Anda di halaman 1dari 34

Otitis

Media
Supuratif
Kronik
(OMSK)

Pamela Vasikha

112016358
Identitas
– Nama : Ny. YR
– Umur : 46 Tahun
– JenisKelamin : Perempuan
– Agama : Islam
– Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
– PendidikanTerakhir : S1
– Alamat : Dirgantara I Jl. Permadi no
124 Jakarta
ANAMNESIS
– Autoanamnesis
– 06 Maret 2018

– Keluhan Utama:
Telinga sebelah kiri keluar air sejak 2 hari SMRS
RPS
– Os datang ke poliklinik THT dengan keluhan telinga
sebelah kiri keluar cairan sejak 2 hari SMRS. Cairan
berwarna bening, berbau dan tidak bercampur darah.
Keluhan tersebut muncul setelah pasien berenang. Os
mengeluh telinga nya terasa berbunyi mendengung dan
pendengarannya berkurang. Os juga mengeluh sedang
pilek (+) namun keluhan batuk, sering bersin-bersin
pada pagi hari, nyeri telinga, pusing berputar, nyeri
tekan di daerah wajah dan nyeri menelan disangkal.
– Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien baru pertama kali merasakan keluhan seperti ini.
Riwayat alergi obat, makanan, debu, maupun udara dingin
disangkal oleh pasien

– Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat darah tinggi dan kencing manis disangkal
pasien
PEMERIKSAAN FISIK

– Keadaan Umum : Tampak sakit ringan


– Kesadaran : Compos mentis
– TekananDarah : 110/80 mmHg
– Nadi : 87x/menit
– Pernapasan : 21x/menit
– Suhu : 36,5 ºC
STATUS GENERALIS

– Kepala : Normosefali
– Leher : KGB dan tiroid tidak teraba
membesar
– Thorax : Jantung dan Paru dalam batas
normal
– Abdomen : Dalam batas normal
– Ekstremitas : Akral teraba hangat, edema (-)
Telinga
Kanan Kiri
Bentuk Telinga Luar Normal Normal
Daun Telinga Normotia Normotia
Nyeri Tarik - -
Liang Telinga Lapang Lapang
Edema - -
Hiperemis Normal hiperemis (+)
Sekret (-) (+) pus

Serumen (-) (-)


Radang / tumor (-) (-)
Membran Timpani Refleks cahaya (+) Perforasi (+)
Hidung
Rhinoskopi Anterior Kanan Kiri

Cavumnasi Normal Normal

Mukosa Tenang Tenang

Konka Inferior Hipertrofi, Hiperemis, Sekret


Sekret

KonkaMedia Eutrofi, tidak hiperemis Eutrofi, tidak hiperemis

Meatus Nasi Tidak ada kelainan Tidak ada kelainan

Septum Tidak deviasi

Rhinoskopi Posterior Tidak dilakukan

Transiluminasi Tidak dilakukan


Tenggorok

Kanan Kiri

Uvula Simetris, hiperemis (-)


Warna Merah muda Merah muda
Edema (-) (-)
Permukaan Faring Licin Licin
Kripta Tidak melebar Tidak melebar
Tonsil T1 T1
Resume
– Dari anamnesis didapatkan OS, seorang perempuan berusia 46 tahun
datang dengan keluhan telinga sebelah kiri keluar cairan sejak 2 hari
SMRS. Cairan berwarna bening, berbau dan tidak bercampur darah.
Keluhan tersebut muncul setelah pasien berenang. Os mengeluh telinga
nya terasa berbunyi mendengung dan pendengarannya berkurang. Os
juga mengeluh sedang pilek (+) namun keluhan batuk, nyeri telinga,
pusing berputar, nyeri tekan di daerah wajah dan nyeri menelan
disangkal.
– Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan telinga kiri terdapat
perforasi membrane timpani (+), nanah (+), hiperemis (+), KGB
membesar (-), nyeri telinga (-). Pada pemeriksaan hidung didapatkan
secret (+/+) , konka inferior hipertrofi (+) dan hiperemis (+).
Diagnosa Kerja

–Otitis Media Supuratif Kronis


Benigna AS aktif
Penatalaksanaan

–Aural Toilet (Suction)


–Medikamentosa
– Tarivid Otic® fl.I; 2 x 2 tetes/hari AS
– Ceterizine 10mg 1 x 1
– Ciprofloxocin 2 x 500mg
Edukasi

– Jangan mengorek-ngorek telinga


– Telinga tidak boleh kemasukan air
(mandi ataupun berenang)
– Konsumsi obat secara teratur
– Menjaga higiene telinga
– Kontrol ke poli THT minggu depan
Prognosis
– Ad vitam : bonam
– Ad fungsionam : dubia ad malam
– Ad sanationam : dubia ad malam
Tinjauan Pustaka
Anatomi Telinga Tengah
Otitis Media Supuratif
Kronis

Otitis Media Supurtif Kronik (OMSK) / otitis media


perforate (OMP) / congek = penyakit infeksius kronik
tersering di dunia, tidak hanya terjadi di negara
berkembang, tetapi juga di dunia maju. OMSK adalah
perubahan struktural pada sistem telinga tengah
yang memiliki hubungan dengan perforasi membrane
timpani permanen dalam jangka waktu lebih dari 3
bulan dan secret yang keluar terus – menerus atau
hilang timbul.
Klasifikasi OMSK
Anatomi Membran Timpani
Etiologi
Genetik
Gangguan Otitits media
fungsi tuba sebelumnya

autoimun

Lingkungan Infeksi

Alergi
Patogenesis
Manifestasi Klinis

Ottorhea Vertigo

Gangguan
Otalgia
Pendengaran
Pemeriksaan Penunjang
•Audiometri • Radiologi
• Derajat ketulian dan nilai Untuk melihat mastoid
ambang pendengaran: yang lebih sklerotik dan
• Normal : -10 dB sampai 26 lebih kecil dibandingkan
Db
mastoid satunya
• Tuli ringan : 27 dB sampai 40
dB
• Tuli sedang : 41 dB sampai
55 dB
• Tuli sedang berat : 56 dB
sampai 70 dB
• Tuli berat : 71 dB sampai 90
dB
• Tuli total : lebih dari 90 dB.
Penatalaksanaan
• Prinsip pengobatan tergantung dari jenis penyakit d
an luasnya infeksi, dimana pengobatan dapat dibagi
atas

• OMSK benigna
• Sekret terus menerus -> H2O2 3% selama 3-5 hari
• Setelah secret berkurang -> obat tetes telinga antibiotic + kortikosteroid
• Secara oral -> antibiotic gol. Ampisilin atau eritromisin (jika pasien alergi
terhadap penisilin)
• Bila sekret telah kering, tetapi perforasi masih ada selama 2 bulan, maka
idealnya dilakukan miringoplasti / timpanoplasti -> untuk menghentikan
infeksi secara permanen, memperbaiki membran timpani yang perforasi,
mencegah terjadinya komplikasi / kerusakan pendengaran yang lebih
berat, serta memperbaiki pendengaran.
• OMSK maligna

• Pengobatan yang tepat adalah operasi


• Pengobatan konservatif dengan medikamentosa
(terapi sementara sebelum dilakukan pembedahan)

• Ada beberapa jenis tehnik operasi yang dapat dilakukan


pada OMSK dengan mastoiditis kronis, baik tipe benigna /
maligna, antara lain:

• Mastoidektomi sederhana (simple mastoidectomy)


• Mastoidektomi radikal
• Mastoidektomi radikal dengan modifikasi
• Miringoplasti
• Timpanoplasti
• Pendekatan ganda timpanoplasti (Combined approach
tympanoplasty)
Komplikasi
Kesimpulan
• Otitis media supuratif kronik (OMSK) = merupakan peradangan
atau infeksi kronis yang mengenai mukosa dan struktur tulang
di dalam kavum timpani, ditandai dengan perforasi membran
timpani, sekret yang keluar terus-menerus atau hilang timbul,
rasa nyeri di telinga dan kepala terasa pusing berputar.
• Pada OMSK benigna, letak perforasi membrane timpani
biasanya di sentral, sedangkan pada OMSK tipe maligna, paling
sering di marginal dan atik.
• Prinsip pengobatan pada pasien OMSK benigna adalah dengan
pemberian obat cuci telinga H2O2 3% selama 3-5 hari jika
secret keluar terus menerus. Sedangkan prinsip pengobatan
pada pasien dengan OMSK maligna adalah dengan terapi
pembedahan.