Anda di halaman 1dari 67

Definisi dan Pengukuran

Obesitas
Obesitas adalah kelebihan lemak dalam tubuh, yang
umumnya ditimbun dalam jaringan subkutan (bawah kulit),
sekitar organ tubuh dan kadang terjadi perluasan ke dalam
jaringan organnya (Misnadierly, 2007).
(http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/120/jtptunimus-gdl-
wahyusarig-5984-2-babii.pdf)
Obesitas merupakan keadaan patologis, yaitu terdapatnya
penimbunan lemak yang berlebihan dari yang diperlukan
untuk fungsi tubuh yang normal (Soetjiningsih, 1995). WHO
(2000) secara sederhana mendefinisikan obesitas sebagai
kondisi abnormal atas akumulasi lemak yang ekstrim pada
jaringan adipose.
Sindroma Metabolik
Sindroma metabolik merupakan suatu kumpulan faktor risiko
metabolik yang berkaitan langsung terhadap terjadinya
penyakit kardiovaskuler artherosklerotik. Faktor risiko tersebut
antara lain terdiri dari dislipidemia aterogenik, peningkatan
tekanan darah, peningkatan kadar glukosa plasma, keadaan
prototrombik, dan proinflamasi.

J MAJORITY | Volume 4 Nomor 4|Februari 2015|88

http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/viewFile/586/590
Pengukuran
• Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan rumus matematis
yang berkaitan dengan lemak tubuh orang dewasa, dan
dinyatakan sebagai berat badan dalam kilogram dibagi
dengan kwadrat tinggi badan dalam ukuran meter
(Arisman,2007).
• Rumus menentukan IMT :
• IMT = BB/TB2
• Contoh cara menghitung BMI
Berat badan = 76 kg
Tinggi badan = 167 cm = 1,67 m

IMT = 76 / 1,67x1,67 = 76 / 2,7889 = 27,25


IMT 27,25 termasuk kelebihan berat badan
Mencari Berat Badan Ideal
• Rumus berat badan ideal :
• (Tinggi badan – 100)x 90%

• Contoh : tinggi badan 160 cm


(160 – 100)x 90%
60 x 90%
= 54 kg
Etiologi Obesitas
Penyebab Obesitas
a. Genetik
b. Aktivitas fisik
c. Perilaku makan
d. Neurogenik
e. Hormonal
f. Dampak penyakit lain
a. Genetik
• 20-25% kasus obesitas dapat disebabkan faktor genetik.
• Penyebab monogenik (gen tunggal) dari obesitas adalah
mutasi MCR-4 -> defisiensi leptin kongenital
b. Aktivitas Fisik
• Gaya hidup tidak aktif dapat dikatakan sebagai
penyebab utama obesitas
• Suatu penelitian mengatakan bahwa
menonton tv lebih dari 5 jam meningkatkan
prevalensi & angka kejadian obesitas pada
anak 6-12 th sebesar 18%
c. Perilaku Makan
• Perilaku makan yang tidak baik disebabkan
oleh beberapa sebab, diantaranya adalah
karena lingkungan dan sosial.
• Pemberian susu botol pada bayi
kecenderungan diberikan pada jumlah yang
berlebihan -> obesitas >>
d. Faktor Psikologi (stres)
Stres kronis  merangsang hipotalamus
memerintahkan kelenjar hipofisis melepaskan hormon
adenokortikotropin (ACTH) ke korteks adrenal 
hormon kortisol ↑  merangsang nafsu makan
selama periode pemulihan  makanan sebagai objek
yang dapat memberinya ketenangan.
d. Neurogenik
• Orang dengan tumor hipofisis yang menginvasi
hipotalamus seringkali mengalami obesitas yang
progresif
• hipotalamus lateral (HL) yang menggerakkan
nafsu makan (awal atau pusat makan)
• hipotalamus ventromedial (HVM) yang bertugas
menintangi nafsu makan (pemberhentian atau
pusat kenyang)
e. Hormonal
Walaupun sangat jarang, adakalanya obesitas
disebabkan oleh endocrine disorder, seperti
pada Sindroma Cushing, hiperaktivitas
adrenokortikal, hipogonadisme, dan penyakit
hormon lain.
f. Dampak Penyakit Lain
• hypogonadism, Cushing syndrome, hypothyroidism,
insulinoma, craniophryngioma dan gangguan lain pada
hipotalamus.
• Beberapa anggapan menyatakan bahwa berat badan
seseorang diregulasi baik oleh endokrin dan komponenen
neural
Metabolisme lemak secara
eksogen
Makanan
berlemak

diserap ke
dalam enterosit
kolestrol trigliserid mukosa usus
halus
lipoprotein

asam
kolestrol lemak Di dalam
Fosfolipid
bebas usus halus
+
apolipoprotein
kilomikron

kolestrol
ester Trigliserid Membawa ke aliran
darah
trigliserid
Dalam
kilomikron

mengalami
penguraian
asam oleh enzim
lemak & kilomikron lipoprotein
bebas (free remnan lipase
fatty acid)

• Asam lemak bebas dapat disimpan sebagai trigliserida kembali di jaringan lemak (adiposa)
• bila terdapat dalam jumlah yang banyak sebagian akan diambil oleh hati menjadi bahan untuk
pembentukan trigiserid hati
• Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lemak, trigliserida dipecah menjadi asam
lemak dan gliserol, untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi
• Proses pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis
• Kilomikron remnan akan dimetabolisme dalam hati sehingga menghasilkan kolesterol bebas
METABOLISME LEMAK
(ENDOGEN)
• Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber
yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan
di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi (Guyton,2007).
• Ikatan antara lemak dengan protein disebut lipoprotein.
• lipoprotein dibedakan menjadi kilomikron, very low
density lipoprotein(VLDL), low density
lipoprotein(LDL), dan high density lipoprotein (HDL).
• Metabolisme lipoprotein dibagi atas tiga jalur
yaitu jalur metabolisme eksogen, endogen, dan
jalur reverse cholesterol transport.
• LDL Hati

Ke jaringan steroidegenik

Reseptor LDL

Sebagian kolesterol mengalami


oksidasi dan ditangkap oleh Sel busa
reseptor scavenger -A (SRA) di
makrofag
• Makin banyak kadar kolesterol-LDL dalam plasma, maka makin
banyak yang akan mengalami oksidasi dan ditangkap oleh
makrofag.
• Jumlah kolesterol yang akan teroksidasi tergantung dari kadar
kolesterol yang terkandung dalam LDL.
PATOFISIOLOGI
OBESITAS
OBESITY….. HOW COME?
METABOLISME LEMAK
(JALUR REVERSE CHOLESTEROL
TRANSPORT)
HDL dilepaskan sebagai partikel kecil yang
mengandung Apolipoprotein (A, C, E) disebut HDL
nascent.

HDL nascent berasal dari usus halus & hati


• Bentuk gepeng
• Mengandung lipoprotein A1
Kolesterol di bag. Bawah
Mendekati makrofag u/
permukaan membran
mengambil mengambil
makrofag o/ Adenosine
kolesterol yang disimpan
Triphosphate Binding
makrofag
Casette Transporter 1

Kolesterol bebas di
Berubah menjadi HDL
esterifikasi
dewasa (berbentuk
bulat) Enzim Lecithin Cholesterol Acyltransferase
(LCAT)

Kolesterol ester

Cholesterol Ester
Transferase Protein

HATI
Kolesterol ester dalam HDL
Ditangkap o/ ditukar dengan trigliserida
Scavenger dari VLDL & IDL
Receptor Class B
Type 1
Komplikasi
Diabetes Melitus
Apa itu DM?
• Suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan
oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah

• Klasifikasi Diabetes Melitus:


• DM Tipe 1
• DM Tipe 2
• DM Gestasional
Faktor resiko
• Genetik
• Riwayat penyakit
• Obesitas
• Usia paruh baya (> 45 tahun)
Hubungannya dengan Obesitas?
• Insulin adalah hormon yang bekerja menurunkan kadar gula didalam
darah
• Pasien obesiatas memiliki pola hidup yang buruk. Intake makanan
yang tidak diimbangi Output energi yang digunakan
• Terlalu banyak kadar glukosa dalam darah, sehingga kadar insulin
dalam tubuh tidak mencukupi.
Komplikasi
Osteoartritis
Apa itu Osteoatritis
• merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan
kerusakan kartilago sendi.
Faktor resiko
• Usia
• Stress
• Mekanis
• Genetik
• Metabolis
• Traumatik
• Obesitas
• Kelainan primer persendian
• Faktor kebudayaan
Hubungannya dengan obesitas?
• Obesitas menjadi faktor risiko osteoartritis lutut karena terjadi
penambahan berat badan yang mengakibatkan sendi lutut bekerja
lebih keras.
• Pembebanan lutut dapat menyebabkan kerusakan kartilago,
kegagalan ligamen dan struktur lain.
KOMPLIKASI II
Hipertensi
Hipertensi adalah tekanan darah yang lebih tinggi dari 140 / 90
mmHg.22

(Joint National Committee on Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure)
klasifikasi

VII),
Faktor-faktor Risiko Hipertensi
• Umur
• Jenis kelamin
• Gaya hidup : - merokok
- aktifitas fisik
• obesitas
Hubungan dengan Obesitas

Jaringan adiposa meningkatkan


sensitifitas insulin

perangsangan
leptin saraf simpatis OBESITAS??

natriuresis, diuresis

pengaturan nafsu
makan dan
pengeluaran energi
Hubungan dengan Obesitas
Obesitas- kegagalan fungsi leptin
resistensi Retensi natrium
resistensi leptin
ginjal: dan air

Hiperleptinemia aktivasi Naik volume


Vasokontriksi RAAS Meningkat
plasma dan
pem darah +retensi na tekanan darah
cardiac output
& h20

Rangsang saraf
simpatis
Penyakit Jantung Koroner
Definisi

Penyakit jantung koroner adalah gangguan fungsi


jantung akibat otot jantung kekurangan darah karena
adanya penyempitan pembuluh darah coroner

(Riskerdas 2013)
Faktor risiko
1.Hipertensi
2.Diabetes Melitus
3.Dislipidemia
4.Kurang aktivitas fisik
5.Diet tidak sehat
6.Perokok
Hubungan dengan Obesitas
• Obesitas dapat mempercepat terjadinya penyakit jantung
koroner melalui berbagai cara, yaitu :
1. Obesitas mengakibatkan terjadinya perubahan lipid darah,
2. Obesitas mengakibatkan terjadinya hipertensi
3. Obesitas juga dapat menyebabkan terjadinya gangguan
tolerensi glukosa ataupun kencing manis
Hubungan dengan Obsesitas
Tatalaksana Obesitas

Non-
Non- Farmakologi
Operatif
Tatalaksana Farmakologi
Operatif
Non-Operatif (Non-Farmakologi)
• Diet: Penentu utama penurunan berat badan adalah pengurangan
pemasukan energi.
• Diet dibagi berdasaran pembatasan kalori menjadi 2 jenis:
1. Diet Rendah Kalori (LCD)
2. Diet Sangat Rendah Kalori (VLCD)
Diet Rendah Kalori (LCD)
• Pada dasarnya, diet rendah kalori lebih ditujukan kepada orang yang
ingin menurunkan sedikit berat badan dan mempertahankannya.
• Batasan kalori 800-1500kkal/hari.

Penelitian menunjukkan bahwa diet rendah kalori yang dijalankan selama 3-12 bulan dapat
menurunkan berat badan hingga 8% dan dapat mengurangi lemak abdominal yang biasanya
berhubungan dengan resiko penyakit.
Diet Sangat Rendah Kalori (VLCD)
• Biasanya dalam bentuk cairan.
• Batasan kalorinya 450-800kkal/hari.
• Untuk mengurangi potensi risiko akibat kehilangan jaringan
penyokong tubuh, VLCD diperkaya dengan protein dan juga
mencakup suplemen harian wajib untuk vitamin, mineral, elektrolit,
dan asam lemak.
• Namun, makanan yang menyediakan asupan energi sangat rendah
seperti itu sering dikaitkan dengan perasaan lelah, sembelit, mual,
dan diare.
• Karena banyak efek samping yang ditimbulkan, diet ini hanya
dianjurkan untuk dilakukan dalam jangka waktu pendek dan hanya
diperuntukkan untuk orang yang menderita obesitas tinggal berat
(BMI >35 kg/𝑚2 ) dan yang telah gagal pada pendekatan yang lebih
konservatif terhadap penurunan berat badan, khususnya, pada
mereka yang memiliki kondisi medis yang dapat merespons
penurunan berat badan seperti diabetes mellitus tipe 2, atau sebelum
prosedur operasi.
• Namun setelah berhenti melakukan diet ini, akan terjadi peningkatan
berat badan kembali. Sehingga, diet ini tidak lagi dianjurkan karena
tidak baik pula jika dilakukan dalam jangka panjang.
Olahraga
• Hasil dari olahraga tidak langsung berhubungan dengan penurunan
berat badan. Namun, dengan melakukan olahraga dapat mengurangi
kadar lemak tubuh.
• Olahraga yang dianjurkan untuk menjaga berat badan adalah
30menit/hari minimal 5 kali seminggu. Sedangkan untuk menurunkan
berat badan memerlukan waktu lebih lama kira-kira 45-60menit/hari.
Non-Operatif (Farmakologi)
Penekan Nafsu
Sibutramin
Makan

Penghambat
Farmakologi absorpsi zat-zat Orlistat
gizi

Kelompok
metformin
Non-Operatif (Farmakologi)
Obat Fungsi
Orlistat Menghambat absorpsi lemak sebanyak 30 persen
dengan cara menghambat aktivitas lipase pancreas di
saluran pencernaan. Pemberian orlistat dibutuhkan
penggantian vitamin larut lemak karena terjadi
malabsorpsi parsial
Sibutramin Menimbulkan rasa kenyang dan meningkatkan
pengeluaran energi dengan menghambat ambilan
ulang (reuptake) noradrenaline dan serotonin.
Metformin Biasa digunakan untuk orang yang sakit DM tipe 2.
penggunaan metformin dalam jangka pendek
memberikan efek penurunan IMT dan resistensi
insulin pada anak dan remaja obesitas yang
hyperinsulinemia.
Bypass Lambung
Operasi ini bertujuan untuk mengurangi absorpsi
makanan dengan cara membuat gastric bypass dari
lambung ke bagian akhir usus halus.
Indikasi orang yang perlu di operasi bypass lambung
adalah
1. Superobes atau IMT>40,00
2. Wanita dan Pria yang sudah mengalami maturitas
tulang
3. Remaja yang sudah mengalami kegagalan
menurunkan berat badan setelah menjalani
program yang terencana > 6 bulan
Gastric Banding
Mengurangi asupan makanan atau memperlambat pengosongan
lambung. Ukuran bukaan lambung bisa disesuaikan dengan
menggembungkan atau mengempiskan band yang diletakkan di
bawah kulit.
Prognosis Obesitas
Prognosis
• Risiko kematian meningkat
• Risiko yang berhubungan dengan konsekuensi metabolisme
• Risiko yang berhubungan dengan pengaruh berat badan pada
tubuhnya sendiri
Hipotesis
Adanya hubungan antara gaya hidup pasien dengan obesitas
Daftar Pustaka
• http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/122846-S09039fk-
Prevalens%20obesitas-Literatur.pdf
• https://www.scribd.com/doc/51214869/LTM-3-Etiologi-Dan-
Patofisiologi-Obesitas