Anda di halaman 1dari 18

NEURODERMATITIS

Disusun oleh :
Asnawati
11.2016.067
16 slide : 13 menit
Liken Simplek Kronik

Adalah penyakit peradangan kulit kronis, gatal,


berbatas tegas ditandai dengan kulit tebal dan
garis kulit tampak lebih menonjol (likenifikasi)
menyerupai kulit batang kayu , akibat garukan
atau gosokan yang berulang- ulang dalam jangka
waktu yang lama karena berbagai rangsangan
pruritogenik.
EPIDEMIOLOGI

 Biasanya pada orang dewasa.


 Puncaknya umur 30-50 tahun.
 Jarang ditemukan pada anak-anak.
 Lebih banyak pada wanita
ETIOPATOGENESIS
Pruritus

Digaruk

Trauma mekanik
Likenifikasi
Aktivasi Imunoreaktif
CGRP (Calsitonin Gene-
Related Peptida) dan Neurodermatitis
SP (Substance Peptida) Sirkumskripta
Aktivasi histamin
dan sel mast

Rasa gatal bertambah


GEJALA KLINIS

 Gatal, tetapi tidak terus menerus,timbul pada


waktu tidak sibuk.
 Lesi bisa tunggal, pada awalnya berupa plak
eritomatosa, sedikit edematosa
 Lambat laun edema dan eritema hilang 
bagian tengah berskuama dan menebal 
likenifikasi dan ekskoriasi  sekitarnya
hiperpigmentasi, batas dengan kulit normal
tidak jelas
Scalp, tengkuk, samping leher, lengan bagian
ekstensor, pubis, vulva, skrotum, perianal, paha
bagian medial, lutut, tungkai bawah lateral,
pergelangan kaki bagian depan, dan punggung kaki.
Likenifikasi dan
hiperpigmentasi

Lesi erosi hingga


ekskoriasi, eritema,
sirkumskripta,
likenifikasi
Likenifikasi
PEMERIKSAAN PENUNJANG
 HISTOPATOLOGI
Penebalan epidermis sehingga tampak ortokeratosis,
hipergranulosis, akantosis dengan rate ridges memanjang
teratur.

 LABORATORIUM
Pemeriksaan fungsi hati, pemeriksaan fungsi ginjal, dan
pemeriksaan gula darah.
DIAGNOSIS

 ANAMNESIS
Gatal-gatal pada kulit lokal yang terjadi sudah lama

 GAMBARAN LESI
Likenifikasi, plak dengan ekskoriasi serta sedikit
eritematosa dan edema.
Pada lesi yang sudah lama, lesi tampak berskuama pada
bagian tengahnya, hiperpigmentasi pada bagian lesi yang
gatal, bagian eritema dan edema menghilang.
DIAGNOSIS BANDING

 Dermatitis atopik tipe dewasa


a. Dermatitis atopik sering berhubungan dengan
peningkatan kadar IgE dalam serum atau riwayat atopi
pada pasien atau keluarga pasien.
b. Gambaran lesi berupa papul, ekskoriasi, dan likenifikasi.
c. Persamaan dermatitis atopik dengan neurodermatitis
ialah adanya rasa gatal pada kulit disertai likenifikasi
dan hiperpigmentasi.
d. Predileksi disekitar lipat siku, lipat paha, disamping
leher, dahi dan disekitar mata.
 Prurigo nodularis
Predileksi prurigo nodularis pada bagian ekstremitas
ekstensor terutama anterior paha dan tungkai bawah.
Lesinya berbatas tegas antara lesi dengan kulit yang
normal, Serta pada pemeriksaan histologik didapatkan
penebalan epidermis yang tampak hiperkeratosis,
hipergranulosis, dan akantosis yang tidak teratur
(hiperplasi psoriasiformis).
PENATALAKSANAAN
 Topikal
a. Clobetasol
Topical steroid super poten : menekan mitosis dan
menambah sintesis protein yang mengurangi peradangan
dan menyebabkan vasokonstriksi.
a. Betamethasone dipropionate cream 0,05%
Bekerja mengurangi peradangan dengan menekan migrasi
leukosit polimorfonuklear dan memeperbaiki permeabilitas
kapiler.
a. Triamcinolone 0,025 %, 0.1%, 0.5 % or ointment
b. Fluocinolone cream 0.1 % or 0.05%
Topical kortikosteroid potensi tinggi yang menghambat
proliferasi sel. Mempunyai sifat imonusupresif dan sifat anti
peradangan.
 Sistemik
• AH1 (generasi pertama) : Clemastin, hydroxyzine, dan
promethazin.
Untuk pasien yang mengalami keluhan gatal dan
disertai keluhan sulit tidur.
• AH2 (generasi kedua) : Cetirizin, levocetirizin,
loratadin, desloratadin, azelastin, fexofenadin, ebastin,
atau rupatadin. Lebih ringan efek sedatifnya.
• Kortikosteroid
 Tindakan
UVB dan PUVA
PROGNOSIS
 Vitam :
ad bonam : neurodermatitis tidak menganggu
keadaan vital pasien
 Fungsionam :
dubia ad bonam, bersifat residif yang bisa
menganggu aktivitas pasien jika pasien tidak
mampu mencegah terjadinya keluhan berulang
 Sanationam :
dubia ad bonam : bersifat kronis dan residif,
bergantung dari kemampuan pasien untuk
mencegah terjadinya pengulangan terjadinya
pruritus
KOMPLIKASI

 Hiperpigmentasi
 Bekas luka ulkus karena seringnya pasien
menggaruk
KESIMPULAN

 Peradangan kulit kronis, yang ditandai dengan gejala kulit


tebal dan garis kulit tampak menonjol (likenifikasi)
menyerupai batang kayu.
 Pada dasarnya pruritus yang berkepanjangan menjadi
dasar pembentuk terjadinya lesi pada neurodermatitis.
 Efloresensi ditemukan lesi tampak likenifikasi, terlihat plak
dengan ekskoriasi serta sedikit eritematosa dan edema.
Pada lesi yang sudah lama, lesi akan tampak berskuama
pada bagian tengahnya, terjadi hiperpigmentasi, bagian
eritema dan edema akan menghilang, dan batas lesi
dengan bagian kulit normal semakin tidak jelas.
 Harus dibedakan dengan dermatitis atopik dan prurigo
nodularis berdasarkan predileksi tempatnya dan gambaran
klinisnya.
 Terapi utama neurodermatitis ialah dengan pengobatan
non medika mentosa yakni dengan mencegah pemicu
terjadinya pruritus.
 Terapi medika mentosa yang bisa diberikan ialah
kortikosteroid, antihistamin, dan antibiotik jika sudah
timbul luka akibat garukan.
 Komplikasi ialah ulkus dan hiperpigmentasi yang
permanen.
 Prognosis umumnya baik