Anda di halaman 1dari 16

ORGANISASI PROFESI

KEPENDIDIKAN

Kelompok 3

Anastasia Hotmauli Sinaga


Eka Kurnia Putri
Riris Valentina Sihombing
Vince Yosi
Organisasi Profesi Keguruan

Menurut Stoner, Organisasi adalah suatu pola


hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang
di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan
bersama.
Profesi adalah jabatan atau pekerjaan yang
menuntut keahlian seseorang dan didapat melalui
adanya proses pendidikan.
Jadi organisasi profesi adalah suatu wadah
perkumpulan yang orang-orang yang memiliki suatu
keahilan khusus yang merupakan ciri-ciri khas dari
bidang keahilan tertentu.
Tujuan Organisasi
Profesi

Mengikat

Mengawasi

Meningkatkan
Kesejahteraan para
Anggota
Persatuan Guru Republik Indonesia

PGRI lahir pada 25 November 1945, setelah 100


hari proklamasi kemerdekaan Indonesia. Cikal bakal
organisasi PGRI adalah diawali dengan nama
Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) tahun 1912,
kemudian berubah nama menjadi Persatuan Guru
Indonesia (PGI) tahun 1932.
Makna dari terwujudnya PGRI sebagai Organisasi
Profesi
1. Wahana memperjuangkan peningkatan kualifikasi dan
kompetensi bagi guru.
2. Wahana mempertinggi kesadaran dan sikap guru dan
tenaga kependidikan dalam meningkatkan mutu profesi
dan pelayanan kepada masyarakat.
3. Wahana menegakkan dan melaksanakan kode etik dan
ikrar guru Indonesia.
4. Wahana untuk melakukan evaluasi pelaksanaan
sertifikasi, lisensi, dan akreditasi bagi pengukuhan
kompetensi profesi guru.
5. Wahana pembinaan bagi Himpunan Profesi dan
Keahlian Sejenis di bidang pendidikan yang
menyatakan diri bergabung atau bermitra dengan PGRI.
Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)

MGMP merupakan suatu wadah asosiasi atau


perkumpulan bagi guru mata pelajaran yang berada di
suatu sanggar atau kabupaten/kota yang berfungsi
sebagai sarana untuk saling berkomunikasi, belajar
dan bertukar pikiran dan pengalaman dalam rangka
meningkatkan kinerja guru sebagai praktisi atau
perilaku perubahan reorientasi pembelajaran di kelas.
Tujuan MGMP

1. Memperluas wawasan dan pengetahuan guru mata


pelajaran dalam upaya mewujudkan pembelajaran
yang efektif dan efisien.
2. Mengembangkan kultur kelas yang kondusif sebagai
tempat proses pembelajaran yang menyenangkan,
mengasyikkan dan, mencerdaskan siswa.
3. Membangun kerjasama dengan masyarakat sebagai
mitra guru dalam melaksanakan proses
pembelajaran.
Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI)

ISPI lahir pada pertengahan tahun 1960-an. Pada awalnya


organisasi profesi kependidikan ini bersifat regional karena
berbagai hal menyangkut komunikasi antaranggotanya. .
Keadaan seperti ini berlangsung cukup lama sampai
kongresnya yang pertama di Jakarta 17-19 Mei 1984.
Lanjutan

Kongres tersebut menghasilkan tujuh rumusan tujuan ISPI, yaitu:


• Menghimpun para sarjana pendidikan dari berbagai
spesialisasi di seluruh Indonesia
• meningkatkan sikap dan kemampuan profesional para
angotanya;
• membina serta mengembangkan ilmu, seni dan teknologi
pendidikan dalam rangka membantu pemerintah
mensukseskan pembangunan bangsa dan negara;
• mengembangkan dan menyebarkan gagasan-gagasan baru dan
dalam bidang ilmu, seni, dan teknologi pndidikan;melindungi
dan memperjuangkan kepentingan profesional para anggota;
• meningkatkan komunikasi antaranggota dari berbagai
spesialisasi pendidikan; dan
• menyelenggarakan komunikasi antarorganisasi yang relevan.
Peningkatan Mutu Penyelenggaraan Pendidikan

Penyelengaraan pendidikan hendaknya selalu dapat


memberi kesan yang baik terhadap masyarakat
sehingga masyarakat selalu memberikan kepercayaan
yang penuh, karena kepercayaan ini mutlak diperlukan
oleh suatu profesi. Pengakuan masyarakat terhadap
profesi guru itu tidak hanya terbatas pada pengakuan
guru sebagai guru, melainkan pengakuan terhadap
segala perangkat yang berkaitan dengan profesi guru,
termasuk perangkat unjuk kerja, lembaga pendidikan,
organisasi profesi, etika dan kode etik guru serta
system imbalannya.
Permasalahan yang dihadapi organisasi profesi

1. Penjabaran yang operasional tentang ketentuan-


ketentuan yang tersurat dalam peraturan yang berlaku
yang berkenaan dengan profesi guru beserta
kesejahteraannya
2. Peningkatan unjuk kerja guru melalui perbaikan
program pendidikan guru yang lebih terara, yang
memelihara keterpaduan antara pengembangan
profesional dengan pembentukan kemampuan
akademik guru, dengan memberikan peluang kepada
setiap calon guru untuk melatih unjuk kinerjanya
sebagai calon guru yang profesional.
3. Proses profesionalisme guru melalui sistem pengadaan
guru terpadu sejak pendidikan prajabatan,
pengangkatan, penempatan, dan pembinaannya dalam
jabatan.
Kode Etik Guru

Etika Profesi ?

Etika profesi keguruan adalah ketentuan-ketentuan


moral atau kesusilaan yang merupakan “pedoman”
bertindak bagi para anggota profesi dibidang
keguruan, dalam hal ini adalah para guru.
Kode Etik Guru Indonesia

Kode Etik ?

Kode etika suatu profesi adalah sekumpulan


peraturan-peraturan atau norma-norma kesusilaan
bagi perbuatan atau perilaku orang-orang dalam suatu
profesi.
Sumber Kode Etik

1. Nilai-nilai agama dan Pancasila.


2. Nilai-nilai kompetensi pedagogik, kompetensi
kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional.
3. Nilai-nilai jatidiri, harkat, dan martabat
manusia yang meliputi perkembangan
kesehatan jasmaniah. emosional, intelektual,
sosial, dan spiritual
Substansi Kode Etik Guru

1. Hubungan Guru dengan Peserta Didik


2. Hubungan Guru dengan Orangtua/Wali Murid
3. Hubungan Guru dengan Masyarakat
4. Hubungan Guru dengan Sekolah dan Rekan Sejawat
5. Hubungan Guru dengan Profesi
6. Hubungan Guru dengan Organisasi Profesinya
7. Hubungan Guru dengan Pemerintah
Organisasi profesi adalah suatu wadah perkumpulan
yang orang-orang yang memiliki suatu keahilan khusus
yang merupakan ciri-ciri khas dari bidang keahilan tertentu.
Organisasi professional bertujuan untuk mengikat,
mengawasi, meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.
Mengawasi dimaksudkan agar para anggota profesi agar
selalu berpegang kepada Kode Etik Profesi, dan selalu
menjaga kualifikasi para anggota di samping itu dapat pula
mengawasi praktek profesi yang tidak berwenang dalam
melaksanakan profesi. Sedangkan meningkatkan
kesejahteraan dimaksudkan agar organisasi profesi selalu
dapat memperjuangkan anggotanya dalam mendapatkan
jaminan kesejahteraan atas jasa yang telah diberikan. Ada
beberapa organisasi profesi keguruan yaitu PGRI, ISPI,
IPBI dan MGMP.