIK atau MANAJEMEN
LANJUT
• GANGGUAN NAPAS RINGAN
– Transient Tachypnea of the Newborn (TTN),
• terutama terjadi setelah bedah sesar.,Bayi aterm
• Biasanya kondisi tersebut akan membaik dan
sembuh sendiri tanpa pengobatan..
– Amati pernapasan bayi setiap 2 jam selama 6 jam
berikutnya.
MANAJEMEN SPESIFIK atau MANAJEMEN
LANJUT
• GANGGUAN NAPAS RINGAN
– Bila dalam pengamatan gangguan napas
memburuk atau timbul gejala sepsis lainnya, terapi
untuk Kemungkinan besar sepsis dan tangani
gangguan napas sedang dan segera dirujuk ke
Rumah Sakit Rujukan
– Berikankan ASI bila bayi mampu mengisap. Bila
tidak, berikan ASI peras dengan menggunakan
salah satu cara alternatif pemberian minum.
MANAJEMEN SPESIFIK atau MANAJEMEN
LANJUT
• GANGGUAN NAPAS RINGAN
– Kurangi pemberian O2 secara bertahap bila
ada perbaikan gangguan napas. Hentikan
pemberian O2 jika frekuensi napas antara
30–60 kali/menit.
– Amati bayi selama 24 jam berikutnya, jika
frekuensi napas menetap antara 30-60
kali/menit, tidak ada tanda-tanda sepsis,
dan tidak ada masalah lain yang
memerlukan perawatan, bayi dapat
dipulangkan
MANAJEMEN SPESIFIK atau MANAJEMEN
LANJUT
• GANGGUAN NAPAS SEDANG
– Lanjutkan pemberian O2 2-3
liter/menit dengan kateter nasal,
bila masih sesak dapat diberikan O2
4-5 liter/menit dengan sungkup
– Bayi jangan diberikan minum.
MANAJEMEN SPESIFIK atau MANAJEMEN
LANJUT
• GANGGUAN NAPAS SEDANG .....
– Berikan antibiotika (ampisilin dan
gentamisin) untuk terapi Kemungkinan
besar sepsis:
• Suhu aksiler < 34 oC atau > 39 oC;
• Air ketuban bercampur mekonium;
• Riwayat infeksi intrauterin, demam
curiga infeksi berat atau ketuban pecah
dini (> 18 jam).
MANAJEMEN SPESIFIK ......
• GANGGUAN NAPAS SEDANG .....
– Bila suhu aksiler 34 – 36.5 oC atau 37.5 – 39 oC
tangani untuk masalah suhu abnormal dan nilai
ulang setelah 2 jam:
– Bila suhu masih belum stabil atau gangguan
napas belum ada perbaikan, berikan antibiotika
untuk terapi Kemungkinan besar sepsis
– Jika suhu normal, teruskan mengamati bayi.
Apabila suhu kembali abnormal, ulangi tahapan
tersebut diatas
TOLONG
SELAMATKAN
AKU YA