Anda di halaman 1dari 36

INSTALASI FARMASI

RUMAH SAKIT

MATA KULIAH
FARMASI RUMAH SAKIT
DEFINISI
 Instalasi farmasi rumah sakit (IFRS) adalah :
 Suatu unit/departemen di suatu RS
 Dibawah pimpinan apoteker & dibantu beberapa
apoteker yang memenuhi persyaratan perundang-
undangan yang berlaku & kompeten secara
profesional
 Tempat/fasilitas penyelenggaraan yang bertanggung
jawab atas seluruh pekerjaan kefarmasian
(pelayanan farmasi produk & klinik)
PERBEDAAN IFRS DGN FARMASI
KOMUNITAS (APOTIK)
 RS adalah suatu institusi dari & utk komunitas, sangat
dipengaruhi oleh kebutuhan, pengharapan & permintaan
anggota masy.
 ada kekuatan sosio-mediko-ekonomik & organisasi RS
yg menekankan pada praktek FRS
 Tanggung jawab dalam mengembangkan pelayanan
farmasi lebih luas, tinggi dalam mutu, terkoordinasi dg
tepat, untuk memenuhi kebutuhan dr berbag
departemen diagnostik & terapi, pelayanan keperawatan,
staf medik & RS sec keseluruhan & demi kepentingan
pemberian pelayanan penderita yg lebih baik.
→ keragaman fungsi (lihat buku Prof Charles, h.26-27)
bobot tanggung jawab, volume, & keragaman kegiatan IFRS
adanya hubungan timbal balik & harmonisasi
antardepartemental
PERBEDAAN IFRS DGN FARMASI
KOMUNITAS (APOTIK)
 FRS telah berkembang pesat
→ perlu diklat khusus
 Jenis penderita yang dilayani
 PRT
 PRJ
 Spesialisasi dlm IFRS
 Hubungan profesional
 Dokter
 Perawat
 Profesional kesehatan lain
TUJUAN IFRS
 Memberi manfaat kepada penderita, RS, sejawat profesi kes. &
profesi farmasi oleh apoteker RS yang kompeten & memenuhi
syarat
 Membantu dlm penyediaan perbekalan yang memadai oleh Apt. RS
yg memenuhi syarat
 Menjamin praktek profesional yg bermutu tinggi melalui penetapan
& pemeliharaan standar etika profesional, pendidikan & pencapaian,
& melalui  kesejahteraan ekonomi
  penelitian dlm praktek FRS & dlm ilmu farmasetik pd umumnya
 Menyebarkan pengetahuan farmasi dgn mengadakan pertukaran
informasi antara para Apt. RS, anggota profesi, & spesialis yg
serumpun
 Memelihara & memperkuat kemampuan Apt. RS untuk :
 Secara efektif mengelola suatu pelayanan farmasi yg terorganisasi
 Mengembangkan & memberikan pelayanan klinik
 Melakukan & berpartisipasi dlm penelitian klinik & farmasi & dlm
program edukasi utuk praktisi kesehatan, penderita, mhs, & masy.
  pengetahuan & pengertian praktek farmasi RS kontemporer bagi
masy., pemerintah, industri farmasi, & profesional kes lainnya
 Membantu menyediakan personal pendukung yg bermutu utk IFRS
 Membantu dlm pengembangan & kemajuan profesi kefarmasian
TUGAS & TANGGUNG JAWAB
 TUGAS
 Pengelolaan mulai dari perencanaan, pengadaan,
penyimpanan, penyiapan, peracikan, pelayanan
langsung kpd penderita sampai dgn pengendalian
semua perbekalan kes yg beredar dan digunakan di
RS, baik utk PRT, PRJ maupun semua unit di RS
 IFRS hrs menyediakan terapi obat yg optimal bagi
semua penderita & menjamin pelayanan yg bermutu
tinggi & yg paling bermanfaat dengan biaya minimal

 TANGGUNG JAWAB
 Mengembangkan suatu pelayanan farmasi yg luas &
terkoordinasi dengan baik & tepat, utk memenuhi
kebutuhan berbagai bagian/unit diagnosis & terapi,
unit pelayanan keperawatan, staf medik, & RS
keseluruhan utk kepentingan pelayanan penderita yg
lebih baik
LINGKUP FUNGSI IFRS
 FUNGSI NON KLINIK
 Dilakukan tdk secara langsung sebagai bagian
terpadu & segera dr pelayanan penderita, lebih
sering merupakan tanggung jawab Apt RS
 tdk memerlukan interaksi dgn profesional
kesehatan lain
 diases hanya oleh apoteker
 FUNGSI KLINIK
 Secara langsung sebagai bagian terpadu dari
perawatan penderita
 memerlukan interaksi dgn profesional
kesehatan lain yg secara langsung terlibat dalam
pelayanan penderita
 diases antar disiplin
LINGKUP FUNGSI
FARMASI NON KLINIK
 Perencanaan perbekalan kesehatan
 Penetapan spesifikasi produk & pemasok
perbekalan kesehatan
 Pengadaan perbekalan kesehatan
 Pembelian perbekalan farmasi
 Produksi sediaan farmasi
 Penyimpanan perbekalan kesehatan
 Pengemasan & pengemasan kembali
 Distribusi (non klinik & klinik)
 Pengendalian perbekalan kesehatan
LINGKUP FUNGSI FARMASI KLINIK
Lingkup fungsi farmasi klinik dibagi
menjadi 4 golongan :
1.Pelay farmasi klinik yang merupakan program
RS menyeluruh
 Ditekankan pada seleksi terapi obat, PTO, &
edukasi obat
 Dilaksanakan dalam fungsi/kegiatan/peranan Apt.
dalam :
 PFT & sistem formularium
 Sistem pencegahan & pemantauan kesalahan
pengobatan
 EPO
 Penerbitan buletin terapi obat
 Program pendidikan “in-service” bagi apoteker, staf
medik & perawat
LINGKUP FUNGSI FARMASI KLINIK
2. Pelay farmasi klinik yang didasarkan pada
komunikasi langsung dgn penderita
(pelayanan dlm proses penggunaan obat)
 Wawancara sejarah obat penderita
 Konsultasi dgn dokter dlm pemilihan obat &
regimennya
 Mengkaji kesesuaian/ketepatan resep/order dokter
 Pembuatan P3
 Memberi konsultasi/informasi pada perawat ttg
berbagai hal yg berkaitan dgn obat
 Memberi konseling & edukasi kpd penderita ttg
obatnya
 Pemantauan efek obat yg diberikan kpd penderita
 Konseling pembebasan penderita
LINGKUP FUNGSI FARMASI KLINIK
3. Pelayanan farmasi klinik formal &
terstruktur
 Sentra informasi obat
 Pelay farmakokinetik klinik
 Pelay dlm investigasi obat
 Pelay. dlm nutrisi parenteral lengkap
 Pelay dlm penelitian obat sec klinik
 Pelay dlm pengendalian infeksi di RS
 Pelay. obat sitotoksik
LINGKUP FUNGSI FARMASI KLINIK
4. Pelay. farmasi klinik subspesialistik
 Pelay. penderita kritis
 Unit gawat darurat
 Pelay. dlm transplantasi organ
 Pelay. dlm bedah/anestesi
 Pelay. penderita peny. kronik
 Pelay. utk penderita
 Pelay. utk psikiatrik
 Pelay. toksikologi klinik
STANDAR MINIMAL IFRS
STANDAR 1 : MANAJERIAL
 Pimpinan IFRS
 Apoteker yg sec. profesional kompeten & memenuhi
persyaratan hukum
 Jabatannya harus setara dengan jabatan pimpinan
SMF
 Personel
 Apoteker yang memenuhi syarat
 Personel pendukung (AA, teknisi &sekretariat)
 Kompetensi semua staf dipelihara melalui program &
kegiatan diklat berkelanjutan yg sesuai
 Diangkat & dipilih berdasarkan kualifikasi & unjuk
kerja yang berkaitan dgn tugasnya
 Garis kewenangan & bid. tg jwb ditetapkan sec. jelas
STANDAR MINIMAL IFRS
STANDAR 1 : MANAJERIAL

 Panduan, Program, Kebijakan & Prosedur


 Dokumen panduan mutu, prosedur, instruksi kerja, &
catatan yg berkaitan dgn semua fungsi IFRS hrs
disiapkan dgn seksama & terdokumentasi. Dokumen
hrs direvisi terus menerus, semua personel harus
tahu & mengerti isi semua dokumen tsb.
 Semua kebijakan & prosedur terdokumentasi utk
pengelolaan anggaran belanja sed
farmasi/perbekalan kes. hrs diadakan
 Hrs ada program jaminan mutu utk menjamin mutu
pelay farmasi (terpadu dgn program jaminan mutu
RS)
 Pelayanan farmasi 24 jam, jika tidak memungkinkan
harus ada apoteker ‘on call’,
STANDAR MINIMAL IFRS
STANDAR 2 : FASILITAS
 IFRS berlokasi di daerah yg memudahkan pelayanan kpd PRT &
PRJ, mudah diketahui & dicapai oleh semua masy RS, terutama staf
medik. Sistem transportasi & komunikasi IFRS hrs terpadu dgn
sistem RS sec keseluruhan
 Ruangan & alat yg hrs tersedia :
 Pimpinan IFRS, rapat staf, SIO/keracunan, perpustakaan, & sekretariat
 Penyimpanan perbekalan kes yg aman dgn kondisi lingk. yg terkendali
 Penyediaan, peracikan, & dispensing obat untuk PRT & PRJ
 Pelaks. distribusi obat ke daerah penderita
 Manufaktur obat non steril & steril serta pengemasan/pengemasan
kembali
 Konsultasi Apt & penderita
 Pencampuran obat parenteral IV & penyediaan obat sitotoksik &
‘laminar air flow’
 Lab. pengujian mutu obat, lab farmakokinetik klinik, & lab. penelitian
(RS besar, spt kelas A & B)
 Memiliki sumber IO yg mutakhir
 Memiliki perangkat komputer yg cukup utk memproses P3,
inventory, SIO, pelayanan
 Alat komunikasi yg cukup
STANDAR MINIMAL IFRS
STANDAR 3 : DISTRIBUSI & PENGENDALIAN OBAT

 Apt hrs memelihara kemutakhiran formularium


 Hrs dikembangkan kebijakan pengendalian penggunaan obat
investigasi (jika digunakan di RS)
 Hrs ada prosedur yg terdokumentasi utk pelayanan obat &
kefarmasian dlm kead bencana
 Hrs ada kebijakan terdokumentasi untuk mengatur kegiatan
perwakilan perusahaan farmasi di RS. Jika ada sampel obat, IFRS
yg bertanggung jawab dlm mengendalikan & mendistribusikan di RS
 Apt wajib mengkaji setiap order dokter, sebelum obat didispensing
 P3 utk semua PRT & PRJ (dipilih) hrs dibuat, dipelihara &
digunakan
 Apt hrs mengadakan prosedur pengendalianutk memastikan bahwa
penderita menerima obat yg benar pd waktu yg tepat. Semua obat
hanya didistribusikan oleh IFRS
 Utk keselamatan penderita, semua obat yg didispensing oleh Apt
sebaiknya dlm kemasan unit tunggal & sedapat mungkin dlm bentuk
siap dikonsumsi  menerapkan SDO UDD
STANDAR MINIMAL IFRS
STANDAR 3 : DISTRIBUSI & PENGENDALIAN OBAT

 Personil IFRS hrs menyiapkan semua produk steril, spt injeksi


kemoterapi, sed infus, sed parenteral lainnya, pencampuran sed IV,
dll
 Bekerja sama dgn staf RS menetapkan kebijakan & prosedur
terdokumentasi utk penanganan obat berbahaya
 Persediaan obat di unit perawat di ruang hrs seminimal mungkin &
dibatasi hanya utk penggunaan darurat
 Hrs ada sistem penghapusan utk obat yg ditarik dari perdagangan
 Apabila memungkinkan, Apt hrs menyiapkan formulasi, kekuatan &
bentuk sed obat & pengemasannya yg tdk tersedia sec komersial,
ttp berguna utk perawatan penderita
 Hrs ada kebijakan penghentian order tertulis atau sistem lain utk
memastikan bahwa order obat tdk diteruskan sec tdk tepat
 Hrs ada kebijakan & prosedur tertulis utk mengidentifikasi &
penggunaan obat yg dibawa ke RS oleh penderita
STANDAR MINIMAL IFRS
STANDAR 4 : INFORMASI OBAT

 IFRS bertugas & bertanggung jawab


menyediakan/memberikan informasi yg akurat &
komprehensif bagi staf medik, profesional kes lain, &
penderita
 IFRS harus sbg SIO :
 Apt. bertugas & bertanggung jawab memelihara sumber IO yg
paling mutakhir & menggunakannya sec efektif
 IFRS hrs memiliki Apt spesialis IO, min. lulusan S2
 Apt. wajib memberi informasi yg cukup bagi staf medik ttg obat
yg digunakan di RS
 Apt. wajib membantu utk memastikan bahwa semua penderita
telah diberikan info memadai ttg obat yg mereka terima,
terutama utk penderita ambulatori, perawatan rumah & yg
dibebaskan.
STANDAR MINIMAL IFRS
STANDAR 5 : JAMINAN TERAPI OBAT YANG RASIONAL

 Penggunaan obat yg rasional adalah mensyaratkan


bahwa penderita menerima obat yg sesuai dgn
kebutuhan klinik, dlm dosis yg memenuhi keperluan
individual sendiri, utk perioda waktu yg memadai. &
harga yg terendah bagi mereka & komunitas mereka.
 Kriteria penggunaan obat yg rasional :
 Obat yg benar
 Indikasi yg tepat (alasan penulisan R/ didasarkan pd
pertimbangan medik yg baik)
 Obat yg tepat  manfaat, keamanan, kesesuaian penderita &
biaya
 Penderita yg tepat (tdk ada kontraindikasi terjadi & kemungkinan
ROM minimal)
 Dispensing yg benar, termasuk informasi yg tepat bagi penderita
tentang obat yg ditulis dokter, & kepatuhan penderita pada
pengobatannya
STANDAR MINIMAL IFRS
STANDAR 5 : JAMINAN TERAPI OBAT YG RASIONAL

 Untuk memaksimalkan penggunaan obat yg rasional,Apt bersama-


sama staf medik dapat mengembangkan kebijakan & prosedur sbb :
 Dokter penulis R/ hrs mengikuti proses penulisan baku, yg dimulai dgn
diagnosis utk menetapkan masalah yg memerlukan intervensi, kemudian
menetapkan sasaran terapi
 Obat yg ditulis didispensing di IFRS dlm cara yg aman
 Info penderita yg cukup, wajib dikumpulkan, dipelihara, & dikaji oleh Apt,
guna memastikan partisipasi yg berarti & berhasil dlm perawatan
penderita
 Semua order dokter wajib dikaji ketepatannya oleh Apt. sebelum
didispensing
 Apt bersama-sama dgn PFT hrs mengembangkan suatu mekanisme
pelaporan & pengkajian ROM
 Info klinis yg tepat dr penderita hrs tersedia & dpt diperoleh Apt utk
digunakan dlm kegiatan praktek hariannya.
 Apt wajib mengkaji regimen obat tiap penderita
 Melakukan EPO bersama-sama dgn staf medik, terpadu dgn program
evaluasi pelayanan penderita RS menyeluruh.
 Apt, hrs berpartisipasi aktif dlm mengembangkan & pemeliharaan
formularium RS
 Apt hrs berpartisipasi aktif dlm panitia/program RS yg berkaitan dgn obat
STANDAR MINIMAL IFRS
STANDAR 6 : PENELITIAN
 Apt RS hrs berpartisipasi dlm kegiatan penelitian di RS
dgn bekerja sama dgn profesional kes lainnya, terutama
yg berkaitan dgn farmasetik & obat. Utk merefleksikan
sifat kerja sama dr pelay kes agar paling bermanfaat,
penelitian hrs multidisiplin, antara lain :
 Apt hrs melakukan, berpartisipasi dlm, & mendukung penelitian
farmasetik & medik yg sesuai dgn sasaran, tujuan, & sumber
IFRS & RS
 Apt hrs memelihara info yg memadai ttg semua studi obat
investigasi & proyek penelitian serupa melibatkan obat penderita
di RS
 Apt hrs terwakili dlm dewan pengkajian obat investigasi RS
 Apt hrs memastikan bahwa kebijakan & prosedur
terdokumentasi terhadap keamanan & penggunaan yg tepat dr
obat investigasi ditetapkan & dipatuhi
 Apt RS hrs mengerti kebutuhan dasar terhadap penelitian &
solusi masalah yg sistematik dr praktek kefarmasian;
pendekatan ilmiah fundamental; komponen dasar dari suatu
rencana penelitian, proses mendokumentasi & pelaporan
temuan; & tanggung jawab peneliti pd penderita, pimpinan,
sponsor, & ilmu pd umumnya
STANDAR MINIMAL IFRS
STANDAR 7 : PEMBERIAN/KONSUMSI OBAT & PRODUK
BIOLOGIK YANG AMAN

 Obat hanya diberikan berdasarkan order dari staf medik.


Order lisan hanya dpt diterima oleh Apt.
 Semua obat hrs diberikan oleh perawat yg telah diberi
wewenang atau di bawah pengawasan perawat senior
 Order obat yg tetap, otomatis dibatalkan apabila
penderita menjalani pembedahan
 Pencampuran produk parenteral yg aman hrs dilakukan
secara berhati-hati sesuai persyaratan
 Penghentian order otomatis ditetapkan oleh PFT &
tertera dlm peraturan RS
 Obat yg akan dikonsumsi hrs diverifikasi dgn order
dokter & secara tepat disiapkan utk dikonsumsi.
Semuanya dicatat pd rekaman medik penderita
STANDAR MINIMAL IFRS
STANDAR 7 : PEMBERIAN/KONSUMSI OBAT & PRODUK
BIOLOGIK YANG AMAN

 Kesalahan obat & ROM hrs dilaporkan segera, sesuai


dgn prosedur & terdokumentasi, termasuk dokter penulis
order diberi tahu.
 Obat yg dibawa penderita ke RS tdk boleh dikonsumsi,
kecuali telah diidentifikasi & ada order tertulis kpd
perawat dari dokter yg bertangung jawab
 Konsumsi obat sendiri oleh penderita diperbolehkan
berdasarkan order tertulis tertentu dr dokter yg
berwenang & sesuai dgn kebijakan RS
 Obat investigasi hrs diberi etiket yg tepat & disimpan dgn
baik & hrs digunakan hanya di bawah pengawasan
langsung peneliti utama
 Order yg memuat singkatan & simbol kimia dpt dilakukan
hanya jika singkatan itu telah tertera dlm formularium RS
tsb yg disetujui oleh staf medik
STANDAR MINIMAL IFRS
STANDAR 8 : MUTU DALAM PELAYANAN PERAWATAN
PENDERITA YANG DIBERIKAN OLEH IFRS

 Sbg bag dr program jaminan mutu RS, mutu & ketepatan


pelay penderita yg diberikan IFRS hrs dipantau,
dievaluasi, & masalah yg diidentifikasi diadakan
solusinya
 Beberapa ketentuan ttg mutu pelay, antara lain :
 Mutu pelayanan IFRS dpt dicapai dengan menetapkan &
mengendalikan karakteristik mutu pelayanan serta karakteristik
mutu penghantaran pelayanan
 Karakteristik mutu pelayanan IFRS adalah persyaratan IFRS yg
perlu ditetapkan sec jelas berkaitan dgn karakteristik yg dpt
diamati & menjadi sasaran evaluasi konsumen terhadap standar
penerimaan yg telah ditetapkan
 Penghantaran pelayanan IFRS adalah keg IFRS yg perlu
memberikan pelayanan
STANDAR MINIMAL IFRS
STANDAR 8 : MUTU DALAM PELAYANAN PERAWATAN
PENDERITA YG DIBERIKAN OLEH IFRS

 Utk mengendalikan mutu pelay, proses yg


menghantarkan pelay IFRS juga perlu ditetapkan
berkaitan dgn karakteristik yg tdk selalu dpt diamati
oleh konsumen, ttp sec langsung mempengaruhi
unjuk kerja pelay
 Mutu pelay IFRS yg diinginkan dpt dicapai &
dipelihara dgn pengukuran & pengendalian unjuk
kerja sec terus menerus
 Proses penghantaran pelay IFRS memainkan
peranan utama dlm memberikan mutu yg diperlukan
dlm pelay
 IFRS hrs mengadakan interaksi titik temu yg efektif
antara konsumen & personil IFRS (apoteker)
STRUKTUR ORGANISASI IFRS
 Struktur organisasi dasar IFRS adalah pengadaan,
pelayanan & pengembangan
Contoh :
 Pengadaan

Perbekalan Manufaktur
Perencanaan Non steril
Pembelian Steril
Penyimpanan Sentral Sterilisasi
Pengemasan Air Suling

 Pengembangan
Pengembangan SDM Laboratorium Teknik
Pendidikan Farmakokinetik
Pelatihan Uji mutu
Penelitian
STRUKTUR ORGANISASI IFRS
 Pelayanan

Pelayanan
Distribusi Pelayanan Klinik
(Produk)
PRT Pelay. Langsung Pelay Tdk Langsung
Ambulatori Pencampuran PFT

Klinik sed IV ROM


Sitotoksik EPO
UnitPerawat
Farmakokinetik PTO
UGD
Berbagai spesialis Buletin,
SIO
ICU
Pemantauan Kesal
Obat
Contoh : Struktur Organisasi IF RSHS
Ka Instalasi Farmasi
Koord. Administrasi

Ka Sub Instalasi Ka Sub Instalasi Ka Sub Instalasi


Perbekalan Farmasi Pelayanan Farmasi SDM & Pengembangan
dan Apotik
SDM
Perencanaan
32 Depo Farmasi &
Apotik Diklit
Produksi Sed. Fa
Sist. Informasi &
Gudang Manajemen

Distribusi
STANDAR PELAYANAN
FARMASI RUMAH SAKIT
 Merupakan instrumen dalam penilaian
akreditasi pelayanan farmasi RS
 Berdasarkan Keputusan Menkes RI Nomor
119/Menkes/SK/X/2004, standar pelayanan
farmasi RS mencakup :
1. Falsafah & Tujuan
2. Administrasi & Pengelolaan
3. Staf & Pimpinan
4. Fasilitas & Peralatan
5. Kebijakan & Prosedur
6. Pengembangan Staf & Program Pendidikan
7. Evaluasi & Pengendalian Mutu
STANDAR PELAYANAN
FARMASI RUMAH SAKIT
1. Falsafah & Tujuan
Berdasarkan Keputusan Menkes RI
Nomor 119/Menkes/SK/X/2004
 Pelayanan farmasi RS adalah bagian yg
tidak terpisahkan dari sistem pelayanan
kesehatan RS yg berorientasi kpd
pelayanan pasien, penyediaan obat yg
bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik,
yg terjangkau bagi semua lapisan
masyarakat
STANDAR PELAYANAN
FARMASI RUMAH SAKIT
2. Administrasi & Pengelolaan
Pelayanan diselenggarakan & diatur demi
berlangsungnya pelayanan farmasi yg efisien &
bermutu, berdasarkan fasilitas yg ada & standar
pelayanan keprofesian yg universal
 Adanya bagan organisasi
 Ka IFRS hrs terlibat dlm perencanaan manajemen &
penentuan anggaran serta penggunaan SD; perumusan
segala keputusan yg berhub dgn pelay farmasi &
penggunaan obat
 Ada rapat rutin intern, hslnya disebarluaskan & dicatat utk
diarsipkan
 Ada PFT, IFRS sebagai sekretaris
 Hasil penilaian/pencatatan konduite terhadap staf
didokumentasikan sec. rahasia
 Dokumentas yg rapi & rinci dr pelay farmasi & dilakukan
evaluasi setiap 3 tahun
STANDAR PELAYANAN
FARMASI RUMAH SAKIT
3. Staf & Pimpinan
 Ka IFRS : Apt.
 Persyaratan Apt. :
 Pengalaman min. 2 th
 Terdaftar di Depkes & ada SIK
 Ka IFRS bertanggung jwb terhadap segala aspek hukum &
peraturan farmasi
 Tenaga pendukung jumlah & kualifikasi sesuai kebutuhan
 AA
 Ahli Madya Farmasi (D3)
 Ada urai tugas
 Ada penilaian kinerja staf
 Bila RS Pendidikan, hrs ada Apt. yg bertangung jwb utk
melaksanakan kegiatan pendidikan tsb
 Setiap saat hrs ada Apt. di tempat pelay
STANDAR PELAYANAN
FARMASI RUMAH SAKIT
4. Fasilitas & Peralatan
 Ruangan
 Peralatan
 Fasilitas lain yg mendukung administrasi,
profesionalisme & fungsi teknik pelayanan
farmasi
STANDAR PELAYANAN
FARMASI RUMAH SAKIT
5. Kebijakan & Prosedur
 Harus tertulis & dicantumkan tanggal
dikeluarkannya peraturan tsb
 Harus mencerminkan standar pelayanan
mutakhir yg sesuai dgn peraturan & tujuan
dr pelayanan farmasi
STANDAR PELAYANAN
FARMASI RUMAH SAKIT
6. Pengembangan Staf & Program Pendidikan
Setiap staf harus mempunyai kesempatan untuk
meningkatkan pengetahuan & keterampilannya
 Apt. hrs menyusun program pengemb. staf
 Staf baru hrs mengikuti program orientasi
 Ada mekanisme utk mengetahui kebut. pendidikan bagi
staf
 Setiap staf memp. kesempatan yg sama utk mengikuti
pelat & pendidikan berkelanjutan
 Sec aktif membantu staf utk mengikuti prog. yg diadakan
oleh organisasi profesi, perkumpulan & institusi terkait
 Penyelenggaraan pendidikan & penyuluhan :
 Penggunaan obat & penerapannya
 Pendidikan berkelanjutan bagi staf farmasi
 PKL/KP bagi siswa/mahasiswa farmasi
STANDAR PELAYANAN
FARMASI RUMAH SAKIT
7. Evaluasi & Pengendalian Mutu
Pelayanan farmasi hrs mencerminkan kualitas
pelayanan kefarmasian yang bermutu tinggi, melalui
cara pelayanan farmasi RS yg baik
 Pelay farmasi dilibatkan dlm prog pengendalian
mutu pelay RS
 Mutu pelay farmasi hrs dievaluasi periodik
 Apt dilibatkan dlm merencanakan prog
pengendalian mutu
 Kegiatan pengendalian mutu mencakup :
 Pemantauan
 Penilaian
 Tindakan
 Evaluasi
 Umpan balik