Anda di halaman 1dari 13

TEKNIK

PENGOLAHAN
PANGAN
• Arsy rosyadi
TEKNOLOGI EMULSI • Siska tri Juliarti
Pengertian Emulsi

EMULSI adalah sediaan yang mengandung


bahan obat cair atau cairan obat
terdispersi dalam cairan pembawa
distabilkan dengan zat pengemulsi atau
surfaktan yang cocok. Atau Emulsi adalah
suatu sistem heterogen yang tidak stabil
secara termodinamika, yang terdiri dari
paling sedikit dua fase cairan yang tidak
bercampur, dimana salah satunya
terdispersi dalam cairan lainnya dalam
bentuk tetesan–tetesan kecil, yang
berukuran 0,1-100 mm, yang distabilkan
dengan emulgator/surfaktan yang cocok
Komponen emulsi

Komponen Dasar

Fase dispers / fase internal / fase diskontinyu

Fase kontinyu / fase eksternal / fase luar

Emulgator

Komponen tambahan

Bahan tambahan adalah bahan yang sering ditambahkan pada emulsi


untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Misalnya : corrigen saporis,odoris,
colouris, preservatif (pengawet), antoksidant. Preservatif yang biasa
digunakan adalah : metil dan propil paraben, asam benzoat, asam sorbat,
fenol, kresol, dan klorbutanol, benzalkonium klorida, fenil merkuri asetat,
dll.
Antioksidant yang digunakan antara lain : asam askorbat, L.tocoperol,
asam sitrat, propil gallat dan asam galla
Tipe emulsi

Berdasarkan macam zat cair yang berfungsi


sebagai fase internal ataupun eksternal, maka
emulsi digolongkan menjadi dua macam yaitu :

Emulsi oil in water Emulsi tipe water in oil

• Emulsi yang terdiri dari • Emulsi yang terdiri dari


butiran minyak yang butiran air yang
tersebar kedalam air. tersebar kedalam
Minyak sebagai fase minyak. Air sebagai fase
internal dan air fase internal sedangkan fase
eksternal. minyak sebagai fase
eksterna
Sifat sifat fisik emulsi

Sifat sifat fisik emulsi

Dispersibilitas
dan Daya
Penampakan
Emulsi

Ukuran Partkel Emulsi


Viskositas
TEORI TERJADINYA EMULSI

• Teori Orientasi Bentuk Baji (Oriented Wedge)

• Teori Interparsial Film

• Teori Electric Double Layer (lapisan listrik ganda)

• Teori Tegangan Permukaan (Surface Tension)


Alasan Penggunaan Emulsi
 Untuk membuat formulasi tunggal yang komponen penyusunnya
tidak dapat bercampur, misal : pembuatan lotion atau cream

 Untuk mengontrol flavour

 Untuk mengatur kondisi fisik produk, seperti tekstur dan tingkat


kekentalannya

 Untuk menekan biaya produksi

 Mengurangi resiko penggunaan bahan beracun,


misalnya sebagai bahan pencampur insektisida digunakan air
Metode untuk membedakan antara
emulsi o/w dan emulsi w/o

1. Penampakan visual

• Emulsi o/w biasanya berwarna putih dan agak


creamy

• Emulsi w/o bewarna lebih gelap dan menunjukkan


tekstur minyak

2. Metode Dilusi

▪ Meneteskan emulsi dalam permukaan air dan minyak

• Emulsi o/w jika penyebarannya sempurna

• Emulsi w/o jika tidak terjadi perubahan dan


tetesan emulsi tadi mengapung di permukaan air
3. Metode Pewarnaan

zat warna yang larut zat warna yang larut


dalam air dalam minyak

• Emulsi tipe o/w jika ▪ Emulsi yang


antara emulsi dan zat dapat tercampur
warna dapat
tercampur dengan merata adalah
merata tipe w/o
• Emulsi tipe w/o jika ▪ Emulsi yang
antara emulsi dan zat tidak dapat
warna tidak dapat tercampur
tercampur rata
merata adalah
tipe o/w
4. Metode Penyerapan

• Digunakan kertas filter yang berdasarkan sifat kapilaritas air yang


lebih tinggi daripada minyak, misal CoCl2
• Benda dengan permukaan licin dapat digunakan dengan
mengamati kecepatan alir emulsinya
• Jika tetesan emulsi ini tersebar berarti emulsi ini bertipe o/w dan
jika tidak tersebar merata berarti emulsinya bertipe w/o

5. Metode Konduktivitas

• Dengan menggunakan dasar bahwa air memiliki resistensi yang


rendah dan konduktivitas yang tinggi, sehinggga emulsi tipe o/w
menunjukkan nilai seperti di atas.
• Untuk emulsi tipe w/o maka akan menunjukkan nilai resistensi
tinggi dan konduktivitas yang lebih kecil.
6. Metode Flourensi Cahaya

• Metode ini berdasarkan sifat cairan dalam memfluoresensi cahaya.


• Minyak merupakan cairan yang mampu memfluoresensi cahaya
lebih baik dibandingkan dengan air sehingga emulsi w/o
ditunjukkan apabila cahaya yang dilalui pada emulsi dapat
terflouresensi dengan jelas.
• Kebalikannya, emulsi o/w jika cahaya tidak dapat terfluoresensi
dengan jelas

Tabel. Pembagian Enam Kelompok Besar Tipe Emulsi

Internal Phase Ratio


Kelompok
<30% 30 - 74% >74%
Medium High IPR
w/o Low-IPR w/o
IPR w/o w/o
Medium High IPR
o/w Low IPR o/w
IPR o/w o/w
Faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan emulsi adalah sebagai berikut :

1. Perbedaan berat jenis antara kedua fase. Perbedaan yang minimum


adalah yang baik.
2. Kohesi fse terdispersi,sifat kohesi yang minimum adalah yang baik
3. Persentase padatan didalam emulsi.persentase fase terdispersi yang
rendah adalah yang baik
4. Temperatur luar yang ekstrim. Temperatur luar yang tinggi atau rendah
adalah kurang baik
5. Ukuran butiran fase terdispersi. Makin kecil ukurannya makin baik
6. Viskositas fase kontinyu. Viskositas yang tinggi adalh yang baik
7. Muatan fase terdispersi. Muatan yang sama dan seragam adalh yang baik
8. Distribusi ukuran butiran fase terdispersi. Ukuran yang kecil dan seragam
adalah yang baik
9. Tegangan interfasial antara kedua fase. Makin rendah nilainya makin baik