Anda di halaman 1dari 20

KERAJAAN DEMAK

Disusun Oleh :
Kelompok 5 :
1.Devi Ramadani
2.Fatma Ariska
3.Sindy Fatmawati
4.Cut Widya Tuti
5.Almas Ramadan
6.Muhammad Alid
KELAS :X IPS
SMA AL MA’SHUM KISARAN
TP. 2017/2018
KERAJAAN DEMAK
Kesultanan Demak atau Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam
pertama dan terbesar di pantai utara Jawa ("Pasisir"). Menurut
tradisi Jawa, Demak sebelumnya merupakan kadipaten dari
kerajaan Majapahit, kemudian muncul sebagai kekuatan baru
mewarisi legitimasi dari kebesaran Majapahit.

Awal Berdirinya Kerajaan Demak


1. Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Pulau
Jawa
2. Kerajaan Demak berdiri pada abad ke-16 M (1500 M).
3. Kerajaan ini didirikan oleh Raden Patah setelah mampu
menundukkan Kerajaan Majapahit.
4. Dipimpin oleh beberapa raja. Raja yang terkenal dintaranya
adalah Raden Patah, Adipati Unus, dan Sultan Trenggono.
Sumber Sejarah
Sumber Sejarah Kerajaan Demak, yaitu :
1. Babat Tanah Jawi
2. Serat Kandha

Perkembangan Kerajaan Demak


Ada beberapa faktor yang mendorong perkembangan Kerajaan
Demak antara lain :
a. Runtuhnya Kerajaan Majapahit oleh Raden Patah yang
menyatakan kemandirian Demak sebagai kerajaan.
b. Ekspansi wilayah yang dilakukan oleh Kerajaan Demak.
c. Letak Geografis Kerajaan Demak 
Perkembangan Kerajaan
Demak
Ada beberapa faktor yang mendorong perkembangan Kerajaan
Demak antara lain :
a. Runtuhnya Kerajaan Majapahit oleh Raden Patah yang
menyatakan kemandirian Demak sebagai kerajaan.
b. Ekspansi wilayah yang dilakukan oleh Kerajaan Demak.
c. Letak Geografis Kerajaan Demak 
Kondisi Politik
1. Raden Patah
(Memerintah 1500-1518 M)
• Raden patah adalah pendiri kerajaan Demak. Memerintah
tahun 1500-1518. Raden Patah adalah putra Kertabhumi
(Brawijaya V) dari perkawinannya dengan putri Champa
(Thiongkok). Karena perkawinan Kertabhumi dan putri Champa
ditentang kalangan istana, Brawijaya terpaksa ‘memberikan’
putri Champa yang tengah mengandung kepada Arya Damar
Adipati Palembang. Setelah melahirkan Raden Patah, Putri
Champa dinikahi Arya Damar.
• Babad Tanah Jawi menyebutkan, Raden Patah menolak
menggantikan Arya Damar menjadi Adipati Palembang. Diam-
diam Raden Patah pergi ke Pulau Jawa. Di Jawa, Ia berguru
pada Sunan Ampel. Raden Patah pindah ke Jawa Tengah
membuka hutan Glagahwangi menjadi sebuah pesantren.
Makin lama Pesantren Glagahwangi semakin maju. Brawijaya
• Brawijaya mengakui Raden Patah sebagai putranya. Raden
Patah pun diangkat sebagai Adipati, sedangkan Glagahwangi
diganti menjadi Demak, dengan ibu kota Bintara.

• Atas bantuan daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu


menganut islam seperti Jepara, Tuban dan Gresik, Raden
patah mengembangkan Demak sebagai pelabuhan dagang
dan pusat penyebaran islam di Pulau Jawa.
• Pada saat yang sama , Majapahit melemah. Hal ini
dimanfaatkan Raden Patah untuk membantu adipati-adipati
melepaskan diri dari Majapahit. Namun Sunan Ampel
melarang Raden Patah memberontak pada Majapahit, karena
walau berbeda agama, Brawijaya tetaplah ayahnya. Namun
sepeninggal Sunan Ampel , Raden Patah tetap menyerang
Majapahit. Majapahit hancur, dan Raden Patah menyatakan
kemandirian Demak sebagai Kesultanan Islam yang pertama
di pulau Jawa dan Raden Patah sebagai raja pertamanya.
• Wilayah kekuasaannya meliputi daerah Jepara,Tuban,
Sedayu, Palembang, Jambi dan beberapa daerah di
kalimantan. Demak juga memiliki pelabuhan –pelabuhan
penting seperti Jepara, Tuban, Sedayu, Jaratan, dan Gresik
yang berkembang menjadi pelabuhan transit (penghubung).

• Kerajaan Demak berkembang sebagai pusat perdagangan


dan pusat penyebaran agama islam oleh para wali. Pada
masa pemerintahan Raden Patah, dibangun masjid Demak
yang proses pembangunan masjid itu di bantu oleh para wali.

• Usaha Raden Patah mengembangkan Demak dibantu


anaknya Adipati Unus.
2.Adipati Unus
(Memerintah 1518-1521 M)

• Ketika kerajaan Malaka jatuh ketangan Portugis tahun 1511 M,


hubungan Demak dan Malaka terputus. Kerajaan Demak merasa
dirugikan oleh Portugis dalam aktivitas perdagangan. Oleh karena
itu, tahun 1513 M Raden Patah memerintahkan Adipati Unus
memimpin pasukan Demak untuk menyerang Portugis di Malaka.
Serangan itu belum berhasil, karena pasukan Portugis jauh lebih
kuat dan persenjataannya lengkap. Atas keberanian dan usahanya
itu Adipati Unus mendapat julukan Pangeran Sabrang Lor.
• Selain itu, dia berhasil mengadakan perluasan wilayah kerajaan.
Dia menghilangkan kerajaan Majapahit yang beragama Hindu, yang
pada saat itu sebagian wilayahnya menjalin kerja sama dengan
orang-orang Portugis. Adipati Unus wafat pada tahun 938 H/1521
M. Karena tidak berputra , Ia digantikan saudaranya yaitu Sultan
Trenggana.
3.Sultan Trenggana
(Memerintah 1521-1546 M)

• Dibawah pemerintahannya, kerajaan Demak mencapai masa


kejayaan. Wilayah kekuasaannya meluas sampai Jawa Barat
dan Jawa Timur. Tahun 1522 M kerajaan Demak mengirim
pasukannya ke Jawa Barat untuk melakukan ekspansi yang
dipimpin oleh Fatahillah.
• Kerajaan Pajajaran (Sunda Kelapa) cemas akan ekspansi
yang dilakukan oleh Kerajaan Demak, mereka akhirnya
membuat perjanjian dengan Portugis dan membiarkan
Portugis untuk membuat benteng disana. Namun, Portugis
tidak dapat menepati perjanjian tersebut karena ada masalah
di Goa/India.
• Demak merasa terancam dengan adanya persekutuan tersebut.
Karena itu, sebelum Portugis mendirikan benteng, Demak terlebih
dahulu menyerang Sunda Kelapa pada tahun1526 dan mampu
menguasainya.
• Tanpa mengetahui bahwa Sunda Kelapa telah dikuasai oleh Demak,
Portugis datang untuk membangun benteng di Sunda Kelapa.
Namun, Demak berhasil memukul mundur Portugis tepat pada
tanggal 22 Juni 1527. Atas kemenangan itu, Fatahillah mengganti
nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta (berarti Kemenangan yang
Gemilang).
• Sepeninggal Sultan Trenggana, Kerajaan Demak mulai mengalami
kemunduran. Karena terjadi perebutan kekuasaan antara Sunan
Prawoto (putra sulung Sultan Trenggana) dan Pangeran Sekar Seda
Lepen (kakak Sultan Trenggana). Akhirnya Pangeran Seda Lepen
dibunuh oleh Sunan Prawoto. Kemudian Sunan Prawoto
menjadi raja Demak.
• Tidak lama menjadi raja Demak, Sunan Prawoto dibunuh oleh Arya
Penangsang untuk membalas kematian dari ayahnya Pangeran Sedo
Lepen. Arya Penangsang berhasil membunuh Sunan Prawoto.
• Jaka Tingkir (Hadiwijaya) menjadi raja Demak pada tahun
1568, dan memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang.

• Jaka Tingkir wafat pada tahun 1582 digantikan Aria Pangiri


putra pangeran Prawoto, sedangkan putra Jaka Tingkir
sendiri, Pangeran Benowo diangkat sebagai Sultan di Jipang.
Karena kecewa, Benowo meminta bantuan Sutawijaya atau
Senopati (anak Ki Gede Panembahan) untuk merebut tahta
Pajang.Pangeran Benowo berhasil menggulingkan Aria
Panguri. Atas jasanya, Senopati diserahi kekuasaan atas
Jipang, sedangkan Pangeran Benowo tetap di Pajang
sebagai bupati. Oleh itu Senopati memindahkan pajang ke
Mataram. Peristiwa ini menandai berakhinya Kesultanan
Pajang.
Runtuhnya Kerajaan Demak
Faktor Keruntuhan Kerajaan Demak :
• Timbul kekacauan politik,setelah wafatnya Sultan Trenggana
• Negeri-negeri bagian melepaskan diri dan tidak mengakui
lagi kekuasaan Demak.
• Di Demak sendiri timbul pertentangan di antara para waris
yang saling berebut tahta. Antara Sunan Prawoto (putra
sulung Sultan Trenggana) dan Pangeran Sekar Seda Lepen
(kakak Sultan Trenggana)
• Demak pindah ke Pajang
Kondisi Ekonomi
• Perekonomian Demak berkembang kearah perdagangan
maritim dan agraris.

• Demak dalam bidang ekonomi, berperan penting Karena


mempunyai daerah pertanian yang cukup luas dan sebagai
penghasil bahan makanan, terutama beras. Komoditas yang
diekspor, antara lain beras, madu, dan lilin.

• Sebagai Negara maritim, Demak menjalankan fungsinya


sebagai penghubung atau transito antara daerah penghasil
rempah-rempah di bagian timur dengan Malaka, dan dari
Malaka kemudian dibawa para pedagang menuju kawasan
Barat.
Kondisi Sosial-Budaya
• Kehidupan sosial masyarakat Kerajaan Demak telah
diatur sesuai dengan ajaran lslam, tetapi ada pula
masyarakat yang masih menjalankan tradisi lama.
Sehingga, muncullah kehidupan sosial masyarakat yang
merupakan perpaduan antara agama lslam dan tradisi
lama (Hindu-Buddha).

• Salah satu hasil peninggalan budaya Kerajaan Demak


adalah Masjid Agung Demak yang terkenal dengan
salah satu tiangnya yang terbuat dari pecahan kayu
(tatal), Oleh karena terbuat dari pecahan kayu, maka
tiang tersebut diberi nama “saka tatal”. Pembangunan
masjid ini dipimpin oleh Sunan Kalijaga. Di pendopo
masjid inilah Sunan Kalijaga meletakkln dasar-dasar
perayaan sekaten yang tujuannya untuk menyebarkan
Peninggalan Kerajaan
Masjid Agung Demak

Masjid ini dipercayai pernah menjadi tempat


berkumpulnya para ulama (wali) yang
menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut
dengan Walisongo. Pendiri masjid ini diperkirakan
adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan
Piring Campa
Piring Campa merupakan
pemberian dari ibu Raden
Fatah,seorang putri dari
Campa. Piring ini
berjumlah 65
buah,sebagian dipasang
pada dinding masjid
untuk hiasan,sebagian
lagi dipasang di tempat
imam masjid.
Pintu Bledeg/Pintu Petir
Dibuat oleh Ki Ageng Selo
(Syekh Abdur Rohman).
Pada pintu ini dilukiskan
dua kebudayaan,yakni
Majapahit dan
Cina.Kebudayaan
Majapahit digambarkan di
bagian atas
pintu,sedangkan
kebudayaan
Cina/Tiongkok
digambarkan di bagian
bawah pintu.
Saka Tatal
Yaitu tiang utama masjid.
Di dalam Masjid Agung
Demak terdapat 4 buah
tiang utama yang dibuat
oleh para wali, yaitu
sunan Ampel, Sunan
Bonang, Sunan Kalijaga
dan Sunan Gunung Jati.
Tiang buatan Sunan
Kalijaga dibuat dari tatal
yang diikat dengan
rumput rawadan. Tiang ini
mengandung pelajaran
persatuan.