Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN KASUS

Oleh
Nuzulut Fiana
1618012116

Preceptor
dr. Hanggoro, Sp. THT-KL

KEPANITERAAN KLINIK STASE TELINGA HIDUNG


TENGGOROK – KEPALA LEHER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG
RUMAH SAKIT dr. H. ABDUL MOELOEK
BANDAR LAMPUNG
2018
STATUS PASIEN
Identitas Pasien
Nama : Ny. SA
Umur : 22 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Wiraswasta
Agama : Islam
Alamat : Dusun Pematang Kuyung, Negeri Kelumbayan,
Kelumbayan, Tanggamus
Keluhan Utama
Keluar cairan dari telinga kanan sejak 2 minggu yang
lalu

Keluhan Tambahan
Pendengaran telinga kanan berkurang
Riwayat Penyakit Sekarang
Pada 4 minggu yang lalu pasien mengeluh batuk pilek dan 2 minggu
kemudian mulai keluar cairan dari telinga kanan pasien bewarna putih,
tidak berbau dan tidak kental. Keluhan tersebut disertai penurunan
pendengaran pada telinga kanan dan kadang-kadang pasien
mengeluhkan nyeri kepala. Keluhan berupa telinga penuh, telinga
gatal dan telinga nyeri disangkal. Pasien mengaku pada usia 12 tahun
pernah mengalami keluhan serupa dan berulang apabila pasien
berenang maupun kemasukan air pada telinga kanan. Sebelumnya
pasien sudah berobat ke Puskesmas setempat namun keluhan tidak
kunjung berkurang. Kemudian pasien disarankan oleh pihak
Puskesmas untuk berobat ke RSUD dr. H. Adbul Muluk, Bandar
Lampung.
Riwayat Penyakit Dahulu
Riwayat keluhan yang sama dirasakan pada saat usia 12 tahun
dan berulang apabila pasien berenang telinga kemasukan air,
pasien berobat ke Puskesmas dikatakan bahwa infeksi pada
telinga.
Riwayat Penyakit Keluarga
-
Riwayat Pribadi
Pasien tidak mempunyai kebiasaan berolahraga secara teratur
dan makan sebanyak 3 kali sehari. Membersihkan telinga
menggunakan cotton bud dilakukan seminggu sekali. Pasien
jarang berenang dan dalam waktu 1 bulan terakhir terdapat
riwayat kemasukan air dalam telinga.
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan Umum Status Generalis
• KU : Baik • Kepala : Normocephal
• Kesadaran : Compos Mentis • Mata : Konjungtiva tidak
anemis, sklera tidak
• Tekanan darah : 110/70 mmHg ikterik, tidak ada
• Nadi : 88 x/menit injeksi konjungtiva
• Pernapasan : 20 x/menit • Thorak : kesan tampak normal
• Suhu : 36,7o C • Abdomen : Hepar dan lien tidak
teraba, BU (+) normal
• Ekstremitas : kesan tampak
normal
STATUS LOKALIS
Auris
Bagian Kelainan
Dextra Sinistra
Kelainan kongenital - -
Preaurikula Radang dan tumor - -
Trauma - -
Kelainan kongenital - -
Aurikula Radang dan tumor - -
Trauma - -
Edema - -
Hiperemis - -
Nyeri tekan - -
Retroaurikula Sikatriks - -
Fistula - -
Fluktuasi - -
Auris
Bagian Kelainan
Dextra Sinistra
Nyeri pergerakan - -
aurikula
Palpasi Nyeri tekan tragus - -

Kelainan kongenital - -
Ruang Lapang Lapang
Sekret + -
Serumen + +
Meatus
Edema - -
Acustikus
Jaringan granulasi - -
Externa
Massa - -
Cholesteatoma - -
Auris
Bagian Kelainan
Dextra Sinistra
Warna Hiperemi Putih keabu-
abuan
Intak - +
Retraksi Tidak dapat dinilai -

Perforasi (+) sentral, -


Membran
diameter 3 mm,
Timpani
batas tegas
Hidung

Rhinoskopi anterior Cavum nasi kanan Cavum nasi kiri

Mukosa hidung Hiperemis (-), sekret (-), massa Hiperemis (-), sekret (-), massa
(-) (-)
Septum nasi Deviasi (-), dislokasi (-), Deviasi (-), dislokasi (-), laserasi
laserasi (-) (-).
Konka inferior dan Edema (-), hiperemis (-) Edema (-), hiperemis (-)
media
Meatus inferior dan Polip (-) Polip (-)
media
Mulut dan Orofaring
Bagian Kelainan Keterangan
Mukosa mulut Tenang
Lidah Bersih, basah, gerakan normal kesegala arah
Palatum molle Tenang, simetris
Mulut Gigi geligi Caries (-)
Uvula Simetris
Halitosis (-)
Mukosa Tenang
Besar T1 – T1
Tonsil Kripta : Normal - Normal
Detritus : (-/-)
Perlengketan (-/-)
Mukosa Tenang
Granula (-)
Faring Post nasal drip (-)
Darah (-)
Reflex muntah (-)
Diagnosa Kerja
Penatalaksanaan
OMSK Tipe Benigna Medikamentosa
Fase Aktif Aurikula • Dibersihkan dengan suction di poli THT
Dextra • Tarivid ear drop 0,3% 5 ml 3x2 gtt
• Levofloxacin 500 mg 1x1 tab

Prognosis • Cetirizine 10 mg 2x1 tab

Quo Ad Vitam : ad bonam


Edukasi
Quo Ad Functionam : dubia ad bonam • Hindari air masuk ke telinga ketika mandi
Quo Ad Sanactionam : dubia ad bonam • Hindari aktivitas yang berhubungan
dengan air yang memungkinkan air masuk
ke telinga seperti berenang
• Nutrisi yang cukup dan seimbang untuk
mencegah penyakit ISPA
TINJAUAN PUSTAKA
Infeksi kronis ditelinga tengah
dengan perforasi membran
timpani dan sekret yang keluar
dari telinga tengah terus
menerus atau hilang timbul
yang berlangsung lebih dari 2
bulan.
Definisi
OMSK
Otitis media akut dengan
perforasi membran timpani
dapat menjadi otitis media
supuratif kronis.
Klasifikasi OMSK
• OMSK tipe aman (tipe mukosa = tipe
Berdasarkan area benigna)
yang terkena, dibagi
menjadi : • OMSK tipe bahaya (tipe tulang = tipe
maligna)

Berdasarkan aktifitas • OMSK tipe aktif


sekret yang keluar : • OMSK tipe tenang
Klasifikasi
• Perforasi sentral
• Perforasi terdapat di pars tensa, sedangkan seluruh tepi perforasi
masih terdapat membran timpani
Berdasarkan tempat • Perforasi marginal
perforasi membran
• Sebagian tepi perforasi langsung berhubungan dengan anulus atau
timpani sulkus timpanikum
• Perforasi atik
• Perforasi pada pars flaksida.
Gejala Klinis

Telinga berair Gangguan


(otorrhoe) pendengaran.

Otalgia ( nyeri
Vertigo
telinga)
Diagnosis
Anamnesis yang mengarah pada gejala klinis

Pemeriksaan otoskopi
• menunjukan adanya dan letak perforasi. Dari perforasi dapat dinilai kondisi mukosa telinga
tengah.
Pemeriksaan audiologi (tes penala)
• untuk menilai hantaran tulang dan udara
• penting untuk mengevaluasi tingkat penurunan pendengaran dan untuk menentukan gap
udara dan tulang

Radiologi
• posisi Schüller
• berguna untuk menilai kasus kolesteatom.
Pemeriksaan bakeriologik dengan media kultur pada OMSK
Terapi OMSK
Tipe benigna 1) Obat pencuci telinga (larutan H2O2 3-5 hari)
2) Obat tetes telinga berisi antibiotik,kortikosteroid
3) Antibiotik oral golongan ampisilin, eritromisin
4) Setelah observasi 2 bulan sekret kering tapi
perforasi + : miringoplasti/timpanoplasti

Tipe maligna 1) Mastoidektomi dengan atau tanpa timpanoplasti.


2) Terapi konservatif dengan medikamentosa hanya
terapi sementara sebelum pembedahan.
Pedoman Tatalaksana OMSK
Otore kronis

MT utuh MT perforasi

OMSK
•O.E.Difusa
•Otomikosis
•dermatitis/eksim Komplikasi - Komplikasi +
•O.E.Maligna
•Miringitis
Granulomatosa Kolesteatom – Kolesteatom +
OMSK benigna OMSK maligna

Lihat Algoritma 1 Lihat Algoritma 2


OMSK benigna OMSK maligna
(Kolesteatom –) (Kolesteatom +)

OMSK tenang OMSK aktif


Pilihan
•Atikotomi anterior
•Timpanoplasti dinding utuh
Stimulasi epitelialisasi tepi Cuci telinga
•Timpanoplasti dinding runtuh
perforasi Ab sistemik •Atikoantroplasti
Ab topikal •Timpanoplasti buka-tutup

Perforasi menutup Perforasi


Otore menetap
Tuli konduktif ? menetap > 1 minggu

Tdk sembuh
Ro. Mastoid Antibiotik berdasar pem.
mikroorganisme
Schuller x-ray
Tuli konduktif +
audiogram
Otore menetap
> 3 bulan
Ideal : timpanolasti
Tanpa/dengan Ideal: mastoidektomi
mastoidektomi +
timpanoplasti
Komplikasi (Souza dkk)
Intratemporal Ekstratemporal

Telinga tengah Intrakranial


•Paresis nervus fasialis •Abses ekstradura,subdura,otak

•Kerusakan tulang pendengaran •Meningitis

•Perforasi MT •Tromboflebitis sinus lateralis

•Hidrosefalus otikus

Ke rongga mastoid Ekstrakranial


• petrositis •Abses retroaurikuler

•Mastoiditis koalesen •Abses Bezold’s

Ke telinga dalam •Abses zigomatikus

•Labirinitis

•Tuli sensorineural
ANALISA KASUS
DIAGNOSIS
ICD-10, diagnosis OMSK ditegakkan jika terdapat perforasi membran timpani
disertai pengeluaran sekret terjadi selama minimal dalam 6 minggu dimana sekret
yang keluar dari telinga tengah ke telinga luar dapat berlangsung terus-menerus
atau hilang timbul
• Otorhea
• Sebelumnya batuk pilek
• Riwayat keluhan yang sama dengan gendang telinga berlubang
• Perforasi membran timpani sentral
• Kolesteatom (-)
• Tes weber tuli konduktif
• Tes swabach tuli konduktif
Kasus

• Otorea yaitu telinga mengeluarkan cairan putih sejak 2


minggu lalu, terdapat riwayat keluhan yang sama
sebelumnya pada saat berusia 12 tahun dan berulang,
ditemukan perforasi sentral membran timpani pada
telinga kanan, tidak ditemukan kolesteatom,
destruksi ke tulang ataupun adanya komplikasi
lain, maka pasien dapat didiagnosis menderita Otitis
Media Supuratif Kronik tipe Benigna.
• Perforasi membran timpani sentral pada telinga kanan
Kasus Teori

• Spooling air hangat di • Tetes telinga (AB+


poli THT kortikosteroid)
• Tarivid ear drop 0,3% • Antibiotik sistemik
5 ml 3x2 gtt AD • Miringoplasti atau
• Levofloxacin 500 mg timpanoplasti bila
1x1 tab sekret telah kering
• Cetirizine 10 mg 2x1 namun perforasi
tab menetap setelah
observasi selama 2
bulan .
THANK YOU