Anda di halaman 1dari 17

Aspek Keperilakuan pada

Perencanaan Laba dan Penganggaran

Kelompok : 5
1. Sugiarto (2013 12 132 )
2. Vivi Fitrianie (2014 12 071)
3. Gita Kusuma W (2014 12 140)
4. Uswatun Khasanah (2014 12 214)

AKUNTANSI VB
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
ANGGARAN

RELEVANSI KONSEP ILMU


KEPERILAKUAN DALAM LINGKUNGAN
PERENCANAAN

TAHAP IMPLEMENTASI

TAHAP PENGENDALIAN DAN EVALUASI


KINERJA
ANGGARAN
Anggaran merupakan suatu rencana yang
disusun secara sistematis yang meliputi
seluruh kegiatan perusahaan dan
dinyatakan dalam unit (satuan) moneter
dan berlaku untuk jangka waktu (periode)
mendatang.
FUNGSI ANGGARAN
Hasil akhir dari proses perencanaan perusahaan

Cetak biru (blue print) perusahaan untuk bertindak yang mencerminkan


prioritas manajemen dalam alokasi sumber daya

Alat komunikasi internal

Standar terhadap mana hasil operasi actual dapat dibandingkan

Alat pengendalian

Memotivasi setiap personel perusahaan


TIGA TAHAP UTAMA DALAM PROSES
PENYUSUNAN ANGGARAN

1. Tahap 3. Tahap
Penetapan Pengendalian &
Tujuan Evaluasi Kinerja

2. Tahap
Implementasi
KONSEKUENSI DISFUNGSIONAL DARI
PROSES PENYUSUNAN ANGGARAN

Rasa Tidak
Resistensi
Percaya

Efek Samping
Konflik Internal Lain yang Tidak
Diinginkan
1. Rasa ketidakpercayaan
a. Anggaran cenderung menyederhanakan atau mengubah situasi
"sesungguhnya" dan gagal untuk memungkinkan adanya variasi
dalam faktor eksternal.
b. Anggaran hanya mengonfirmasikan apa yang supervisor sudah
tahu.
c. Anggaran sering digunakan untuk memanipulasi para supervisor
sehingga ukuran kinerja yang ditunjukkan perlu dicurigai.
d. Laporan Anggaran menekankan pada hasil, bukan alasan.
e. Anggaran mempengaruhi gaya kepemimpinan atasan.
f. Anggaran cenderung menekankan kegagalan.

2. Resistensi
a. anggaran memberi pertanda dan membawa perubahan,
sehingga mengancam keadaan status quo.
b. bahwa proses anggaran memerlukan banyak waktu dan
perhatian.
3. Konflik Internal
Anggaran membutuhkan interaksi antara orang-orang pada
tingkat organisasi yang berbeda. Konflik internal dapat berkembang
sebagai hasil dari interaksi ini, atau sebagai hasil dari laporan kinerja
yang membandingkan satu departemen ke departemen lain.

4. Efek yang tidak diinginkan lainnya


Anggaran sering dianggap sebagai alat tekanan manajerial. Orang-orang
merasakan tekanan ketika manajemen puncak mencoba untuk
meningkatkan efisiensi dengan mendapatkan lebih banyak output.
Efek samping lain yang tidak diinginkan yang mungkin berkembang
adalah penekanan yang berlebihan pada kinerja departemen dan
penekanan pada kinerja organisasi secara keseluruhan.
RELEVANSI KONSEP ILMU
KEPERILAKUAN DALAM LINGKUNGAN
PERENCANAAN
Dampak dari Lingkungan Perencanaan

Ukuran dan Struktur Organisasi

Gaya Kepemimpinan

Stabilitas Lingkungan Sosial


KONSEP-KONSEP KEPERILAKUAN YANG
RELEVAN DALAM PROSES PENYUSUNAN
ANGGARAN
Tahap Penetapan Tujuan
Selama tahap penetapan tujuan baik tujuan umum
ataupun tujuan khusus dari manajemen puncak
diterjemahkan kedalam target-target yang pasti dan dapat
diukur bagi organisasi serta bagi setiap submit utama.
Tujuan organisasi sangat dipengaruhi oleh tujuan anggota
organisasi yang terkadang mencerminkan kebutuhan
individual dan tujuan pribadi yang saling bertentangan
anggota organisasi yang dominan.
Keselarasan Tujuan

Keselarasan tujuan organisasi akan terjadi ketika individu


memandang bahwa kebutuhan pribadinya dapat dipenuhi
dengan mencapai tujuan organisasi.

Partisipasi
Proses pengambilan keputusan bersama oleh dua bagian
atau lebih pihak dimana keputusan tersebut akan memiliki
dampak masa depan terhadap mereka yang membuatnya.
Manfaat Partisipasi
Partisipasi meningkatkan moral dan mendoronginisiatif yang
lebih besar pada semua tingkatan manajemen, meningkatkan
rasa kesatuan kelompok, meningkatkan kerjasama antar anggota
kelompok dalam penetapan tujuan (internalisasi tujuan),
penurunan tekanan dan kegelisahan yang berkaitan dengan
anggaran.
Batasan dan Permasalahan Partisipasi
Proses partisipasi memberikan kekuasaan kepada para manajer
untuk menetapkan anggaran mereka. Kekuasaan ini memiliki
konsekuensi disfungsional bagi organisasi itu.
TAHAP IMPLEMENTASI

Anggaran diimplementasi melalui komunikasi


kepada karyawan kunci dalam organisasi. Hal ini
menginformasikan kepada mereka mengenai
harapan manajemen, alokasi sumber daya, kuota
produksi dan tenggang waktu.
Pengomunikasian Anggaran
Direktur perencanaan harus menerjemahkan sasaran
organisasi secara keseluruhan ke dalam sasaran yang
dapat dipahami bagi setiap subunit organisasi.

Kerja Sama dan Koordinasi

Implementasi anggaran yang berhasil membutuhkan


kerjasama dan koordinasi dari berbagai keterampilan
dan bakat.
TAHAP PENGENDALIAN DAN EVALUASI
KINERJA
Dalam tahap ini, kinerja aktual dibandingkan dengan standar
yang dianggarkan guna menentukan bidang-bidang
permasalahan dan menyarankan tindakan yang sesuai untuk
memperbaikinya.

Laporan-laporan Kinerja
Penerbitan laporan kinerja yang tepat waktu memiliki dampak
mendorong moral karyawan dan kinerja karyawan. Selain itu
meningkatkan akurasi tugas dan keyakinan serta hubungan baik yang
tinggi.
KESIMPULAN

Aspek keperilakuan dalam perencanaan laba dan


penyusunan anggaran di pengaruhi berbagai faktor
diantaranya, motif untuk kepentingan pribadi, serta
adanya disfungsional dari proses penyusunan anggaran.
sehingga di butuhkan kerjasama dan koordinasi dalam
membuat anggaran dan perencanaan laba.
TERIMA KASIH