Anda di halaman 1dari 9

Sectionalizer Atau Saklar Seksi

Otomatis (SSO)
Pengertian dan Fungsi SSO
• SSO atau Auto Seksionalizer adalah saklar yang dilengkapi
dengan kontrol elektronik/ mekanik yang digunakan
sebagai pengaman seksi Jaringan Tegangan Menengah.
• SSO sebagai alat pemutus rangkaian/beban untuk
memisah-misahkan saluran utama dalam beberapa seksi,
agar pada keadaan gangguan permanen, luas daerah
(jaringan) yang harus dibebaskan di sekitar lokasi
gangguan sekecil mungkin.
• Bila tidak ada PBO atau relai recloser di sisi sumber maka
SSO tidak berfungsi otomatis (sebagai saklar biasa).
Klasifikasi SSO
• Penginderaan : berdasarkan tegangan
(Automatic Vacuum Switch) atau dengan Arus
(Sectionalizer).
• Media Pemutus : Minyak, Vacum, Gas SF6.
• Kontrol : Hidraulik atau Elektronik
• Phase : Fasa tunggal atau Fasa tiga
Prinsip Kerja SSO
• SSO bekerjanya dokoordinasikan dengan pangaman di sisi
sumber (seperti relai recloser atau PBO) untuk mengisolir
secara otomatis seksi SUTM yang terganggu.
• SSO pada pola ini membuka pada saat rangkaian tidak ada
tegangan tetapi dalam keadaan bertegangan harus mampu
menutup rangkaian dalam keadaan hubung singkat.
• SSO ini dapat juga dipakai untuk membuka dan menutup
rangkaian berbeban. Saklar ini bekerja atas dasar
penginderaan tegangan.
• SSO dilengkapi dengan alat pengatur dan trafo tegangan
sebagai sumber tenaga penggerak dan pengindera.
Koordinasi Alat-alat Pengaman

Seksi otomatis pada sistem distribusi berfungsi


untuk melokalisasikan gangguan yang terjadi
pada jaringan utama. Paralatan ini terdiri dari
pemutus (di Jawa Timur menggunakan sakelar
vakum), kotak-pengatu
sistem koordinasi untuk jaringan sistem radial

Gambar : Prinsip koordinasi antara PMB dengan SSO


Misalnya gangguan terjadi pada seksi ke III maka urutan kerja alat
pengaman alah sebagai berikut:
a. PMB di gardu induk jatuh.
b. Berhubung tidak ada tegangan maka sakelar otomatis S1, S2, dan S3
terbuka setelah selang waktu T3.
c. Setelah dicapai waktu menutup balik maka PMB di gardu induk masuk
kembali (reclosed).
d. S1 mendapat tegangan dan setelah selang waktu T1, S1 masuk secara
otomatis.
e. S2 mendapat tegangan dan setelah selang waktu T1, S2 masuk secara
otomatis dan seksi III yang terganggu dialiri listrik.
f. Karena di seksi III masih ada gangguan maka PMB jatuh kembali dan
setelah selang waktu T3, S1 dan S2 terbuka lagi, S2 langsung terkunci
karena S2 waktu merasa bertegangannya cepat (lebih kecil dari waktu
T2 yang disetel)
g. PMB gardu induk masuk kembali setelah dicapai waktu menutup balik.
h. S1 mendapat tegangan dan setelah selang waktu T1, S1 masuk secara
otomatis. Seksi I dan seksi II mendapat aliran listrik.
Catatan

T1 : Waktu mulai kotak pengatur bertegangan sampai


dengan sakelar (S) masuk kembali secara otomatis.
Biasanya antara 5 – 10 detik.
T2 : Waktu yang disetel agar S terkunci bila waktu
merasakan bertegangan lebih kecil dari waktu T2 yang
disetel. Biasanya 4 – 7 detik.
T3 : Waktu mulai kotak pengatur tidak bertegangan
sampai dengan sakelar terbuka. Biasanya 0,5 – 2
detik.
S : Sakelar Seksi Otomatis (SSO).