Anda di halaman 1dari 9

ANTROPOLOGI DAN PENDIDIKAN

(FREDERICK O. GEARING)

Oleh : Mutahhar Syan


E042171009
Pascasarjana antropologi
FISIPOL UNIVERSITAS HASANUDDIN
ANTROPOLOGI DAN PENDIDIKAN DALAM
PERSPEKTIF SEJARAH
 Selama tiga puluh tahun terakhir banyak antropolog telah saling bergantian
memperdaya selebaran mereka di dunia ini dengan harapan "pesan
antropologis" bisa menjangkau lebih banyak orang, dan telah memperhatikan
masalah kurikulum di sekolah.
 G.D. Spindler berpendirian bahwa kontribusi utama yang bisa diberikan
antropologi terhadap pendidikan adalah menghimpun sejumlah pengetahuan
empiris yang sudah diverifikasikan dengan menganalisa aspek-aspek proses
pendidikan yang berbeda-beda dalam lingkungan social budayanya.Teori
khusus dan percobaan yang terpisah tidak akan menghasilkan disiplin
antropologi pendidikan. Pada dasarnya, antropologi pendidikan mestilah
merupakan sebuah kajian sistematik, tidak hanya mengenai praktek
pendidikan dalam prespektif budaya, tetapi juga tentang asumsi yang dipakai
antropolog terhadap pendidikan dan asumsi yang dicerminkan oleh praktek-
praktek pendidikan.
 Antropologi pendidikan mulai menampakkan dirinya sebagai disiplin ilmu
pada pertengahan abab ke-20. Pada waktu itu banyak pertanyaan yang
diajukan kepada tokoh pendidikan tentang sejauhmana pendidikan dapat
mengubah suatu masyarakat. Sebagaimana diketahui pada waktu itu Negara
maju tengah mengibarkan program besarnya, yakni menciptakan
pembangunan di Negara-negara yang baru merdeka (Hadad, 1980).
Antropologi pendidikan berupaya menemukan pola budaya belajar masyarakat
(pedesaan dan perkotaan) yang dapat merubah perubahan social.
NEXT
 sehingga antropolog menyimpulkan bahwa sekolah
merupakan sebuah benda budaya yang menjadi skema
nilai-nilai dalam membimbing masyarakat. Namun ada
kalanya sejumlah metode mengajar kurang efektif dari
media pendidikan sehingga sangat berlawanan dengan
data yang didapat di lapangan oleh para antropolog. Tugas
para pendidik bukan hanya mengeksploitasi nilai
kebudayaan namun menatanya dan menghubungkannya
dengan pemikiran dan praktek pendidikan sebagai satu
kesatuan.
 Antropologi Pendidikan sebagai disiplin kini banyak di
kembangkan oleh para ahli yang menyadari pentingnya
kajian budaya pada suatu masyarakat. Antropologi di
negara-negara maju memandang salah satu persoalan
pembangunan di Negara berkembang adalah karena
masalah budaya belajar. Perhatian ini dilakukan dengan
melihat kenyataan lemahnya mutu sumber daya manusia
yang berakibat terhadap rentannya ketahanan social
budaya masyarakat dalam menghadapi krisis kehidupan
PENDEKATAN TEORI ANTROPOLOGI
PENDIDIKAN
Teori antropologi pendidikan yang diorientasikan pada
perubahan social budaya dikategorikan menjadi empat
orientasi:
a. Orientasi teoritik yang focus perhatiannya kepada
keseimbangan secara statis. Teori ini merupakan bagian
dari teori-teori evolusi dan sejarah.
b. Orientasi teori yang memandang adanya keseimbangan
budaya secara dinamis. Teori ini yang menjadi
penyempurna teori sebelumnya, yakni orientasi adaptasi
dan tekno-ekonomi yang menjadi andalanya
c. Orientasi teori yang melihat adanya pertentangan
budaya yang statis, dimana sumber teori datang dari
rumpun teori structural.
d. Orientasi teori yang bermuatan pertentangan budaya
yang bersifat global atas gejala interdependensi antar
Negara, dimana teori multicultural termasuk
didalamnya.
NEXT
 1) Superorganik: kebudayaan adalah realitas super dan ada di atas dan di
luar pendukung individualnya dan kebudayaan memiliki hukum-
hukumnya sendiri. Pandangan superorganik juga berimplikasi pada
pengawasan pendidikan yang ketat dari pemerintah untuk menjamin
bahwa guru-guru menanamkan dalam diri generasi muda atas gagasan-
gagasan, sikap-sikap dan keterampilan-keterampilan yang perlu bagi
kelanjutan kebudayaan
 Konseptualis: kebudayaan bukanlah suatu entitas sama sekali, tetapi
sebuah konsep yang digunakan antropolog untuk
menghimpun/meunifikasikan serangkaian fakta-fakta yang terpisah-
pisah. Pengikut konseptualis setuju bila anak-anak harus mempelajari
warisan budaya sesuai dengan perhatiannya. Melalui pengalamannya
sendiri dengan mengetes pengalaman belajarnya dan orang lain bila
mendapat pandangan dan hal yang objektif mengenai kebudayaan.
 Realis: kebudayaan adalah kedua-duanya, yaitu sebuah konsep dan
entitas empiris. Kebudayaan adalah konsep dimana ia bangunan dari
Antropologi dan kebudayaan sebuah entitas empiris yang menunjukkan
cara mengorganisir fenomena-fenomena. Menurut kaum realis terhadap
pendidikan adalah dengan menanamkan pengetahuan, nilai-nilai dan
keterampilan tertentu yang dipilih kebudayaan maka sistem pendidikan
akan melatih individu untuk merubah kebudayaannya.
MASALAH-MASALAH ANTROPOLOGI
PENDIDIKAN

1. Masalah mendasar adalah masalah yang


berhubungan dengan keilmuan, yaitu
kekeliruan paradigma yang menjadi dasar
penyelenggaraan sistem pendidikan.
2. Masalah cabang adalah berbagai problem yang
berkaitan aspek praktis atau teknis
(manajemen) yang berkaitan dengan
penyelenggaraan pendidikan, yaitu :
 Rendahnya Kualitas Sarana Fisik
 Rendahnya Kualitas Guru
 Rendahnya Prestasi Siswa
 Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan
 Mahalnya Biaya Pendidikan
TRANSMISI KEBUDAYAAN

 Lingkungan Pendidikan Keluarga


 Lingkungan Pendidikan Masyarakat

 Lingkungan Pendidikan sekolah

 Lingkungan Pendidikan Media Massa


APLIKASI PENDIDIKAN

1.Penyelenggaraan pendidikan bertumpu pada


kesadaran adanya keberagaman
2. Model pembelajaran berbasis budaya lokal.
3. Metode pembelajaran karya wisata
4. Metode pembelajaran modeling
Dari paparan diatas
pendidikan perlu dilandasi
antropologi karena
melalui antropologi bisa
membuka diri tentang
keanekaragaman budaya
yang dimiliki oleh Indonesia
dan menghargai
kebudayaan orang lain.

SEKIAN