Anda di halaman 1dari 22

 NAMA KELOMPOK :

M Deni Yoga Iswara 141150471


Muhammad Farhan N 141150478
Ulfa Annisa Putri 141150490
Muhammad Hasan Habibi 141150495
Perumusan dan penerapan strategi berbeda dari hal-
hal berikut:
• Perumusan strategi memosisikan kekuatan sebelum tindakan.
• Penerapan strategi mengelola kekuatan dan tindakan.
• Perumusan strategi berfokus kepada keefektifan.
• Penerapan strategi berfokus kepada keefesienan.
• Perumusan strategi terutama merupakan proses intelektual.
• Penerapan strategi terutama merupakan proses operasional.
• Perumusan strategi membutuhkan keterampilan intuitif dan
analisis yang bagus.
• Penerapan strategi membutuhkan keterampilan motivasi dan
kepemimpinan yang khusus.
• Perumusan strategi membutuhkan koordinasi antarbeberapa
individu.
• Penerapan strategi membutuhkan koordinasi antarbanyak
individu.
• Isu-isu utama manajemen bagi
penerapan strategi meliputi
penetapan tujuan tahunan,
pembuatan kebijakan, alokasi
sumber daya, perubahan struktur
organisasi yang ada, restrukturisasi
dan rekayasa ulang, perbaikan
Perspektif progam penghargaan dan insentif,
Manajemen minimilasi penolakan terhadap
perubahan, pengenalan manajer
pada strategi, pengembangan
budaya yang strategi,
pengembangan sumber daya
manusia yang efektif dan jika perlu
pengurangan karyawan.
Tujuan tahunan
penting bagi
penerapan
strategi karena

(3) merupakan
(2) merupakan instrumen utama (4) menetapkan
(1) merupakan mekanisme untuk memonitor prioritas
alokasi sumber utama untuk kemajuan ke arah organisasional,
daya; mengevaluasi pencapaian tujuan divisioanal, dan
manajer; jangka panjang; departemental.
dan
 Kebijakan(policy) merupakan instrumen
untuk penerapan strategi. Kebijakan
memungkinkan karyawan maupun manajer
mengetahui apa yang diharapkan dari
mereka, sehingga meningkatkan
kemungkinan bahwa strategi akan mampu
diterapkan dengan baik.
Beberapa contoh isu-isu yang kiranya
membutuhkan kebijakan manajemen adalah:
• Menawarkan berbagai lokal karya dan seminar
pengembangan manajemen ekstensif atau
terbatas.
• Menyentralisasi atau mendesentralisasi
aktivitas pelatihan karyawan.
• Merekrut melalui agen penempatan tenaga
kerja, kampus, dan/atau surat kabar.
• Mempromosikan karyawan dari dalam atau
merekrut dari luar.
• Mempromosikan berdasarkan kinerja atau
senioritas.
• Alokasi sumber daya merupakan
aktifitas utama manajemen
yang memungkinkan
ALOKASI pelaksanaan strategi. Tidak ada
yang lebih menghambat
SUMBER manajemen strategis dan
keberhasilan organisasi
DAYA melebihi sumber daya yang
dialokasikan secara tidak
konsisten dengan prioritas yang
ditetapkan dalam tujuan
tahunan
Konflik dapat didefinisikan sebagai
perselisihan kedua belah pihak atau lebih
mengenai satu atau beberapa
isu/masalah. Menetapkan tujuan dapat
menimbulkan konflik karena manajer
dan penyusun strategi harus melakukan
kompromi. Konflik tak terhindarkan
dalam sebuah organisasi, sehingga
penting bahwa konflik tersebut dikelola
dan dipecahkan sevelum konsekuensi
disfungsional memengaruhi kinerja
organisasi
Mencocokkan
Struktur dengan
Strategi
Alasan kedua mengapa
perubahan dalam strategi
Pertama, struktur sangat sering kali mengharuskan
menentukan bagaimana adanya perubahan dalam
tujuan dan kebijakan struktur adalah karena
diterapkan. struktur mendikte
bagaimana sumber daya
akan dialokasikan.
• Struktur yang paling luas digunakan adalah
jenis fungsional atau tersentralisasi karena
struktur ini yang paling sederhana dan
Struktur paling murah dari tujuh alternatif yang
Fungsional ada.

• Struktur divisional atau terdesentralisasi


merupakan jenis kedua yang paling lazim
digunakan oleh bisnis di AS. Beberapa
Struktur bentuk struktur divisional menjadi penting
untuk memotivasi karyawan,mengendalikan
Divisional operasi, dan bersaing dengan baik di lokasi
yang berbeda beda
Struktur Unit Bisnis
Struktur Matriks
Strategi

Struktur SBU
mengelompokan divisi divisi
yang sama ke dalam unit Struktur matriks adalah
bisnis strategis serta yang paling kompleks dari
mendelegasikan wewenang semua rancangan sebab
dan tanggung jawab untuk bergantung baik pada alur
setiap unit kepada seorang otoritas dan komunikasi
kepala divisi yang secara vertikal maupun horizontal.
langsung melapor kepada
direktur eksekutif
RESTRUKTURISASI &
REKAYASA ULANG

Restrukturisasi disebut
juga perampingan,
penataan, atau
pengelompokan kembali, Rekayasa ulang lebih
menyangkut pengurangan berfokus pada
ukuran perusahaan dalam kepentingan karyawan dan
hal jumlah karyawan, konsumen daripada
jumlah divisi atau unit, kepentingan pemegang
serta jumlah tingkat saham.
hierarkis dalam struktur
organisasi perusahaan.
Pembagian laba adalah bentuk kompensasi
insentif yang digunakan secara luas. Kriteria
lain yang juga digunakan luas untuk
menghubungkan kinerja dan gaji dengan
strategi adalah pembagian hasil. Pembagian
hasil mendorong karyawan atau departemen
menetapkan target kinerja, jika hasil
aktualnya melampaui tujuan, seluruh
anggota mendapatkan bonus. Kriteria seperti
penjualan, laba, efisiensi produksi, kualitas,
dan keamanan juga bisa menjadi dasar untuk
sistem bonus yang efektif.
 Resistensiterhadap perubahan (resistance to
change) bisa dianggap sebagai ancaman
terbesar bagi penerapan strategi yang
berhasil. Biasanya, resistensi yang terjadi
dalam organisasi berupa sabotase mesin
produksi, mangkir kerja, menyampaikan
keluhan yang berlebihan, dan keengganan
untuk bekerja sama.
 Perusahaan perlu merumuskan dan
menerapkan strategi dari perspektif
lingkungan hidup. Strategi-strategi
lingkungan bisa mencakup pengembangan
atau akuisisi bisnis ramah lingkungan ,
divestasi atau beralih dari bisnis yang
merusak lingkungan, upaya untuk menjadi
produsen berbiaya rendah melalui
minimalisasi limbah dan konservasi energi,
serta pelaksanaan strategi diferensiasi
melalui fitur produk yang hijau.
Menciptakan budaya
yang mendukung
strategi

Para penyusun strategi harus berusaha keras


untuk melestarikan menekankan, dan membangun
berdasarkan aspek-aspek budaya yang ada yang
mendukung stratgi baru yang diusulkan

Budaya meksiko Budaya Jepang


• Kapabilitas,
keterbatasan dan
kebijakan produski atau
operasi dapat secara
signifikan membantu
Masalah-masalah atau meghambat
Produksi/Operasi pencapaian tujuan.
Produksi biasanya
Ketika menerapkan lebih dari
Menerapkan 70% total asset sebuah
Strategi perusahaan. Bagian
terbesar dari proses
penerapan strategi
terjadi pada proses
produksi.
 Pekerjamanajer sumber daya manusia atau
personalia berubah dengan cepat ketika
perusahaan melakukan perampingan dan
reorganisasi. Tanggung jawab strategi sumber
daya manusia mencakup evaluasi kebutuhan
dan biaya staf untuk strategi alternatif yang
di usulkan selama tahap perumusan strategi
dan pengembangan rencana untuk penerapan
secara efektif.
ESOP adalah bentuk kompensasi
karyawan yang dikenakan pajak di
mana karyawan membeli saham
perusahaan melalui uang pinjaman
atau uang tunai.
 Strategipekerjaan/keluarga menjadi
semakin populer dikalangan dikalangan
perusahaan dewasa ini sehingga strategi
tersebut mempresentasikan sebuah
keunggulan kompetitif bagi perusahaan-
perusahaan yang menwarkan “tunjangan”
seperti bantuan lansia, jam kerja yang lebih
fleksibel , pembagian kerja, tunjangan
adopsi, kemah musim panas, bantuan online
untuk karyawan, penetipian hewan
peliharaan dll.
Memperbaiki budaya perusahaan. Memampukan organisasi untuk masuk
ke pasar yang baru.
Memperbaiki semangat kerja karyawan.
Memperbaiki dengan klien.
Menghasilkan resensi karyawan yang lebih
tinggi.
Meningkatkan produktifitas.
Mempermudah rekrut karyawan yang
baru.
Memperbaiki bottom line.
Mengurangi keluhan dan tuntutan.

Memaksimalkan identitas merek.


Meningkatkan kreatifitas.

Mengurangi konflik antar karyawan Mengurangi biaya pelatihan.


interpersonal antar karyawan.