Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN AUDIT INDEPENDEN

CHAPTER 5
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
Menurut Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP)
SA Seksi 110, tujuan audit atas laporan keuangan oleh
auditor independen pada umumnya adalah untuk
menyatakan pendapat tentang kewajaran dalam semua hal
yang material, posisi keuangan, hasil usaha, perubahan
ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum di Indonesia
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN
PSAK No. 1 revisi 2009 tentang penyajian Laporan
Keuangan, Komponen laporan terdiri dari laporan posisi
keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan
perubahan ekuitas, laporan arus kas, dan catatan atas
laporan keuangan
LAPORAN AUDIT STANDAR
TANPA PENGECUALIAN
 AICPA menetapkan standar baku untuk
laporan audit.
 IAImenetapkan standar baku untuk
laporan audit.

 Masing-masing auditor diberi kesempatan


untuk mengubah sedikit kata-kata atau
penyajian tetapi arti harus sama
Laporan audit tanpa pengecualian berisi 7
bagian :
1. Judul Laporan

harus mengandung kata independen (“LAPORAN


AUDIT INDEPENDEN atau “PENDAPAT AKUNTAN
INDEPENDEN”), untuk meyakinkan para pemakai
bahwa audit dalam segala aspek dilaksanakan secara
tidak memihak

2. Alamat Laporan Audit

ditujukan untuk dewan direksi & para pemegang


saham
3. Paragraf Pendahuluan

a) Pernyataan bahwa KAP telah melakukan audit.


Pernyataan dibuat utk membedakan laporan audit dari
laporan kompilasi atau laporan review
b) Menyatakan bahwa LK yah telah diaudit jelas
periode tanggal neraca dan jenis laporan (neraca,
R/L, LYD & arus kas)
c) Harus menyatakan bahwa LK merupakan tanggung
jawab manajemen (penerapan prinsip2 akt menjadi
tanggung jawab manaj) & auditor hanya memberikan
pendapat
4. Paragraf Ruang Lingkup
merupakan pernyataan faktual tetang apa yg
dilakukan auditor dalam proses audit :
a. Pernyataan auditor bahwa audit telah mekasanakan
audit sesuai dengan standar akt yg berlaku umum
b. Audit dirancang untuk memperoleh keyakinan yg
memadahi (audit memberikan kepastian yg tinggi,
tetapi bukan suatu jaminan) bahwa LK bebas dari
salah saji
c. Auditor yakin bahwa bukti audit yang dikumpulkan
sudah memadai guna pernyataan pendapat
5. Paragraf Pendapat
menyatakan kesimpulan auditor
berdasarkan hasil audit. Frasa menurut
pendapat kami menunjukkan bahwa
mungkin ada beberapa resiko informasi
yg berkaitan dengan LK
6. Nama KAP
menunjukkan nama KAP yang
melaksanakan audit
7. Tanggal Laporan Audit
menunjukkan tanggal auditor
menyelesaikan prosedur audit di lokasi
pemeriksaan (tanggal terakhir dari
tanggung jawab auditor untuk
mereview atas peristiwa setelah
tanggal neraca)
Laporan Audit Standar Tanpa
Pengecualian pada Kondisi sbb :

1. Semua laporan sudah termasuk dalam laporan


keuangan

2. Ketiga standar umum audit sudah dipatuhi


dalam penugasan

3. Bukti audit sudah cukup & memadai telah


terkumpul, dan ketiga standar pekerjaan
lapangan telah dipenuhi
4. Bukti audit sudah cukup & memadai telah
terkumpul, dan ketiga standar pekerjaan
lapangan telah dipenuhi

5. Tidak ada situasi yg membuat auditor merasa


perlu untuk menambah sebuah paragraf
penjelasan attau modifikasi kata-kata dalam
laporan audit
4 kategori laporan audit
kategori kondisi
Wajar tanpa Ke lima kondisi telah dipenuhi
pengecualian
Wajar tanpa pengecualian Audit telah dilaksanakan, tetapi auditor
dengan paragraf penjelasan yakin bahwa penting atau wajib
atau modifikasi perkataan
untukmemberi informsi tambahan

Dengan LK telah disajikan wajar, tetapi lingkup


audit dibatasi secara material / prinsip
pengecualian akt yg berlaku umum tidak diikuti saat
pembuatan LK
Tidak wajar atau Lkdibuat dengan tdk wajar, sehingga pilihan auditor
tidakmemberikan pendapat
menolak memberikan
pendapat
LAPORAN GABUNGAN TENTANG LK & PENGENDALIAN INTERNAL ATAS
PELAPORAN KEUANGAN MENURUT SECTION 404 SARBANES-OXLEY ACT

 Bab 1 section 404 dari Sarbanes Oxley Act


mewajibkan auditor publik utk menegaskan laporan
manajemen mengenai efektivitas pengendalian internal
atas pelaporan keuangan.

 Standart 2 PCAOB menyatakan auditor boleh


memilih untuk menerbitkan secara gabungan atau
terpisah (gambar)
LAPORAN AUDIT WAJAR TANPA PENGECUALIAN
DGN PARAGRAF PENJELASAN ATAU MODIFIKASI
KATA-KATA

 Laporan audit wajar tanpa pengecualian dengan


paragraf penjelas  telah dilaksanakan sesuai
dengan kriteria audit yang lengkap dengan hasil
yang memuaskan dan KL disajikan secara wajar,
namun auditor merasa penting atau wajib
untuk memberikan informasi tambahan
Penyebab paling penting dari penambahan
paragraf penjelas :

1. Tidak ada konsistensi dari pelaksanaan prinsip-


prinsip akuntansi yang berlaku umum

2. Keraguan yang substansial mengenai going concern

3. Penekanan pada suatu hal

4. Auditor setuju dengan penyimpangan dari prinsip


akuntansi
5. Laporan yang melibatkan auditor lain
Tidak Adanya Aplikasi Yg Konsisten dari GAAP
 Apabila ada perubahan material antara prinsip
akuntansi yang lama dengan yang baru  auditor
harus menambahkan paragraf penjelasan setelah
paragraf pendapat yang membahas perubahan
tersebut  mengarahkan pambaca ke catatan kaki

 Konsistensi vs komparabiliatas  auditor harus


mampu membedakan antara perubahan yang
mempengaruhi konsistensi ; dengan perubahan yang
dapat mempengaruhi komparabilitas
 Berikut perubahan yang mempengaruhi konsistensi :
 FIFO  LIFO
 penambahan perusahaan baru dalam lap. Gabungan,
 adanya koreksi kesalahan yang melibatkan prinsip akuntansi  dari
prinsip yang tidak umum, ke prinsip yang berlaku umum
 Perubahan yang mempengaruhi komparabilitas tetapi tidak
mempengaruhi konsistensi :
 Perubahan estimasi, co : penuruna umur manfaat aktiva uantuk tujuan
penyusutan
 Koreksi kesalahan yang tidak mempengaruhi prinsip akuntansi
 Variasi format dan penyajian informasi keuangan
 Perubahan yang terjadi akibat transaksi atau peristiwa yang sangat berbeda
Keraguan Yg Besar Tentang Going Concern
 Faktor-faktor yang mempengaruhi keyakinan going concern :
1. Kerugian operasi atau kekurangan modal kerja yang berulang dan signifikan
2. Ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajiban ketika jatuh tempo
3. Kehilangan pelanggan utama, terjadi bencana yang tidak diasuransi
4. Pengadilan, perundang-undangan, atau hal serupa lainnya yang sudah terjadi
dan dapat membahayakan kemampuan entitas untuk beroperasi
Auditor Menyetujui Penyimpangan dari Prinsip Akuntansi
yg Berlaku Umum
 Pada peraturan 203 AICPA menyatakan untuk situasi yang tidak biasa
penyimpangan prinsip yang berlaku umum tidak perlu diberi penjelasan.
 Namun auditor harus yakin dan memberikan penjelasan dalam beberapa
paragraf terpisah pada laporan audit
Penekanan Pada Suatu Masalah
 Contoh informasi penjelas dimana auditor melaporkan penekanan pada
suatu masalah :
1. Adanya transaksi dengan pihak terkait yang bernilai besar
2. Peristiwa penting yang terjadi setelah tanggal neraca
3. Uraian tentang masalah akuntansi yang mempengaruhi komparabilitas LK
tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya
4. Ketidakpastian material yang diungkapkan dalam catatan kaki
Laporan Yg Melibatkan Auditor Lain
 Terjadi apabila klien memiliki cabang atau devisi yang tersebar letaknya
maka, kantor akuntan publik utama mempunyai alternatif :
1. Tidak memberikan referensi dalam laporan audit
2. Memberikan referensi dalam laporan (hanya alteratif ini yang memberikan
laporan audit wajar tanpa pengecualian dengan modifikasi kata-kata)
3. Mengeluarkan pendapat wajar dengan pengecualian
PENYIMPANGAN DARI LAPORAN AUDIT WAJAR TANPA
PENGECUALIAN
 Dalam Laporan audit yang menyimpang dari alporan audit wajar
tanpa pengecualian ada 3 hal yang dibahas : kondisi yang
memerlukan penyimpangan dari pendapat wajar tanpa
pengecualian, jenis pendapat selain wajar dan materialitas
 Ketiga kondisi yang memerlukan penyimpangan :
1. Ruang lingkup auditor dibatasi
2. Laporan akuntansi yang tidak sesuai dengan GAAP
3. Auditor tidak independen
 Apabila salah satu dari ketiga kondisi tersebut
ada penyimpangan maka pendapat selain dari
wajar tanpa pengecualian harus diterbitkan :
1. Pendapat wajar dengan pengecualian  auditor
menyimpulkan bahwa laporan keuangan secara
keseluruhan telah disajikan secara wajar.
Pengecualian atas ruang lingkup (karena auditor
tidak mempu mengumpulkan bukti yang
disyaratkan oleh standar auditing) dan pendapat
audit maupun pengecualian atas pendapat saja
2. Pendapat tidak wajar  apabila auditor yakin
bahwa laporan keuangan secara keseluruhan
mengandung salah saji yang material atau
menyesatkan, dan auditor telah melakukan
investigasi yang mendalam bahwa tidak ada
kesesuaian dengan prinsip
3. Menolak memeberikan pendapat  auditor
tidak dapat meyakinkan dirinya sendiri bahwa
laporan keuangan telah disajikan secara wajar
: ada batasan ruang lingkup dan auditor tidak
independen
MATERIALITAS
 Materialitas adalah suatu pertimbangan penting dalam
menentukan jenis laporan yang tepat untuk diterbitkan dalam
situasi tertentu.
 Tingkat materialitas  salah saji dapat dikatakan material
apabila pengetahuan akan salah saji tersebut akan
mempengaruhi dalam pengambilan keputusan
 Tingkat materialitas digunakan untuk menentukan jenis
pendapat yang akan diterbitkan
1. Apabila jumlahnya tidak material  tidak
mempengaruhi dalam pengambilan keputusan :
pendapat wajar tanpa pengecualian
2. Jumlahnya material tetapi tidak memperburuk
laporan keuangan secara keseluruhan  salah saji
dalam LK akan mampengaruhi keputusan tetapi LK
secara keseluruhan wajar sehingga masih berguna 
wajar dengan pengecualian (dengan menggunakan
‘kecuali untuk’)
3. Jumlahnya sangat material sehingga LK secara
keseluruhan diragukan  menolak memberikan
pendapat
 Keputusan materialitas  tidak ada pedoman yang
sederhana dan didefinisikan dengan jelas kapan suatu
hal dianggap tidak material,material atau sangat
material.
 Evaluasinya tergantung pada situasi :
1. Kondisi perusahaan Non GAAP
2. Jumlah dollar dibandingkan dengan dasar tertentu
3. Kondisi pembatasan ruang lingkup