Anda di halaman 1dari 11

Matakuliah : K0614 / FISIKA

Tahun : 2006

Pertemuan 4

1
Outline materi :
1. Hukum-hukum Newton
2. Massa dan berat
3. Kesetimbangan gaya
4. Gaya gesekan

2
Lingkup dari dinamika pertiekel adalah : mempelajari
penyebab gerak benda

1. Hukum-hukum Newton

HUKUM NEWTON I
Benda akan tetap berada dalam keadaan diam atau bergerak
lurus beraturan, kecuali ada gangguan ( gaya )
luar pada benda tersebut
.
HUKUM NEWTON II
Percepatan suatu benda / partikel , sama dengan resultan
gaya luar dibagi masa benda tersebut .
 
 
a F/ m atau  Fm a
ΣF = jumlah gaya yang bekerja pada benda
3
m = massa benda a = percepatan benda
HUKUM NEWTON III
Setiap gaya yang diadakan pada suatu benda ( gaya aksi) selalu
akan menimbulkan gaya lain ( gaya reaksi) yang sama besarnya
tapi berlawanan arah .
 
Faksi  - Freaksi

HUKUM GRAVITASI UMUM

Dua benda bermassa m1 dan m2 , saling tarik menarik dengan


gaya yang sama besar dan berlawanan arah :
m1 m2
FG
r2
G = 6,67 x 10-11 Nm-2kg-2 : konstanta gravitasi universal
r = jarak antara kedua benda 4
2. Massa dan berat
Berat suatu benda adalah : gaya gravitasional yang dilakukan
oleh bumi pada benda.
Berat sebuah benda bermassa m adalah :
 
Wmg
g = 9,8 m/s2
adalah percepatan gravitasi bumi, yang selalu berarah tegak
lurus permukaan bumi dan menuju pusat bumi.
Contoh :
Sebuah balok bermassa 20 kg ditarik sepanjang bidang datar licin
( gesekan diabaikan ) dengan Gaya F ( F sejajar dengan
horizontal). Koeffisien gesekan kinetik balok bidang datar 0,3.
Tentukan besar gaya F agar balok ditarik dengan kecepatan
konstan. 5
Jawab. N

fk m F
W=mg

Karena benda tidak bergerak dalam arah vertikal, maka


jumlah gaya dalah arah vertikal = 0 atau N – mg = 0
atau N = mg = 20 x 9,8 = 196 N
fk = μkN = 0,3 x 196 = 58,8 N
Karena benda bergerak dengan kecepatan konstan, maka
jumlah gaya dalam arah horizontal = 0 atau : fk – F = 0
maka : F = fk = 58,8 N
6
3. Kesetimbangan Gaya
F1
F2
m
F3 F5
F4
Sebuah benda mengalami sejumlah gaya.
Benda tersebut dikatan dalam keadaan seimbang bila jumlah
(penjumlahan secara vektor ) seluruh gaya tersebut sama
dengan nol.( Σ F = 0 ).
Maka bila sebuah benda mengalami sejumlah gaya, jika :
* F=0 : benda diam atau bergerak lurus beraturan
* F=ma : benda bergerak dengan percepatan a
7
Sistem Satuan Mekanika

Sistem gaya massa percepatan


satuan (F) (m ) (a)
SI Nemton (N) kg m/s2
cgs dyne gram ( gr ) cm/s2
BE pound(lb) slug ft/s2

BE = british engineering
1 N = 1 kg m/s2
1 dyne = 1 gr cm/s2
1 N = 107 dyne
1 slug = 14,59 kg

8
4. GAYA GESEKAN
Gaya gesekan merupakan gaya perlawanan yang arahnya selalu
berlawanan dengan arah gerak .
Gaya gesek muncul antara dua benda yang saling bersinggungan.

a. Gaya gesekan statik


• Gaya gesekan antara dua benda yang relatif diam satu
• terhadap yang lainnya .
Besarnya gaya gesekan statik adalah :
fS  S N S = koefisien gesekan statik
N = gaya normal , N salu tegak lurus terhadap bidang gesek
fS = S N : saat benda mulai akan bergerak satu terhadap
lainnya
9
b. Gaya gesekan kinetik
Gaya gesekan antara dua benda yang relatif bergerak yang
satu terhadap yang lainnya
Besarnya gaya gessekan kinetik :
fk = k N
k = koefisien gesekan kinetik

DINAMIKA GERAK MELINGKAR


Sebuah benda bermassa m melakukan gerak melingkar, maka:
* Percepatan sentripetalnya: aR = V2/R
* Gaya sentripetalnya : FR = m V2/R
10
Contoh :
Sebuah tikungan jalan dirancang untuk laju kendaraan maksimum
54 km/jam.
Jika koeffisien gesekan statik ban mobil dengan jalan adalah 0,3
dan jalan di tikungan tidak dimiringkan, tentukan jari-jari
kelengkungan jalan.
Jawab,
Dari FR= m V2/R , yang berfungsi sebagai gaya sentripetal adalah
gaya gesekan statik yang menahan kendaraan tergelincir ke luar
jalan. FR = fS = μSN = μS mg , maka : m V2/R = μS m g
atau : R = V2 / (μS g ) V = 54 km/jam = 15 m/s
R = 152 /( 0,3 x 9,8 ) = 76,5 m

11