Anda di halaman 1dari 7

BAB 4

Manajemen risiko
KELOMPOK 3
NAMA ANGGOTA:

fEBRIANI SUSANTI BCA 115 146


BAHRUJIANOR BCA 115 149
RATNA MUTIA DEWI BCA 115 153
CHRISTINA THERESIA BCA 115 158
AHMAD ROZAKI AKBAR BCA 115 207
A. RESIKO
Bagi internal audit, istilah resiko digunakan dalam proses audit dan proses
manajemen risiko. Dalam proses audit, resiko yang dimaksud adalah kemungkinan
trjadinya salah saji material yang tidak dapat dideteksi oleh prosedur audit yang
telah dilakukan auditor pada asersi di tingkat saldo rekening maupun transaksi.
• Kategori Risiko
Dikemukakan risiko brdasarkan empat sudut pandang, tetapi terdapat sudut
pandang lainnya yang tidak dibahas.
a. Risiko dari sudut pandang sumbernya
b. Risiko dari sudut pandang penyebab
c. Risiko dari sudut pandang akibat yang di timbulkan
d. Risiko dari sudut pandang jenis
B. MANAJEMEN RISIKO
1. Dasar-Dasar Manajemen Risiko

Manajemen risiko meliputi proses mengidentifikasi risiko, mengukur risiko, serta


menyusun strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yg tersedia. Identifikasi
risiko menghasilkan daftar risiko yg berpotensi dan/atau lebih terjadi. Pengukuran
risiko memberi informasi tentang kemungkkinan keterjadian dan dampak yg dapat
ditimbulkan bila risiko terjadi.
Ada 4 macam manajemen resiko, yaitu:
a. Identifikasi Risiko
Manajemen harus menidentifikasi semua risiko yg mungkin memengaruhi keberhasilan organisasi,
mulai dari risiko yg berdampak kecil hingga risiko yg berdampak signifikan.
b. Panilaian Risiko
Penilaian risiko dilakukan utk memetakan risik berdasarkan kemungkinan keterjadiannya dan dampak yg
ditimbulkan bila risiko itu terjadi.
c. Prioritas Risko dan Perencanaan Respons
Penilaian risiko menghasilkan nilai status risko yg mnunjukkan profitabilita keterjadian risiko dan
dampak yg muncul bila risiko tersebut terjadi. Manajemen perlu menggunakan hasil penilaian risiko utk
menentukan priorita risiko yg harus direspons dan strategi yg digunkan utk merespons risiko tersebut.
d. Penentuan Risiko
Lingkungan internal dan eksternal perusahaan yg terus beruah menyebabkan perubahan risiko yg
mungkin dihadapi, baik jumlah, profitabilitas, maupun dampaknya.
2. Australia/New Zealand AS/NZS ISO 31000:2009 Risk Management
Terdapat banyak standar manajemen risiko yg dipakai didunia, seperti Canadian Risk
Management (CRM), Australia/Nw Zealand AS/NZS ISO 31000:2009, COSO Enterprise Risk
Management, dan standar yg disusun oleh lembaga lainnya.
a. Proses Manajemen Risiko dlm AS/NZS ISO 31000:2009
• Konsultasi dan komunikasi
• Menyusun kontks
• Mengidentifikasi risiko
• Meganalisis risiko
• Mengevaluasi risiko
• Menyatakan risiko
• Memantau dan meninjau
3. Manajemen Risiko: COSO ERM
COSO Entrprise Risk Management (CASO ERM) adalah kerangka kerja yg membantu organisasi dlm
mendeskripsikan dan mendefinisikan risiko. CASO ERM menjadi alat penting utk memahami dan meningkatkan
pengndalian internal yg dibutuhkan oleh organisasi.
• Elemen Kunci COSO ERM
COSO ERM merumuskan delapan komponen manajemen risiko yg diimplementasikan pada setiap level
organisasiperusahaan, yaitu:
a. Lingkungan internal
b. Menetapkan tujuan
c. Identifikasi risiko
d. Penilaian risiko
e. Respons risiko
f. Kegiatan pengendalian
g. Informasi dan komunikasi
h. pemantauan
C. PERANAN AUDIT INTERNAL DALAM MANAJEMEN RISIKO
Standar kinerja 2120 meyebutkan bahwa aktivitas auditor internal harus
mengevaluasi efektivitas manajemen risiko dan berkontribusi dlm peningkatan proses
manajemen risiko. Standar ini mengharuskan auditor internal utk mengikuti
perkembangan risiko di samping ttap menjalankan peranan jaminan independen. Terdapat
beberapa alternative peran yg dapat dilakukan oleh auditor internal dlm manajemen
risio, yaitu:
1. Melakukan audit atau peninjauan atas proses manajemen risiko yg dilakukan oleh
manajemen.
2. Memberikan dukungan aktif yg berklanjutan terhadap proses manajemen risiko.
3. Mengatur dan mengkoordinasi proses manajemen risiko.
4. Tidak melakukan peran apapun dlm proses manajemen risiko.