Anda di halaman 1dari 14

MAPPING POPULASI

SUKU BUGIS-MAKASSAR

KELOMPOK 1

Febry Ramadhani P1804216001


Sitti Hidayah P1804216002
Uswatun Hasanah P1804216003
Nurasiah Musa P1804216004
Suku Bugis-Makassar
Suku Bugis-Makassar adalah suku yang
mendiami pesisir selatan Pulau Sulawesi

Umumnya masyarakat
Suku Bugis-Makassar
bekerja sebagai
petani, nelayan dan
pedagang
Suku Bugis-Makassar
Faktor Internal Menyebabkan
tumbuhnya
ketidakseimbangan
dalam diri manusia

Konsep
Sehat-Sakit Wabah penyakit,
perubahan suhu
udara, gangguan
makhluk halus,
keracunan, dll
Faktor
Eksternal
Suku Bugis-Makassar
Perilaku yang Bertentangan
dengan Kesehatan

Sanro/dukun Pantang makan


Tidak memberikan
untuk mengobati makanan tertentu
ASI eksklusif
penyakit pada bumil
Suku Bugis-Makassar
Pantangan bagi seorang gadis menyanyi di
dalam dapur apabila sedang memasak
atau menyiapkan makanan

Perilaku
yang sejalan Tidak boleh tidur sampai tengah hari sebab
dengan rezeki akan berlalu
kesehatan

Pemali anak berbaring tengkurap sebab


ibunya akan cepat meninggal
Suku Bugis-Makassar
Orang tua dapat mengontrol
BUDAYA makanan yang dikonsumsi
oleh anak-anak mereka

Dalam budaya Bugis-


Makassar terlah tertanam
secara tidak tertulis aturan
bahwa dalam satu keluarga Anak yang ditegur akan
makan bersama merupakan menuruti perintah orang tua
suatu keharusan dan telah sehingga anak akan
menjadi tradisi turun mengonsumsi makanan yang
temurun bergizi dan seimbang
Suku Bugis-Makassar
Makanan Khas dan
Penyakit yang Ditimbulkan

Kue Tradisional
Kue tinggi gula yang sering ada pada saat perayaan tertentu
seperti: cucur bayao, pisang ijo, barongko, sanggara balanda,
katirisala, dll

Makanan

Makanan berbahan tinggi lemak dan kalori seperti konro, coto,


sop saudara, dll.
Suku Bugis-Makassar
Makanan Khas dan
Penyakit yang Ditimbulkan

Coto makassar yang Kue-kue tradisional yang


berbahan jeroan seringkali mengandung gula yang tinggi
dianggap sebagai biang kerok dapat menyebabkan penyakit
timbulnya berbagai penyakit diabetes
berbahaya seperti: jantung
koroner, stroke, dan asam
urat.

Berdasarkan data Riskesdas 2007 bahwa konsumsi makanan manis di


Kota Makassar mencapai 78,5% (Sulsel 60,1%) sedangkan yang
berlemak 13,0% (Sulsel 6,8%) dan jeroan 2,7% (Sulsel hanya 1,5%),
sedangkan untuk konsumsi sayuran sangat kurang bahkan mencapai
91% (usia >10 tahun)
Suku Bugis-Makassar

ANALISIS PEDIGREE CADEL


(STUDI KASUS DI BEBERAPA
KABUPATEN DI SULAWESI
SELATAN)
Suku Bugis-Makassar
Cadel adalah ketidakmampuan melafadskan huruf
“R”. Umum dijumpai pada anak usia balita dan
juga orang terbanya

Lingkungan Penyakit
PENYEBAB
downsyndrom

Herediter
Suku Bugis-Makassar

Perkawinan antara laki-laki dan perempuan


tidak cadel didapati adanya anak mengalami
cadel, hal ini dimungkinkan apabila kedua
orang tua tidak cadel tersebut memiliki genotip
heterozigot (carrier) dan anaknya yang cadel
menerima sepasang alel resesif yang berasal
dari kedua orang tuanya.
Suku Bugis-Makassar

Karena orang cadel bergenotip resesif


homozigot, maka perkawinan antara
dua orang cadel didapati semua
anaknya cadel
Suku Bugis-Makassar

Perkawinan antara orang cadel dan orang tidak


cadel memperlihatkan sebagian anaknya tidak
cadel dan ada yang yang cadel. Hal ini terjadi
apabila orang tidak cadel tersebut bergenotip
heterozigot sehingga adanya anak cadel karena
menerima sepasang alel resesif, sedangkan
anak tidak cadel menerima alel dominan dari
orang tuanya yang tidak cadel

Anda mungkin juga menyukai