Anda di halaman 1dari 45

METABOLISME ZAT GIZI UTAMA

Tutor : dr. Anna Millizia, M.Ked(An), Sp.An

3/12/2018 1
Nama anggota kelompok 1 :

Dara Gebrina Rizki


Jihan Haura
Cutari Bines
Cut Desi Diana Sari
Richy Dara Perdana
M. Fikri Haikal
Mauliza
Rani Aprilita
Faiz Alwan Moharry
M. Iqbal Maulana
Siti Faizah
3/12/2018 2
MODUL 4 MODUL 4
Metabolisme Zat Gizi Utama
Metabolisme Zat Gizi Utama
SKENARIO 4 : Akibat makan enak

Bu Desi, 56 tahun baru didiagnosis SKENARIO 4 : Akibat


menderita Diabetes Melitus.makan enak
Sebelumnya ia bertubuh gemuk,
dengan berat badan 90 kg dan tinggi badan 160 cm. Sebelum akhirnya didiagnosis DM, ia mengalami penurunan
berat badan, cepat lelah, polifagi, polidipsi dan poliuri. Akan tetapi ia tidak mau memeriksakan dirinya ke dokter,
dan menganggap semua itu hanya karena dirinya kurang makan bahkan ia mengkompensasi semua keluhan itu
dengan makan lebih banyak karbohidrat, protein dan lemak. Saat kontrol kembali ke Dokter, Ia menjalani
pemeriksaan darah rutin, profil lipid dan kadar gula darah. Berdasarkan pemeriksaan, ternyata Bu Desi tidak hanya
mengalami hiperglikemia tetapi juga hipertrigliseridemia. Dokter menganjurkan untuk mengatur pola makan Bu
Desi sesuai kebutuhan kalori, di samping meneruskan terapi yang telah diberikan.

Anak Bu Desi yang ikut mendampingi menanyakan pada dokter apakah ibunya mengalami masalah
yang berat sehingga menjadi semakin kurus padahal asupan makannya banyak. Dokter menerangkan kalau Bu
Desi mengalami gangguan metabolisme lemak dan gangguan pengaturan kadar glukosa darah. Anak Bu Desi juga
bertanya apakah keluhan ibunya yang berupa sering nyeri dan bengkak di sendi pergelangan kaki dan jari kakinya
terutama setelah makan makanan kesukaannya, jeroan, juga berkaitan dengan metabolisme yang disebutkan oleh
dokter tadi.

Bagaimana anda menjelaskan metabolisme dan mekanisme pengaturannya yang melatarbelakangi


3/12/2018 3
kondisi Bu Desi tersebut?
JUMP 1 : TERMINOLOGI
1. Diabetes Melitus : Adanya gangguan hormon insulin
(jumlahnya/resisten) sehingga menyebabkan
KGD tinggi.
2. Polifagi : Kondisi dimana seseorang selalu merasa lapar
meskipun baru makan.
3. Polidipsi : Kondisi dimana seseorang dehidrasi sehingga
banyak minum.
4. Poliuri : Kondisi dimana seseorang banyak
mengeluarkan urin.
5. Karbohidrat : Senyawa organik yang terdiri dari C, H, O yang
merupakan penghasil energi utama tubuh.
6. Protein : Senyawa organik komplek berbobot molekul
besar yang terdiri dari asam amino yg
dihubungkan melalui ikatan peptida
7. Lemak : Senyawa organik yang tidak larut air, terdiri dari C,H,O
4
3/12/2018
8. Profil Lipid : Tes untuk mengukur kadar lemak dalam darah.
9. Kadar Gula Darah : Kadar gula di dalam sirkulasi darah di dalam tubuh.
10. Hiperglikemia : Istilah medis dimana KGD diatas normal. (70-110 mg/dL)
11. Hipertrigliseridemia : Istilah medis dimana kadar trigliserida di atas normal
dalam darah.
12. Kalori : Satuan panas untuk energi

3/12/2018 5
JUMP 2 & JUMP 3
1. Apakah diabetes melitus rentan terjadi pada orang gemuk?
Jawab : DM dapat menyerang siapa saja. Namun pada kasus orang gemuk yang
dimana KGD selalu tinggi, insulin mengalami resistensi sehingga tak mau bekeja
walaupun jumlahnya normal. Peristiwa ini adalah DM tipe 2.

2. Mengapa bu Desi mengalami penurunan BB, cepat lelah, polifagi, polidipsi, dan
poliuri sebelum didiagnosis terkena DM?
Jawab : DM : Terganggunya insulin, KGD naik dan tak bisa masuk sel.
• Cepat lelah : Glukosa tak masuk dalam sel.
• Polifagi : Kelaparan sel sehingga otak merespon selalu merasa lapar.
• Poliuri : KGD meningkat maka ginjal bekerja ekstra, urin banyak.
• Polidiksi : Karena banyak urin yang keluar, seseorang mengalami dehidrasi dan selalu
ingin minum.

3/12/2018 6
3. Mengapa bu Desi menganggap hal yang terjadi padanya karena ia kurang makan?
Jawab : Karena badannya semakin kurus dan ia pun selalu merasa lapar. Ditambah, bu
Desi menganggap demikian karena ia belum berkonsultasi dengan dokter.

4. Mengapa bu Desi mengkompensasi dirinya dengan memakan makanan yang lebih


banyak karbohidrat, protein, dan lemak?
Jawab : Karena terhambatnya masuk glukosa ke dalam sel, otak mengirim sinyal lapar
sehingga bu Desi selalu merasa lapar dan mengkompensasinya dengan karbohidrat,
protein, dan lemak.

5. Mengapa bu Desi melakukan pemeriksaan darah rutin, profil lipid, dan KGD?
Jawab : Sebagai terapi lanjutan untuk bu Desi dan pemantauan KGD dan lemak bu
Desi.

3/12/2018 7
6. Mengapa bu Desi mengalami hiperglikemia dan hipertrigleseridemia?
Jawab : Hiperglikemia ,DM, gangguan pankreas, stress emosional. Hipertrigleseridemia : Diabetes tidak terkontrol, obesitas, asupan
kalori melebihi kebutuhan tubuh, alcoholic.

7. Mengapa dokter menyarankan bu Desi untuk makan sesuai kebutuhan kalori?


Jawab : Untuk mengontrol KGD bu Desi hanya sesuai kebutuhannya walaupun ia selalu merasa lapar.

8. Bagaimana pola makan sesuai kebutuhan kalori?


Jawab : Yang pastinya harus meninjau kalori yang dimakan dan juga makanan tersebut haruslah bergizi dan beragam.

6. Mengapa bu Desi semakin kurus padahal makannya banyak?


Jawab : Terjadinya gangguan metabolisme lemak pada bu Desi menyebabkan gagalnya regulasi penyimpanan lemak ke tubuh bu
Desi. Dan karena sel kelaparan, glukagon menarik glikogen otot sehingga budesi terlihat semakin kurus.
3/12/2018 8
10. Mengapa dokter mengatakan terjadinya gangguan metabolisme lemak dan KGD pada bu
Desi?
Jawab : Karena tingginya kadar trigliserida dalam darah serta adanya gangguan hormon
insulin menyebabkan KGD naik.

11. Apakah keluhan bu Desi sering nyeri & bengkak di sendi pergelangan kaki kaki & jari
setelah makan jeroan berkaitan dengan metabolisme lemak?
Jawab : Di dalam jeroan terdapat purin & kolesterol, yang dimana ketika dikonsumsi
berlebihan akan mengakibatkan terjadinya peningkatan asam urat. Yg dimana akan
membentuk kristal pada sendi dan jaringan lunak yg menyebabkan nyeri. Karena pengaruh
gravitasi sering terjadi di kaki

12. Apa saja ciri yang tampak bagi orang terkena DM?
Jawab : penurunan BB, cepat lelah, polidipsi, polifagi, poliuri, penyembuhan luka yg buruk,
bercak merah pada kulit, luka gatal akibat penebalan kulit, penglihatan kabur, kesemutan
dikaki dan tangan.
3/12/2018 9
JUMP 4 : SKEMA Metabolisme

Karbohidrat Protein Lemak

Pengaturan glukosa Metabolisme purin dan


darah pirimidin
JUMP 5 : LEARNING OBJECTIVE
1. Metabolisme
-Karbohidrat
-Protein
-Lemak
2. Regulasi glukosa darah
3. Hubungan karbohidrat, protein,
dan lemak

3/12/2018 11
1. METABOLISME

3/12/2018 12
KARBOHIDRAT

3/12/2018 13
Kenapa metabolisme KH penting?
 Glukosa adalah sumber energi utama
 Kadar Glukosa darah harus seimbang antara 100-
140g/dl
 Berlebih  hiperglikemia Glukosa sangat reaktif 
merusak
 Kekurangan  hipoglikemia low batt
Proses2 pada metabolisme karbohidrat :

1. Glikolisis
2. Glikogenesis
3. Glikogenolisis
4. HMP Shunt
5. Glukoneogenesis
GLIKOLISIS
• Disebut juga EMBDEN MEYER HOFF PATHWAY
• Terjadi di dalam sitosol
• Glikolisis : oksidasi glukosa energi ( ATP )

Aerob Anaerob
( asam piruvat ) ( asam laktat )
• Pada keadaan aerob :
Hasil akhirnya asam piruvat Masuk ke dalam
mitokondria Asetil KoA

Siklus Krebs ATP + CO2+ H2O


SIKLUS KREBS

3/12/2018 17
GLIKOGENESIS
Sintesis glikogen dari glukosa
Terjadi di dalam hati dan otot
Reaksi 1 : Mg++
Glukosa + ATP Glukosa 6-p + ADP
Glukokinase / Heksokinase
Reaksi 2 :
Glukosa 6-p Glukosa 1-p
Fosfoglukomutase
Reaksi 3 :
Glukosa 1-p + UTP UDPG + Pirofosfat
UDPG Pirofosforilase
GLIKOGENOLISIS
• Proses pemecahan glikogen
• Dalam otot :
* tujuannya untuk mendapat energi bagi otot
* hasil akhirnya : piruvat / laktat sebab gluko-
sa 6-p yg dihasilkan dr glikogenolisis masuk ke jalur
glikolisis di otot

• Dalam hati :
* tujuannya : untuk mempertahankan kadar glukosa
darah di antara dua waktu makan
* Glukosa 6-p akan diubah menjadi glukosa
Glukosa 6-p + H2O Glukosa + Pi
Glukosa 6-fosfatase
3/12/2018 21
Glukogeneogenesis
• Pembentukan glukosa dari bahan bukan karbohidrat
• Glukoneogenesis penting sekali untuk penyediaan
glukosa bila karbohidrat tidak cukup dlm diet maupun
berpuasa.
• Jaringan perlu glucosa secara kontinu, enzim akan
membantu
Piruvat karboksila
Fosfoenol piruvat
Fruktoa 1,6 bifosfatase
Glucosa 6-fosfotase
HMP
(HEKSOSA MONOPOSPAT)
• Disebut juga : Pentose Phosphate Pathway
• Merupakan jalan lain untuk oksidasi glukosa
• Tidak bertujuan menghasilkan energi ( ATP )
• Fungsi utama jalur ini adalah untuk menghasilkan
NADPH, yaitu dengan mereduksi NADP+. NADPH
diperlukan untuk proses anabolik di luar mitokhondria,
seperti sintesis asam lemak dan steroid. Fungsi yang lain
adalah menghasilkan ribosa-5-fosfat untuk sintesis
nukleotida dan asam nukleat.
3/12/2018 25
PROTEIN

3/12/2018 26
• Protein : senyawa polipeptida
setiap peptida tersusun atas asam amino sebagai
komponen terkecil
• Unsur penyusun : C,H,O,N
Struktur Protein
Primer Sekunder Tersier Kuartener
• Primer : struktur utama, terdapat ikatan peptida yg
menghubungkan asam amino

• Sekunder : polipeptida yg membentuk α-helix atau β-sheet

• Tersier : suatu rantai polipeptida yg distabilkan oleh ikatan-


ikatan lainnya membentuk struktur 3 dimensi

• Kuartener : beberapa rantai polipeptida bergabung membentuk


protein yg fungsional
Pembentukan Protein
LEMAK

3/12/2018 32
2. HUBUNGAN METABOLISME KARBOHIDRAT
LEMAK DAN PROTEIN

3/12/2018 34
Karbohidrat, Protein, dan Lemak akan dimetabolisme
yang hasil akhirnya menjadi asetil coA, dimana asetil
coA merupakan substrat untuk siklus kreb(siklus asam
sitrat).

3/12/2018 35
Asetil coA  sebagai bahan baku dalam siklus kreb
untuk menghasilkan energi yang berasal dari
katabolisme karbohidrat, protein, maupun lemak.

Titik temu dari berbagai jalur ini berguna untuk


saling menggantikan “bahan bakar” di dalam sel, dan
hasilnya juga bermanfaat untuk menghasilkan senyawa-
senyawa lain yaitu dapat membentuk ATP, hormon,
komponen hemoglobin maupun sel lainnya.
Sel menggunakan 3 molekul utama pada makanan untuk
menghasilkan ATP, dengan:
• Sel dapat mengubah karbohidrat melalui proses glikolisis. Enzim di
dalam sistem pencernaan dapat menghidrolisis zat tepung (pati)
menjadi glukosa. Glukosa tersebut akan dicerna melalui proses
glikolisis dan daur asam sitrat.
• Protein dapat digunakan sebagai energi, tetapi harus dicerna
terlebih dahulu menjadi asam amino. Enzim akan mengubah asam
amino menjadi asam piruvat, asetil coA, atau masuk ke dalam daur
asam sitrat bergantung pada jenis asam aminonya.
• Lemak menghasilkan sumber energi utama karena mengandung
banyak atom hidrogen. Sel akan menghidrolisis lemak menjadi
gliserol & asam lemak. Kemudian, gliserol diubah menjadi
gliseraldehid-3-fosfat (G3P) dalam proses glikolisis.
3/12/2018 38
3. PENGATURAN KADAR
GULA DARAH

3/12/2018 39
3/12/2018 40
3/12/2018 41
12/03/2018 42

Glukosa menginduksi sekresi


insulin
• Sekresis Insulin oleh sel β pankreas distimulasi oleh kenaikan
KGD
• Diawali oleh ambilan glukosa (glucose Uptake) oleh GLUT2,
glukosa akan mengalami fosforilasi glikolisis→TCA →
peningkatan rasio ATP:ADP → inaktivasi kanal kalium →
depolarisasi membran → kanal Ca terbuka → ion Ca masuk
ke dalam sel β → eksositosis insulin dari granula
3/12/2018 43
Epinephrine
– The second early response hyperglycemic hormone.
– Efeknya diperantarai melalui respon hipotalamus terhadap kondisi rendahnya
glukosa didalam darah. Stimulasi glukoneogenesis, pemecahan glikogen dan
pelepasan glukosa dari hepar
– Stimulasi glikolisis di otot dan lipolisis di jaringan adiposa
– Menurunkan sekresi insulin
– Meningkatkan sekresi glukagon

44
12/03/2018 Kuliah Biokimia Blok 1.4 TA 2014/2015
TERIMAKASIH

3/12/2018 45