Anda di halaman 1dari 27

Apa itu AntiHelmentik

 AntiHelmentik adalah obat cacing yang digunakan untuk


memberantas atau mengurangi parasit cacing didalam lumen usus
atau jaringan badan.

 Diagnosis ditegakkan dengan menemukan cacing, telur cacing,


larva dalam tinja, urin, sputum, darah atau jaringan lain penderita.
Penularan/Infeksi
 Penyakit cacing yang ditularkan melalui tanah termasuk dalam kategori
nematoda saluran cerna.
 Penularan terjadi melalui 2 cara yaitu :
1) infeksi langsung
2) larva menembus kulit
Penularan langsung dapat terjadi bila telur cacing dari tepi anal masuk ke mulut
tanpa pernah berkembang dulu ditanah. Biasanya terjadi pada cacing kremi dan
trikuriasis.
Penularan langsung dapat pula terjadi setelah periode berkembangnya telur
ditanah kemudian telur tertelan melalui tangan atau makanan yang tercemar. Cara
ini terjadi pada cacing gelang.
Penularan melalui kulit terjadi pada cacing tambang, dimana telur terlebih dahulu
menetas ditanah kemudian larva yang sudah berkembang menginfeksi melalui kulit.
Jenis Cacing Penyebab Penyakit

 Cacing tambang/ankilostomiasis/nekatoriasis
 Cacing Kremi/oxyuriaris/enterobiasis
 Cacing Gelang/Ascaris lumbricoides
 Cacing trikuriasis/trikosefaliasis
 Cacing Pembawa
Filariasis/Wucheriasis/elephantiasis
Penyakit Cacing tambang
 Penyakit ini disebabkan oleh cacing Necator
americanus, Ancylostoma duodenale,
ancylostoma braziliensis, ancylostoma canium,
ancylostoma malayanum.
 Telur dihasilkan oleh cacing betina dan keluar
melalui tinja
 Bila telur jatuh ke tempat yang hangat, lembab
dan basah makan akan berubah menjadi
larva.
 Jika larva kontak dengan kulit maka akan
terjadi penetrasi melalui kulit, kemudian
bermigrasi ke paru-parudan kemudian turun ke
usus halus, larva akan berkembang menjadi
cacing dewasa.
Gejala klinis Infeksi Cacing tambang

 Rasa gatal dikaki


 Pruritus kulit (ground itc, umumnya terjadi pada kaki)
 Dermatitis, kadang-kadang ruam.
 Selama larva berada dalam paru-paru dapat menyebabkan gejala batuk darah
 Rasa tidak enak pada perut, kembung
 Sering mengeluarkan flatus
 Mencret-mencret.
 Anemia
Diagnosis

 Pemeriksaan laboratorium
diagnosis penyakit ini adalah dengan ditemukannya telur cacing
tambang pada tinja pasien, selain dalam tinja, larva dapat juga
ditemukan dalam sputum.
Kadang juga ditemukan sedikit darah dalam tinja.
Penyakit Cacing Gelang
 Penyakit ini disebabkan oleh cacing ascaris
lumbricoides. Ascaris lumbricoides adalah
cacing bulat besar yang hidup didalam
usus halus manusia.
 Infeksi pada manusia terjadi kalau larva
cacing ini mengkontiminasi makanan dan
minuman.
 Didalam usus halus larva cacing akan
keluar menembus dinding usus halus
kemudian menuju pembuluh darah, limfe
dan menuju ke paru-bronkus-faring
kemudian turun ke esofagus dan usus halus
 Lama waktu cacing menjadi dewasa 60-75
hari dan dapat hidup didalam usus halus
manusia selama bertahun tahun lamanya.
Gejala klinis cacing gelang

 Perdarahan
 Penggumpalan leukosit
 Demam
 Batuk, batuk berdarah
 Sesak napas
 Dalam jumlah sedikit cacing dewasa tidak akan menimbulkan
gejala
Diagnosis

 Pemeriksaan laboratorium
Diagnosis ditegakkan dengan menemukan telur cacing pada tinja
atau karena cacing dewasa keluar tubuh dan ditemukan dalam tinja.
Cacing ini pencetus untuk terjadinya pankreatitis, divertikulitis.
Penyakit cacing kremi
 Penyakit ini disebabkan karena cacing
oxyuris vermicularis/enterobius
vermicularis/pinworm.
 Infeksi terjadi karena tertelannya telur yang
telah dibuahi melalui jari yang kotor,
makanan yang terkontaminasi, inhalasi
udara yang mengandung telur dan kadang
kadang infeksi melalui anus.
 Telur menetas didalam duodenum
 Cacing betina yang hamil pada waktu
malam bergerak ke arah anus dan
meletakkan telurnya dalam lipatan kulit
sekitar anus (pruritus ani)
Gejalan klinis cacing kremi

 Rasa gatal pada anus (pruritus ani) terutama pada malam hari.
 Anoreksia, badan menjadi kurus
 Sukar tidur
 Vaginitis pada wanita
 Nyeri perut, rasa mual, muntah
 mencret
Diagnosis

 Pemeriksaan laboratorium
Diagnosis ditegakkan dengan cara menemukan telur atau cacing
dewasa didaerah perianal dengan swab atau didalam tinja.
Penyakit Cacing Trikuriasis
 Penyebab penyakit ini adalah trichuris
trichiura atau whip worm
 Hidup daerah tropis dan subtropis
 Hidup dalam usus besar terutama sekum,
tetapi juga ditemukan dikolon ascendens
 Cacing melekat pada mukosa usus
menyebabkan kerusakan mukosa
usus/pendarahan kronik
 Telur yang dikeluarkan melalui tinja
berkembang menjadi infektif didalam tanah
dalam waktu 1-2 minggu
 Infeksi terjadi karena pasien menelan telur
yang infektif dan larvanya melekat pada usus
halus, setelah dewasa akan menetap
disekum dan kolon.
Gejala Klinis Cacing Triakuriasis

 Infeksi ringan cacing tidak menimbulkan


gejala
 Infeksi berat (>10.000 telur/gram tinja) :
- Iritasi mukosa (nyeri perut, sukar buang air
besar, mencret, kembung, sering flatus,
rasa mual, muntah, ileus dan turunnya
berat badan.
- Malnutrisi (terutama pada anak muda)
- Perforasi usus dan prolaps rekti (kadang-
kadang)
Diagnosis
 Terjadi anemia hipokromik
yang disebabkan karena
perdarahan kronis
 Pada tiap infeksi didapatkan
eosinofilia sebesar 5-10%
 Didalam tinja pasien
didapatkan telur atau cacing
dewasa
Penyakit Cacing pembawa
Filariasis
 Penyakit ini disebabkan oleh satu atau dua
cacing jenis filaria yaitu Wucheria bancrofti atau
Brugia malayi, famili Filaridae
 Lingkaran Hidup Filaria :
1. Pengisapan mikrofilia dari darah atau jaringan
oleh serangga penghisap
2. Metamorfosis Mikrofilia, mula-mula membentuk
larva rabditiform lalu membentuk larva filaform
yang aktif
3. Penularan larva infektif ke dalam kulit, melalui
probosis serangga yang menggigit, larva masuk
ke luka gigitan hingga menjadi cacing dewasa.
4. Cacing bentuk dewasa tinggal dipembuluh limfe
dan pembuluh darah
Penyakit Cacing pembawa
Filariasis(Patogenesis)
 Kerusakan pembuluh getah bening
akibat inflamsi yang ditimbulkan cacing
dewasa.
 Pelebaran pembuluh getah bening dan
penebalan dinding pembuluh
 Infiltrasi sel plasma, eosinofil, makrofag
dan disekitar pembuluh getah bening
yang mengalami inflamasi
 Respon imun terhadap parasit
menyebabkan granulomatosa dan
proliferasi sehingga terjadi obstruksi total
pembuluh getah bening.
 Kematian cacing juga menyebabkan
reaksi granulomatosa serta fibrosis,
dengan demikian terjadilah obstruksi
limpatik/penurunan fungsi limfatik
Gejala Klinis Cacing Filariasis

 Peradangan, Obstruktif/Penyumbatan
 Mikrofilaria tampak dalam darah
 Pada stadium akut menimbulkan limfangitis, limfadenitis, funikulitis,
epididimitis dan orkitis
 Demam, sakit kepala, muntah-muntah, lesu, tidak nafsu makan
 eosinofilia
Farmakologi Klinis Obat
 Albendazol
Albendazol adalah suatu benzimodazol karbamat
Penyerapan obat tidak teratur(meningkat setelah makan makanan berlemak)
Metabolisme first pass dihati menjadi metabolit aktif albendazol sulfoksida
Konsentrasi plasma maks. Sekitar 3 jam. Waktu paruh 8-12 jam
Sulfoksida sebagian besar terikat protein, terdistribusi baik ke jaringan, masuk ke empedu,
cairan serebrospinal.
Metabolit albendazol dieksresikan di urin
Albendazol diperkirakan bekerja terhadap nematoda dengan menghambat pembentukan
mikrotubulus dan memiliki efek larvasida pada penyakit hidatid, askariasis, trikuriasis, cacing
tambang
Albendazol diberikan pada lambung kosong jika digunakan untuk parasit intralumen, tetapi
dengan makanan berlemak jika digunakan untuk parasit jaringan.
Efek samping dan Toksisitas

 Jika digunakan selama 1-3 hari, albendazol hampir bebas dari efek samping yang
signifikan
 Rasa tak nyaman ringan
 Diare, nyeri kepala, mual, lesu dan insomnia
 Pemakaian jangka panjang menyebabkan distres abdomen, nyeri kepala, demam,
rasa lemah

Pemeriksaan fungsi hati perlu dipantau selama pengobatan jangka panjang.


Sebaiknya tidak diberikan pada pasien yang hipersensitif albendazol.
Keamanan albendazol pada ibu hamil belum diketahui.
Farmakologi klinis Obat

 Pirantel Pamoat
Pirantel pamoat adalah suatu turunan tetrahidropirimidin.
antihelmintik spektrum luas efektif untuk mengobati infeksi cacing kremi, cacing
tambang, askaris dan trichostrongylus.
Aktif terutama terhadap organisme dilumen
Puncak kadar plasma 1-3 jam
Pirantel efektif terhadap bentuk matang/imatur cacing yang rentan disaluran cerna,
tapi tidak terhadap stadium migratorik dijaringan atau terhadap telur jaringan.
Pirantel menghambat neuromuskulus (pelepasan asetilkolin dan inhibis kolinesterase
sehingga menyebabkan kelumpuhan cacing dan ekspulsi.
Efek samping dan toksisitas

 Efek samping jarang terjadi, ringan dan bersifat sementara


 Efek sampingnya mencakup mual, muntah, diare, kram perut,
mengantuk, nyeri kepala, imsomnia
 Hati-hati diberikan kepada pasien dengan disfungsi hati
 Keamanan terhadap ibu hamil dan anak kurang dari 2 tahun masih
terbatas.
Farmakologi klinis obat
 Mebendazol
Mebendazol adalah suatu benzimidazol sintetik yang memilik spektrum antihelmintik luas
dengan efek samping yang rendah.
Obat yang terserap terikat dengan protein (90%) menjadi metabolit inaktif
Paruh waktu 2-6 jam. Dieksresikan di urin, sebagian obat yang terserap dieksresikan di
empedu.
Penyerapan meningkat jika dimakan dengan makanan berlemak.
Mebendazol bekerja dengan menghambat sintesis mikrotubulus
Obat ini mematikan telur cacing tambang, askaris dan trikuris.
Diindikasikan pada askariasis, trikuriasis, cacing tambang, kremi
Diminum sebelum atau setelah makan.
Tablet perlu dikunyah sebelum ditelan.
Efek samping dan toksisitas

 Terapi jangka pendek untuk nematoda usus hampir bebas dari efek samping.
 Mual ringan, muntah, diare dan nyeri abdomen
 Terapi Dosis tinggi hipersensitivitas mebendazol (ruam, urtikaria)
 Mebendazol bersifat teratogenik pada hewan sehingga dikontraindikasikan pada
kehamilan.
 Hati hati penggunaan pada anak usia dibawah 2 tahun.
Farmakologi klinis obat

 Dietilkarbamazin sitrat
Turunan piperazin sintetik, garam sitrat
Puncak kadar plasma 1-2 jam, waktu paruh plasma 2-3 jam
Dietilkarbamazin menyebabkan imobilisasi mengubah struktur
mikrofilaria.
Obat diminum setelah makan
Mikrofilia dari semua spesies cepat terbunuh
Efek samping dan toksisitas

 Reaksi terhadap dietilkarbamzain umumnya ringan dan sementara


 Nyeri kepala, malaise, anoreksia, kelemahan otot, mual, muntah
 Hati-hati penggunaan pada penderita hipersensitivitas dan
gangguan ginjal.